Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 26


__ADS_3


Kini Dominic dan Kiara mengobrol santai sambil memperhatikan pemandangan indah dari balik kaca kamar mereka. Ya keduanya baru saja saling memberi kehangatan, tangan Dominic menyusup ke dalam selimut dan mengusap perut besar sang istri, sesekali meremas dua buah favoritnya hingga membuat Kiara melenguh pelan. "Aku sangat mencintaimu mas Dom. "


Dominic mengulum senyumnya, mendengar ucapan cinta dari istrinya. "Aku juga sayang, kita mandi ya setelah itu istirahat. "


Kiara mengangguk, Dominic langsung membopongnya ke kamar mandi. Setelah selesai berpakaian, keduanya berbaring dan langsung terlelap tidur.


##


Sinar mentari telah menyapa, kedua insan suami istri itu kini telah bangun dan rapi. Sesuai janjinya kemarin, Dominic memanggil dokter pribadinya untuk datang, kini dokter tengah mengUSG perut Kiara, istrinya.


"Apa jenis kelaminnya dokter? "


"Sepertinya calon bayi kalian masih belum terlihat jelas, biasanya akan terlihat saat usianya empat bulan atau lebih, tapi di pastikan kalian akan memiliki bayi kembar. " jelasnya.


"Twins dokter!


Dokter mengangguk, Dominic dan Kiara saling melempar senyuman satu sama lain. Pria itu langsung menciumi seluruh wajah sang istri, Kiara nampak tersipu malu dengan sikap suaminya.


"Mas malu diliatin Dokter. " gumam Kiara dengan rona merah di pipinya.


"Tidak apa nona, ini vitaminnya jangan lupa di minum, kalau begitu aku pamit. " Setelah menyerahkan vitamin dokterpun langsung pergi, menyisakan pasangan suami istri. Dominic langsung menciumi perut sang istri, menyapa kedua calon anaknya di dalam sana.


"Twins, dengarkan daddy ya kalian sehat sehat ya dalam perut mommy!


"Iya Daddy. " Kiara menirukan suara anak kecil, Dominic mengulum senyumnya, lalu mencium keningnya singkat.


"Mas kita jalan jalan ke luar yuk, aku bosan


nih. " rengeknya manja. Dominic membantunya berdiri, lalu mereka ke luar dari kamar. Menuruni anak tangga dengan hati hati, setelah itu menuntunnya lembut ke luar dari Villa. Keduanya berjalan kaki hingga ke pantai yang letaknya tak jauh dari Villa. Reymond dan keluarga kecilnya turut bergabung bersama mereka.


"Oh ya Cyra, aku mengandung baby twins. " ujar Kiara dengan senyuman manisnya.


"Wah selamat ya kakak ipar, Yurika mau punya teman dong, dua lagi. " Reymond melirik kearah kakaknya yang kini menyeringai kearahnya, hal itu membuatnya berdecih. Dia tahu kalau Dominic tengah pamer padanya, cih dia tak akan kalah dari kakaknya itu pikirnya.


"Bagaimana Reymond, aku sekali cetak langsung kembar sementara kamu. " ujarnya dengan sombong, melirik sang adik dengan senyuman menyebalkan.


"Lihat saja aku tak akan kalah darimu kakak

__ADS_1


tua. " dengusnya kesal. Kiara terbahak mendengar julukan suaminya dari sang adik ipar. Dominic langsung melirik tajam istrinya, Kiara tersenyum canggung dan bermanja manja di tubuh sang suami.


"Uncle, memangnya cetak apa? " tanya Yurika penasaran.


Dominic menepuk jidatnya, dia lupa kalau ada keponakan cantiknya, Kiara sudah melemparinya dengan tatapan sengit. Sementara Reymond tersenyum mengejek, melihat sang kakak tak berkutik.


"Good job princess Ayah, kamu sangat pintar nak bisa membuat pamanmu tak berkutik. " gumamnya dalam hati menertawakan Dominic. Kiara sedikit memberi jarak pada tubuh sang suami, Dominic langsung mengangkat tubuh mungil keponakannya.


"Paman dan Ayah kamu mau main bola sayang, cetak gol begitu. " elaknya.


"Tapi ayah dan paman, olang dewasa bukan anak kecil? Yurika mengerutkan kening, menatap sang paman dengan raut polosnya. Cyra tertawa mendengar penuturan puteri kecilnya, Reymond tertawa terpingkal pingkal dengan jawaban puterinya itu. Dominic menghela nafas panjang, dia sangat bingung sekarang, menghadapi kejeniusan keponakan cantiknya.


"Yuri sayang, ini aunty belikan kamu boneka barbie. " sahut Luna. Mereka menoleh, Yuri turun dari pangkuan Dominic dan berlari menghampiri Luna. Dominic menghembuskan nafas lega, pria itu kembali memeluk sang istri.


"Oh ya Cyra, apa kamu sudah USG? "


Cyra menggeleng, Kiara hanya beroh ria. Raut wajahnya terlihat murung, teringat dengan penuturan paman Eden, membuatnya sedikit takut. Dominic langsung memberi kode Cyra, Cyra mengangguk dan kembali menatap Kiara.


"Kiara, kita bicara berdua yuk, Aku ingin berbicara mengenai kehamilan? "


"Hayuk! Kedua bumil itu langsung bangkit dan berjalan meninggalkan suami suami mereka.


drt


"Hemm ada apa? "


"Jadi kamu telah menikahi wanita miskin itu hemm?


Dominic terdiam, sepertinya pamannya itu telah menemukan keberadaan mereka saat ini. Terdengar suara kekehan di ujung sana membuat Dominic menggeram marah.


"Pilihlah, kau ceraikan istrimu lalu menikahlah dengan wanita pilihanku Dominic atau jika menolak maka terima akibatnya! Dominic mengepalkan tangannya, sepertinya pamannya itu benar benar menguji kesabarannya.


"Aku tidak akan pernah menceraikan istriku. " tegas Dominic.


"Baiklah kalau begitu! sambungan terputus begitu saja Dominic mengernyitkan dahinya, merasa aneh namun dia hanya bisa mengusap wajahnya kasar.


Tolong..


tolong ..

__ADS_1


Deg Dominic dan Reymond saling melirik satu sama lain, setelah itu keduanya bangkit dan berlari kearah suara para istri mereka. Sampai di tepi pantai bagaian utara, kedua mata mereka membulat, melihat wanita wanita mereka di tahan oleh berapa pria berbadan besar.


Bug


"Lepaskan istriku sialan. " Dominic meninju wajah para pengawal itu dengan membabi buta, amarahnya membludak.


"Hentikan Dominic, atau kamu mau wanitamu ini terluka. " ujar paman Eden sambil menodongkan pisau ke leher Kiara. Dominic menoleh, menatap tajam kearah pamannya itu dengan raut wajah memerah, menahan amarahnya.


"Pilihanmu hanya satu ceraikan istrimu lalu menikahlah dengan wanita pilihanku atau jika menolak maka wanitamu ini akan kusiksa!


Kiara menatap sang suami dengan raut wajah berkaca kaca, dia mengangguk supaya menuruti keinginan paman Eden. Dominic memejamkan matanya sekilas, setelah itu kembali menatap kearah paman Eden.


Mas jangan pikirkan aku, turuti keinginan paman saja mas. " batin Kiara.


Seolah pikiran mereka menyatu, Dominic mengerti apa yang tengah di pikirkan istrinya. pria itu menolak apa yang diucapkan Kiara, dia tak akan sudi menikahi wanita lain, hanya Kiara yang sangat di cintainya, ibu dari calon anak anaknya.


"Reymond, bujuk kakakmu agar menurutiku jika tidak aku akan menyakiti istri dan anakmu. " geram paman Eden.


"Pria tua sialan. " umpat Reymond, Reymond merasa dilema diantara dua pilihan yang ditujukan padanya. Kiara kini tengah memikirkan cara, untuk membantu sang suami.


"Paman Eden, beri kami waktu hingga usia kandunganku menginjak bulan ke lima, saat jenis kelamin anakku sudah di ketahui, berjenis kelamin perempuan, maka aku sendirilah yang akan membujuk mas Dom untuk menikah lagi. " ungkap Kiara. Kiara sebenarnya sakit, mengatakan hal ini, hal yang bertentangan dengan hatinya sendiri.


Paman Eden menarik tangannya, pria tua itu memikirkan ucapan Kiara. Rahang Dominic mengeras, tatapan tajam dia tujukan pada Kiara, istrinya. Kiara memalingkan wajahnya kearah lain, tekadnya bulat meski menyakiti hatinya. Paman Eden tersenyum menyeringai, kemudian mengangguk. "Baiklah aku memberi waktu sampai jenis kelamin calon anak kalian di ketahui. "


"Kita pergi! Paman Eden langsung meninggalkan mereka, masuk ke dalam helikopter, di susul para pengawalnya. Dominic berlari kearah istrinya, mencengkeram tangan Kiara dengan erat. Sedangkan Reymond langsung memeluk istrinya lalu menciuminya berkali kali.


"Apa maksudmu hah, apa maksudmu berkata seperti tadi Kiara jawab. " bentak Dominic dipenuhi emosi.


"A-aku.. "


"Mau jadi pahlawan. Kamu mau melihatku menikah lagi dengan wanita lain. " ujar Dominic dengan nada tinggi.


"Bukan maksudku.. "


Dominic menghempaskan tangan istrinya dengan kasar, Kiara kini menangis sesegukan melihat suaminya sangat marah padanya. "Aku berusaha melindungi dan mempertahankanmu, tapi kamu malah berkata konyol seperti tadi. Kamu benar benar bodoh Kiara. " desisnya.


"Mas, dengarkan aku! " Kiara mencoba meraih tangan suaminya namun Dominic menepisnya, pria itu langsung pergi meninggalkan istrinya. Reymond dan Cyra langsung menghampiri kakak iparnya yang di tinggal pergi Dominic. Keduanya langsung membawa Kiara pergi dari sana, kembali ke Villa.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2