Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 34


__ADS_3

Hari Hari demi hari berlalu dengan cepat setelah hampir dua minggu honeymoon yang kedua, pasangan Ella dan Nagara telah kembali. Ella langsung menemui kedua anaknya untuk melepas rindunya yang membuncah. Dia juga masih sering berkomunikasi dengan Emily, kakaknya yang berada di negara X bersama Rafael.


"Mom, Dad. " Ella langsung menyapa kedua mertuanya sekalian melepas rindu. Mommy Elena menyambut hangat pelukan sang menantu tercinta. Mereka berbincang di ruang tamu bersama Nickolas serta keluarga kecil pria itu. Ella membiarkan si kembar bermain dengan anak Nick dan Hanum.


Ella memilih mengobrol bersama mertua dan Hanum, Hanum terus menggodanya membuat Ella malu. "Ella Rencananya aku dan Nick akan membuat kejutan untuk ulang tahun putriku di sertai liburan, kau mau ikut tidak? " tanya Hanum.


"Sepertinya enggak deh Han, aku gak mungkin menunda pekerjaan suamiku lagi, pasti sekarang telah menumpuk, lagian kita baru kembali. " tolaknya halus. Hanum memaklumi keputusan kakak iparnya itu.


"Lagipula aku juga mulai di sibukkan dengan butik aku. " Ellapun pamit pada mertua dan iparnya, dia harus ke butik sekarang. Dia menolak usulan mertuanya yang menyuruhnya memakai sopir untuk mengantarnya. Turun dari mobil Ella segera masuk ke butik di sambut oleh para karyawannya. Wanita itu segera mengecek rancangannya, memastikan tak ada cacat ataupun kekurangan hingga menyebabkan pelanggan komplain.


Ella menuju ke ruangannya, meminta Kinan membawakan segelas kopi untuknya. Wanita itu akan kembali mencoba desain pakaian lagi.


tok tok


Kinanti masuk ke dalam, membawakan secangkir kopi untuknya."Menurut saya Nyonya Ella terlihat lebih berisi sekarang, pantas saja Tuan Gara maunya


lengket terus. " goda Kinanti.

__ADS_1


"Eh masa sih aku gendut. " Ella memeriksa tubuhnya, lalu mencubit pipi dan tangannya dan ternyata benar. Kinanti mengulas senyumnya melihat kelakuan bossnya yang riweh. "Mungkin saja nona sedang hamil. " celetuk Kinanti.


Ella menoleh, dia merasa tidak mual atau semacamnya, hanya saja nafsu makannya berlebih akhir akhir ini. Kinantipun menggeleng, wanita itu memilih ke luar sedangkan Ella merasa sedikit tak percaya diri akan perubahan tubuhnya. Diapun kembali melanjutkan membuat sketsa rancangannya dengan santai.


Satu jam berlalu Ella meregangkan otot ototnya yang terasa kaku, bangkit dan memutuskan pulang. Di jalan dia mampir sebentar di toko apotek, membeli alat yang dia perlukan. Huh semoga saja apa yang aku pikirkan memang benar, sebagai kejutan untuk mas Gara nanti. Ella kembali melajukan roda empatnya dengan hati hati. Wanita itu turun dari mobilnya, kepulangannya di sambut oleh maid. "Si kembar dan suamiku ke mana Bi? "


"Tuan dan si kembar ada di ruang tengah Nyonya. " ujar sang maid. Ella mengangguk, berjalan menuju ke ruang tengah, menyapa anak dan suaminya sebentar lalu menuju ke kamarnya.


"Sepertinya besok saja aku memakai alat ini. " gumamnya menaruh tespack yang dia beli. Diapun membersihkan tubuhnya yang lengket dengan berendam di dalam jakuzi. Puas berendam dia segera turun dan memakai bathrobe, bertepatan dia selesai berpakaian suaminya masuk ke dalam kamar.


"Daddy kok ke sini, bukannya kamu nemenin si kembar sayang!


"Jangan jangan aku beneran hamil dan mas Gara lagi yang mual mual. " batinnya menerka. Dia berharap tebakannya benar, mungkin ini akan menjadi kebahagiaan keluarga kecilnya. Ella belum berniat memberitahu suaminya, dia tak ingin Nagara terlalu berharap sebelum ada hasilnya nanti. Perempuan itu mengusap lengan sang suami dengan lembut, sesekali mengecupnya singkat.


Nagara melepas belitan tangannya, menatap lekat wajah wanita yang menjadi belahan jiwanya ini. Suka dan duka telah mereka lewati selama beberapa tahun ini hingga si kembar besar. "Kenapa Dad, apa ada sesuatu di wajah aku? "


"Tidak mom, mommy terlihat semakin cantik dan dewasa justru aku yang akan semakin tua nantinya. " gumam Nagara lirih. Entah kenapa semakin bertambah usia Nagara merasa tidak percaya diri berada di sisi Daniella istrinya. Ella menghela nafas panjang, menatap lamat wajah tampan sang suami.

__ADS_1


"Siapa bilang kamu tua, kamu itu begitu gagah dan matang di usiamu yang sekarang sayang! Ella terus berusaha mengembalikan kepercayaan suaminya, Nagara mengulas senyumnya mendengar rayuan sang istri.


"Kamu gak lupa 'kan si kembar, dia benih premium kamu Daddy. " goda Ella di sertai senyuman menggoda. Nagara terkekeh, mencubit hidung mancung sang istri lalu mengajaknya ke luar.


"Mommy, Ethan selalu mengangguku mom. " adu si sulung Evan pada orang tuanya. Ella dan Nagara tersenyum mendengar ucapan anak sulung mereka itu. Ethan merasa sang kakak benar benar tak asyik untuk di ajak bercanda pikir anak laki laki itu. Pria kecil itu langsung meminta maaf pada kakaknya dan membujuknya untuk kembali bermain.


"Oh ya mom, aunty Hanum dan uncle Nick kapan ke sini lagi mom? " tanya Evan penasaran. Ella dan Nagara saling melirik satu sama lain, wanita itu menjelaskan pada sang putra.


"Kenapa memangnya sayang? "


"Aku lebih suka main sama Sekar daripada Ethan mom, Ethan perusuh. " Evanpun acuh mengabaikan pelototan saudara kembarnya. Nagara tertawa melihat putra kembarnya saling berdebat seperti sekarang. Ella cukup pusing menghadapi si kembar yang sering ribut namun keduanya begitu meramaikan suasana dalam keluarga kecil mereka.


"Lihat mom, sepertinya Evan memberi kode agar kita memberikannya adik perempuan. " bisik Nagara di telinga sang istri. Ellapun hanya menanggapinya dengan senyuman, menggenggam erat tangan sang suami. pria itu justru mencium pelipisnya lembut penuh kasih sayang. Mereka mengobrol sambil seselai melirik kearah si kembar yang bermain di sertai perdebatan.


Sementara itu keluarga kecil Jovan juga tengah berbahagia, Jovano sepanjang waktu bersama putri kecilnya Rheana. Miranda menghapus setitik air di sudut matanya, ada rasa penyesalan dalam dirinya karena dia telah memisahkan sang anak dari ayah kandungnya.


Beruntung Jovano memaafkan dirinya jika tidak putri kecilnya tidak akan merasakan memiliki keluarga yang utuh. "Ya Tuhan terimakasih telah memberiku kebahagiaan ini, aku janji akan mempertahankan ini semua dan tak mengulang kebodohanku lagi. "

__ADS_1


Pintu masa lalunya telah dia tutup, dia hanya ingin memulai kebahagian bersama suami dan putri kecilnya. Dia juga telah meminta maaf pada orang orang yang telah dia sakiti hatinya. Miranda bangkit, berjalan ke depan dan berdiri di depan jendela. "Papi lihat 'kan sekarang, aku sudah bahagia bersama keluarga kecilku Pi. Seandainya papi masih hidup, papi bisa bermain sama cucu papi. "


Jovan datang, mengeratkan pelukannya mendengar suara isak tangis sang istri. Pria itu membalik tubuh wanitanya, memeluk dan menciumnya lembut dan mengajaknya kembali bergabung bersama putri mereka. Miranda begitu beruntung memiliki suami yang bertanggung jawab padanya seperti Jovano.


__ADS_2