
Pernikahan Louis dan Angel telah memasuki satu bulan, setiap hari keduanya kian romantis. Louis telah menyiapkan bulan madu, pergi ke Maldives namun tertunda karena pekerjaan kemarin. Keduanya sempat berdebat, Angel tak tega meninggalkan si kembar Logan dan Liana, perdebatan mereka berakhir dengan bayi besarnya merajuk.
"Masih ngambek hemm, enggak ingat umur nih. " Angela tertawa cekikikan, melihat wajah masam suaminya. Louis hanya memutar bola matanya jengah, kesal dengan istrinya yang terus menerus mengoloknya. Wanita itu menciumi seluruh wajah sang suami, gemas akan tingkah Louis yang merajuk.
"Kau mengataiku tua honey. " protes Louis.
"Eh aku enggak bilang ya. " ledek Angel dengan jahilnya.
"Ya tua tua begini, mampu membuatmu menjerit nikmat di bawahku, membuatmu lemas di atas ranjang. " sahut Louis dengan senyum mesumnya. kedua pipi Angela merona, apa yang di katakan suaminya memanglah benar.
Ya Angela akui, stamina suaminya saat berolahraga di ranjang begitu kuat dan buas, membuatnya kewalahan. Dia menghela nafas, menatap suaminya sambil tersenyum. "Next time saja sayang, bukankah keinginanmu telah terpenuhi sekarang. " Angela menyentuh tangan suaminya yang ada di perutnya.
"Kau benar sayang, si kembar tak lama lagi akan memilih tiga adik. " sambungnya tersenyum hangat. Ya Angela saat ini tengah mengandung anak kembar tiga, keduanya begitu terkejut dan bahagia setelah mendengar penjelasan dokter kemarin.
"Tapi hubby, apa aku bisa jadi mommy yang baik buat si kembar dan triplet? "
"Aku sangat yakin, kamu bisa sayang. " ungkap Louis, memandang memuja wanitanya.
Drt
drt
drt
Angela mengambil ponselnya yang ada di tangan suaminya, di mengerutkan kening meliht nomor asing menghubungi dirinya. tak berselang lama sebuah pesan baru masuk ke ponselnya, sontak membuatnya terkejut.
"Pesan dari siapa sayang? " tanya Louis penasaran, apa yang terjadi hingga ekspresi istrinya begitu terkejut.
"Devon, katanya papi sedang sakit!
"Baiklah, sebaiknya kita jenguk papi sekarang. " ujar Louis. Angel mengangguk, keduanya bersiap dan bergegas berangkat ke rumah Papi.
__ADS_1
Mereka berdua kini berada di rumah sakit, Keduanya masuk ke dalam ruang rawat. Terlihat Papi yang di temani oleh Devon, pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan Angela. Senyum pria itu luntur kala meihat sosok Louis di sisi Angela.
"Aku dengar papi sakit, memang benar Pi? " tanya Angel tanpa basa basi.
Papi memperbaiki posisinya menjadi berbaring, pria paruh baya itu menatap lekat wajah puterinya. "Iya nak, Papi ingin kamu pulang ke rumah dan maafkan sikap papi kemarin. " sesal Papi.
"Maaf Pi, Angel enggak bisa. " tolak Angel dengan halus.
"Kenapa, apa kau mau menjadi simpanan pria di sebelahmu Angel. " ketus Devon dengan sinis , melirik Louis dengan tatapan tajamnya.
"Bukan urusanmu Devon, aku lebih nyaman tinggal bersama Louis karena Louis suamiku, " sewot Angel kesal. Devon dan Papi sangat terkejut, mendengar pengakuan Angel baruaan. Sudut bibir Louis sedikit terangkat, pria itu menyeringai kearah Devon.
"Angel, jangan bercanda. " geram Papi dengan sorot tajamnya.
"Apa yang di katakan istriku benar, aku adalah suami Angel, artinya aku menantu Papi. " sambung Louis dengan nada tenangnya. Tsngan Devon terkepal erat, pria itu semuat tenaga menahan amarahnya yang hampir meledak.
"Angel, kamu menikah tanpa meminta restu sama papi, apa kamu tidak menganggap papi orang tua kamu hah? " Angela hanya diam, terlihat dia hanya bersikap dingin pada papi juga Devon. Louis merangkul istrinya dengan erat, dia sangat tahu bagaimana perasaan istrinya saat ini.
"Well Angel, jadi seleramu seorang duda hah. Kau menolakku hanya demi duda dengan dua anak itu. " sarkas Devon. Angel menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan.
"Hubby, sebaiknya kita pulang, aku sangat lelah harus berdebat dengan orang tak penting. " keluh Angela pada sang suami.
"Papi mertua kami pulang dulu, aku harus membawa istriku pulang, dia sedang hamil sekarang. " Louis mengajak istrinya pergi dari ruangan papi. Setelah kepergian keduanya, Devon mengamuk dan mngumpat kasar.
"Sialan! "
Hiks hiks
Angel menangis dalam dekapan suaminya, dia sangat sakit hati akan ucapan papi dan Devon barusan. Louis mengusap punggung bergetar istrinya, setelah itu membopongnya ke dalam mobil. Dan lagi lagi dirinya selalu salah di mata sang papi, apa segitu tak bergunakah dirinya di hadapan papi.
Mobil BMW berwarna hitam itu berhenti di depan sebuah mansion, Louis segera turun dan membawa istrinya ke dalam dengan cara membopongnya. Angelapun mengeratkan pelukannya dalam gendongan sang suami. Pria itu menatap sekilas kearah orang tuanya yang bermain dengan si kembar, lalu pergi ke atas.
"By turunkan aku, aku ingin bermain dengan si kembar. " pinta Angel. Louispun tak menggubrisnya, pria itu tetap membawanya ke kamar dan merebahkan di atas ranjang. Namun Angel bangun, mengganti dressnya dengan sebuah Lingerie, kemudian kembali berbaring.
__ADS_1
"By, aku pengen bersandar di dadamu, kamu lepas baju ya. " rengek Angel dan dituruti oleh Louis.
"Dengar sayang, kamu sangat berharga untuk aku, si kembar dan calon anak kita dalam perutmu. " gumam Louis sambil mencium kepala istrinya. Angela mendongakkan kepalanya, menatap lekat wajah tampan suaminya yang begitu dia gilai. Tak ada kebohongan dalam manik kelam suaminya, Angela tersenyum kecil.
Cup
Kedua bibir itu bertemu, saling bertukar saliva dengan liar. Louis begitu semangat menghisap bibir istrinya dengan rakus, bibir Angel yamg manis membuatnya candu. Tautan itu akhirnya terlepas, Angel menghirup udara sebanyaknya. Tangan kekar Louis, menyentuh setiap lekuk tubuh sang istri yang kini hanya berbalut lingerie. "Engh sayang oohhh. "
"Aku menginginkanmu hubby. " ucap Angel dengan mata sayunya. Louis melepaskan lingerie istrinya serta celana boxer miliknya, kemudian melakukan penyatuan dengan sangat lembut.
"Aaah. " pekik keduanya bersamaan kala mereka telah menyatu, Louis bergerak dengan lembut tak ingin menyakiti calon ketiga anaknya dalam perut istrinya. Angel terus mendesah, tangannya meremas rambut sang suami. Wanita itu memperhatikan suaminya yang kini tengah melahap rakus dua gunung kembarnya.
Satu jam berlalu, kegiatan panas itu terhenti dan Louis tak henti hentinya menciumi kepala istrinya. Dia dekap tubuh polos sang istri yang hanya terbalut selimut, sama seperti dirinya. "Sayang setelah triplet lahir kelak, kamu harus segera menggunakan pil kontrasepsi, kita cukup memiliki si kembar dan triplet. " ujar Louis.
"Kenapa, kamu takut kehilanganku hemm? "
"Kamu bisa menikah lagi sayang. " pungkasnya dengan nada bercanda.
"Angel, aku enggak suka kamu bicara seperti itu. " bentak Louis kesal. Angela merasa bersalah, wanita itu menciumi rahang sang suami dan mendekapnya erat. Mata wanita itu berkaca kaca, Louis menghela nafas kasar kala merasakan dadanya basah.
"Maafkan aku sayang. "
"No, ini salah aku yang memancing kemarahan kamu hubby. " sesal Angela. Dia sangat bahagia bisa di cintai dan di hargai Louis sebegitu besarnya. Louis menghapus air mata di kedua manik mata istrinya dengan lembut.
"Berjanjilah sayang, kamu akan selalu menemaniku hingga kita tua nanti. " seru Louis.
"Yes, i'm promise. " Keduanya kembali berpagutan sebentar, Louis membawa istrinya ke kamar mandi. Keduanya kembali dan bergegas berganti pakaian. Setelah itu mereka ke luar, turun ke bawah menemui mommy dan daddy.
tbc
Like, vote dan komen ya
__ADS_1