
Kini baby twins telah di bawa pulang ke mansion, keduanya berada dalam box bayi di kamarnya yang letaknya satu ruangan dengan kamar Dominic dan Kiara. Kiara menghela nafas panjang, teringat percakapannya dengan Alessa seminggu yang lalu sebelum dirinya lahiran.
"Tak kusangka Ales, mencintai mas Dom. " gumam Kiara pelan.
Kiara tak menyalahkan Alessa, karena cinta hadir tanpa tahu siapa dan kapan rasa itu bersemi. Meski dalam hati kecilnya ada rasa takut jika Alessa akan merebut suaminya kelak namun dia segera menepisnya. Wanita itu kembali memperhatikan dua jagoannya yang telah terlelap setelah di beri asi dan mandi.
"Twins apa mommy egois nak, mommy takut kehilangan daddy kalian. Banyak wanita yang menginginkan daddy kalian, terlebih para wanita itu memiliki kedudukan tinggi dari pada mommy yang hanya wanita biasa. " adunya pada kedua baby twins.
tok
tok
tok
Kiara bangkit, berjalan menuju ke pintu lalu membukanya. Pelayan membungkuk, memberi hormat kearah Kiara. "Nyonya di bawah ada Tuan Besar Eden yang ingin bertemu anda. "
"Lalu di mana suamiku Bi!
"Tuan Dominic keluar sebentar katanya
Nyonya! Pelayan segera menyingkir dari sana, Kiara bersiap lalu menuruni anak tangga dengan pelan pelan. Sebelum itu dia menyuruh pengasuh untuk menjaga twins yang ada di kamarnya, Kiara segera menemui Paman Eden di ruang tamu.
Kiara duduk berhadapan dengan paman Eden, ada keperluan apa paman Eden datang ke mansionnya. Paman Eden menghela nafas panjang, lalu menatap Kiara dengan wajah datarnya. "Aku dengar kamu sudah melahirkan, bagaimana kondisi twins?"
"Ya aku baru saja melahirkan, baby Twins sangat sehat paman. Sebenarnya apa tujuan paman ke mari katakanlah, jangan basa basi!
"Berikan salah satu bayimu padaku, aku akan merawatnya. " ujarnya tanpa basa basi.
Kiara sangat terkejut dengan permintaan paman Esen, sebagai seorang ibu hatinya sangat sakit mendengar salah satu bayinya ingin direbut orang lain meski itu paman dari suaminya. "Baby twins milikku dan mas Dom, paman Eden tidak berhak memintanya. Bukankah paman Eden tidak menyukai kehadiranku, tapi kenapa tiba tiba ingin mengambil bayiku. " ujar Kiara dengan nada tinggi.
"Hah, bagaimana bisa Dominic memilihmu, wanita dari kalangan rendah yang tidak punya sopan santun pada yang lebih tua. " sarkas paman Eden.
"Meski kamu sudah menjadi istri dominic, kamu tetap wanita dari kalangan Rendah yang tak pantas di samping keponakanku itu. Seharusnya kamu sadar diri dan pergi jauh dari hidup Dominic, kamu hanya pembawa masalah dalam hidupnya!
__ADS_1
Paman Eden langsung bangkit, pria tua itu langsung melenggang pergi disusul asistennya. Kiara menitikkan air matanya, penghinaan dari paman Eden padanya, membuatnya sakit hati. Para pelayan yang melihat nyonya mereka menangis, segera menghubungi tuan mereka agar segera pulang.
Hiks hiks
Kiara terus menangis sesegukan di ruang tamu, hatinya terlanjur sakit. Ucapan paman Eden terus terngiang di kepalanya.
Di sisi lain Dominic merasakan perasaan yang tak enak, tiba tiba dia teringat dengan istri dan kedua buah hatinya. Ya Dominic baru saja bertemu klien setelah mengantar pulang istrinya. Pria itu melajukan mobilnya kencang menuju ke mansionnya.
Drt
drt
Dominic menepikan mobilnya, lalu merogoh ke dalam saku dan mengambil ponselnya.
"Halo Bi ada apa? "
"Tuan, Nyonya Kiara menangis setelah kepergian tuan besar Eden. Saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan namun sepertinya sesuatu yang menyakiti nyonya, Tuan bisakah anda cepat pulang kasihan nyonya. "
"Baiklah aku akan pulang Bi, Bibi tolong hibur istriku! Dominic menyimpan ponselnya dalam saku, dia mengeraskan rahangnya dan tancap gas.
Mobil memasuki pelataran mansion, pria itu segera turun dan berlari ke dalam. Dominic bergegas ke kamarnya di lantai dua, Cklek dia membuka pintunya pelan lalu masuk ke dalam.
Terlihat Kiara yang berbaring membelakangi dirinya, Dominic segera mendekat dan mengusap punggung sang istri lalu membaliknya. "Sebenarnya apa yang di katakan paman padamu sayang. " gumam Dominic memperhatikan istrinya yang terlelap, di hapusnya sisa air mata di pipi sang istri.
"Maafkan aku sayang, pasti kamu sangat tertekan semenjak paman Eden hadir dalam hidup kita, rumah tangga kita. " sesal Dominic.
Cup
Dominic mengusap pipi wanitanya dengan lembut, dia membiarkan istrinya istirahat. Setelah itu bangkit, melihat kedua baby L yang ada dalam boxnya.
Oek oek
Dominic mengangkat tubuh baby Louis lalu menggendongnya, dia tatap lekat wajah tampan baby louis. "Kenapa nangis sayang, kamu pasti merasakan kesedihan yang mommy kamu rasakan ya nak. " ucap Dominic dengan pelan.
__ADS_1
"Jagoan daddy yang tampan jangan cengeng ya nak, mommy kamu lagi sedih. Kamu tidur lagi sayang, daddy mau menemani mommy kamu. " Baby Louis kembali tenang, Dominic mengulas senyumnya dan memberi kecupan di kening salah satu puteranya itu. Kemudian mengembalikannya ke dalam box bayi, Dominic memutuskan pergi ke kamar mandi.
Skip
Sore harinya Kiara terbangun, dia melihat sang suami beraflda di dekatnya. Teringat si kembar membuat Kiara panik karena dirinya tidur terlalu lama. "Mas maaf, aku belum memberi asi pada kedua putera kita. "
"Ini baby Leon lapar sayang. " Kiara memgambil baby Leon, lalu membuka kancing dressnya hingga dikeluarkannya pusat asi anaknya.
Baby Leon menyusu dengan kuat, Dominic memeluknya dari belakang sambil memperhatikan puteranya. "Maafin mommy sayang, mommy terlalu sedih hingga melupakan kamu dan kakakmu. " sesal Kiara.
"Kedua putera kita sangat pengertian sayang, kamu jangan merasa menyesal. " rayu Dominic dengan lembut.
"Nah udah kenyang, giliran baby Louis. " Dominic melepas pelukannya, mengambil alih baby Leon dan menaruhnya di atas ranjang, kini baby Louis yang tengah minum asinya.
Satu jam berlalu, Kiara dan Dominic berada di tepi dengan kedua putera mereka berada di tengah tengah mereka berdua. Kiara tertawa kecil, melihat kedua puteranya yang seakan ingin mengajaknya bicara. Dominicpun menyelipkan anak rambut istrinya ke belakang, pria itu bernfas lega melihat sang istri kembali ceria.
"Mommy dan Daddy sangat sayang dan cinta sama kalian baby twins, mommy tidak akan membiarkan orang lain merebut salah satu dari kalian dari mommy dan daddy. " gumam Kiara lirih.
Dominic bangun, lalu turun dari ranjang dan sedikit menjauh. Sesekali pria itu melirik kearah isteinya yang tengah mengajak berbicara kedua putera mereka.
"Dengarkan aku paman, sekali lagi paman menghina istriku. Kupastikan aku akan menghancurkan rumah tangga putera kesayanganmu itu, bukankah paman sangat menyayangi Erland. " ucap Dominic dengan wajah seriusnya.
"Satu hal lagi, aku benar benar tak main main paman. Jangan pernah muncul di hadapanku dan juga Kiara, karena aku sudah muak dengan tingkah paman yang sudah sangat keterlaluan. Aku tidak menghajar paman karena aku masih memghargaimu sebagai orang yang telah membesarkanku paman Eden. "
Tut
Kiara menaikkan sebelah alisnya, melihat suaminya yang tengah marah pada seseorang. "Mas ada apa kenapa kamu marah marah? "
"Enggak papa sayang. " Dominic menaruh ponselnya di atas meja, lalu kembali menemni istr dan dua jagoannya di atas ranjang. Dominic berharap setelah ini pamannya itu tak lagi menganggu keluarga kecilnya lagi.
"Kiara sayang, apapun akan aku lakukan demi kamu dan dua jagoan kita, akam kusingkirkan orang orang yang hendak mengancurkan kelurga kecil kita. " batin Dominic.
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN