
"Berhentilah merepotkanku. " ketus Gara sambil menyerahkan sebotol minuman untuk Ella. Ella menanggapinya dengan senyuman, dia mulai terbiasa dengan sikap ketus Gara padanya.
"Maafkan aku om!
Dering ponsel mengalihkan perhatiannya, Ella menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskan secara perlahan. "Halo kak Ren ada apa? " tanya Ella dengan nada cerianya.
"Kamu lagi di mana sayang, aku khawatir sama kamu!
Hati Ella menghangat, dia tersenyum manis mendengar kekhawatiran dari Rendy untuknya. Dia merasa di cintai oleh seseorang yang kita sayang. Gara hanya diam, dia mengamati obrolan Ella dan Rendy di dalam ponsel. Ellapun memutus sambungannya setelah percakapan berakhir. Dia kembali beralih pada Gara yang sejak tadi melihat dirinya. "Aku harap kelak Om Gara menemukan wanita yang dicintai oleh om. "
Gara menghela nafas panjang, duduk di sisi kanan Ella. Saat ini keduanya berada di tepi danau, pria itu mengamati Ella yang Tenga meminum air putih. "Kenapa kau tidak jujur saja pada kekasihmu itu Ella? "
"Gak om, biarkan ini jadi rahasia aku dan om saja yang tahu. Aku tak ingin membuat keluargaku dan Rendy bersedih saat kepergianku kelak nanti. " ungkapnya dengan tenang.
"Kau pasti sembuh Ella. " sela Gara dengan sorot tajamnya. Ella terdiam, dia menggeleng tak percaya membuat Gara geram. Pria itu bangkit, mengendong Ella lalu memangkunya. Ella tentu saja terkejut dengan tindakan Bara padanya.
Cup
Ella nampak melotot merasakan bibirnya di hisap kuat oleh Gara.Dia berusaha melepaskan diri namun pria itu menahannya dan memperdalam ciuman mereka. Ellapun pasrah dan dengan kaku membalas ciumannya, tak lama Gara mengakhiri ciumannya. "Aku akan membantumu mencari donor jantung untuk kamu!
"Om Gara, kenapa kamu menciumku. " protes Ella tidak terima.
"Terlambat, bukankah tadi kau menikmatinya!
Ella mengerucutkan bibirnya, turun dari pangkuan Gara dengan wajah ditekuk. Gara mengulum senyumnya melihat tingkah Ella yang merajuk. Ella melirik kearahnya dengan tatapan sinis. "Ciuman pertamaku untuk kak Rendy om, kenapa om merebutnya. " geram Ella kesal.
"Sudah jangan marah marah, kau lupa pesan dokter tadi. " tegas Gara.
"Ayo pulang. " Gara bangkit, berjalan lebih dulu dan diikuti Ella. Selama perjalanan Gara hanya diam mendengarkan ocehan Ella. Kepulangan mereka di sambut godaan dari Nick yang tak henti hentinya meledek keduanya.
"Kak Nick nyebelin banget sih. " gerutu Ella sebal.
__ADS_1
"Kenapa kau memanggilnya kakak sedangkan aku kau panggil om. " protes Gara. Nick langsung tertawa mendengar omelan dari kakaknya itu. Ella hanya meliriknya sekilas lalu melengos pergi setelah pamit pada paman dan bibinya, sontak membuat Gara melongo. Gara berdecak pelan, memilih bergabung bersama keluarganya.
"Oh ya Gara sayang, bagaimana hubunganmu dengan Sarah? " tanya Mommy Elena pada si sulung.
"Hubungan apa sih mom, itu cuma gosip!
"Jangan percaya mom. " timpal Nick dengan senyuman tengilnya. Gara meliriknya tajam, ingin sekali dia memukul adiknya itu. Nick tersenyum miring kearah kakaknya itu, Gara hanya bisa merutuki sikap usil Nick padanya.
Tak lama Ella turun, menemui keluarga paman dan bibinya itu. Dia masih merasa canggung pada Gara sejak ciuman tadi di danau, gadis itu tak berani melihat kearah Gara. Gara hanya diam menatap kearahnya tanpa berpaling. Mommy Elena melirik putera sulungnya sambil berkata. "Gara untuk sementara kamu yang akan menjaga Ella, mommy dan daddy besok akan kembali Amerika. "
"Iya Mom, aku akan menjaga Ella dan membawanya ke penthouseku. " jawab Gara.
Mommy Elena kembali menatap Ella dengan senyuman hangatnya. "Kamu enggak papa 'kan tinggal bersama Gara sayang? "
"Tak apa Bi, aku bisa jaga diri. " jawab Ella tersenyum tipis meski dalam hatinya ada keresahan.
"Lho kenapa kakak sih mom, aku juga bisa jaga Ella. " sahut Nick protes.
Nick. " tegas Mommy. Nickpun pasrah, tak lama seringai terbit di sudut bibirnya, entah apa yang dia pikirkan. Matanya tertuju pada Gara dan Ella secara bergantian.
"Maaf semua aku izin ke luar, mau menikmati senja di Gazebo. " Ella bangkit, meninggalkan keluarga Johnstone. Gara langsung menyusulnya, melihat hal itu Nick merasa curiga pada sang kakak.
Di Gazebo Ella melepaskan kacamatanya, lalu melepas rambutnya yang dia kepang. Menikmati sinar matahari di sore hari serta hembusan angin yang menerpanya. "kak Rendy lagi ngapain ya sekarang. "
Ellapun mencoba menghubungi kekasihnya, namun suara operator yang menjawabnya. Dia tak menyerah, beberapa kali mencobanya namun hasilnya tetap sama. Ella mendesah kecewa, di saat seperti ini dia ingin bermanja pada sang kekasih. Dari belakang Gara memperhatikan tingkah Ella. "Kau sedang apa Ella? "
Ella terkejut, menoleh dan pandangan mereka bertemu. Manik cokelat Ella menghipnotis Gara, membuat pria itu tertegun seketika. Gadis itu buru buru memperbaiki penampilan seperti semula saat Gara datang menghampirinya. Pria itu justru melepas kacamata Ella, lalu menyimpannya. "Kau sangat berbeda tanpa kacamata. "
"Om ngikutin aku ya hayo ngaku? " ledeknya.
"Tentu saja iya, memangnya apalagi. " jawab Gara tanpa basa basi. Ella melongo mendengarnya, gadis itu mendengus pelan dan kembali menghubungi Rendy.
__ADS_1
"Aku kangen kak Rendy om, kami jarang bermesraan karena kesibukan kak Rendy. " keluh Ella. Gara langsung memeluk pinggangnya dari samping, Ella awalnya terkejut namun gadis itu justru bersandar di dadanya.
"Mungkin diam diam kekasihmu itu berkencan dengan wanita lain. " ujar Gara yang mendapat cubitan di tangannya. Tiba tiba dada Ella terasa sesak, Gara menoleh dan terkejut melihat Ella yang memegangi dadanya.
"Ella ada apa? "
"Sakit om. " Gara bangkit, membopongnya dan membawa Ella pergi dari kediaman Johnstone. Pria itu melajukan roda empatnya menuju ke penthousenya, tak lupa menghubungi dokter. Dokter datang, langsung memeriksa keadaan Ella.
"Bagaimana keadaannya Dokter? "
"Nona Ella tak boleh stress dan banyak fikiran Tuan, ini obat untuk di minum nona. " ujar Dokter memberikan obat yang di terima Gara. Setelah kepergian dokter, Gara duduk di samping Ella sambil menggenggam tangan gadis itu.
"Mulai sekarang aku tak akan membiarkan kamu bersedih lagi Ella!
"Om. " Ella membuka matanya, Garapun membantunya bangun. Dia mengambil air putih dan membantu gadis itu meminum pilnya. Ella tersenyum getir, menatap lekat wajah Gara.
"Sepertinya hidupku akan terus bergantung pada obat obatan om, padahal aku tidak ingin menjadi gadis lemah yang tak bisa apa apa. " gumamnya lirih.
"Jangan berbicara Ella, dan dengarkan aku!
"Aku yakin kau akan sembuh, dan aku akan melakukan apapun agar kau sembuh. " tegas Gara. Ella terharu mendengarnya, gadis itu langsung memeluknya erat membuat Gara terkejut.
"Makasih ya om. " ucapnya tulus.
Gara ikut berbaring di atas ranjang, pria itu memeluk tubuh ramping Ella dari samping. Ella justru membelai wajah tampan Gara yang sangat dekat dengan wajahnya. "Aku yakin kelak akan ada wanita yang mencintai om Gara dengan tulus. "
"Lalu bagaimana dengan kamu? "
"Eh aku,memangnya kenapa om? Ella benar benar tak mengerti maksud ucapan Gara barusan. Gara hanya bisa berdecak pelan, kembali memeluknya erat.
tbc
__ADS_1