
LIKE, VOTE DAN KOMENTARNYA YA!
Beberapa waktu berlalu dengan cepat, usia kandungan Nia memasuki bulan ke lima sedangkan Terry hamil empat bulan. Louis sering datang ke negara Y dan kini pria itu telah membawa pulang istrinya ke negara X. Orang tua Louis datang berkunjung, mommy memberikan pelukan hangatnya pada sang menantu.
"Louis, apa kamu tahu di mana Sarah sekarang? " tanya Mommy.
Louis hanya mengedikkan bahunya, pria itu tak peduli Sarah menghilang atau tidak, karena dia dan Danzolah yang menculik wanita murahan itu dan mengirimnya jauh. Kini tangan besarnya mengusap perut buncit sang istri, memberikan kecupan sayang di sana.
"Oh ya Mom, bagaimana kabar Terry dan kandungannya? " tanya Nia pada ibu mertuanya.
"Baik sayang dan jenis kelaminnya kembar perempuan, hanya beberapa waktu lalu Terry dan Leon sempat bertengkar, namun kini mereka udah baikan sayang. "
"Perempuan mom. " ujarnya antusias.
Louis tersenyum tipis, pria itu merengkul pinggang sang istri sambil mengusap perut Nia dengan lembut. Nia menoleh, tersenyum pada suaminya dan bibirnya di kecup Louis.
"Hubby, kita pergi ke taman yuk, aku sedikit gerah dan bosan berada di mansion. " ajak Nia pada sang suami. Louis bangkit, tanpa ragu membopong sang istri menuju ke mobil. Mommy begitu bahagia melihat rumah tangga putera dan menantunya kembali baikan dan kini semakin mesra. Pria itu melajukan mobilnya dengan pelan, menuju ke tempat yang diinginkan istrinya.
Kini pasangan suami istri itu berada di labirin taman bunga. Wajah Nia tampak berseri seri, melihat berbagai macam bunga ada di sana. Louis memotret istrinya menggunakan ponsel, lalu di masukkan ke dalam saku. Mengambil sesuatu, lalu berdiri di belakang sang istri.
"Eh. " Nia terkejut kala sebuah kalung cantik dengan huruf queen terpasang di lehernya, dia membalik tubuhnya dan menatap sang suami. Louis mengusap pipi sang istri, lalu di kecupnya wajah menggemaskan istrinya.
"My Queen, terimakasih atas kebahagiaan ini sayang, sekali lagi maafkan kebodohanku kemarin. Mulai sekarang kita buka lembaran baru sambil menanti kelahiran baby twins!
"Thanks hubby, aku suka kalungnya. " Bibir mereka kembali bertemu, saling memagut dan ******* satu sama lain. Louis menyudahi ciumannya, pria itu begitu memuja istrinya dan cintanya kian besar pada Nia. Nia menyentuh pinggang sang suami, dia hendak memeluk namun terhalang perut buncitnya. Dia usap rahang sang suami dengan lembut, lalu turun ke dadanya.
Sudah saatnya dia jujur!
__ADS_1
Louis menghela nafas berat, kembali mentap manik cokelat sang istri dengan lekat. "Sayang aku ingin jujur mengenai satu hal, mungkin saja kamu akan membenciku setelah ini. "
"Maksud kamu hubby? "
"Kematian Dika, akulah penyebabnya. Aku yang menyuruh orang menghabisinya. " gumam Louis dengan lirih.
Deg
Nia langsung syok, dia memundurkan langkahnya kala mendengar pengakuan sang suami. Louis tersenyum getir kala istrinya menjaga jarak darinya, sama seperti dugaannya. "Maafkan aku sayang, maaf kamu boleh membenciku!
Nia melihat raut penyesalan tergambar jelas di manik kelam suaminya. Sekarang dia dilema tentang kenyataan yang diterimanya saat ini. Wanita itu tengah menahan nafas lalu menghembuskan secara pelan. Dia kembali mengamati pergerakan suaminya, hal itu membuat hati Louis semakin resah, pria itu mengira istrinya marah padanya.
"Kau sangat jahat Louis. " ujar Nia dengan nada datarnya.
"Iya aku jahat sayang. " sesalnya.
"Terima hukumanmu dariku atas perbuatanmu yang keji itu. " Louis hanya pasrah kala memdengar kata hukuman dari bibir istrinya. Wanita itu berjalan kearah sang suami, berdiri di hadapan pria itu.
"Iya sayang aku janji!
"Sebenarnya aku sudah tahu sayang, Leon yang memberitahuku kalau kamulah pelakunya. " gumam Nia. Louis melepas pelukannya, dia menatap tak percaya kearah istrinya yang kini tertawa tanpa dosa.
"Apa kau tahu selama di negara Y, aku sempat mengurung diri selama seminggu mendengar kenyataan itu. Aku juga sempat meminta kakak mengantarku ke makam Dika, meminta maaf akan kesalahan suamiku padanya. " ungkap Nia dengan jujur.
Louis terhenyak mendengar kejujuran dari istrinya, tak menyangka wanitanya mau memaafkan dirinya meski istrinya sempat sangat kecewa. Entahlah sebagai seorang suami, dia merasa menjadi suami tak berguna bagi istrinya. Nia tersenyum, wanita itu meraih tangan suaminya menempatkan di atas perut buncitnya.
"Pasti Dika di atas sana bahagia, melihat aku di cintai olehmu dan calon baby kita. "
"Maafkan aku, maaf karenaku kamu kehilangan pria yang kamu cintai. " sesalnya. Niapun mengusap punggung suaminya, dia sudah merelakan semuanya. Sedangkan Louis meminta maaf pada Tuhan akan kesalahannya, berharap dia di ampuni. Setelah sesi curhat berakhir, mereka kembali mengelilingi labirin.
__ADS_1
##
Di sisi lain seorang wanita meringis kesakitan, banyak belas luka sayatan di sekitar tubuhnya. Berkali kali wanita itu mengumpat kasar, dia adalah Sarah. Wanita itu berhasil kabur dari kejaran anak buah Louis, rencana wanita itu kemarin gagal. Beberapa waktu lalu Sarah berniat mencelakai calon bayi dalam kandungan Nia dengan memberinya obat penggugur.
"Rasa sakit ini akan kubalas padamu Louis. " desis Sarah sambil menahan rasa sakitnya. Louis harus merasakan apa yang di rasakannya, kalau perlu kehilangan seseorang yang di cintainya.
"Cih aku tidak akan mati semudah itu, sebelum membalas dendamku!
Sarah bangkit, wanita itu memgambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu menghubungi seseorang yang di kenalnya di negara tersebut. "Jemput aku sekarang, siapkan segala keperluan operasiku!
Tak lama seorang pria datang menjemputnya, wanita itu ke luar dari rumah persembunyianya. Keduanya masuk ke mobil, Gio melajukan mobilnya kencang menuju kerumah sakit.
"Sarah, bagaimana bisa wajahmu terlupa seperti itu? "
"Entar aku ceritain, sebaiknya cepat ke rumah sakit. " geram Sarah. Gio hanya berdecak pelan, pria itu kini fokus menyetir mobilnya.
## Restauran
Louis memperhatikan istrinya yang kini tengah makan dengan lahap. Selesai makan, Nia mengusap perutnya kemudian tersenyum pada sang suami. "Aku sudah kenyang, kita pulang sekarang. "
Pria itu membayarnya setelah itu menuntun istrinya ke luar dari restauran. Kini mereka dalam perjalanan pulang, keduanya terlibat obrolan kecil mengenai nama dari calon baby twins mereka.
"By, pipi aku makin chubby dan berat badan aku semakin bertambah. " keluh Nia sesaat sampai di mansion mereka, keduanya kini berada di ruang tamu.
"Tak apa sayang, kamu malah semakin seksi dan aku suka itu. " Louis kini memangku sang istri, Nia berontak dan hendak turun namun tak digubrisnya.
"Apalagi ini aku sangat suka. " Tangan nakal Louis meremas gundukan istrinya yang besar semenjak kehamilannya. Niapun melenguh pelan, wanita hamil itu mengalungkan tangannya ke leher suaminya.
"Sayang setelah baby twins besar, kita harus buat adik untuk mereka, kalau perlu buat kesebelasan. "
__ADS_1
Mata Nia melotot, Louis terkekeh melihat raut sang istri yang tengah melototinya. Pria itu kembali memcium kedua pipi chubby sesekali mengigitnya pelan. Wanita itu hanya menggeleng, tak habis pikir dengan pemikiran suaminya.
tbc