
Like, vote dan komen sebanyaknya ya
Rendra menepuk pelan bahu Nia, dia mengerti dengan perasaan mantan calon adik iparnya itu. Ya Rendra saudara kembar dari Dika, setiap kali melihatnya Nia merasa melihat sosok Dika di diri Rendra. "Kamu sabar ya Nia, kamu harus kuat dan menjalani lembaran hidup baru. "
"Tapi aku kangen Dika kak, kangen banget sama dia. " gumam Nia dengan lirih. Rendra menghela nafas panjang, pria itu kembali mengusap punggung Nia dengan lembut. Dari kejauhan sepasang mata menatapnya tajam, tangannya terkepal kuat. Setelah tenang Nia segera menghapus air matanya, hatinya merasa lega sekarang setelah memgepuarkan unek uneknya.
Tap tap tap
"Harmonia. " bentak Louis dari jauh. Rendra dan Nia menoleh, Louis berjalan cepat kearah mereka berdua. Pria itu menarik tangan istrinya, lalu menyeretnya ke luar dari Cafe dan Rendra segera menyusulnya.
"Louis sakit. " ringis Nia.
"Diam!
"Hei lepaskan Nia, kamu siapa berani beraninya menyakiti Nia. " Rendra menepis tangan Louis hingga cengkramannya terlepas. Mata Louis berkilat, emosinya kini semakin di ubun ubun melihat Nia yang tengah memeluk Rendra.
"Harmonia, pulang sekarang!
"Tidak mau. " Nia menggeleng, hal itu membuat Louis semakin murka.
"Turuti perintahku, karena aku.. " ucapan Louis terhenti kala Nia memandangnya remeh.
"Dengar kamu bukan siapa siapaku, jangan ikut campur tuan Louis. " geram Nia, mengajak Rendra pergi dari sana. Louis hanya bisa mengumpat, menatap kepergian istrinya bersama pria lain.
Tring Pria itu segera membuka pesan yang masuk dari istrinya, membuatnya semakin meradang dan uring uringan.
📱Nia : Dengar aku hanya istri bayanganmu, istri yang di sembunyikan. Aku harap kamu jangan memperlakukanku seolah olah kau suami yang baik tuan Louis. Kau memang sudah memiliki tubuhku, tapi tidak dengan HATIKU. Teruslah menyakitiku, maka akan ada alasan aku membencimu seumur hidup!
Sial! Louis buru buru masuk ke mobil, tancap gas dan menyusul Rendra dan Nia. Dia tidak akan membiarkan istrinya itu pergi bersama pria lain. Berkali kapi dia memukul stir, jalanan macet karena terjadi kecelakaan dan dia kehilangan jejak sang istri.
Nia menangis sesegukan dan Rendra dengan kaku berusaha menenangkannya. Diapun penasaran ada hubungan apa antara Nia dnegan Louis. Pria itu kembali fokus memyetir, melajukan mobilnya kencang. Dua jam berlalu akhirnya mobil itu berhenti di sebuah villa yang letaknya jauh dari perkotaan.
__ADS_1
"Kita ada di mana Ren? "
"Ini Villa milik keluargaku Nia, untuk sementara kita tinggal di sini dan aku tidak yakin jika pria tadi tidak akan menemukanmu. " Nia terdiam, wanita itu menggigit bibirnya karena merahasiakan statusnya dari Rendra. Dia merasa bersalah karena melibatkan Rendra di dalam permasalahannya dengan Louis.
Keduanya turun dari mobil, masuk ke dalam Villa. Nia langsung pergi ke kamarnya yang di atas sesuai perintah Rendra. Setelah mengunci pintu, tubuh Nia luruh ke lantai. Tangisnya kembali pecah, dia seakan tidak percaya dengan jalan hidupnya seperti ini. Bertemu pria kejam bak iblis seperti Louis adalah sebuah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Wanita itu memeluk kedua kakinya, menangis tersedu meluapkan segala kegundahan dalam hatinya.
Sementara itu Louis tengah mengamuk di mansionnya, sang kepala pelayan segera menghubungi saudara dari majikannya itu.
"Ini saya butler Hans tuan, tuan Leon bisakah anda kesini, tuan Louis tengah mengamuk saat ini. " ucap Butler Hans dengan pelan.
Beberapa saat berlalu, Leon datang bersama Terry kekasihnya. Kepala pelayan Hans menyambut ramah kedatangan mereka, kepala pelqyan juga mengatakan semuanya mengenai Louis dan Nia.
"Well, sepertinya Louis memang sudah jatuh pada pesona Harmonia, kalau cinta bilang saja sih baru di tinggal sudah blingsatan. " celetuk Terry sambil melirik Leon.
"Apa? " Terry langsung terkekeh, menggeleng pelan kearah sang kekasih hati. Leon hanya bisa mendengus pelan, menghadapi kekasih bar barnya memang butuh kesabaran.
Leon lebih dulu melangkahkan kakinya ke ruang tamu dan Terry mengekorinya dari belakang. "Hei My Lion, kamu tidak menemui Louis dulu, bujuk atau apa gitu? "
"Sudah biarkan saja, lagian sebentar lagi Louis juga akan tenang. " balas Leon dengan cuek. Terry menghela nafas kasar, ingin sekali memukul kepala sang kekasih, melihat sikap cuek Leon yang begitu santai.
Louis. "Terry hendak pergi, tangannya di cekal erat oleh Leon. Gadis itu menelan salivanya kasar, melihat tatapan menghunus dari kekasihnya.
"Kucing liar, kau di sini saja denganku!
Kepala pelayan tersenyum tipis melihat kemesraan majikannya, pria itu memilih pergi dari sana. Terry mencebik, gadis itu kembali duduk di sofa. Leon tersenyum puas, tangannya melingkari pinggang Terry dengan posesif.
Tak lama Louis turun, bergabung dengan saudari kembarnya tersebut. Terry kini tengah memperhatikan calon kakak iparnya itu dengan lekat, lalu tersenyum simpul.
"Jaga pandanganmu Nona. " desis Louis tak suka.
"Ck maaf tuan Louis, aku kekasih saudaramu apa kau lupa. Saya sarankan tuan, dalam hati kecil kau, kau sudah menempatkan wanita yang menjadi istrimu itu dalam HATIMU. "
__ADS_1
"Mungkin bibirmu bilang Tidak, tapi gerak tubuhmu tak bisa berbohong, kamu cemburu dan takut kehilangannya. "
"Diam kau Terry. " geram Louis emosi. Terry tersenyum miring, dalam hati kenapa juga dirinya harus berhubungan dengan pria kembar yang memiliki sifat hampir sama. Louis langsung bangkit, pergi meninggalkan Leon dan Terry.
Terry mengedikkan bahu, kembali bergelayut manja di lengan kekasihnya. Leon menghela nafas kasar, mencubit pelan hidung gadisnya. "Kenapa kamu senang sekali mencari gara gara dengan Louis, Louis dalam mode senggol bacok. " dengus Leon.
"Hanya ingin. " sahut Terry pendek.
"Baiklah, kita pulang. " Mereka bangkit dan beranjak dari sana. Leon melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Louis.
Drt
drt
From 08xxx xxx
Terry, aku ingin bertemu denganmu sayang. Kita bahas rencana pernikahan kita! - Revan
Terry berkeringat dingin, dia segera menunjukkan pesan itu pada kekasihnya. Rahang Leon semakin mengeras, laju mobil semakin kencang. Setelah menyimpan ponselnya, gadis itu berusaha menenangkan jantungnya yang begitu bergemuruh setelah melihat pesan singkat dari Revan.
"Leon, aku.. "
"Biar aku yang mengurusnya. " balas Leon tanpa menoleh ke samping. Terry menggigit bibirnya, resah beberapa hari ini Revan terus menerus mengirimi pesan, mengajaknya ketemuan.
"Papa, kenapa papa tidak membiarkanku tenang sedikit saja. Aku juga ingin bahagia dengan pria yang aku pilih, tapi papa selalu menentang dan berniat mengatur kehidupan percintaanku. " Terry merasa tertekan dengan sikap papanya suka mengatur hidupnya, harus inilah harus itulah. Gadis itu lama lama semakin muak dengan tingkah papanya itu. Leon melirik kekasihnya sekilas, dia paham dengan apa yang di rasakan Terry saat ini.
"Terry, aku tidak akan membiarkan papamu mengatur hidupmu lagi!
"Iya terimakasih, aku lelah Leon. Aku rasanya ingin menyerah jika meghadapi sikap papa yang begitu keras padaku. " keluh Terry. Leon menepikan mobilnya, meraih tangan gadisnya kemudian mengecupnya singkat.
"Aku akan melindungimu, aku janji!
__ADS_1
Terry mengangguk, tersenyum manis pada sang kekasih. Dengan berani dia mengecup singkat bibir Leon, lalu Leon kembali menyalakan mobilnya.
tbc