Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT Part 32


__ADS_3

Hati Alessa seakan teriris melihat kemesraan Dominic bersama istrinya. Paman Eden tersenyum licik, pria tua itu langsung menghampiri Alessa. "Alessa, kenapa kamu tidak berusaha mencari perhatian Dominic? "


.


"Apa maksud paman? "


"Bukankah kamu menyukai Dominic, jika iya berusahalah mendapatkan hati keponakan paman itu. "


"Enggak paman, Dominic sudah memiliki istri dan aku tak mungkin merebutnya. " Setelah mengatakan hal itu Alessa langsung pergi, paman Eden tersenyum sinis.


"Dasar gadis naif. " Pria tua itu kembali memperhatikan Dominic yang berpamitan pada Presdir Han. Di dalam kamarnya, Alessa langsung menangis keras melihat pria yang dia sukai ternyata telah memiliki istri. Gadis itu berbaling telungkup di atas ranjang, menyembunyikan wajahnya dalam bantal.


"Cinta yang baru bersemi, namun langsung kandas hiks Kenapa Tuhan, kenapa rasa ini harus hadir jika akhirnya tak bisa memilikinya. " gumam Alessa menangis sesegukan. Bertemu pertama kali dengan Dominic, Alessa merasakan cinta pada pandangan pertama pada pria itu namun juga patah hati untuk pertama kali.


Sisi baiknya mengatakan jangan merebut Dominic namun sisi jahatnya mengatakan sebaliknya, Alessa merasakan patah hati yang pertama namun efeknya teramat sangat sakit dalam hidupnya. Gadis itu tengah dilema sekarang, ingin sekali berteriak namun dia urungkan niatnya.


Cklek pintu di buka, seorang pria paruh baya memasuki kamar puterinya lalu duduk di sebelah Alessa. Papah Han memperhatikan raut sembab di kedua manik Alessa. "Sayang, mata kamu sembab, kamu habis menangis? "


"Ceritakan sama papa nak!


"Pah, Alessa mencintai tuan Dominic. " ungkap Alessa dengan jujur.


Sang papa terkejut mendengar ucapan puterinya itu, pria paruh baya itu menghembuskan nafas berat setelah itu mengusap kepala Alessa, puteri satu satunya. "Sayang, Dominic sudah memiliki istri dan mereka sebentar lagi punya anak nak!


"Ales tahu Pa, tapi rasa ini tumbuh tanpa Ales minta saat bertemu tuan Dominic Pa. Apa Ales salah kalau Ales mencintainya hiks. " gumam Ales lirih.


"Rasa yang kamu miliki tidak salah nak, hanya saja bukan pada pria yang tepat. Ikuti kata hatimu sayang, jangan sampai menyesal dan papa yakin kamu tahu mana yang baik dan yang tidak!


Alessa langsung berhambur memeluk papanya, menumpahkan segala rasa sesak dalam dada melalui tangisan. Papa Han mengusap punggung puteri tercintanya, berharap puterinya ini tidak mengalami hal yang sama seperti dirinya. Setelah puterinya tenang, Papa melepaskan pelukannya. "Sudah malam nak, sebaiknya kamu istirahat. "


"Iya Papa. " Pria paruh baya itu langsung ke luar dari kamar puterinya, Alessa merebahkan tubuhnya di atas kasur.


Hari berikutnya


Pagi ini Alessa kini buru buru pergi ke butik, gadis itu terlebih dahulu menyempatkan diri untuk sarapan bersama sang papa. Setelah selesai Alessa langsung pamir pada sang papa. Ales melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke butiknya, ALEEFashion ADJ. Setibanya di sana, gadis itu segera masuk ke dalam butiknya, seperti biasa para karyawan menyambut kedatangannya.


"Selamat pagi Nona Ales. " sapa karyawan

__ADS_1


"Pagi. " jawabnya dengan senyuman, perempuan itu bergegas menuju ke ruangannya. Tiba tiba dia memiliki sebuah ide, Ales segera mengambil pensil dan kertas. Dengan lincah tangannya langsung mencorat coret, membuat pola gaun yang ada dalam benaknya.



"Sangat cantik. " ungkapnya dengan senyuman di bibirnya, Alessa menghela nafas panjang setidaknya dengan membuat sketsa bisa mengalihkan sedikit rasa sakit hatinya.


tok


tok


tok


"Permisi nona di luar ada yang ingin bertemu nona, sepertinya tertarik dengan gaun rancangan nona Ales. "


"Iya Rin aku akan ke luar. " Ales langsung bangkit dan berjalan ke luar dari ruangannya, gadis itu bergegas menemui tamunya. Diapun terkejut melihat Kiara begitu juga sebaliknya.


"Silakan duduk nona. " ucap Ales dengan sopan.


"Terimakasih, jadi butik ini milik kamu nona Alessa!


"Iya Nona Kiara. " Kiara manggut manggut, wanita hamil itu memperhatikan beberapa rancangan gaun milik Alessa yang terpajang setelah itu kembali menatap Alessa. Kiara langsung menjelaskan maksud kedatangannya, Alessa tersenyum simpul mendengar penuturan Kiara.


"Nona eh Kamu begitu baik padaku Kiara, Tuan Dominic beruntung memiliki kamu Kiara. " ralatnya.


"Kamu bisa saja Ales, aku hanya wanita biasa yang beruntung dicintainya. Banyak ujian dan rintangan yang kami harus lewati hanya demi cinta kami. " Kiara mengusap perutnya yang besar, kemudian kembali melirik kearah Alessa.


"Sebagai hadiah aku akan membuatkanmu sebuah gaun, jika selesai aku akan mengirimnya ke rumahmu Kiara. " ucap Ales dengan senyuman tulus.


"Tapi.. "


"Kamu enggak boleh menolak Kiara. " Kiarapun menghela nafas pelan lalu mengangguk kecil.


Drt


drt


drt

__ADS_1


Kiara mengambil ponsel barunya, ya Dominic membelikannya ponsel agar keduanya mudah berkomunikasi.


Hubby Calling.


"Halo mas ada apa? "


"Kamu masih ada di butik sayang? "


"Iya Mas, aku di butik aleefashion, ternyata pemiliknya adalah Alessa. " ujar Kiara dengan antusias.


"Jangan ke mana mana, nanti aku yang akan menjemput kamu sayang, Love you. "


"Me too. " Kiara menyimpan ponselnya ke dalam tas, Alessa merasa cemburu melihat bagaimana Dominic begitu posesif pada Kiara namun segera dia tepis perasaannya itu. Dia tidak boleh egois, wajar bila seorang suami mengkhawatirkan istrinya. Sedangkan dirinya hanya orang asing, kamu harus sadar diri Alessa.


"Kiara, aku meminta maaf atas ucapan papaku kemarin, pasti kamu sakit hatikan mendengarnya. " ucap Alessa dengan raut penyesalan.


"Lupakan saja Ales, lagian aku enggak papa. Mulai sekarang kita menjadi teman, kalau kamu perlu sesuatu kamu bisa minta tolong padaku atau suamiku. "


"Terimakasih atas tawarannya Kiara, lagian aku bisa meminta pada papaku dan tak mau merepotkan kamu. "


Satu jam kemudian


"Sepertinya suamiku sudah datang. "


"Ayo aku antar ke depan. " Alessa langsung bangkit, membantu Kiara lalu menuntunnya ke luar dengan hati hati. Di luar Dominic turun dari mobilnya, pria itu tampak gagah dengan setelan jasnya. Alessa terpaku melihat penampilan dari pria yang menjadi pujaannya. Dominic mengacuhkannya, dia langsung memeluk istrinya dan memastikan keadaannya.


"Sayang kita pulang sekarang, katanya mau ke rumah bunda dan Ayah. " ujar Dominic mengingatkan sang istri, Kiara menepuk jidatnya karena hampir lupa akan keinginannya. Wanita hamil itu menoleh kearah Alessa, bibirnya membentuk lengkungan senyum.


"Kapan kapan datanglah ke mansion kami Ales, kita bisa mengobrol dan mengakrabkan


diri. "ujar Kiara. Dominic tersentak kaget, dia kurang suka akan ucapan sang istri hal itu di sadari Alessa.


"Lain kali saja ya Kiara, soalnya aku sibuk dengan butik. " elak Alessa.


"Baiklah kalau begitu aku pulang ya. " pamitnya dengan raut kecewa.


"Hati hati. " seru Alessa memperhatikan pasangan suami istri yang masuk ke mobil, dia langsung melambaikan tangannya. Alessa mengusap wajahnya, berusaha menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Aku harus menghapus rasa ini sebelum semakin dalam, Aku tidak ingin mencintainya yang akan membuatku sakit hati. " Alessa kembali ke dalam butiknya, dengan perasaan campur aduk.


bersambung


__ADS_2