Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS BAB 2 | S2 Kejutan Besar


__ADS_3

Seorang gadis lari dari kejaran pria bertubuh besar, sesekali perempuan itu mengumpatinya. Dia terus berlari hingga bersembunyi di sebuah gang sempit, lebih tepatnya di pemukiman kumuh. "Aku harap para pengawal itu tak menemukan aku di sini!


"Ah Nona Harmonia berhasil kabur, kita cari kesana. " ujar salah satu pengawal. Merekapun bertiga langsung berlari kearah kanan, menjauhi tempat pemukiman itu. Gadis yang bernama Harmonia itu langsung ke luar dari persembunyiannya, merasa lega karena berhasil lolos.


Harmonia Clarissa Parker, cucu kesayangan tuan Rusell Parker. Karena satu hal, gadis itu memilih kabur dari jangkauan sang kakek. Ya gadis itu sedikit pembangkang dan juga keras kepala, namun sebenarnya dia menyayangi sang kakek. Gadis itu segera memesan taksi, tanpa di sadarinya ada sepasang mata yang mengawasinya dari jauh.


"Dasar kakek, padahal aku bukan anak kecil


lagi. " Nia sempat memeriksa ponselnya dan terlihat banyak panggilan tak terjawab dari kakek. Nia menyimpan ponselnya, terdengar helaan nafas berat dari bibir gadis itu. Selama ini dirinya tinggal bersama kakeknya dan juga sepupunya Danzo.


"Maaf Nona, Nona mau di antar ke mana? "


"Eh iya antar aku ke jalan mawar no 27 ya pak. " ucap Nia dengan ramah.


"Baik Nona!


Manik birunya menatap lekat jalanan yang ramai karena kendaraan yang berlalu lalang. Dalam hatinya dia merasa sedih karena membuat kakeknya marah dan kecewa padanya, pergi tanpa izin pada sang kakek.


Nia segera turun dan membayarnya, dia bergegas menuju ke apartemen. Cklek gadis itu masuk ke dalam, menjatuhkan dirinya di sofa. Tubuhnya terasa lelah setelah seharian di kejar kejar para pengawal kakeknya.


"Duh lelahnya. " gumam Nia. Dia sangat senang bisa terbebas dari pengawalan ketat sang kakek. Di luar seseorang langsung pergi setelah mengamati cukup lama rumah Nia dan keberadaan gadis itu.


Nia melirik jam tangannya lalu bangkit dan menuju kamarnya. Setelah menyelesaikan ritual mandinya dan berganti pakaian, gadis bermata biru itu mengambil ponselnya da menghubungi sang kekasih. Ya Nia telah memiliki kekasih, Dika namanya. Keduanya telah menjalin hubungan selama dua tahun, mereka telah merencanakan pernikahan dan direstui sang kakek.


📱Dika : Hai sayang, kamu kemana saja baru hubungi aku!


📱Nia : Aku kabur dari kakek Yank, habisnya kakek sangat protektif padaku. Katanya di luar sangat bahaya buat aku


📱Dika : Tapi kamu baik baik saja 'kan Yank?


📱Nia : Iya aku baik baik saja, sekarang aku di apartemen.

__ADS_1


📱Dika : oke aku ke sana sekarang!


Nia menaruh ponselnya di meja, gadis itupun ke luar dari kamar dan memilih berada di ruang tamu, menunggu kedatangan sang kekasih.


Tok


tok


tok


"Sudah sampai rupanya. " gumam Nia yang langsung bangkit dan membuka pintunya. Dia mengerutkan kening, seorang pria berdiri di depan pintu rumahnya.


"Maaf cari siapa ya Tuan. " tanya Nia dengan sopan.


"Perkenalkan Nona saya Harry, asisten tuan Flyn Wallace. Anda di terima di perusahaan Flynn Nona, dan ini gaun spesial buat nona untuk acara hari ini, acara ulang tahun perusahaan! Tuan Flynn mengharapkan Anda datang ke acara Tuan. " jelas Harry.


Niapun melongo tak percaya, dia teringat beberapa hari lalu melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Gadis itu menerima paperbag yang di bawa oleh Harry. "Tapi Tuan Harry, saya belum bekerja tapi kenapa tuan Flyn begitu menginginkan kedatangan saya, apa beliau mengenal saya? "


"Saya tidak punya hak untuk menjawabnya Nona, tugas saya selesai saya permisi! Acara pesta akan di adakan jam 05.00 sore. Harrypun berlalu meninggalkan kediaman Nia, Niapun kembali masuk ke dalam rumahnya.


"Huh lagian aku melamar pekerjaan di perusahaan itu, agar bisa bersama sama dengan Dika. "


"Yank. " Nia menoleh, dia tersenyum lebar melihat kedatangan sang kekasih. Dia taruh paperbagnya setelah itu berhambur memeluk tubuh kekasih tercintanya itu. Dika mengajak gadisnya untuk duduk, dia memperhatikan apa yang di lakukan sang kekasih.


"Yank, tadi ada asisten dari Tuan Flyn memberikan paperbag berisi gaun untukku, aku di undang keacara perusahaan nanti sore. "


"Wah benarkah sayang, ya sudah nanti kita berangkat bareng aja gimana? "


"Setuju! Nia tersenyum manis pada kekasihnya, Dika membalas senyumannya namun dalam hatinya merasa penasaran kenapa bossnya itu mengundang Harmonia keacara perusahaan. Dika kembali mematap lembut sang kekasih, keduanya kembali melepas rindu dengan berpelukan.


##

__ADS_1



Sorenya Nia menggenakan gaun hijau yang di persiapkan oleh Louis untuknya, dia sengaja membiarkan rambutnya terurai. Selesai bersiap gadis itu keluar dan menmui sang kekasih, keduanya hendak berangkat bersama.


"Permisi, apa anda yang bernama Nona Harmonia? "


"Iya saya sendiri? " Nia melirik kekasihnya dengan tatapan bingung, Dika hanya membalasnya dengan mengedikkan bahu. Dia kembali mematap sopir di depannya dengan raut penasaran.


"Saya di minta untuk menjemput Anda nona, mari berangkat!


"Tapi Pak? "


"Sayang sudahlah, kamu berangkatlah dulu. " sela Dika tersenyum pada sang kekasih. Niapun menghela nafas lalu mengangguk, gadis itu segera masuk ke mobil dan melaju kencang. Dika menyusulnya dari belakang, banyak pertanyaan di benak pria itu namun dia memilih diam untuk sementara.


Setibanya di pesta, Niapun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Banyak tamu yang sudah hadir di sana, dekorasinya cukup mewah hal itu membuat Nia terkesima. Ya kini pesta di adakan di ballroom hotel bintang lima. "Sepertinya pria bernama tuan Flyn itu bukan sembarang orang. " batin Nia.


"Tuan, Nona Harmonia sudah datang tuan. " ucap Harry. Louis merapikan tuxedonya, pria itu menyeringai penuh arti. Dia segera ke luar dari ruangan kerjanya dan menyapa para tamu. Auranya yang dingin dan kuat, serta ketampanannya yang begitu sempurna mampu membius seluruh tatapan kaum wanita. Manik kelamnya, melirik tajam kearah seorang gadis bergaun hijau.


Tanpa sengaja tatapan mereka bertemu, Louis terdiam melihatnya. Dia segera menghampiri gadis itu yang terlihat bingung namun langkahnya terhenti kala Dika menghampiri Nia. Louis hanya melirik mereka sekilas, memilih menghampiri rekan bisnisnya. Namun tatapannya sering terarah kearah Nia yang tertawa bersama Dika.


"Congrat Tuan Flyn atas anniversary perusahaan Anda. " ucap salah satu kolega Flyn. Ya Louis sengaja menggantikan posisi daddynya di perusahaan, sedangkan Leon berada di perusahaan cabang. Pria itu sepertinya telah merencanakan sesuatu yang besar.


"Terimakasih atas kehadiran anda Tuan Alan. " sahut Louis dengan senyum tipisnya.


"Apakah Tuan Flyn sudah memiliki pasangan, maaf jika pertanyaan ini bersikap pribadi. "


"Tidak papa Tuan Alan, saya sudah memilikinya namun untuk saat ini saya masih memberinya kebebasan. " Ekor mata Louis tertuju pada Nia dan Dika yamg saling melempar candaan satu sama lain. Keluarga besar Louispun hadir, termasuk Sarah yang kini mengamati Luis dengan pandangan memuja.


"Selamat sore Tuan Dominic, Nyonya Kiara. " sapa tuan Alan.


"Sore juga tuan Alan. " jawab Tuan Dominic pada rekan bisnis puteranya.

__ADS_1


Leon hanya menatap malas kearah Sarah sedari tadi memperhatikan Louis, sesekali pria itu menyenggol saudari angkatnya itu. Sarah hanya menatapnya sinis dan memilih pergi menjauh. Leon yang melihat sikapnya hanya bisa menggeleng, dalam hatinya mengumpat.


tbc


__ADS_2