Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ENJ part 2


__ADS_3

Hari demi hari Shenna lalu dengan penuh kebahagiaan meski ingatannya tak kunjung kembali. Nyonya Karina kerap datang untuk menemui putri kandungnya itu. Seperti saat ini keduanya berbicara di taman belakang miliki keluarga Johnstone.


"Mama enggak berniat mencari pria itu? " tanya Shenna dengan nada pelan.


"Enggak nak!


"Aku tahu mama pasti masih sakit hati akan kejadian puluhan tahun yang lalu, maafin aku Ma karena kehadiran 'ku pasti mengingatkan masa kelam mama. " sesal Shenna dengan sorot mata sendunya.


Nyonya Karina menggeleng pelan, dia justru lagi lagi meminta maaf pada putrinya. Wanita paruh baya itu justru membahas rencana pernikahan Shenna dengan Ethan, sebagai ibunya dia hanya ingin kebahagiaan sang anak.


"Jadilah istri yang baik untuk nak Ethan nantinya sayang, lakukan tugasmu dengan baik. " tegur Nyonya Karina pada sang anak.


"Terimakasih atas nasehatnya Ma!


Shenna mengajak sang mama ke luar, dia lebih dulu berpamitan pada calon mertuanya. Sopir mengantarkan mereka pergi ke toko, keduanya segera membeli bahan bahan makanan.


bruk


"Mama. " ucap Shenna dengan panik membantu sang mama yang tak sengaja menabrak seseorang. Wanita paruh baya itu mengambil belanjaannya yang berserakan, lalu menoleh.


"Kamu! "


Nyonya Karina terkejut melihat pria paruh baya di hadapannya ini begitu juga sebaliknya.

__ADS_1


"Karina kamu. " sapa pria itu. Nyonya Karina langsung menarik Shenna pergi dari sana, pria itu langsung mengejar Nyonya Karina dan anaknya itu. Mereka langsung masuk ke dalam mobil dan meminta sopir untuk jalan.


Pria itu gagal menghentikan kepergian wanita yang telah lama dia cari itu. Dia adalah Tuan Yerdan, mengeluarkan ponselnya dari dalam saku lalu menghubungi orang kepercayaannya. "Kamu cari tahu wanita bernama Karina Nabila dan di mana dia tinggal. " ujar Tuan Yerdan.


Tuan Yerdan langsung masuk ke dalam mobil, melajukan roda empat nya dengan kencang. Sepanjang perjalanan pria itu terus merutuki kebodohannya belasan tahun yang lalu,dia merasa menjadi pria brengsek yang tak bertanggung jawab.


Hingga sore harinya dia mendapatkan informasinya, Tuan Yerdan langsung pergi ke rumah kontrakan milik nyonya Karina.


tok


tok


Cklek


Hiks


"Pergi dari sini sialan pergi. " maki nyonya Karina dengan sorot penuh kebencian.


"Maafin aku Rina, maaf. Aku telah menghancurkan hidupmu dan membuatmu menderita hingga sekarang. " Tuan Yerdan begitu menyesali perbuatannya dulu hingga tak mau bertanggung jawab pada kehidupan Karina.


Nyonya Karina sendiri menekan rasa sesak dalam dadanya, teringat bagaimana kehidupannya dulu yang di penuhi hujatan dan kalian dari tetangga. Tuan Yerdan mendekatinya, memeluknya dan mengabaikan penolakan yang di lakukan Nyonya Karina sambil mengumamkan kata maafnya.


Setelah wanitanya tenang, Tuan Yerdan langsung memapahnya untuk duduk di kursi. Pria itu terus meminta maaf dengan tulus, dia begitu menyesali perbuatan jahatnya pada Nyonya Karina.

__ADS_1


"Kau tahu, aku sempat memperlakukannya dengan buruk karena teringat kejadian belasan tahu itu. Padahal Shenna tak salah apapun namun aku turut membencinya. " gumam Nyonya Karina terisak pelan.


Deg


Jantungnya seperti tertusuk sembilu mendengar pengakuan nyonya Karina, pria itu kembali mendekapnya dengan erat. Nyonya Karina sendiri hanya mampu menangisi semuanya,meluapkan segala kesakitan dan marahnya yang selama ini dia pendam sendirian.


Tersadar, Nyonya Karina segera mendorongnya dan langsung mengusir Tuan Yerdan dari kontrakannya. Dia tak akan memaafkan pria sialan ini dengan mudah. Dia segera mengunci pintu rumahnya, langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa aku harus bertemu dengan dia, kenapa? "


"Aku juga tak akan membiarkannya merebut Shenna dari kehidupan aku. " gumam Nyonya Karina penuh tekad. Dering ponselnya membuat perhatiannya teralihkan, nyonya Karina mengambil ponselnya. Ternyata putrinya yang menghubunginya, dia berusaha menenangkan diri sebelum bicara dengan Shenna.


"Sayang, ada apa? " tanya Nyonya Karina.


"Mom, aku ada di luar bisakah mommy membuka pintunya. " Kedua mata nyonya Karina membulat, perempuan itu segera ke luar dari kamarnya dan membuka pintu rumahnya. Dia membiarkan putrinya masuk ke dalam dan menutupnya lagi.


Shenna terkejut melihat sang ibu yang memeluknya tiba tiba, dia membawa ibunya duduk. Gadis itu membalas pelukan nyonya Karina, nangusap punggung sang mama yang tampak bergetar. Dia begitu penasaran, sepertinya ada yang terjadi dengan ibunya namun apa?


Shenna membiarkan ibunya tenang lebih dulu setelah itu menanyakan pertanyaan yang kini bermunculan dalam kepalanya. Nyonya Karina melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah putrinya. "Hari ini kamu menginap di sini saja ya sayang, temani mama nak? " pinta Mama Karina dengan memohon.


"Iya ma!


Dia tak tega menolak permintaan ibunya, lagipula Shenna merasa sakit melihat ibunya begitu rapuh saat ini.

__ADS_1


__ADS_2