
.
JANGAN LUPA BACA JUGA NOVEL DUDA TAMPANKU YANG SEKSI DAN JUGA TERJERAT CINTA SANG CASANOVA
.
.
Sementara Reymond, pria itu kini tengah gila kerja, tak peduli dengan kesehatan dirinya semenjak Cyra pergi dari hidupnya. Pria itu telah mengerahkan anak buahnya untuk mencari wanitanya itu tapi tak menemukannya. Sikapnya yang dulu sangat hangat dan lembut kini berubah seketika, menjadi pria arogan, dingin serta pemarah.
Tak Reymond menutup laptopnya, meregangkan otot ototnya yang terasa kaku. Entah apa yang tengah dipikirkannya saat ini, selain itu Reymond selama dua tahun tak berniat menikah lagi karena hanya satu wanita yang pantas menjadi istrinya yaitu Cyra, hanya dia dan tak akan pernah terganti wanita lain.
Selama ini Reymond menghukum dirinya sendiri atas kesalahannya yang menyakiti hati Cyra begitu dalam.
Tok
tok
Pintu dibuka lalu masuklah Bunda sambil membawakan secangkir kopi lalu menaruhnya di atas meja. "Rey, jangan terlalu sibuk bekerja, pikirkan juga kesehatan dan kebahagiaan
kamu " ucap Bunda berusaha menasehati.
"Buat apa bunda, kesehatanku tidak penting nyatanya belahan jiawaku pergi dari sisiku, aku hanya ingin Cyra dan puteri kecilku. " gumam Reymond dengan lirih.
"Paman Albert memberitahu kalau mereka telah kembali ke indonesia, paman Albert juga memberikan alamat rumah Cyra yang baru pada bunda, pergilah Rey! Pergilah menemui Cyra, minta maaflah sama dia, buktikan bahwa kamu sangat menyesal. "
Reymond langsung bangkit dari kursinya, dia berpamitan pada bundanya setelah itu ke luar. Dia melajukan mobilnya dengan kencang menuju ke alamat yang disebutkan bundanya, dia tak lupa menghubungi sang asisten untuk membelikan mainan anak perempuan.
Skip
Dengan jantung berdebar Reymond mengetuk pintu sebuah apartemen. Tak lama kemudian terbuka, Cyra terkejut melihat kehadiran Reymond. Mata Reymond berkaca kaca,sosok yang paling dia rindukan ada di hadapan dirinya.
"Sayang. " Reymond langsung berhambur memeluk tubuh mantan istrinya. Cyra masih sangat syok, dia terdiam tanpa membalas pelukan Reymond. Teringat masa lalu, Cyra langsung mendorong tubuh Reymond, pelukannya seketika terlepas.
__ADS_1
"Pergilah Reymond, aku kotor. Jangan pernah memeluk diriku. "
"Enggak sayang, kamu jangan seperti ini. Itu bukan salahmu tapi karena aku. " ujar Reymond dengan nada serak.
"Aku bilang pergi Rey. " ujarnya setengah berteriak, Yurika yang mendengar suara teriakan bundanya, berlari ke luar dan mendapati bundanya terlihat marah pada seorang pria.
"Unda, kenapa belicik Yui mau tidul, capek unda. " ucap Yurika. Reymond beralih menatap sesosok mungil di depannya, jantungnya berdebar kencang melihat gadis cilik itu.
"Dia Yurika Aloise Swan, puteri kecilmu Reymond. " Cyra bukan wanita jahat yang ingin menyembunyikan puteri kecilnya terutama di hadapan Reymond, ayah kandung Yurika. Reymond melirik sekilas kearah Cyra lalu kembali menatap Yurika. Dia langsung berlutut, mengusap pipi mungil puterinya.
"Paman siapa, kenapa paman beltengkal sama unda. "
"Ini Ayah Yuri, Ayah Reymond!
"Ayah. " mata Yurika mengerjap, berkaca kaca menatap kearah Reymond. Bocah itu langsung berlari kearahnya kemudian memeluknya erat, Reymond dan puteri kecilnya langsung menangis bersamaan. Cyra ikut meneteskan air mata, melihat kedua orang yang sangat dia sayangi saling melepas rindu.
Reymond bangkit, berjalan kearah Cyra sambil menggendong Yurika. Mereka langsung masuk ke dalam apartemen, Reymond membawa puterinya ke kamar lalu menidurkannya, Yurika merengek masih mengantuk karena kelelahan.
Satu jam berlalu, Reymond menemui Cyra di ruang tamu. Pria itu langsung berlutut, meminta maaf pada mantan istrinya itu. Cyra langsung terisak di hadapan pria yang masih menjadi penghuni hatinya sampai saat ini. "Bangunlah Rey, kamu enggak pantas seperti ini padaku! .
"Aku sudah memaafkanmu, ayo bangun. " Cyra membantu Rey berdiri, Reypun kembali memeluknya dan keduanya saling menumpahkan kerinduan mereka berdua.
Cyra menghela nafas pelan, mengusap kepala Rey yang berada di ceruk lehernya setelah itu melepaskan pelukan mereka. Saat hendak berbicara tiba tiba Reymond membungkam bibirnya, memagutnya dengan lembut penuh perasaan. Setelah ciuman berakhir, Cyra menyandarkan kepalanya di kehangatan tubuh Reymond. "Apa kamu tahu sayang, selama dua tahun ini aku terus bekerja tanpa memikirkan kesehatanku, tak ada lagi gairah dalam hidupku semenjak kamu pergi. "
"Maafkan aku, kamu pasti kesulitan dalam membesarkan Yurika sendiri. " sesalnya.
Pandangan mereka kembali bertemu, Cyra segera memalingkan wajahnya. Banyak hal yang terjadi selama dua tahun ini termasuk Dominic yang terus menerus mengusiknya, rupanya pria itu tak menyerah begitu saja.
"Bisakah kita kembali rujuk sayang. " kata Reymond menatap lekat wanitanya. Cyrapun terdiam, saat ini dirinya sangat bingung, sejujurnya dia sangat ingin rujuk dengan Reymond demi puteri mereka Yurika.
"Bagaimana dengan Dominic, aku sangat yakin jika pria itu tak akan tinggal diam, mengingat selama ini pria itu mengawasi aku. "
"Aku tak akan tinggal diam sayang, aku janji akan melindungi kamu dan puteri kita. "
__ADS_1
Setelah memikirkan matang matang, Cyra mengangguk setuju. Reymond tersenyum bahagia, pria itu kembali menciumi wajah wanitanya kemudian memeluknya.
##
Di sisi Lain, Luna memasang wajah datarnya kearah pria yang ada di hadapannya. Ya mereka kini berada di luar Villa yang di tempati Luna. Selama ini hubungan antara Luna dan Rafendra, bagaikan kucing dan tikus, apalagi Luna tahu jika Rafendra sahabat dari Dominic, pria yang menghancurkan rumah tangga sepupunya. "Rafen, aku bosen bilang ini sama kamu, jangan pernah temui aku lagi karena aku tak mau berhubungan dengan sahabat pria brensek itu.
"Jangan sangkut pautkan aku dengan Dominic, Luna. Aku mendekatimu, murni karena aku mencintai kamu dan selama dua tahun aku bertahan, menunggu kamu. "
"Aku enggak peduli, stop mendekati aku. " tegas Luna. Gadis itu langsung bangun, tangan Rafendra dengan sigap mencekalnya lalu menariknya hingga jatuh kepangkuan pria itu.
"Apalagi Tuan Rafendra Arsenio Haidar. " geramnya.
Rafendra mengeluarkan sebuah cincin, lalu menyematkan ke jari manis Luna. Luna sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Rafendra padanya. "I want you to be my Wife, Mrs Luna Alister, aku tidak terima penolakan baby!
"Ck tuan pemaksa. "
Rafendra terkekeh, dia mengecup bibir gadisnya dengan lembut, setelah itu kembali menatapnya lekat. "So apa jawabanmu baby!
"Yes I will, aku capek buat ingetin kamu Mr Haidar. "
"Yes, i'm happy Mrs Luna Rafendra Haidar. " luna tersipu malu mendengar panggilan Rafendra padanya. Rafendra sangat bahagia, penantiannya akhirnya terbalas dan sebentar lagi dirinya akan menikahi gadis galaknya ini. Luna bersandar di dada Rafendra, tangan mereka saling bertautan satu sama lain.
"Lalu kapan kita akan menikah? "
"Lusa baby, semuanya sudah aku persiapkan dan kita hanya tinggal menikah dan resepsi. " ujar Rafendra dengan enteng.
"Yak kamu sudah rencanain semua ini. " Rafendra mengangguk, Luna berdecak pelan dan tak menyangka calon suaminya ini benar benar sangat curang.
"Seandainya kamu menolak, aku akan membuatmu hamil Rafendra junior baby. " celetuknya. Luna menyentil dahi calon suaminya, Rafendra benar benar sangat mesum. Rafendra tertawa tanpa dosa, mengecup kedua pipi Luna secara bergantian.
"I Love you baby. "
"Me too. " Luna menoleh, dengan berani mencium bibir Rafendra, pria itu langsung membalasnya.
__ADS_1
bersambung