
kehamilan Ella kali ini cukup membuat Nagara pusing tujuh keliling, pria itu harus menyediakan stok sabar yang banyak mengingat ngidam istrinya begitu aneh dan ekstrem. Seperti sekarang ini Ella tiba tiba ingin mencium pipi seorang bule tampan, tentu saja hal itu membuat emosi Nagara hampir meledak di buatnya. Pria itu tentu saja cemburu, bagaimana bisa dia membiarkan istrinya mencium pria lain.
Dan permintaan itu tak di setujuinya membuat Ella merajuk, wanita hamil itu mendiamkannya seharian. Nagara berulang kali menghela nafas panjang, frustrasi menghadapi ngidam istrinya itu.
Si kembarpun memberi semangat untuk sang daddy, Nagara mengusap kepala kedua putra kembarnya. Evan dan Ethan merasa kasihan dengan daddynya itu, salah satu dari keduanya menemui sang mommy yang berada di taman.
"Mommy. "
Ella menoleh, tersenyum lebar melihat kehadiran Ethan. Wanita itu mengusap kepala anaknya dengan lembut, si kecil itu mengenggam tangan sang ibu dengan erat. "Mommy, Daddy begitu sedih melihat mommy mendiamkan daddy. " ucap Ethan.
"Mommy hanya kesal pada Daddy kamu sayang, permintaan mommy tidak daddy kabulkan. " ungkapnya pada sang anak. Ella menjelaskan pada putranya agar mengerti, Ethan langsung menyentuh perut sang mommy dan mengusapnya.
"Halo calon adik bayi, aku Ethan kakak kamu. Jangan meminta macam macam sama mommy dan daddy dek, kasihan Daddy. Kakakjanji kalau kamu besar nanti, kakak akan memberikan apapun padamu kelak. " bisik Ethan dengan polosnya.
Mood wanita hamil itu kembali membaik, setelah mendengar ucapan putranya yang cukup menghibur dirinya. Ada rasa bersalah dalam dirinya karena mendiamkan sang suami hanya karena masalah ngidamnya. Wanita itu bangkit, kembali ke dalam sambil mengandeng tangan Ethan.
"Evan sayang, mana Daddy nak? " tanya Ella pada putra sulungnya yang berada di ruang tengah sendirian.
"Daddy baru saja ke luar mommy. " jawab bocah tampan itu. Ella menyuruh Ethan duduk, diapun bergegas mencari sosok suaminya. Si kembar menatap kepergian ibumereka dengan raut kebingungan. Di luar Ella tak menemukan mobil milik suaminya, ternyata suaminya pergi ke luar.
"Sepertinya mas Gara marah sama aku, ya Tuhan apa memang aku sungguh keterlaluan! Ella mengusap perutnya, meminta maaf pada calon anaknya yang tak keturutan permintaan ngidamnya. Diapun merasa bersalah hingga kembuat suaminya pergi dari rumah, tanpa sengaja wanita itu menitikkan air matanya.
__ADS_1
Menghapus air matanya, dia harus menyusul sang suami dan meminta maaf pada Nagara. Bagaimana bisa dia menyakiti hati suaminya, meski ini bukan salahnya sepenuhnya.
Tin
Tin
Nagara turun dari mobilnya, melihat suaminya kembali membuat wanita itu berlari kearah prianya. Raut wajah Nagara mengeras melihat tingkah istrinya yang memanggilnya tanpa memperhatikan jalan, pria itu langsung berteriak. " Sayang, jangan berlari. " pekiknya seraya menangkap tubuh istrinya yang hampir terjatuh.
"Kenapa kamu berlari hah, kamu lupa kalau kamu sedang hamil. " bentak Nagara dengan nafas memburu. Ella memeluk suaminya, terdengar suara isak tangis membuat Nagara menekan amarahnya. Pria itu merengkuh posesif tubuh sang istri, mendengar permintaan maaf dari wanitanya.
Pelukan itu terlepas, dengan wajah sembab Ella meminta maaf pada suaminya. "Maafkan aku mas, tanpa sadar aku membuatmu marah dan cemburu. Aku bukannya sengaja ingun mencium pria lain hanya saja ini keinginan anak kita!
Nagara melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang. Ella menghela nafas panjang, mengusao perutnya dan berharap kali ini tak ada drama lagi setelah ini.
Sampai di kediaman Nickolas, mereka bertiga langsung turun dan masuk ke dalam. "Kalian datang dalam rangka apa nih? " tanya Hanum dengan senyuman lebarnya. Wanita itu memeluk ella sekilas lalu mengajaknya ke ruang tengah.
"Aku menginginkan mangga muda Han, aku ingin mas Gara memetiknya. " jawab Ella sambil tersenyum. Hanumpun paham sepertinya Ella tengah mengidam saat ini, wanita itu membiarkan Nagara memanjat pohon. Nagara kini tengah memanjat pohon demi memenuhi ngidam sang istri, dia mengambil beberapa buah mangga yang matang dan mentah lalu menjatuhkan ke bawah.
Setelah dengan perjuangan yang liar biasa Nagara berhasil mendapatkan buah mangga, pria itu segera membawanya ke dalam. Hanum bangkit dan mengambil buahnya, membawnya ke dapur dan mengupasnya di sana.
Hanum kembali ke ruang tengah, menaruh buah mangga yang telah dia kupas. Ella tampak meneteskan air liurnya, segera mengunyahnya dengan lahap. Nagara menelan salivanya, bagaimana bisa istrinya itu menyukai buah yang masam. Merasa di perhatikan Ella menatap kearah sang suami samnil menyodorkan potongan buah. "Kamu mau mas? "
__ADS_1
"Enggak sayang, buat kamu aja. " tolaknya dengan halus. Ella mengangguk, kembali melanjutkan hingga tersisa beberapa potong. Raut wajahnya tampak cerah membuat Nagara mengulas senyumnya.
"Oh ya Han, Nick ke mana? " tanya Nagara tak menemukan sosok adiknya.
"Mas Nick ke luar sebentar, ada urusan. " jawab Hanum sambil tersenyum. Mereka mengobrol santai sambil mengawasi anak anak mereka yang bermain. Ella juga membahas perihal anak pada adik iparnya itu, Hanum memberikan jawaban yang sedikit konyol padanya.
"Sepertinya kau ketularan konyolnya Nick ya Hanum? " ledek Nagara pada iparnya. Hanum hanya terkekeh menanggapinya, wanita itu ikut mencomot potongan buah mangga. Tak lama Nickolas pulang, pria itu langsung pergi ke kamarnya lebih dulu tanpa berkata apapun.
Hanum merasa aneh dengan sikap suaminya, diapun menyusul suaminya setelah pamit pada Ella. dengan sedikit berlari Hanum menaiki anak tangga menuju ke kamarnya bersama sang suami.
Cklek
Wanita cantik itu masuk ke dalam, melihat suaminya kini tengah duduk di atas ranjang. Hanum berjalan pelan mendekati sang suami, lalu duduk di dekat Nickolas. "Mas ada apa, kenapa kamu pulang sikap kamu begitu dingin tadi!
"Bisakah kamu jangan bertanya dulu Hanum, aku sedang pusing saat ini. " ujar Nickolas dengan nada ketusnya. Hanum terkejut melihat nada bicara suaminya yang sedikit dingin padanya, selama ini Nickolas tak pernah bersikap kasar padanya.
"Baiklah mas aku ke luar dulu, menemui Ella dan suaminya, Kalau kamu merasa lelah beristirahatlah. " ucap Hanum pelan. Wanita itu bangkit dan ke luar dari kamar, dia mencoba berpikir positif mungkin suaminya sedang ada masalah. Sepeninggal sang istri, Nickolas bukannya tenang namun pria itu terus mengumpat tak jelas.
Hanum menghela nafas kasar, jujur hatinya sakit akan sikap suaminya tadi namun dia memilih memendamnya sendiri. Wanita itu melangkah gontai menuruni setiap anak tangga dan pergi ke ruang tamu. Di sana dia membeli alasan agar Ella dan suaminya tak curiga perihal sikap Nick barusan.
Hanum mengalihkan pembicaraan, dia penasaran dengan ngidam yang di alami Ella. Ellapun menjelaskannya tanpa ada yang di tutup tutupi, Nagara hanya sesekali menyela orbolan keduanya. Hanum cukup kagum dengan Nagara yang begitu sabar menghadapi tingkah Ella, keduanya pasangan yang cocok menurutnya.
__ADS_1