Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
ISTM Part 9 - KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Dua minggu berlalu, gosip panas itu terhenti setelah Ray mengadakan konferensi pers di depan media dan wartawan. Hidup Cyra kembali tenang seperti awal awal, namun dirinya kini terlihat bingung dengan kondisi tubuhnya yang lemah, pusing dan juga setiap pagi mual mual.


Bruk


Cyra jatuh pingsan di atas lantas kamarnya, Cklek pintu di buka dan masuklah Ray. Ray sangat terkejut dan panik melihat wanitanya jatuh tak sadarkan diri. Diapun bergegas membopongnya ke atas ranjang. "Pelayan, cepat panggil dokter sekarang juga. " teriak Ray.


Tak lama Dokter datang dan memeriksa keadaan Cyra, setelah selesai dia tersenyum kearah Ray. "Selamat tuan muda, Anda akan menjadi seorang Ayah. Nona Cyra tengah mengandung sekarang ini dan ini vitaminnya, "


Ray sangat terkejut sekaligus bahagia mendengarnya, dia menerima vitaminnya setelah itu mendekati kekasihnya. Ray berkali kali mencium kening Cyra dengan lembut.


"Engh.. " Cyra membuka matanya, dia berusaha bangun di bantu Ray. Dia menatap bingung kearah Ray yang tersenyum manis padanya,


"Ada apa Ray? "


"Kamu hamil sayang, calon buah hati kita sekaligus calon penerusku. "


Mata Cyra berkaca kaca mendengarnya, bibirnya melengkung membentuk senyuman. Dia menyentuh perut ratanya dengan lembut, setelah itu memandang penuh cinta Raymond. Raymond tak henti hentinya menciumi wanitanya dan beralih mencium perut rata Cyra.


"Terimakasih sayang akhirnya kamu hamil juga calon anakku, aku sangat bahagia dan kita akan menjaganya dengan baik!


Cyra bangkit, lalu duduk di pangkuan Ray dan mencium bibir sang kekasih. Dia sangat bahagia dan tak menyangka kini dirinya menjadi calon ibu sekarang. Cyra segera turun dan bergegas mengganti pakaiannya, setelah itu Ray bangkit sambil menggendong Cyra, lalu membawanya ke luar dari kamar. Keduanya pergi ke taman belakang istana, meluapkan kebahagiaan mereka di sana. Ray meminta pelayan membawakan makanan untuk mereka ke sana.



picture cr on Wm


Mereka berdua di sebuah sofa yang ada di sana, tak henti hentinya Ray menyentuh perut rata sang kekasih. Para pelayan datang menyajikan berbagai makanan dan minuman sehat di atas meja setelah itu pergi dari sana.


" Ray banyak banget makanannya!


"Iya sayang makanan ini untuk kamu, kamu harus jaga pola makan kamu mulai saat ini. " ujarnya.

__ADS_1


"Tapi mana mungkin aku bisa menghabiskan semuanya sayang. " sungut Cyra dengan nada kesalnya. Raymond terkekeh, dia merasa gemas dengan wanitanya, tanpa ragu dia mengecup singkat bibir Cyra.


Cyra mencibir, dia mengambil makanan lalu memasukkan ke dalam mulutnya. Setelah kenyang, wanita hamil itu kembali memandang sang suami dengan tatapan teduhnya. Ray membawa istrinya ke atas pangkuan setelah itu menyentuh perut rata Cyra. Hati Cyra menghangat, kala telapak tangan besar suaminya menyentuh perutnya.


"Sayang, berjanjilah apapun yang terjadi kamu enggak boleh ninggalin aku. " seru Ray dengan wajah serius.


"Aku janji hubby, sepertinya calon anak kita enggak mau jauh jauh dari ayahnya. "


Pelayan datang menemui mereka bersua, sebelum berbicara dia memberikan hormat pada keduanya. "Maaf Tuan muda, nyonya dan tuan besar telah menunggu anda dan nona di ruang tamu. "


"Baiklah kami akan ke sana!


Pelayanpun pergi, Ray menurunkan istrinya lalu mereka pergi dari sana dan ke ruangan istana utama. Sampai di ruang tamu, Ray dan Cyra duduk di sofa berhadapan dengan orang tua Ray.


"Jelasin sama bunda, kenapa kamu menikahi Cyra diam diam? "


"Ada yang menginginkan Cyra Bunda makanya saya bergerak cepat! Raypun menjelaskan apasannya pada kedua orang tuanya, begitu juga dengan kehamilan Cyra. Bunda dan Ayahanda sangat terkejut mendengar kabar kehamilan Cyra.


.


"Nyonya, aku sudah bicara sama Raymond jika aku tinggal di villa dulu tapi dia tak setuju. "


"Mulai sekarang panggil kami Bunda dan Ayah nak!


"Eh bunda. " Cyrapun merasa canggung berhadapan dengan kedua mertuanya.


Bunda mengangguk pasti kearah menantunya, Cyra berusaha tenang dan santai dihadapan mertuanya. "Apa yang dikatakan suamimu benar sayang, lebih aman tinggal di istana ini. " Cyra menoleh kearah suaminya, Ray tersenyum tipis sambil mengenggam tangannya erat.


"Cyra, bunda ingin mengobrol dengan kamu!


Raymond melepaskan genggamannya, Cyra langsung mengangguk dan bangkit dari sofa. Dia langsung mengekori bunda dari belakang meninggalkan para suami mereka. Kini dua wanita beda usia itu berada di taman belakang istana.

__ADS_1


"Bunda, bolehkah Cyra bertanya sama bunda mengenai Reymond. "


"Tanyakan saja nak dan jangan terlalu formal sama bunda. "


"Apakah Rey dulu pernah dekat dengan seorang wanita atau mantan kekasihnya? " Bunda tersenyum tipis mendengar pertanyaan polos menantunya, sepertinya Cyra merasa cemburu jika sang suami memiliki mantan. Bunda meraih tangan Cyra lalu mengenggamnya, wanita suruh baya itu tersenyum hangat padanya. "Rey tidak pernah dekat dengan wanita karena dia selalu disibukkan dengan statusnya. "


"Sekarang Rey bertanggung jawab atas kamu dan calon anak kalian, sebagai istrinya kamu harus mempercayai dan berada selalu disisi Reymond. " ucap bunda dengan lembut.


Cyra terdiam sejenak mendengar nasihat mertuanya, diapun mengangguk kemudian tersenyum tipis. Bunda mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sebuah gelang emas yang sangat cantik, di pakaikannya di tangan Cyra. "Ini gelang keluarga kami, sekarang jadi milikmu Cyra karena kamu bagian keluarga Wallace.


"Tapi bunda.. "


"Terimalah sayang, kamu pantas memilikinya!


Cyrapun mengangguk pasrah, dia kembali menatap sang mertua dengan tatapan lembutnya. Dia jadi merindukan mommy tercintanya, sejak pertengkarannya dengan Daddy, Cyra belum menemui mommynya lagi.


"Bunda, bukankah cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya, ada seorang ayah yang malah lebih menyayangi anaknya yang lain meski bukan kandung!


Bundapun terdiam, lalu mengusap kepapa Cyra dengan lembut. Dia merasa menntunyabini memiliki masalah dengan ayahnya, namun bunda memilih diam. "Meskipun begitu sebagai seorang anak jangan membalasnya, beliau tetaplah orang tua si anak itu. "


"Tapi Bunda, daddy lebih menyayangi dan perhatian pada adik angkatku, daddy lebih mementingkan adikku daripada aku yang anak kandungnya. "


"Kamu harus sabar sayang, kecewa boleh tapi jangan pernah berkata kasar pada ayahmu. " Cyrapun menunduk diam, kini perasaannya campur aduk jika membahas keluarganya terutama sang daddy. Dia masih kecewa karena daddynya kemarin hendak menamparnya.


"Nak jangan bersedih, ingat kamu sedang hamil. Ya sudah bunda pamit pulang dulu ya. " Cyra mengangguk, wanita paruh bata itu bangkit dan berlalu pergi. Tak lama Reymond datang menghampiri istri tercintanya.


Cyra berhambur memeluk mesra tubuh kekar sang suami. Rey mencium pucuk kepala istrinya dengan lembut lalu turun mengusap perut rata Cyra. "Rey kamu pengen anak perempuan apa laki laki. "


"Perempuan ataupun laki laki sama saja sayang asalkan kamu dan calon anak kita sehat!


Cyra tersenyum tipis mendengar jawaban dari suaminya yang cukup bijak.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2