
Like, vote dan komentarnya ya hehe
Sementara di kediaman Wallace, kini Leon saudara kembar Louis tengah mengintimidasi adik angkatnya Sarah. Semakin lama pria itu semakin muak dengan tingkah gadis di hadapannya, bagaimana mungkin mommy mengadopsi anak yang sikapnya seperti wanita murahan ini pikirnya.
~~ Well kita lihat, sampai mana topeng kepolosanmu itu terlihat. Kupastikan wajahmu yang sebenarnya akan segera terbongkar, saat saat itulah aku orang pertama yang akan mempermalukanmu Sarah. ~~
"Oh ya Leon, apa Louis sudah memiliki wanita idaman? " Saraglh berusaha mengorek informasi dari saudara kembar Louis itu. Leon terdiam, tatapannya memicing kearah Sarah dengan penuh curiga.
"Aku tak tahu, tanya saja sama big bro. " balas Leon dengan cuek.
Sarah hanya bisa menghela nafas pelan, tak lama seorang gadis datang dan memgambil tempat di sebelah Leon. Teresa Caroline alias Terry, dia kekasih dari Leon. Wanita itu melirik datar kearah Sarah lalu berpaling dan bersikap manja pada sang kekasih. Sarah yang melihatnya, merasa muak dan memilih pergi dari sana.
"Hei Tuan Singa, kenapa kamu berduaan sama si nenek lampir. " celetuk Terry. Leon berdecak sebal, dia menatap jengah pada sang kekasih yang selalu memanggilnya tuan singa. Terry menahan tawanya, melihat raut kesal di wajah sang kekasih.
"Honey bunny Lion, ngambek yah. " goda Terry dengan senyuman jahilnya. Leon meliriknya tajam, dia kembali fokus pada lapptopnya. Pfft Terry terbahak, melihat kekasihnya yang tengah merajuk saat ini. Raut wajah Terry berubah sendu, dia terus memperhatikan kekasihnya yang terlihat fokus pada alat canggih yang ada di pangkuannya. Leon menoleh, menaikkan sebelah alisnya melihat perubahan sikap gadisnya.
"Kenapa kamu diam Terry? "
"Iam Fine. " Leon menutup laptopnya, lalu menaruhnya di atas meja. Setelah itu ditariknya tangan Terry hingga gadis itu berada di pangkuannya. Dia masih tidak percaya akan jawaban dari kekasihnya, terlihat jelas dari mata Terry jika gadis itu tengah berbohong.
"Katakan atau aku akan mencari tahu sendiri Terry. " geram Leon. Terry terlihat bingung, dia masih ragu ragu untuk bercerita pada Leon, mengingat bagaimana sikap kekasihnya itu. Kesabaran Leon sepertinya tengah di uji, sekuat tenaga pria itu menyimpan amarahnya yang hendak meledak akibat sikap diamnya Terry.
"Apa kamu bisu Terry. " ujarnya sarkas.
Terry menghela nafas panjang, tangannya menyentuh rahang sang kekasih. Dia tatap Leon dengan begitu intens, lalu dikecupnya bibir pria itu sekilas. "My Sweet Devil, percayalah selamanya aku mencintaimu. Apapun yang terjadi aku mohon jangan pernah membenciku Leon!
"Terry, Aku tidak suka berbasa basi, sebaiknya katakan padaku yang sebenarnya. " ucap Leon dengan nada tinggi.
"Papaku Leon, dia memaksaku untuk menikahi Ethan, pria yang menjadi rivalmu. " ucap Terry dengan pelan. Leon terdiam, rahangnya mengatup keras pertanda pria itu tengah marah sekarang. Auranya berubah kelam, Terry yang melihatnya langsung memeluk pria itu. Pria yang dicintainya sejak lama, pria yang selalu berkata kasar padanya.
__ADS_1
Terry melepas pelukannya, memegang rahang sang kekasih dan menatapnya sambil tersenyum tipis. "Aku akan menghadapinya Leon, kamu jangan pikirkan hal ini dan tetaplah fokus pada apa yang menjadi tujuanmu!
"Jadi kamu menerima pernikahan itu hah. " bentak Leon dengan emosi naik turun. Terry terkejut, tak menyangka Leon begitu emosional padanya.
"Em aku.. "
"Dengar Terry, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ingat baik baik kamu hanya
MILIKKU. " pungkas Leon penuh penekanan di akhir kalimat.
Cup Leon membungkamnya dengan ciuman agar berhenti berbicara, yang pada akhirnya membuat amarahnya meledak ledak. Terry lambat laun terbuai dan membalas ciuman kekasihnya, Leon mengeratkan pelukannya dan memperdalam ciuman mereka.
"Emmh. "
..."Apa kamu cemburu Leon, apa kamu sangat peduli padaku hingga kamu begitu marah. Cinta, apakah rasa itu yang kini kamu rasakan padaku bukan sekedar obsesi belaka pikir Terry....
Hosh hosh
"You Are Mine Teresa Caroline!
"Yes I'am Yours, my Leon. " balas Terry sambil tersenyum. Gadis itu tahu jika Leon mencintainya meski pria itu tak mengatakannya secara langsung, namun lewat sikap dan perhatian pria itu serta pengakuannya baginya sudah cukup. Gadis itu bersandar di dada bidang sang kekasih, dia selalu merasa nyaman berada dalam dekapan Leon.
Cup Leon mencium kepala Terry dengan lembut, diam diam dia merencanakan sesuatu untuk mengagalkan rencana dari papanya Terry.
Mommy dan daddy datang, mereka duduk berhadapan dengan Terry dan Leon. Mommy Kiara tersenyum geli melihat tingkah posesif puteranya, Terry merasa malu dan berniat turun dari pangkuan Leon namun pria itu tak membiarkannya.
"Wah wah Terry, selamat nak kamu sudah menjinakkan singa jantan kesayangan mommy ini. " ujar Mommy Kiara pada calon menantunya.
Pfft
"Emh. " Terry berhenti tertawa, dia merasakan geli kala Leon mengecup dan menggigit telinganya. Mommy Kiara melotot, Daddy Dom terkekeh, melihat tingkah Leon.
__ADS_1
"Honey sekali lagi kamu menertawakanku, aku akan menghabisimu di atas ranjang. Membuatmu berada di bawahku, menyebut namaku dengan nikmat. " ancam Leon. Terry menelan salivanya kasar, merasa bergidik dengan bisikan sang kekasih.
"Cih tuan Singa mesum!
Leon menatap orang tuanya dengan raut wajah serius. "Aku ingin secepatnya menikahi Terry, mom, Dad. " ujar Leon sambil mengatakan semuanya.
"Hm, Ethan Altheza Rahadian bukankah dia putera dari tuan Sagara Avaresta Rahadian. " gumam Daddy sambil melirik puteranya. Leon mengangguk, membenarkan tebakan sang Daddy.
"Papa Terry memaksanya menikahi Ethan Dad! Mommy Kiara terkejut, melirik kearah calon menantunya dengan tatapan iba. Daddy menghela nafas berat kemudian paruh baya tersebut mengangguk.
"Lagi lagi harus berhubungan dengan keluarga pria brengsek itu. " maki daddy dalam hati. Melihat reaksi suminya, mommy segera mengelus lengan suaminya itu. Daddy menoleh dan tersenyum pada sang istri. Dia tidak ingin kejadian di masa lalu terulang pada puteranya.
"Daddy dan Leon harus hati hati terhadap mereka, mereka sangat licik Dad. " sahut Terry menyampaikan pendapatnya.
Drt
drt
Terry mengambil ponselnya lalu memeriksanya.
Ethan
Kau di mana sayang, apa mau aku jemput?
Terry lagi lagi di buat kesal dan muak akan sikap Ethan, dia sampai bingung harus berbual apa agar pria itu berhenti menganggu dirinya. Tangan Leon terkepal, sepertinya Ethan memang berniat menantangnya saat ini dan dia akan membalas pria itu.
"Leon apa perlu aku membalasnya? "
"Tidak usah sweety, pria sialan itu pasti tahu di mana kamu berada. " pungkas Leon. Terry langsung menurut, menyimpan kembali ponselnya dalam saku.
tbc
__ADS_1