
Pagi ini si kecil Liana kembali membuat drama, meminta liburan dan Louis menuruti keinginan puteri kecilnya. Dia menyuruh Harry untuk menghandle pekerjaan di kantor selama dua pekan. Kini mereka menggunakan pesawat menuju ke pulau pribadi yang dia miliki.
Mereka kini sampai di villa, Louis menunjukkan di mana kamar si kembar dan Kamar Angela. Si kecil Liana menghampiri sang dddy yang berada dalam kamarnya. "Daddy. " panggil bocah manis itu.
"Iya sayang ada apa? "
"Janji Daddy jangan marah ya. " pinta Liana dengan memelas.
.
"Yes! "
"Liana ingin tante cantik jadi mommynya Liana Dad, Liana ingin sekali memiliki mommy. " ucapnya pelan. Tubuh Louis bergetar, pria itu merasakan sesak, melihat princess kecilnya menahan tangisnya. Louis langsung berlutut, memeluk puteri kecilnya dengan erat kemudian melepasnya.
"Baiklah, kamu bermainlah bersama Logan, Daddy akan bicara sama tante cantik sayang. " Liana mengangguk, bocah itu ke luar dari kamar sang Daddy. Louis memikirkan keinginan puterinya, dia melangkah ke luar dan bergegas menemui Angela.
"Bisa kita bicara! "
"Iya Tuan. " Angela mengekori Louis menuju ke teras samping Villa. Gadis itu terlihat penasaran dengan apa yang ingin di katakan Louis padanya.
"Menikahlah denganku! "
Angela terkejut mendengar penuturan dari Louis, Louis terlihat serius kali ini. "Demi Liana yang menginginkan sosok ibu, jika kamu menikah denganku kamu bisa terlepas dari pria brengsek itu. " pungkas Louis dengan nada datarnya.
Angela menghela nafas panjang, gadis itu memikirkan dengan matang matang, lalu mengangguk dengan mantap. Louis sedikit tercengang, namun pria itu bisa mengontrol ekspresinya. "Sekertarisku yang akan mengurus pernikahan ini. "
"Anggap saja ini ucapan terimakasihku pada Anda tuan. " gumam Angela sambil tersenyum.
"Tapi ingat, pernikahan ini hanya formalitas demi baby twins. " tegas Louis.
"Iya aku paham. " Louis bangkit, pria itu langsung pergi begitu saja. Angela menghela nafas panjang, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosongnya. Entahlah hidupnya semakin rumit sejak bertemu si kembar, namun dia tak mungkin menyalahkan dua bocah menggemaskan nan pintar itu.
"Mommy. " panggil si kecil Alana.
Angela menoleh, tersenyum manis melihat kedua anak sambungnya datang menghampiri dirinya. "Tante bakal jadi mommy aku dan kak Logan 'kan? "
"Iya sayang, terserah kalian mau manggil tante bunda atau mami juga boleh. " ucapnya lembut pada kedua anak di sebelahnya.
__ADS_1
"Boleh panggil mommy? "
Angela mengangguk, dia sangat gemas dengan wajah lucu Liana, gadis itu langsung memcium pipi princess kecilnya. Dia menceritakan hal hal lucu, membuat Liana tertawa sedangkan si sulung hanya diam. Angela beralih memperhatikan si tampan Logan dengan senyuman tipisnya.
"Katakan saja sayang, kalau kamu mau
bicara? "
"Jika aku panggil tante dengan sebutan mommy, apa suatu hari nanti tante juga akan pergi ke surga sama seperti mommyku. " ujar Logan kecil.
Deg
"Jadi mommy kalian berada di surga? " Angela tersenyum getir melihatnya kala si kembar mengangguk bersamaan. Gadis itupun merasa kasihan pada si kembar yang kehilangan sosok ibu, mengingat dirinya tumbuh juga tanpa ada sesosok ibu.
"Tante janji tak akan tinggalin kalian
sayang. "ucap Angela dengan lembut.
"Yeay kita punya mommy sekarang. " Liana berjingkrak kegirangan, gadis kecil itu memeluk Angela di susul Logan. Angela melepas pelukanya, membiarkan si kembar kembali bermain kejar kejaran. Gadis itu tertawa kala si kecil Liana menjahili si sulung, tanpa tahu dirinya di perhatikan sepasang mata sedari tadi. Tawanya lenyap, berubah sendu dan sekuat tenaga Angela menahan tangisannya.
"Angel kangen sama mami. "
Louis langsung keluar dari air sambil menggendong Angela, gadis itu bersandar di dada sang calon suami. Sepertinya dia syok dan merutuki kebodohannya hingga lagi lagi di tolong Louis. "Apa kau bodoh Angel, perhatikan jalanmu. Jika aku tidak melihatmu, pasti kamu sudah tenggelam, kamu bukan anak kecil lagi. " geram Louis.
"Maaf. " sesalnya sambil mengeratkan pelukannya ke leher Louis. Louis membawanya naik ke atas, setelah itu bergegas masuk ke dalam villa. Pria itu menurunkan Angela di depan kamar gadis itu, lalu dia masuk ke kamarnya begitu juga Angela.
###
Selesai mengganti pakaiannya, Angela keluar dari kamar, lalu pergi ke dapur. Di sana dia membuat kopi, lalu mengantarnya ke ruangan kerja Louis.
Tok
tok
__ADS_1
tok
"Tuan ini aku buatkan kopi. " Angela masuk ke dalam, terlihat Louis tengah mengobrol dengan sang asisten. Kedatangan Angela, membuat Harry segera pamit setelah selesai mengerjakan tugasnya.
"Apa Anda terlihat pusing tuan. " Angela memperhatikan pria itu dengan lekat, diapun memdekatinya dan memijat bahu Louis dengan lembut. Louis menoleh, dia menatap wajah cantik Angela dengan jarak dekat, Angela merasa gugup di tatap pria itu.
"Dokumen pernikahan sudah selesai di buat, kamu sekarang istriku! "
"Hem yeah. " Louis mengerutkan dahi melihat reaksi yang di tunjukkan Angela, gadis itu terlihat biasa dan tak kecewa.
"Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan. " tegas Louis.
"Tapi.. " Angela terdiam kala Louis memberikan tatapan tajam padanya. Dia menghentikan pijatannya, berniat ke luar dari sana karena dirinya merasa menganggu Louis. Louis menahannya, Angela berniat memberontak namun justru pria itu mengangkat tubuhnya ke atas pangkuan pria itu.
"Biarkan saya ke luar Tu eh Louis. " ralat Angel dengan kikuk.
Angela memilih diam tak bergerak, dia tak boleh terbawa perasaan hanya karena sikap pria yang menjadi suaminya saat ini. Dia telah membangun benteng kokoh untuk hatinya untuk pria manapun. Louis kembali melihatnya, bibirnya terukir membentuk senyuman miring.
"Apakah kau senang sekarang, telah menjadi nyonya Louis dan ibu si kembar? " cecar Louis.
"Menurut Anda, apa aku memerlukan status itu, aku melakukan semua ini demi Logan dan Liana Tuan, jadi Anda jangan berlebihan seperti ini dalam menilaiku. " ujar Angela yang turun dari pangkuan Louis. Gadis itu memutuskan ke luar dari ruangan kerja Louis, Louis menatap kepergiannya dalam diam.
Hingga langit berubah gelap Angela nampak gelisah, Devon terus menerus mengirimi pesan ke nomornya berisi ancaman. Diapun langsung memblokir nomor pria gila itu, berusaha tenang namun tetap saja tidak bisa.
"Apa yang harus aku lakukan, Devon tak henti hentinya mengangguku. " gumam Angela khawatir. Gadis itu takut Devon akan berbuat nekat mengejarnya hingga ke villa ini.
Angela ke luar dari kamarnya, memutuskan berbicara dengan sang suami. Dia menemui Louis di ruang tamu, dia itu tengah menemani si kembar. "Em, aku ingin bicara mengenai pria gila itu. " ucap Angela.
"Twins, masuklah ke kamar hari sudah larut. " pinta Louis pada kedua anaknya.
"Siap Daddy, mom nanti menyusul ke kamar kami ya. " rengek Liana.
"Iya sayang. " Angela tersenyum, Liana mencium pipinya kemudian pergi bersama Logan, menuju ke kamar mereka.
"Devon terus mengangguku Louis, apa yang harus aku lakukan. " ujar Angela pada suaminya. Terlihat jelas jika Angela tengah ketakutan saat ini, Louis menyentuh tangan istrinya.
"Biar dia jadi urusanku!
__ADS_1
tbc