Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 37


__ADS_3

Setelah kepergian keluarga kecil Nagara, Hanum justru memilih menemani sang puteri tercinta Ciara Aretha Johnstone. Gadis manis itu menatap lekat wajah sang ibu dengan tatapan polosnya. "Mommy, kenapa mommy malah melamun? " tanya Ciara dengan polos.


"Eh sayang mommy gak papa, Ciara lanjutkan saja mengambarnya mommy temani! Ciara mengangguk, kembali fokus dengan apa yang dia lakukan. Hati Hanum mencelos, ternyata suaminya tak merasa bersalah sama sekali atas sikapnya yang membentak dirinya.


"Kenapa aku melow banget huft. " gumam Hanum pelan, wanita itu berusaha tegar dan tak ingin membuat putrinya khawatir. Wanita beranak satu itu bangkit setelah mencium kepala sang anak, menaiki tangga menuju ke kamar atas. Hanum terkejut melihat botol berserakan di lantai kamarnya, diapun hanya mampu menghela nafas kasar melihat kelakuan suaminya yang tak biasa.


"Kamu ada masalah mas hingga kamu mabuk mabukan lagi? " tanya Hanum dengan nada lembutnya.


Nickolas hanya diam tak berkata apapun pada istrinya. Hanum berusaha menahan emosinya, berusaha menghadapi sikap suaminya saat ini. "Kalau ada masalah itu bicara mas, jangan hanya diam terus lampiasin ke minuman kayak gini!


Wanita itu hanya berdecak pelan, mengambil ponselnya hal itu tak luput dari pandangan Nickolas. Pria itu bangkit, berjalan pelan mendekati istrinya dan menahan wanitanya. Nickolas mengunci kamarnya lalu mengendong istrinya dan membawanya ke atas ranjang.


Pria itu melepaskan pakaian mereka hingga polos, dan pagi itu mereka kembali bercinta di sana. Suara erangan dan ******* saling bersahutan di dalam kamar. Hanum terus mendesahkan nama sang suami, gerakan suaminya begitu kasar dan cepat tak seperti biasanya.


Satu jam berlalu Hanum mengatur nafasnya yang tersengal, Wanita itu menarik selimut menutupi tubuh mereka. Suasana tampak hening keduanya tak ada yang memulai pembicaraan. Merasa tak ada yang di bicarakan dengan suaminya, Hanum memilih turun dari ranjang. Nickolas dengan sigap menahannya, menjatuhkannya ke dalam pelukan pria itu.


"Tetap di sini dan temani aku. Apa kamu marah hingga kamu mendiamkan aku Hanum!


"Menurutmu bagaimana mas, sebenarnya ada apa kenapa kamu bersikap dingin padaku? " cecar Hanum yang kini berbalik menghadap suaminya.

__ADS_1


"Tadi Tante Yuli datang bersama dengan Aran, mereka membicarakan kamu di depan aku. " Nickolas langsung mengatakan semuanya pada sang istri. Hanum menghela nafas kasar, lagi lagi hal yang sama mereka ributkan mengenai penerus. Wanita cantik itu menepis tangan suaminya dari pinggangnya, jujur Hanum kesal dan tersinggung dengan perkataan Tante Yuli mengenai dirinya. Apalagi Nickolas hanya diam tanpa membela dirinya dari keluarga pria itu.


"Jujur mas aku lama lama capek banget ngadepin tante Yuli dan anaknya itu, selama ini aku bersabar namun semakin lama sikap mereka membuatku muak mas. " keluh Hanum. Nickolas merasa bersalah, pria itu kembali mendekap istrinya dengan erat sambil membisikkan kata maaf.


"Bagaimana kalau kita? "


"Hentikan Hanum, aku tak ingin mendengar apapun dari mulut kamu sayang. Aku mencintai kamu dan Ciara, jangan pedulikan ucapan Tante Yuli padamu. " tegas Nickolas.


Entah siapa yang memulai keduanya kembali berpagutan mesra, dan mereka kembali mengulang kegiatan panas itu. Setelah satu jam mereka baru selesai mandi dan berganti pakaian, Nick mengajak istrinya ke luar dari kamar.


keduanya menemui putri kecil mereka yang asik bermain. Tiba tiba Aran datang berkunjung, raut ceria Hanum berubah masam melihatnya. Wanita itu langsing mengendong putri kecilnya dan membawanya duduk di sofa.


"Belum cukupkah kamu dan ibumu itu mempengaruhi suamiku dan berniat merusak rumah tangga kami. " ketus Hanum menatap tajam gadis di depannya.


"Bibi. " teriak Hanum. Bibi datang, Hanum menyerahkan si kecil Ciara padanya dan menyuruhnya membawa cIara ke kamar. Setelah kepergian pelayannya itu, Hanum kembali menatap Aran dengan tajam. Aran tak suka akan tingkah Hanum barusan, namun dia tetap mencoba tenang saat ini.


Nickolas menghela nafas kasar melihat pertengkaran istrinya dengan Aran. Aran langsung membujuk Nick agar menuruti keinginan nyonya Yuli, pria itu hanya diam tak berkata apapun. "Pulanglah, kami tak akan ke sana dan bilang pada tante Yuli untuk berhenti mengusik keluarga kecilku. " tegas Hanum.


"Kau." geram Aran kesal.

__ADS_1


Aran bangkit, menghentak kakinya kesal dan pergi dari sana. Setelah kepergian gadis manja itu, Hanum menghela nafas panjang. Nickolas mengenggam tangan istrinya, pria itu tahu jika saat ini istrinya tengah menahan amarahnya. Hanum melepaskan genggaman tangan sang suami, tatapan tampak taham seakan ingin menelan seseorang.


"Jangan bujuk aku untuk datang ke sana mas atau kamu akan terima akibatnya nanti. " gumam Hanum penuh penekanan.


"Maafkan aku honey, maaf atas kebodohanku kali ini. " sesal pria itu dengan sungguh sungguh. Hanum mengatupkan bibirnya rapat, jelas jelas dia kecewa dengan suaminya mudah termakan omongan Tante Yuli.


Nickolas hanya mampu merutuki kebodohannya, dia kembali meminta maaf pada sang istri. Hanum memilih menghubungi mommy Elena, mengatakan semuanya pada sang mertua. Selesai mengobrol dengan mertuanya, wanita itu kembali menyimpan ponselnya di atas meja.


Hanum tersenyum miris, hanya karena status dirinya yang bukan berasal dari orang kaya tante Yuli seenaknya menghina dirinya. Dia mencintai suaminya begitu tulus tanpa memandang kekayaan sang suami.


"Hanum. " Mommy Elena datang bersama Daddy Xander, Hanum bangkit dan bergegas memeluk sang mertua. Mommy Elena mengajak menantunya kembali duduk di sofa, wanita paruh baya itu memarahi putranya habis habisan. Nickolas tak berkata apapun, pria itu mengaku salah di depan orang tuanya.


"Kamu sabar ya sayang, mommy yakin kamu kuat dan mampu menghadapi terjangan badai dalam rumah tangga kalian! Mommy mengusap punggung sang menantu , wanita itu bisa merasakan rasa sakit hati yang di rasakan Hanum.


Hanum melepaskan pelukannya, berada dalam dekapan mertuanya membuat hatinya tenang. Wanita cantik itu menghapus air matanya, Nickolas yang melihat istrinya menangis membuat dadanya terasa sesak. Diapun mengepalkan tangan diam diam, berusaha menahan amarahnya yang hampir meledak. Daddy Xander langsung menepuk pundak putranya, tahu akan apa yang di rasakan Nick saat ini.


" Jangan terbawa emosi Nick, Daddy dan mommy akan menemui tante kamu itu dan kamu cobalah menenangkan istrimu agar tak terlalu memikirkan hal ini. " ujar Daddy Xander dengan bijak. Nickolas menghembuskan nafas berat, setuju akan penuturan ayahnya itu.


"Hanum, Nickolas suami istri, diantara lagian harus ada keterbukaan antar pasangan dan kepercayaan. " tutur mommy dengan lembut. Hanum menatap suaminya begitu juga dengan Nickolas yang kini menatap sendu padanya. Hanum merasa begitu beruntung memiliki mertua yang menyayangi dirinya.

__ADS_1


"Terimakasih mom atas nasehatnya. " balas Hanum sambil tersenyum tipis.


__ADS_2