
Dengan langkah pasti Ella mendekati suaminya, memeluknya dari belakang. Nagara menoleh dan melepas pelukan istrinya itu, menatapnya lekat dengan tatapan bingung. "Sepertinya kamu sangat bahagia sayang, ada apa? "
"Coba lihat ini. " Ella menunjukkan benda yang ada di tangannya, Nagara yang melihat nya pun terkejut dan tak lama bibir pria itu melengkung membingkai sebuah senyuman.
"Kau hamil? "
"Iya Daddy. " jawab Ella sambil tersenyum lebar. Suaminya langsung memeluknya, Ella membalas pelukan pria itu. Nagara menciumi wajah istrinya, pria itu begitu bahagia dengan kejutan yang di berikan sang istri untuknya. Nagara melepaskan pelukannya, berlutut di depan sang istri dan menciumi perut rata wanitanya. Ella mengulum senyumnya, mengusap kepala suaminya dengan lembut. Pria itu kembali berdiri, mengajak istrinya untuk duduk di atas ranjang, Nagara tak ingin istrinya kelelahan.
Ella duduk di pangkuan sang suami, memagut bibir prianya lembut yang di balas suaminya. Keduanya berciuman dengan mesra, meluapkan kebahagiaan yang tengah mereka rasakan saat ini. Hasratnya tersulut, Ella paham akan tatapan sang suami padanya. Wanita itu berbisik sesuatu membuat Nagara bangkit, mengendongnya dan merebahkan ke atas ranjang.
Dan pagi itu keduanya saling melebur dalam gairah, Nagara melakukannya dengan lembut mengingat sang istri tengah hamil. Ella begitu menikmati sentuhan yang di berikan suaminya, dia terus mendesah membuat hasrat Nagara kian berkobar.
Satu jam berlalu Nagara mengakhiri kegiatan mereka, pria itu menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua yang polos. Ella tengah mengatur nafasnya yang memburu, cukup puas akan permainan ranjang sang suami.
"Mulai sekarang jangan lakukan pekerjaan berat termasuk memasak, biarkan para maid yang mengerjakannya sayang. " ujar Nagara dengan nada posesifnya. Ella mengulum senyumnya, suaminya masih saja posesif sejak dulu hingga sekarang. Nagara kembali menciumnya berkali kali, pria itu begitu bahagia dengan kehamilan istrinya.
"Mas, kamu gak ke kantor hari ini? " tanya Ella pada suaminya.
"Enggak sayang, hari ini aku mau menemani kamu. " jawab Nagara sambil tersenyum. Pria itu bangun, membantu istrinya ke kamar mandi, ingat hanya mandi dan tak melakukan apapun. Selesai berpakaian mereka turun ke bawah, Gara langsung menghubungi orang tuanya dan memberi kabar bahagia ini.
"Mom, istriku hamil lagi!
" Benarkah nak, Ella hamil lagi dan berarti si kembar akan memiliki adik. " ujar mommy dalam telepon. Gara mengiyakan pernyataan mommynya, mereka mengobrol sebentar dan beralih mengobrol dengan Ella. Ella cukup bahagia mendengar antusias kedua mertuanya, wanita itu mengakhiri obrolannya. Dia juga telah menghubungi orang tuanya mengenai kehamilannya ini.
__ADS_1
Si kembar turun, turut bergabung bersama penahanan tuanya, menonton acara televisi. Ella mengusap kepala putra kembarnya dengan senyuman merekah. "Evan, Ethan mommy dan daddy ada kabar bahagia untuk kalian sayang!
"Kabar bahagia apa mom? " tanya Evan begitu penasaran.
"Di dalam perut mommy ada calon adik kalian. " balas Nagara sambil tersenyum kearah putera puteranya. Ethan memekik terkejut, pria kecil itu sontak kegirangan mendengar pengakuan Nagara. Evan langsung mendekat kearah sang mommy, menyentuh perut rata ibunya itu.
"Jadi tak lama lagi aku dan Ethan akan memiliki adik mom? "
"Iya Evan sayang, kamu bahagia 'kan sayang? " tanya Ella pada si sulung.
"Tentu saja bahagia mom, mommy harus jaga kesehatan mommy dan calon adik kami. " Evan begitu serius layaknya orang dewasa, Nagara terkekeh melihat tingkah putranya itu. Mendapat perhatian dari putra sulungnya membuat hati Ella begitu bahagia, mengingat sikap Evan yang sama persis seperti Nagara.
Ella benar benar bahagia memiliki tiga orang laki laki posesif dalam hidupnya serta calon janin dalam perutnya. Si kembar kembali bermain di sertai perdebatan seperti biasanya, kali ini keduanya berdebat mengenai calon adik mereka. Ella dan Gara hanya mampu tersenyum melihat perdebatan kedua putra mereka itu.
"Belum Mi, mungkin besok! Ella mengusap tangan suaminya yang kini berada di atas perut ratanya. Wanita itu bersandar di tubuh suaminya, berbincang santai bersama orang tuanya. Mommy begitu lega melihat putri bungsunya bahagia bersama keluarga kecilnya.
" Mami ada apa, kenapa mami bersedih? " tanya Ella penasaran.
"Mami jadi teringat dengan Emily dan si kecil Kanaya nak. " ungkap Mami dengan lirih. Ella pun paham jika ibunya itu merindukan Emily, kakaknya. Wanita hamil itu berusaha menenangkan sang ibu, meyakinkan jika Emily bahagia bersama Rafael dan Kanaya.
Nagara menatap interaksi antara istrinya dengan sang mertua, pria itu hanya mengulum senyumnya. Ella juga sesekali menyindir Nagara di depan orang tuanya, Nagara menggeleng pelan melihat tingkah nakal sang istri padanya. "Tunggu hukuman mulai nanti malam sayang. " bisiknya di telinga Ella.
"Aku tunggu Daddy. " balasnya tak kalah berbisik.
__ADS_1
"Kenapa kalian berbisik bisik, mami jadi penasaran!
" Putri mami ini begitu nakal, dia menggodaku tadi. " ungkap Nagara dengan wajah tanpa berdosanya mengabaikan pelototan sang istri. Ella merasa malu di perhatikan orang tuanya, dia langsung mencubit paha suaminya. Papi tergelak keras melihat tingkah putrinya yang malu malu, padahal Ella sudah punya dua anak.
"Mami em bisakah mami membuatkan aku puding rasa cokelat. " pinta Ella pada sang ibu. Mendengar permintaan putrinya lantas membuat senyum lebar menghiasi wajah paruh baya itu, dia paham jika sang anak tengah mengidam.
"Mami akan membuatnya untukmu. " Mami bangkit, beranjak dari sana dan pergi ke dapur. Ella merasa tak enak dengan ibunya, namun entah kenapa dia ingin memakan puding buatan sang ibu.
Dering ponsel milik papi membuat Ella menatap ayahnya lekat. Dia memperhatikan ayahnya yang tengah berbicara dengan seseorang. "Papi ada apa, kenapa papi begitu tegang begitu? " tanya Ella.
"Tidak apa apa nak, hanya masalah perusahaan. " jawab papi sambil tersenyum di hadapan putrinya itu. Ella hanya mengangguk, diapun tak lagi bertanya pada sang ayah. Nagara memperhatikan mertuanya yang terlihat resah, hal itu membuatnya penasaran.
"Sayang, aku akan bicara dulu sama papi. Kamu gak papa 'kan di sini sendirian? " tanya Nagara lembut. Ella mengangguk, Nagara melepas pelukannya lalu mengajak sang mertua pergi dari sana. Tak lama mami kembali, membawa puding untuk sang anak, Ella memakainya dengan lahap.
"Makannya pelan pelan nak!
" Iya mom. " Setelah kenyang, Ella memanggil kedua putranya dan menawarinya puding. Ethan yang lebih suka manis melahap puding nya dengan rakus, Evan hanya menggeleng melihat tingkah sang adik. Mami tersenyum geli melihat tingkah kedua cucunya yang bertolak belakang.
"Papi sebenarnya ada apa? "
"Nak jangan katakan hal ini pada istrimu, Papi tak ingin putri papi itu kepikiran. " pintar papi pada sang menantu. Nagara mengangguk, Papi pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Nagara.
"Lalu bagaimana keadaan Emily dan Rafael? " tanya Nagara lirih. Dia begitu terkejut mendengar apa yang terjadi pada iparnya itu, Nagara tak mungkin sanggup memberitahu istrinya mengenai hal ini.
__ADS_1
"Mereka berada di rumah sakit negara Y nak, rencananya papi akan ke sana, namun sebelum itu papi belum sanggup memberitahu Ella dan mami. " ungkapnya resah. Nagara langsung memeluk sang mertua sekilas, lalu meyakinkan papi agar kuat dan tegar. Setelah itu mereka kembali ke ruang tengah, bergabung bersama para wanitanya.