Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
ISTM Part 8 - FITNAH


__ADS_3

Demi menghilangkan kesedihannya, Cyra memutuskan berbaring di kursi panjang dengan Ray memeluk tubuhnya. Keduanya saling berciuman dengan liar dan panas, tangan mereka tak bisa di kondisikan karena telah menjalar ke mana mana.


"Sentuh aku Ray, bantu aku menghilangkan kesedihanku. " ucapnya pada sang suami.


Dan siang itu mereka kembali memadu kasih di teras, melampiaskan segala hasrat di diri mereka. Dua jam berlalu, Ray mengakhiri kegiatan panas mereka itu dan terlihat sangat jelas keduanya sangat puas. Ray kini sedang memperhatikan istrinya dengan intens. "Honey, apa kamu baik baik saja sekarang? "


"Iya hubby, aku baik baik saja!


" Seandainya Dia bukan orang tua, sudah aku hajar dia. " geram Ray. Cyra mengusap dada polos suaminya dengan lembut dan menyandarkan kepalanya di sana. "Mungkin Daddy sebenarnya tak pernah menyayangiku, apa aku pembawa masalah baginya. " gumam Cyra dengan lirih.


"Sayang jangan berbicara seperti itu aku tak suka, kamu bukan pembawa masalah!


***


Sementara di Istana utama digegerkan kabar mengenai Ray yang telah menikah, Ibunda hanya bisa menghela nafas panjang melihat sikap puteranya yang tak sabaran. " Harusnya Ray diskusikan hal ini pada kita Ayahanda, malah dia menikahi Cyra diam diam dasar keras kepala. " gumam Bunda kesal.


"Sudahlah lebih baik kita biarkan saja mereka berdua, mungkin saja Ray dan istrinya tengah membuatkan cucu untuk kita. " seru Ayahanda menggoda Bunda.


"Ayah benar, besok kita temui Ray dan sidang dia!


##


Selesai bersih bersih, Cyra mengambil ponselnya yang berdering. Dia membaca pesan dari Maura yang mengajaknya bertemu, Cyra merasa ragu dan malas bertemu si tuan puteri kesayangan daddynya itu. Cyra tak berniat membalasnya, dia letakkan kembali ponselnya ke atas meja lalu ke luar kamar. Wanita cantik itu pergi ke dapur, ingin membuat minuman namun langkahnya terhenti.


"Eh sebenarnya nona Cyra siapa ya kenapa tuan muda begitu membela dan menyayanginya dengan mudah, padahal nona Elizabeth yang kenal lebih dulu. " ujar salah satu pelayan.


"Entahlah, aku juga enggak tahu!


" jangan jangan dia wanita yang ingin merayu tuan muda, menggunakan tubuhnya karena kekurangan uang. " celetuk salah satu pelayan.


Tenggorokan Cyra rasanya tercekat, dadanya terasa sesak mendengar obrolan para pelayane


mengenai dirinya. Ternyata mereka menganggap dirinya merayu Ray dengan tubuhnya, padahal nyatanya sama sekali tidak benar. Rasa harusnya seketika menghilang, dia berbalik dan melangkah pergi dari sana sambil menahan tangisnya.

__ADS_1


"Jangan gosip, nanti tuan muda tahu bisa marah dan memecat kita, lagian kalau enggak tahu apa apa mending diam kalian. " timpal yang lainnya. Para pelayan yang bergosip tadi seketika bungkam dan tak lagi bicara .


Dia memilih ke luar dari istana, menenangkan dirinya yang terguncang. Cyra merasa bingung sekarang, apa aku minta cerai saja sama Ray, aku dan dia bagaikan bumi dan langit sangat jauh berbeda.


.


"Aku bukan wanita murahan. " pekiknya dalam hati.


Ray mencari sosok istrinya ke seluruh sudut ruangan istana namun tak menemukannya, hingga akhirnya memilih ke luar. Dia bergegas menghampiri wanitanya yang berada di tambah dekat istana.


"Honey ada apa kenapa kamu melamun di


sini? "


Cyra menolehkan kepalanya, berkali kali menghela nafas panjang namun menggeleng kearah istrinya. Ray merasa tidak beres dengan istrinya, seperti ada yang di sembunyikan Cyra.


Dia pegang kedua bahu istrinya, Ray menatap lekat manik mata Cyra. "Katakan sayang apa yang terjadi, kalau tidak aku akan mencari tahu sendiri. ".


"Aku baik baik saja sayang, percayalah!


Cyra memaksakan senyumnya, dia tidak boleh menampakkan wajah sedihnya di hadapan Ray. Ray sudah cukup terkena banyak masalah hanya karena dirinya.


Tak lama datanglah seorang pria, pria itu memberi hormat pada Ray dan Cyra, dia asisten Keenan, asistennya Ray.


"Tuan muda Ray, apa anda sudah melihat kabar berita hari ini!


"Kabar berita apa maksudmu Keenan? "Raypun langsung mengeluarkan ponselnya, dia sangat terkejut membaca hotnews pagi ini. Cyrapun ikut terkejut karena namanya terseret, dia menoleh dan memperhatikan suaminya yang emosi saat ini.


"Siapa yang mengirim artikel sialan seperti ini!


"Entahlah tuan muda, masalah ini masih saya selidiki dan sebaiknya tuan muda segera mengadakan konfrensi pers untuk menjelaskan siapa Nona Cyra sebenarnya atau status Tuan dan Nona, saya akan menghentikan berita sampah ini tuan muda. " jelas Keenan panjang lebar.


Keenan memilih pamit, meninggalkan pasangan suami istri tersebut. Cyra menyentuh lengan suaminya, membuat Raymond menoleh kearahnya. "Ray, apa sebaiknya aku tinggal lagi di villa, di sana sangat aman. " ujar Cyra pada suaminya.

__ADS_1


"Kamu tidak akan ke mana mana sayang, sekarang kamu tanggung jawab aku. " ujar Ray berusaha tenang sambil menyentuh pipi istrinya. Ray mengajak istrinya duduk di sofa ruang tamu, dia mengenggam erat tangan sang istri lalu dikecupnya pelan.


"Sayang, kamu bukan perebut dan jangan pernah percaya pada artikel itu. " Ray tidak mau jika istrinya berpikiran macam macam dan tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka. Cyra mengangguk, tersenyum tipis kearah suaminya, dia berusaha tak membuat panik Ray.


Pelayan datang menyajikan minuman untuk keduanya setelah itu pamit pergi. Mereka berdua kini menikmati minuman masing masing.


Tapi tap tap


Seorang pria datang dan langsung duduk di sofa, pria itu langsung terpesona dengan kecantikan Cyra. Ya pria itu adalah Charlos, adik kandung Raymond. "Siapa wanita cantik yang ada di sebelah kamu kamu Ray, bolehkah aku berkenalan dan mencium tangannya. " ujar Charlos.


"Dia Cyra istriku, kakak iparmu Charlos. " Charlos sangat terkejut sekaligus kecewa mendengar kenyataannya mengenai wanita cantik di depannya. Charlos menoleh kearah sang kakak dengan tatapan tak percayanya.


"Kapan kakak menikah, kenapa aku tak tahu? "


"Pernikahan kami sederhana Charlos, tapi aku berniat mengadakan pesta besar besaran setelah aku bicarakan sama bunda dan Ayah. " Charlos kembali mencuri pandang kearah Cyra, Cyra merasa tak nyaman dengan tatapan dari adik iparnya itu.


"Hai kakak ipar aku Charlos. " Charlos mencoba menjabat tangan wanita idamannya.


"Aku Cyra Arabella. " Cyra enggan menjabat tangannya, entah kenapa dia tak nyaman melihat kehadiran Charlos. Charlos pun tersenyum tipis melihat sikap kakak iparnya.


Charlos POV


Wajahnya sangat cantik, senyumnya manis dan pertama kali melihatnya aku sudah terjerat padanya. Tapi sayangnya dia sudah di miliki Raymond lebih dulu, sial kenapa Raymond selalu beruntung daripada dirinya.


"Oh ya Ray, bolehkah aku menginap di istanamu ini? " terselip rencana dari balik ucapan Charlos pada Ray. Ray menghela nafas panjang, melirik istrinya sekilas setelah itu memandang kearah adiknya.


"Tidak bisa Charlos, aku dan istriku tengah sibuk membuat calon keponakan untukmu. " ujar Ray. Cyra nampak malu mendengar ucapan suaminya, sedangkan Charlos diam diam mengepalkan tangan karena hatinya merasa panas.


Dia kembali memasang senyuman manisnya di hadapan Ray dan Cyra. "Baiklah, tidak apa apa kalau kamu tidak mengizinkanku Ray. "


Charlos melirik jam tangannya, dia berpamitan pada keduanya. Sebelum pergi dia memandang kearah Cyra degan tatapan penuh arti setelah itu pergi dari sana. Setelah kepergian Charlos, Cyra merasakan lega yang luar biasa.


"Sepertinya tuan Charlos sangat sangat mencurigakan dilihat dari gerak geriknya. " gumam Cyra pelan.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2