Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 15 | S2 - AREA PLUS PLUS


__ADS_3

LIKE, VOTE DAN KOMEN


Area ++ bocil di larang baca


Terry kini memakai lingerie dari kakak iparnya, wanita itu berbaring dengan pose menggoda di hadapan suaminya. Jakun Leon seketika naik turun, pria itu kini bertelanjang dada hanya memakai boxernya. Pria itu segera naik ke atas ranjang, tangannya menyusup ke area bawah sang istri. "Ah em sa.. yang. " desah Terry mengeliatkan tubuhnya.


Leon melepas lingerie istrinya, lalu melemparnya ke bawah. Pria itu kini menikmati keindahan sang istri, tubuh wanitanya yang begitu memabukkan. Dia mengajak istrinya kembali berciumana, tangan Terry melepas boxer sang suami, hingga terpampang junior Leon.


Ciuman Leon turun ke gunung kembar istrinya yang begitu padat, meremas, mengulum dan meraupnya dengan rakus. Terry terus mengeluarkan suara merdunya, membuat Gairah Leon semakin meningkat.


Leonpun menyatukan tubuh mereka, gerakan yang awalnya pelan berubah cepat. Keduanya begitu menikmati penyatuan mereka, Terry terus mendesah menyebut nama sang suami. Wanita itu mengalungkan tangannya, kala gerakan pinggul suaminya semakin liar di bawah sana.


Dengan berbagai gaya mereka lakukan, keduanya saling memberi kenikmatan. Terry kini yang memimpin, wanita itu menggerakan pinggulnya cepat hingga suaminya ikut mengerangkan namanya. Keduanya bercinta hingga ronde ke lima, mereka mencapai puncaknya setelah ****** ***** mereka ke luar, membasahi lembah hangat Terry.


Terry ambruk di atas tubuh suaminya, keadaan mereka masih dalam posisi menyatu. Leon merangkul istrinya, mengusap peluh di kening dan leher Terry. "Sayang aku mau lagi. " ucap Terry dengan senyuman nakalnya.


Dan Pasangan suami istri itu kembali bergumul di atas ranjang. Seolah keduanya belum puas akan kenikmatan yang mereka raih saat ini. Menjelang petang, kegiatan itu terhenti dan Leon menggulingkan tubuhnya ke samping.


"Kamu luar biasa hubby. " Terry mengecup bibir suaminya sekilas, dia begitu puas telah mendapatkan apa yang dia mau. Dia akui suaminya begitu gagah perkasa dalam urusan ranjng, staminanya begitu kuat.


"Kaupun sama honey, Nyonya Leon yang begitu seksi di mataku. " goda Leon dengan senyuman miringnya. Terry menyusupkan wajahnya ke dada sang suami, Leonpun memeluknya dari samping. Terry mendongak, menatap lekat pria yang menjadi pemilik jiwa dan raganya saat ini.


"Hubby, kenapa kamu bisa mencintaiku, mengingat sikapmu sejak dulu padaku? "


"Sejak awal namamu sudah terpatri di sini sayang. " Leon meraih tangan istrinya, lalu ditempatkan di dadanya. Senyuman Terry kian melebar, perjuangannya selama ini berbuah manis.


"Baiklah ayo kita mandi. " Terry menyibak selimutnya lalu turun dari ranjang dan di susul Leon yang membopongnya ke kamar mandi. Setelah mandi dan beres beres, pengantin baru itu ke luar dari kamar mereka. Terry sengaja mengenakan dress seksi hanya untuk suaminya, lagian mereka hanya berdua di penthouse.



Leon menyusul istrinya ke dapur, pria itu memeluknya dari belakang. Bibir Terry melengkung, wanita itu tetap membuatkan minuman untuk mereka berdua. Setelah selesai Dia berbalik, merangkul leher sang suami dengan senyuman manisnya. "Aku lagi buat minuman untuk kita sayang, kenapa menyusul hemm!

__ADS_1


"Aku enggak mau jauh dari kamu sweety. " balas Leon sedikit menggoda.


"Dasar bucin. " Leon tergelak, pria itu kembali memagut bibir istrinya hingga hampir kehabisan nafas. Setelah meminum kopinya, kedua sejoli itu ke luar dari dapur, menuju ke ruangan tengah.


"Mau honeymoon ke mana sweety? "


"Em terserah kamu hubby, asalkan bersamamu aku menyukainya. " Leon terkekeh, pria itu mencubit gemas hidung wanitanya. Lagi lagi mereka saling berpagutan sekilas, Terry bersandar di dada sang suami sambil mengotak atik ponselnya.


Tangan Leon menyentuh paha istrinya, lalu menyusup ke dalam dan mengusap sensual lembahnya hingga membuat Terry mendesah pelan. Wanita itu menyimpan ponselnya di atas meja, Leon dengan leluasa menyentuh bagian favoritnya. Kini pria itu tengah memainkan dua gundukan Terry seperti squishy, Terry membiarkannya.


"Hentikan sayang. "


"Aku akan berhenti jika nanti malam kita lakukan lagi, aku ingin Leon Junior segera hadir dalam perutmu! Terry mengangguk pasrah, tak dipungkiri dirinya begitu ketagihan akan sentuhan suaminya. Leon tersenyum penuh kemenangan, pria itu kembali mencium singiat istrinya.


Drt


drt


drt


"Ya Mommy? "


"Nak, kakak iparmu pingsan. " ujar Mommy di ujung telepon.


Terry memekik kaget, mommy menjelaskan keadaan istri putera sulungnya pada Terry. Terry ikut senang mendengar kabar bahagia itu, tapi di sisi lain merasa kasihan pada Nia.


"Aku dan Leon akan ke sana. " sambungan terputus, Terry menoleh kearah suaminya dan mengatakan kabar bahagia tersebut. Keduanya bangkit, mereka segera mengganti pakaian kemudian ke luar.


Terry dan Leon buru buru menemui orang tuanya di mansion Louis. Wanita itu mendekati ibu mertuanya dan sang kakak ipar. Terry memeluk Nia sekilas, memberikan ucapan selmat padanya. "Selamat, kakak ipar kamu tengah hamil saat ini. "


"Terimakasih Terry, tapi aku rindu suamiku. " gumam Nia sendu. seharusnya suaminyalah yang pertama mengetahui kehamilan dirinya namun semuanya tak sesuai angan angannya. Terry melirik suaminya, Leon mengangguk dan berusaha menghubungi saudara kembarnya.

__ADS_1


dering pertama tak diangkat, Leon mencobanya beberapa kali namun tak kunjung di angkat oleh Louis. Nia semakin sedih, wanita hamil itu khawatir dengan suaminya yang tak bisa di hubungi.


"Positif tingking aja Nia, mungkin suamimu benar benar sibuk. " bujuk Terry. Niapun mengangguk, hatinya bahagia jika dirinya tengah hamil calon anaknya dengan Louis. Dia usap perut ratanya dengan lembut, apa yang dikatakan Terry benar. Dia tidak boleh berpikiran buruk pada suaminya, serta tidak boleh terlalu stress.


Nia POV


Hubby, cepatlah pulang aku ada kabar baik untukmu. Aku hamil sayang, aku hamil calon anak kita, buah cinta kita berdua. Aku sangat merindukan semuanya yang ada padamu, calon anak kita ingin sekali dekat dengan daddynya. Aku tidak bisa berjauhan darimu terlalu lama sayang, please pulanglah Louis.


"Nak ayo makan dulu saladnya, bukankah kamu minta salad buah tadi. " ucap mommy dengan lembut.


"Tapi aku ingin Louis yang membuatnya Mom, aku merindukannya. "


"Makanlah dulu nak, kamu jangan egois. Kamu harus jaga kesehatan dan janin dalam


perutmu. " sahut Daddy dengan bijak. Mommy menyuapi menantunya dengan salad buah dan Niapun mau membuka mulutnya, semua orang bernafas lega melihatnya.


Setelah menghabiskan Saladnya, Nia bersandar di sofa sambil mengusap perutnya yang masih rata. Dia masih tak menyangka, akan hamil secepat ini dan keinginan Louis telah terwujud sekarang, dia membayangkan bagaimana reaksi suaminya jika mendengar kabar kehamilan dirinya.


"Terry dan Mommy jaga Nia, daddy dan Leon pergi dulu, ada yang harus kami urus. " ujar Daddy.


"Kalian hati hati. " Leon mencium istrinya sekilas kemudian pergi menyusul Daddy Dominic. Setelah kepergian pia pria mereka, Terry kembali memperhatikan Nia dengab wajah ibanya.


"Kamu harus kuat dan tegar Nia, demi calon anak kamu yang ada diperutmu. Aku yakin suamimu itu pasti akan segera kembali ke dalam pelukanmu. " Terry menasehati iparnya itu, lalu lereka kembali berpelukan. Mommy tersenyum tipis melihat keakraban kedua menantunya itu.


Di ruang Kerja


"Louis belum bisa di hubungi Dad, apa jangan jangan terjadi sesuatu di sana. " ucap Leon pada sang daddy.


"Daddy juga tidak tahu son, sepertinya kita harus mengirim detektif ke sana dan jangan lupa terus awasi Sarah. " tegas Daddy. Leon menaikkan sebelah alisnya, lalu mengangguk setuju dan dia merasa daddynya juga mencurigai wanita rubah muka dua itu.


tbc

__ADS_1


__ADS_2