Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 41


__ADS_3

Gerry kini berada di kediaman Dominic, pria itu langsung meminta maaf pada sepupunya itu. Dominic menghela nafas panjang, lalu mengangguk kearah Gerry. "Kenapa kamu datang ke sini begitu cepat, apa ada sesuatu yang tengah kamu cari di sini? "


Melihat sikap diam sepupunya membuat Dominic memakluminya, dia tak lagi bertanya meski dirinya begitu penasaran. "Lalu sekarang kamu tinggal di mana Ger? "


"Mansion baruku, oh ya selamat atas kelahiran kedua puteramu. " ujarnya dengan tulus


"Ya terimakasih. " Gerry menatap lekat jam di tangannya, setelah itu kembali melirik kearah Dominic.


"Baiklah aku pamit pulang dulu. " Gerrypun langsung bangkit, pergi meninggalkan kediaman Dominic. Dominic menaikkan sebelah alisnya merasa bingung dengan sikap sepupunya yang tak biasa, terkesan buru buru.


"Mas, sepupu kamu sudah pulang! Kiara memghampiri suaminya, setelah menidurkan baby twins. Dominic memberi kode padanya, Kiara langsung duduk di pangkuan sang suami.


"Iya Gerry sudah pulang, entahlah sepertinya dia menyembunyikan sesuatu. Apa aku sewa orang untuk menguntitnya ya? "


"Enggak usah mas, lagian bukan urusan kita juga. " sahut Kiara melingkarkan tangannya ke leher suaminya. Dominic mengangguk, pria itu menciumi leher sang istri. Kiara mengeliat, merasakan geli atas kecupan suaminya pada lehernya.


"Sayang, sampai kapan turpedoku di larang berkunjung ke rumahnya. " desah Dominic dengan nada sensual. Kiara tersenyum geli, merasa lucu dengan ucapan suaminya.


"Dua minggu lagi mas, kamu sabar ya!


Raut Dominic nampak memelas, Kiara terkikik geli melihat wajah suaminya. Dia hanya bisa mengusap sayang rahang suaminya, sesekali memberinya kecupan. Pria itu langsung bangkit, membopong istrinya menuju ke kamar mereka.



Bibir mereka saling beradu dengan mata terpejam, tangan Kiara merengkuh leher suaminya dan memperdalam ciuman mereka. Hosh hosh ciuman mereka terlepas, Kiara menatap lembut penuh cinta pria yang sangat dicintanya. "Sayang, gimana kalau kita pergi honeymoon lagi? " tanya Dominic.


"Ish baby twins masih kecil mas, masa mau buatin adik untuk mereka. " sungut Kiara dengan bibir mencebik.


"Ternyata kamu tahu aku luar dalam ya sayang, hehe aku pingin buatin adik buat si kembar. " sahutnya sambil nyengir.

__ADS_1


Drt


drt


drt


Kiara menyambar ponselnya yang berdering, dia mengerutkan kening ternyata Cyralah yang menghubungi dirinya. "Ya kakak ipar ada apa? "


"Luna dan Rafen kecelakaan saat perjalanan ke Bandara, keduanya kini berada di rumah sakit Medika!


Tut Kiara sangat terkejut mendengar berita yabg di sampaikan saudara iparnya itu! Dia segera turun dari ranjang, mereka berdua bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit. Dominic dan Kiara ke luar dari kamar, menemui Ririn pengasuh dari si kembar.


"Rin, kamu jagain kembar ya, aku dan suamiku mau pergi ke rumah sakit, sahabat kami kecelakaan!


"Iya saya akan jagain tuan muda twins, Nyonya dan Tuan hati hati di jalan. " Kiara mengangguk, Dominic menggandeng tangan sang istri dan melenggang pergi ke luar dari mansion.


Setibanya di rumah sakit, Dominic dan Kiara langsung bergegas menemui Rey dan Cyra beserta paman Albert dan istrinya. Kiara dan Cyra masuk ke dalam ruang rawat Luna, keduanya menghampiri gadis itu yang berbaring lemah di brankar.


"Cyra, katakan bagaimana keadaannya? " desak Luna.


"Rafen mengalami pendarahan di otaknya hingga menyebabkan dia koma. " jawab Cyra dengan lirih. Luna menggeleng tak percaya, air matanya terus menetes, melewati pipinya yang mulus.


"Rafen hiks, kenapa kamu mesti melindungiku, ini semua tak akan terjadi padamu. " gunamnya dalam raut penyesalan. Luna mengatakan semua kejadian pada Cyra dan Kiara, Kiara ikut menangis mendengarnya. Ketiga perempuan itu saling berpelukan, melampiaskan kesedihan mereka dan saling menguatkan satu sama lain.


"Lalu kapan Rafen akan sadar Cyra? "


"Kata dokter bisa berminggu minggu atau berbulan bulan, dan juga kemungkinan saat Rafen sadar nanti dia kehilangan memori lamanya. " jelas Cyra.


"Maksud kamu Amnesia! pungkas Kiara

__ADS_1


Cyra mengangguk, tangis Luna semakin kencang dalam pelukan Kiara. Kiara ikut merasakan sakit hati atas apa yang dialami Luna, dia mengusap punggung bergetar sahabatnya itu. "Kamu harus kuat Lun, kamu pasti bisa melalui ini semua. " ujar Kiara dengan bijak.


Kiara melepaskan pelukannya, dia membantu Luna agar kembali berbaring. Cyra dan Kiara memutuskan keluar, membiarkan Luna beristirahat. Luna terus menangis, menatap lekat cincin pemberian dari Rafen, calon suaminya. "Raf, maafkan aku. Gara gara aku kamu mengalami Koma hiks. "


Luna langsung bangun, lalu mencabut selang infus di tangannya kemudian turun dari brankar. Dengan pelan dia melangkah ke luar dari ruangn rawatnya. Dia mengabaikan orang orang yang terkejut melihatnya, Luna bergegas masuk ke ruangan Rafendra.


Hatinya mencelos, melihat tubuh gagah calon suaminya terbaring lemah di atas brankar dengan mata terpejam. Luna berjalan kearah Rafendra, lalu meraih tangan sang kekasih dengan bercucuran air mata. "Kenapa kamu harus menolongku sayang, harusnya aku yang koma bukan kamu hiks. " gumam Luna dengan lirih.


Luna mengelus pipi sang kekasih, mengecup singkat bibir Rafendra dengan lembut. Hatinya sangat hancur melihat keadaan pria yang di cintanya. "Aku mohon segeralah bangun sayang, meski kamu melupakanku nantinya!


Dari luar pintu Kiara menangis dalam dekapan suaminya, dia merasa sangat kasihan pada Luna. Dominic mengeratkan pelukannya pada tubuh sang istri, dia juga ikut bersedih melihat keadaan sahabatnya itu. "Sayang sebaiknya kita pulang dulu pasti si kembar tengah rewel nyariin kamu, kalau kita kelamaan perginya. " bujuk Dominic lembut.


"Iya kamu benar mas!


"Paman, Bibi kami pamit pulang dulu. " pamit Kiara pada orang tua Luna.


"Iya nak, hati hati! Dominic dan Kiara pergi meninggalkan mereka. Orang tua Luna berusaha membujuk puteri mereka itu di bantu Cyra dan Reymond.


Mobil Dominic meninggalkan pelataran rumah sakit, Kiara menghapus kedua air matanya. Dia tidak bisa membayangkan jika berada di posisi Luna, pasti dirinya tak akan sanggup. "Mas, sebenarnya apa yang terjadi? apa benar kecelakaan itu murni kecelakaan atau ada seseorang yang memang sengaja mencelakai Rafen dan Luna. "


"Mas juga tidak tahu sayang, Revan sudah aku suruh untuk menyelidiki kasus ini!


Kiarapun menghela nafas panjang, diapun menyandarkan dirinya di kursi. Dominic melirik istrinya sekilas lalu kembali fokus menyetir dengan hati hati.


##


Sore itu keduanya sampai di mansion, mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam. Ririn datang menyambut mereka sambil menggendong baby Louis. Kiara segera mengambil alih si sulung, bibirnya kembali melengkung membentuk seutas senyuman, menatap lekat jagoan kecilnya yang gembul.


"Maafin mommy dan daddy ya sayang, kami perginya lama. Aunty Luna lagi dapat musibah nak, doain ya moga aunty dan unclemu cepat sembuh. " ucap Kiara pada puteranya.

__ADS_1


Dominic mengulum senyumnya, merangkul bahu sang istri dan memgajaknya ke dalam. Ririn cukup terharu dengan keharmonisan rumah tangga kedua majikannya itu. "Semoga tuan dan nyonya selalu bahagia selamanya. " batin Ririn dengan tulus.


tbc


__ADS_2