Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 9 - Hamil


__ADS_3

Dua minggu berlalu semenjak pertemuannya dengan Rendy kemarin, Ella tak lagi melihat mantan kekasihnya itu. Dia ikut senang melihat Rendy telah memiliki kekasih lagi. Saat ini gadis itu mengeluh kepalanya pusing, akhir akhir ini nafsu makannya bertambah dan sering mual. "Sepertinya ada yang salah dengan diriku. " gumam Ella kesal.


Ella turun dari ranjangnya dan berlari ke kamar mandi, memuntahkan cairan bening di atas sana.


Huweek


Dia segera membasuh bibirnya lalu ke luar, dengan langkah gontai segera mengambil ponselnya.Ella ingin mendengar suara suaminya namun dia urungkan, Gara pasti sangat sibuk di kantor.


tok


tok


"Ella sayang, ini mommy ayo sarapan. " ucap mommy Elena dari balik pintu.


Cklek Ella membuka pintunya, mommy Elena melihat keadaan sang menantu. Perempuan itu langsung panik melihat wajah pucat dari Ella. "Sayang, kamu kenapa nak wajah kamu pucat? " tanya mommy panik.


"Perutku aku mual dan kepalaku pusing


Mom. " keluhnya. Mendengar keluhan Ella mommy terkejut, tak lama bibirnya melengkung dan segera membantu Ella duduk.


"Halo dokter, tolong datang ke rumah Gara sekarang juga. " pinta mommy lalu menyimpan ponselnya.


Tak lama Dokter datang, segera memeriksa keadaan Ella. Mommy tampak tak sabar menunggu penjelasan dokter. "Selamat Nyonya, Nona Ella tengah mengandung usianya empat minggu!


Mommy tersenyum lebar, segera memeluk sang menantu dan memberikan selamat. Ella tentu saja terkejut, menangis terharu mendengar penjelasan dokter. Dia hamil, hamil buah cintanya dengan Gara, suaminya. "Sayang, kamu hadir di perut mommy nak, mommy sangat bahagia dengan kehadiran kamu. " gumamnya.


"Tolong di jaga kesehatan nona Ella nyonya, mengingat nona memiliki penyakit. Usahakan Nona Ella tidak stress dan sedih berlebihan, itu akan mempengaruhi jantung dan janin dalam perutnya. " ujar dokter panjang lebar.


"Ya saya mengerti dokter. " Mommy mengantar dokter ke luar, Ella terus membelai perutnya yang rata. Tak menyangka dirinya akan menjadi seorang ibu secepat ini.


Ella segera bangun, mengganti pakaiannya dan menemui sang mertua. Setelah mendapat izin, dengan di antar sopir dia pergi ke perusahaan suaminya.

__ADS_1


Asisten Rio datang menemuinya lalu mengantarnya menuju ke ruangan Gara. Ella masuk ke dalam, tersenyum melihat suaminya begitu serius dengan berkas berkas nya.


"Mas Gara. "


Mendengar suara lembut nan meneduhkan membuat Gara menoleh, pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan sang istri tercinta. Pria itu beranjak dari kursi, mendekati istri kecilnya itu.



"Kamu ke sini gak bilang bilang hemm? " tanya Gara lembut.


"Kejutan buat kamu honey. " ujarnya sambil tersenyum lebar. Ella meraih tangan besar Gara lalu di letakkan di atas perut ratanya.


"Halo Daddy Gara, aku sudah hadir dalam perut mommy. " ucap Ella menirukan suara anak kecil.


Gara sempat kebingungan tak lama pria itu menatapnya tak percaya. Ella mengangguk, Gara tentu saja sangat bahagia mendengar kabar kehamilan Ella. Pria itu berlutut, menyentuh dan menciumi perut sang istri penuh cinta. "Daddy dan mommy sangat senang dengan kehadiranmu sayang, teruslah sehat dalam perut mommy sampai nanti kamu lahir ke dunia. " gumam Gara.



"Aku juga hubby, kita harus menjaganya dengan sangat baik dan hati hati. " ucap Ella sambil tersenyum.


"Apa kamu gak papa sayang hamil di usia dua puluh dua? " tanya Gara memastikan.


"Gak papa By, janin dalam perutku itu bukti cinta kita berdua sayang, mana mungkin aku menyesal dan tak menginginkannya!


Gara bernafas lega, namun dia merasa sedikit bersalah karena merebut masa muda Ella. Ella menangkap rasa menyesal di wajah suaminya, wanita itu langsung menciumnya. "Sayang, beneran aku gak papa. Kamu jangan merasa bersalah, aku sangat senang dengan kehamilan ini!



Gara mencium keningnya, Ella tersenyum. Memeluk tubuh suaminya, sedikit menghilangkan rasa mualnya. Entah kenapa dia tak ingin berjauhan dari Gara, mungkin faktor kehamilannya. "Ya sudah kamu di sini ya, aku mau lanjutin pekerjaanku sayang. " ucap Gara.


"Gak mau, aku maunya sama mas. Mas Gara jangan ke mana mana ya!

__ADS_1


Gara mengulum senyumnya, tingkah manja Ella membuatnya gemas dan senang. Pria itu mengikuti keinginan sang istri, memeluk tubuh Ella. Ella menyentuh tangan suaminya yang berada di atas perutnya.


"Kamu sudah makan sayang? " tanya Gara.


"Belum mas, tadi mual mual terus. " rengeknya sambil membenamkan kepalanya di dada sang suami. Gara segera memesan makanan kesukaan Ella, dia tak ingin istri dan calon anaknya kenapa kenapa karena tak makan.


Asisten Rio datang mengantarkan makanan setelah itu pergi. "Sayang ayo makan dulu, kamu belum makan lho tadi. " bujuk Gara.


"Gak mau mas, gak selera nanti mual lagi. " gumamnya. Gara menghela nafas berat, berusaha membujuk sang istri dengan sabar. Ellapun akhirnya mau makan, Gara menyuapinya dengan telaten.


"Nah 'kan gak mual. " timpal Gara sambil tersenyum. Ella mengangguk, meneguk air mineral setelah menghabiskan sarapannya. Wanita itu tersenyum manis, suaminya begitu sabar melayani dirinya.


"Mas kita belum memberitahu mami dan papi soal kehamilanku lho!


"Nanti kita beritahu mereka sayang. " jawab Gara. Ella mengizinkan suaminya menyelesaikan pekerjaannya, wanita itu tengah video call dengan Hanum. Ella ingin membantu Hanum namun dia urungkan, mengingat dirinya tengah hamil.


"Num gimana, rencana resepsi pernikahan kamu? " tanya Ella penasaran.


"Hampir selesai Ella, aku semakin kesal dengan tingkah pria mesum itu yang semakin menjadi. " keluh Hanum. Ella tertawa mendengar keluhan calon adik iparnya itu, dia memberikan semangat pada gadis itu.


"Jangan begitu Hanum, Kak Nick sekarang suami kamu lho. " godanya. Hanum dengan bibir mencabik menatap tajam kearah Ella, namun diabaikan Ella. Ella benar benar merasa lucu dengan tingkah bar bar Hanum,a ada saja kelakuan gadis itu yang membuatnya tertawa.


"Aku harap kamu akan bahagia bersama kak Nick, Hanum. " batin Ella dengan tulus. Ella menyimpan ponselnya dalam saku, Gara datang menghampirinya lalu mengajaknya ke luar.


Hanum kini hanya bisa mengumpat, gadis itu baru saja bertengkar dengan salah satu wanita bayaran Nickolas. Dengan wajah masam dia menghampiri suami casnovanya itu. "Hari ini sudah buat aku darah tinggi, bagaimana kalau bertahun tahun hidup bersama Nick, yang ada aku malah mati berdiri. " gerutunya.


"Kenapa dengan wajahmu? " tanya Nick sambil memperhatikan wajah Hanum.


"Ini semua gara gara wanita murahanmu, moodku langsung buruk, apalagi tadi dia menamparku. " ujar Hanum dengan ketus. Nick terdiam, dia merasa bersalah pada istri bar bar nya itu, ingin minta maaf tapi gengsi. Hanum semakin meradang melihat respon yang ditunjukkan suaminya.


"Dasar suami brensek. " makinya dalam hati. Hanum memilih pergi, meninggalkan Nick di tempat perbelanjaan. Nick segera menyusulnya, memanggil nama Hanum namun diabaikan gadis itu.

__ADS_1


tbc


__ADS_2