
"Kau sudah meminum obatmu baby? " tanya Gara dengan tatapan tajamnya.
"Er sudah. " jawabnya ragu ragu. Gara kini mengukungnya hingga gadis itu tak bisa kabur darinya. Ella mengalungkan tangannya, membelai wajah calon suaminya. Meski Gara tampan namun dia tak bisa berbohong, hatinya masih milik Rendy, mantan kekasihnya.
Cup Gara menyesap bibir gadisnya dengan kuat, Ella mau tak mau membalasnya. Gara menggendongnya, membawanya ke ruang tengah dan bergegas mengambil obat dan segelas air untuk Ella. "Ayo di minum obatnya baby!
Ella mengerucutkan bibirnya, bosan setiap hari harus meminum pil. Gara yang tak sabaran membantunya melalui mulut ke mulut, setelah itu memberikan nya segelas air. Pria itu tersenyum puas melihat wajah kekasihnya yang melotot kearahnya. "Cih dasar om om modus. " cibirnya dengan raut wajah lucu dan menggemaskan.
"Ayo mandi. " Gara bangkit, membawa Ella menuju ke kamarnya.
Ella berusaha rileks, dia hanya diam saat merasakan kecupan bertubi tubi di leher dan pipinya. Gara begitu menikmati keint1man mereka seperti saat ini, tangannya menjelajah seluruh lekuk indah milik sang kekasih. Sekali angkat Ella berada di pangkuannya, pria itu membalik tubuh kekasihnya lalu melakukan penyatuan. Ella menahan nafas pelan, merasakan di bawah sana terasa penuh dan sesak.
Gara mulai bergerak, yang awalnya pelan berubah cepat. mendesahkan namanya, membuat pria itu semakin bersemangat. Mata mereka saling bertemu, gadis itu mengusap peluh di wajah Gara. Hentakan Gara semakin menghujam dalam membuat Ella semakin mendesah tak karuan.
Satu jam berlalu mereka baru ke luar, segera berpakaian. Ella duduk di atas ranjang, termenung dengan apa yang mereka lakukan tadi, lagi lagi mereka melakukan percintaan sebelum pernikahan mereka besok. Selesai mengenakan kaosnya, Gara menghampiri sang kekasih.
"Kenapa sayang? " tanyanya sambil mengusap kepala Ella dengan lembut.
"Harusnya kita menahannya mas, bukankah besok kita menikah. " gumam Ella dengan pelan.
"Kita sudah dewasa baby, wajar jika melakukannya, lagian besok kita menikah dan aku tak akan lari dari tanggung jawabku sayang!
Gara berlutut di depan Ella, pria itu menyentuh perutnya kemudian di kecupnya singkat sambil berkata. "Aku harap Gara junior segera hadir dalam perut kamu baby!
"Kau sangat menginginkannya mas? " tanya Ella dengan senyuman manisnya.
"Tentu saja sangat. " jawab Gara dengan penuh antusias. Ella tersenyum kecil melihatnya, Gara bangkit dan duduk di sebelahnya. Dia langsung memeluknya erat, Gara mendekapnya sambil mengatakan cinta. Ella merasakan nyaman dan hangat berada dalam pelukan Gara.
__ADS_1
Berbeda dengan Nickolas yang saat ini tengah di kejar oleh para wanita bayarannya. Seorang gadis tertawa puas melihatnya sengsara, Hanum Ervina. Entah memiliki dendam atau apa Hanum sangat puas melihat Nicholas menderita.
"Rasakan itu pak tua mesum. " makinya sambil tertawa. Hanum masih ingat, tempo hari saat dirinya pergi ke Club bersama temannya, mereka tanpa sengaja melihat Nickolas yang tengah bercumbu dengan salah satu wanita malam.
Berhasil meloloskan dirinya, Nick langsung menghampiri Hanum dengan raut kekesalan yang mendalam. " Sudah puas kau menertawakanku bocah. " sungut Nickolas. Hanum menghentikan tawanya, menatap pria dewasa di depannya saat ini.
"Tentu saja om mesum, hati hati lho om entar kena penyakit karena sering celap celup. " Hanum memasang wajah jijiknya di depan Nick,membuat pria itu semakin kesal.
"Berani beraninya kau menyumpahiku. " geramnya langsung mengejar Hanum. Hanum berlari dengan kencang, terus meledek kearah Nick.
Grep
Nick berhasil menangkapnya, pria itu memanggilnya layaknya karung beras lalu di masukkan ke dalam mobil. Dia melajukan roda empatnya dengan kencang,membawa Hanum ke villa pribadinya. Hanum merutuki kesialannya karena berhasil di tangkap Nick.
"Eh kenapa om membawaku ke sini. " Hanum langsung panik setelah mereka sampai di Kediaman Johnstone. Tanpa bicara, Nick membuka pintunya dan lagi lagi menggendong Hanum dan di bawa ke dalam.
Hanum melotot melihat Nick yang datang hanya dengan selembar handuk, pria itu menyalakan rokoknya. Mematikan puntung rokoknya, pria itu mendekati Hanum dengan sorot mata tajamnya.
"Hei Om jangan mendekat. " ucap Hanum panik.
Gadis itu dengan cepat menghindar namun terlambat Nick segera mengurungnya ke tembok. Hanum tampak tak berkutik melihat Nick merapatkan tubuh mereka. Dia mendekatkan wajahnya, Hanum segera memejamkan matanya.
"Pfft kau kira aku akan menciummu gadis nakal. " ledek Nick. Hanum membuka matanya, menatap kesal kearah Nick yang menjahilinya. Hanum bangkit, Nick tak membiarkannya pergi. pria itu menariknya ke atas pangkuan, Hanum menatap horor kearah Nick karena sesuatu yang terbangun di bawah sana.
"Tanggung jawab. " Nick merebahkan tubuh Hanum ke sofa lalu menindihnya.
Cklek
__ADS_1
"Nick, mommy pulang. Orang tuanya masuk ke dalam, mommy El terkejut melihat keduanya. Nick dan Hanum terkejut terutama Nick yang tak menyangka orang tuanya akan pulang cepat.
"Kau apakan gadis itu Nick, cepat pakai pakaianmu sekarang. " pekik Mommy Elena histeris. Hanum segera mendorongnya, Nickpun bangkit dan pergi ke kamarnya.
Hanum segera mendorongnya, gadis itu nampak kikuk di depan orang tua Nick. Tak lama Nick kembali, duduk di sebelah Hanum, Mommy Elena memijit pelipisnya.
"Besok kalian menikah di gereja supaya status kalian jelas. " tegas mommy.
"Tapi Tante, saya dan om mes eh om Nick tidak melakukan apa apa. " jawab Hanum berusaha meyakinkan orang tua Nick.
"Nak jangan kau bela dia, jelas jelas Nick salah karena sudah menodaimu, Nick harus bertanggung jawab. " Hanum segera menyenggolnya, meminta Nick menjelaskan semuanya namun Nick hanya cuek. Diapun frustrasi, hanya bisa mengumpati pria di sebelahnya saat ini.
"Mommy, Daddy mau ke kamar dulu. " Pasangan itu pergi meninggalkan Nick dan Hanum. Hanum langsung menatapnya tajam, pria itu justru tersenyum miring padanya.
"Kenapa kau hanya diam om, harusnya kau menolak rencana orang tuamu. " geram Hanum jengkel.
"Sudahlah terima saja nasibmu, sebentar lagi menikah denganku!
"Sayangnya mesum cih. " ketusnya yang dibalas kekehan oleh Nick. Nick memainkan ponselnya, mengabaikan suara cempreng Hanum. Hanum hanya bisa menangis dalam hatinya, dirinya sebentar lagi akan menikah dengan pria mesum seperti Nick.
"Aku yakin hidupku pasti seperti di neraka nantinya hiks. "
Hanum tak bisa membayangkan, bagaimana hubungan mereka nantinya. Teringat orang tuanya, gadis itu semakin berwajah masam. Dia tak ingin kembali ke pada keluarganya, bagi keluarganya dirinya hanya pembawa sial.
"Mami, Papi pasti senang kalau aku tak kembali, selama ini mereka hanya memandangku sebelah mata. Bagi mereka kak Nathalie yang paling sempurna dan membanggakan mereka. "
Hanum hanya bisa menghela nafas berat, kenapa takdir hidupnya seperti ini. Di kucilkan oleh keluarga dan sekarang dirinya di paksa menikahi pria yang dia benci. Nick menoleh, memperhatikan Hanum yang tengah melamun. Dia penasaran, apa yang tengah di pikirkan gadis itu.
tbc
__ADS_1