Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Extra Part 3 Twin Story : Evan Sagara Johstone


__ADS_3

"Pagi mom. " Evan mencium kening sang mommy tercinta, mommy Ella mengulas senyumnya melihat putra kembarnya datang.


"Pagi juga sayang, lho mana adikmu Nara? " tanyanya lembut pada putra sulungnya itu.


"Nara nanti nyusul mom. " balas Ethan yang telah duduk di kursinya. Tak lama yang di nantikan datang, mereka melakukan ritual pagi mereka dengan tenang. Ya hari ini hari di mana Evan akan menjadi CEO di perusahaan Jonstone Corp, menggantikan sang Daddy.


Selesai sarapan ketiga pria itu berpamitan pada wanita tersayang mereka itu, Daddy Nagara memagut bibir istrinya tanpa mempedulikan keberadaan anak anak mereka itu.


"Aku berangkat dulu sayang. " ucapnya pada sang istri tercinta.


"Hentikan Dad, sebaiknya kita ke perusahaan sekarang. " ujar Evan dengan wajah datarnya. Daddy Gara mendengus pelan, lagi lagi paruh baya itu menciumnya setelah itu menyusul kedua putranya. Nara tertawa melihat kelakuan kakak dan ayahnya itu, gadis itu juga berpamitan pada sang ibu.


"Mom,aku ke kampus dulu ya!


Mommy mencium kening Nara lalu membiarkan putrinya itu pergi. setelah kepergian keempat orang tersayangnya, wanita paruh baya itu kembali melanjutkan aktivitasnya.


Kini Daddy Gara memperkenalkan Evan pada karyawan di kantor, putranya ini yang akan menggantikan dirinya sebagai CEO. Evan memperkenalkan dirinya pada karyawan di depannya saat ini.


Para wanita langsung bergosip mengenai Evan, mereka begitu terpesona akan ketampanan yang di miliki bos barunya itu. Setelah cukup mengenalkan diri, Evan dan sang daddy menuju ke ruangan. Pria itu mengamati ruangan baru miliknya, setelag itu memilih duduk di sofa.


"Akhirnya Daddy bisa bebas juga dari tumpukan berkas. " celetuk Daddy Gara sambil tersenyum penuh arti kearah sang anak. Evan berdecak pelan, dia paham akan apa yang tengah di pikirkan daddynya itu.


"Kenapa, gak terima kamu son? " tanya Daddy Gara setengah meledek.


"Hm. " gumam Evan. Pria itu justru fokus pada benda yang di pegangnya saat ini. Daddy Gara merotasi bola matanya malas, dia merasa di abaikan putranya sendiri. Evan menyimpan kembali ponselnya, pria itu menatap sang daddy dengan wajah serius.


"Ada apa? " tanya Daddy penasaran.

__ADS_1


"Ini mengenai hubunganku dengan Zafira dad. " gumam Evan dengan ragu ragu. Daddy bisa tidak untuk mempercepat pertunangan kami? "


"Kau yakin Van, kau tak menunggu Zia? "


Evan menggelengkan kepalanya, entah apa alasannya Evan memutuskan menerima perjodohannya dengan Zafira. Daddypun mengangguk, menerima keputusan sang putra. Diapun nanti akan berbicara dengan orang tua Zafira untuk membahas pertunangan.


Daddy mengalihkan pembicaraan, kini keduanya tengah membahas bisnis. Setelah selesai Daddy memilih pulang dan pamit pada sang putra, dia sangat yakin jika Evan mampu mengelola perusahaan ini hingga semakin maju nantinya.


Evan POV


Semoga keputusanku ini tepat, aku tak ingin terbelenggu bayang bayangnya. Menurutku Zafira gadis yang baik dan sabar, dia begitu tulus. Aku tak ingin mengecewakannya, dia telah menungguku hampir dua tahun. Lupakan dia Van, kini sudah ada Zafira dalam kehidupanmu dan kau tak boleh membuatnya kecewa.


Kehadiran Evan sebagai penerus dari Nagara Saverio Johnstone, menjadi trending topik di sosial media. Dia begitu terkenal di manapun terutama kalangan wanita yang mengagumi parasnya yang tampan.


tok


tok


"Permisi tuan ini ada seorang wanita mencari Anda, nona Zafira katanya . " ujar Ardan pada bosnya.


"Dia kekasihku Ar, suruh dia masuk. " jawab Evan dengan nada datarnya. Seorang gadis masuk ke dalam ruangannya, Zafira menatap sang kekasih dengan senyuman manisnya. Gadis itu langsung memeluknya, Evan membalas pelukan Zafira.


"Aku ganggu kamu ya? " tanya Zafira menatap lekat wajah tampan kekasihnya. Evan menggeleng, pria itu tersenyum tipis padanya. Zafira bernafas lega mendengarnya, gadis itu mengatakan kegiatannya hari ini pada sang kekasih.


"Sepertinya kau terlihat senang sekali hm? "


"Tentu saja, tadi mami mengajari aku buat puding dan kue. " ungkap Zafira dengan senyuman merekahnya. Evan ikut tersenyum melihat sang kekasih yang terlihat bahagia.

__ADS_1


"Ya sudah kamu lanjutin pekerjaan kamu saja honey, aku akan menemani kamu gimana? " tawar Zafira yang diangguki Evan. Zafira mencium pipinya sekilas, membiarkan kekasihnya itu beranjak dari sisinya. Pria itu tentu saja terkejut dengan sikap Zafira barusan namun dia tak mempermasalahkan nya.


Zafira senyum senyum sendiri melihat kekasihnya semakin tampan saat bekerja. Tiba tiba senyumnya lenyap saat dia mengingat kenyataan pahit yang dia terima. Diapun tentu saja berusaha tersenyum di depan sang kekasih, dia tak ingin Evan mengkhawatirkan dirinya. Gadis itu menghela nafas berat, mengeluarkan ponselnya dan berselancar di dunia maya.


Evan mengangkat wajahnya, menatap lurus kearah sang kekasih yang fokus dengan ponselnya. Pria itu begitu penasaran, entah apa yang di lakukan gadisnya itu. Diapun membiarkannya, Evan kembali memeriksa berkas yang dia pegang saat ini.


Tepat jam makan siang, Evan bangkit dan mengajak kekasihnya itu ke luar dan Zafira tentu saja menurut. Pria itu merengkuh pinggangnya, berjalan melewati para karyawan yang memperhatikannya. Evan melajukan roda empatnya, selama perjalanan Zafira menoleh kearah kekasihnya, menatapnya lekat.


"Sesekali tersenyumlah honey, ketampanan kamu akan semakin terpancar jika kamu tersenyum. " cetus Zafira. Evan langsung menanggapinya dengan senyuman, pria itu menoleh kearahnya sekilas.


"Sudah berapa banyak pria yang luluh dengan kata kata manismu hm? " ledek Evan dengan senyum menyebalkan. Zafira merengut, gadis itu merutuki kejahilan sang kekasih yang baru dia lihat kali ini. Gadis itu merasa kekasihnya mulai membuka hati untuknya, terlihat dengan perubahan sikap Evan padanya kali ini.


Keduanya sampai di restauran, mereka langsung masuk dan memesan makanan.


"Bentar aku punya sesuatu untuk kamu. " Zafira mengambil sesuatu dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya pada sang kekasih. Evan mengerutkan kening melihat kotak kecil di depannya.


"Fira ini apa? "


"Coba buka dan aku yakin kamu suka nantinya. " ucap Zafira penuh harap. Evan membuka kotak itu, pria itu terkejut dan menatap kekasihnya dengan sorot kebingungan.


"Kalung dengan cincin di dalamnya berbentuk bulan dan bintang. Suatu saat nanti kamu harus memakaikannya di leher dan jariku Van, saat kamu telah benar benar mencintaiku. Jika tidak berikan cincin dan kalung itu pada wanita yang menjadi tambatan hatimu sebenarnya. " pungkas Zafira sambil tersenyum.


Evan tak berkutik mendengar penjelasan Zafira yang terasa janggal baginya, namun entah kenapa bibirnya begitu terkatup rapat. Pria itu memandang wajah cantik calon tunangannya itu, dia benar benar tak percaya akan pernyataan Zafira barusan.


"Kenapa kamu berbicara seakan kamu akan pergi jauh Fira? "


"Iya mungkin bulan depan, aku harus menghadiri pesta pernikahan kak Zack. " balasnya sambil tersenyum. Gadis itu mendesak Evan untuk menyimpan cincin dan kalung nya, pria itupun menuruti keinginan aneh Zafira.

__ADS_1


Pelayan datang mengantar pesanan mereka, keduanya makan siang bersama sambil di selingi obrolan kecil. Evan sesekali mengamati gadisnya dalam diam, entah apa yang di pikirkan pria itu sekarang. Zafira sendiri cukup senang alan perubahan sikap Evan yang tak lagi dingin, ketus dan kasar padanya.


__ADS_2