Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ Part 14 - patah hati


__ADS_3

Sementara di kediaman Zia, gadis itu tampak hancur setelah mendengar kabar pria yang dia cintai telah menikah. Mama Vera tampak khawatir dengan putrinya yang sejak kemarin mengurung diri di kamarnya.


tok


tok


"Sayang buka pintunya nak, mama ingin bicara sama kamu? "


Mama Vera mendesah kasar, wanita itu pergi dari kamar putrinya setelah gagal membujuk sang anak untuk ke luar. Di dalam kamar Zianka menangisi takdirnya, kenapa dia harus kehilangan pria yang dia cintai.


"Kenapa kamu jahat, Van. kenapa kamu harus menikahi wanita lain, jelas jelas aku mencintai kamu. " gumam Zia dengan lirih. Gadis itu tak henti hentinya mengirimi pesan pada Evan namun pesannya tak ada satupun yang di balas pria itu. Tangisnya kembali pecah, Zianka hanya mampu menumpahkan segala kesakitannya dengan menangis.


Gadis itu meraih poto masa remajanya bersama Evan, dia masih ingat saat dulu Evan menolongnya dari kejaran penjahat. Sejak saat itu Zia menganggap Evan sebagai penyelamat hidupnya, rasa cinta itu mulai tumbuh saat itu. Dan kini kenyataan pahit harus dia terima, dia mendapat info jika Evan telah menikah dan pestanya hanya di hadiri keluarga pria itu.


Evan benar tak peduli lagi dengannya, terbukti pesan dan panggilan darinya tak ada satupun yang di jawab pria itu. Zianka tersenyum getir, gadis itu mengusap air matanya dengan kasar.


"Sebenarnya siapa perempuan itu Van, kenapa kamu begitu menutupi identitasnya, apa kau takut jika aku menyakiti istrimu. " gumam Zianka yang semakin sakit hati atas kenyataan jika pria yang dia cintai merupakan suami orang sekarang.


Gadis itu bangun, bangkit dan mengganti pakaiannya. Meski terlihat fresh, Zia tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Diapun menuruni tangga, Mama Vera datang menemui putrinya itu. Wanita paruh baya itu menariknya ke ruang tengah. "Sebenarnya apa yang terjadi sayang, kenapa kamu dari kemarin mengurung dirimu di dalam kamar? " tanya Mama mendesak putrinya bicara.


"Evan ma, dia menikahi tunangannya kemarin. " jawab Zia kembali terisak.


Mama terkejut mendengarnya, dia langsung mengusap punggung sang anak tercinta. Melihat putrinya menangis membuat Mama merasa ikut bersedih sekaligus geram. "Apa kamu tahu siapa istri Evan saat ini sayang? " tanya Mama penasaran.

__ADS_1


"Enggak tahu ma, Evan sepertinya sengaja menyembunyikan identitas wanita itu. " keluh Zianka.


"Jika kau mencintai Evan, berjuanglah nak dan rebut Evan dari wanita itu. " ujar Mama Vera memberi tahu putrinya. Zianka menatap lekat sang mama,dia masih ragu akan nasehat dari mamanya barusan. Mama Vera terus meyakinkan jika Zianka harus melakukannya jika ingin memiliki Evan. Gadis itu mengangguk setuju dengan ide yang di berikan oleh ibunya.


"Ma, aku pergi duluan ya aku harus tahu siapa wanita itu? " ujar Zianka dengan tegas. Mama Vera mengangguk, dia setuju dengan keputusan putrinya. Gadis itu ke luar dari rumahnya, melajukan roda empatnya dengan kencang.


Dia harus menemui saudara kembar Evan lebih dulu, mungkin dirinya bisa mendapatkan informasi mengenai wanita yang menjadi istri Evan. Gadis itu menepikan mobilnya, segera menghubungi Ethan dan mengajaknya bertemu. Zianka kembali melakukan roda empatnya, gadis itu langsung pergi menuju ke Cafe terdekat.


"So untuk apa kamu mengajakku bertemu? " tanya Ethan dengan nada santainya.


"Apa Evan sudah menikahi tunangannya? " tanya Zianka tanpa basa basi. Ethan mengerutkan kening, darimana Zia tahu mengenai pernikahan kakaknya Evan.


"Sudah, mereka hari ini tengah pergi honeymoon. " celetuk Ethan yang mengamati perubahan ekspresi Zianka. Pria itu tersenyum tipis, menyesap kopi dengan lembut sambil meliriknya. Zianka mengepalkan tangannya, seketika amarah dirinya hampir meledak, namun dia berusaha menahannya.


"Siapa nama kakak ipar kamu Ethan? " tanya Zianka tanpa basa basi lagi. Ethan berdeham, pria itu menaikkan sebelah alisnya menatap gadis di hadapannya saat ini.


"Sekali kau mengusik kehidupan rumah tangga kembaranku, kupastikan namamu tercetak di setiap media sosial dengan cap pelakor di dalamnya. " pungkas Ethan sambil tersenyum tipis. Bagi wanita lain senyum Ethan membuat lelaki itu semakin tampan namun tidak dengan Zianka yang tengah menahan kekesalannya.


Zianka mendengus sebal, dia menatap tajam kearah Ethan. "Ini bukan urusanmu Ethan, apa yang aku lakukan ini karena ingin memperjuangkan cintaku padanya. " geram Zia jengkel.


Ethan hanya diam tak berkomentar apa apa, tapi dia bisa menilai bagaimana karakter Zianka sekarang. Dia setidaknya lega, Evan tak berhubungan dengan gadis ambisius seperto Zianka ini. "Aku sudah memberi peringatan pertama untuk kamu Zia, aku harap kau tak menyesalinya nanti. " gumam Ethan. Zianka langsung pergi begitu saja, dia merasa kesal akan kelakuan Ethan yang menyebalkan baginya.


Setelah kepergian Zia, Ethan menghubungi seseorang untuk mengawasi gadis itu. Dia tak ingin Zianka berbuat ulah hingga membuat hubungan Evan dan Zafira dalam masalah. Pria itu mendesah berat, bagaimana bisa kakaknya itu memiliki teman yang begitu ambisius.

__ADS_1


Ethan menaruh uang di atas meja, pria itu bangkit dan pergi dari sana. Dia langsung pulang setelah tak ada urusan yang penting baginya. Namun sebelum itu dia menyempatkan membeli sebuket bunga mawar, bibirnya tersenyum mengingat seseorang.


Tiba di mansion Ethan segera turun, pria itu langsung mencari sosok gadis yang dia pikirkan. Mendengar suara pekikan Ethan membuat Shenna bergegas menghampirinya, gadis itu baru saja dari belakang. "Ada apa kak Ethan, kenapa kakak berteriak? " tanya Shenna bingung.


"Ini untuk kamu. " Ethan menyerahkan sebuket bunga untuk Shenna, dengan ragu ragu gadis itu menerimanya. Dia langsung mencium bunganya, senyum terbit di bibirnya.


"Terima kasih kak atas bunganya. " ucap Shenna dengan tulus. Ethan tentu saja senang melihat Shenna menyukai bunga yang dia beli itu. Keduanya memilih mengobrol di ruang tengah, saat ini hanya ada mereka di rumah. Mommy Ella dan Nara saat ini tengah pergi ke luar.


Drap drap


Meisya dan Garvin datang, terlihat keduanya menunjukkan kekhawatiran. Ethan menyuruh keduanya duduk dan mengatur nafas mereka, sepertinya ada hal penting yang ingin di bicarakan.


"Sepertinya ada hal penting, katakan saja Vin? "


"Ini mengenai Zianka Luna, cinta pertama dari Evan. " gumam Meisya membuat Ethan menoleh kearahnya dengan cepat. Gadis itu mengeluarkan sebuah kertas lalu menyerahkannya pada Ethan.


"Itu informasi mengenai Zia dan ibunya, ini menyangkut dengan Zafira sahabatku. " jawab Meisya yang justru membuat semua orang penasaran. Dia langsung menjelaskan hubungan antara Zafira dan Zianka sebenarnya pada Ethan. Ethan tentu saja terkejut menerima kenyataan mengenai kakak iparnya.


"Well pantas saja kelakuan Zia seperti itu, ibunya aja pelakor senior. " ketus Ethan tak habis fikir,dia cukup perihatin akan kisah kelam Zafira.


"Tadi Zia mengajakku bertemu. " Ethan menjelaskan pertemuannya dengan Zia pada Mesiya dan Garvin. Meisya tentu saja kesal setelah mendengarnya, dia ingin sekali menemui Zia dan menjambak rambut gadis itu. Shenna hanya diam, perempuan itu tak punya hak untuk ikut campur.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? " tanta Garvin membuka suaranya.

__ADS_1


"Tentu saja menghentikan Zia yang berniat menghancurkan rumah tangga Evan dan Zafira, selain itu Zafira jangan sampai tahu mengenai hal ini. Tak bisa di bayangkan, bagaimana hancurnya hati Zafira jika tahu!


Kini suasana mendadak hening, mereka larut dalam pikiran masing masing. Meisya sendiri begitu mengkhawatirkan sahabatnya,dia tak ingin kebahagiaan Zafira kembali di renggut oleh anak dari pelakor itu. Ethan semakin pusing dengan permasalahan yang di hadapi.


__ADS_2