Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 40 Alessa - Gerry


__ADS_3

OTHOR SELIPKAN KISAH ALES DAN GERRY


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


Gerry memutuskan kembali ke tanah air, dia ingin meminta maaf pada Dominic atas kelakuan papinya. Pria itu mengedarkan pandangannya ke seluruh area bandara, setelah itu masuk ke mobil dan sopir tancap gas. Selama perjalanan, Gerry terus menatap jalanan entahlah apa yang di pikirkannya saat ini.


"Antarkan aku ke hotel sekarang!


"Baik Tuan. " Sopir melajukan mobilnya kencang membelah jalanan.


Gerry mengambil ponselnya, lalu menghubungi asisten kepercayaannya Jordan. "Cepat cari tahu wanita yang melakukan one night stand bersamaku dua bulan lalu di Paris. " ujar Gerry. Setelah itu dia menyimpan ponselnya ke dalam saku.


Sampai di area hotel, Gerry segera ke luar dari mobil dan aopir mengeluarkan kopernya. Pria itu menyeret kopernya memasuki hotel. Setelah cek in, Gerry masuk ke dalam kamarnya.


Ya saat di Paris, Gerry tanpa sengaja melakukan one night stand dengan seorang wanita. Dia tak terlalu mengingat wanita itu, mengingat dirinya dalam pengaruh obat, dan pelaku pemberi obat adalah adiknya sendiri, Gabby.


Drt


drt


drt


"Halo Jordan, bagaimana!


"Entahlah ini sebuah keberuntungan atau apa tuan, wanita itu ada di hotel di mana anda berada. Wanita itu berada di kamar nomor 25 di lantai dua sekarang ini dan namanya Alessa. "


Gerry menyimpan ponselnya buru buru, dia segera ke luar dari kamar. Dia bergegas menaiki lift hingga ke lantai dua. Gerrypun menghela nafas panjang, mematap pintu yang berangka 25 di depannya itu.


Tok


tok


tok



Cklek pintu terbuka lalu keluarlah Alessa dengan perutnya yang terlihat menonjol. Gerry terkejut melihatnya, tatapannya beralih pada perut wanita di depannya. "Kau, kenapa kamu berada di sini. " ucap Alessa terbata bata, memundurkan langkahnya ke dalam sedangkan Gerry terus berjalan mendekatinya, tak lama pintu di kunci olehnya.


"Apa yang kau lakukan tuan? "

__ADS_1


Gerry mencekal tangan Alessa, Alessa berusaha melepaskannya namun justru tatapan tajam yang dia dapat. Pria itu langsung berlutut, tangannya bergetar menyentuh lembut perut Alessa. "Kenapa kamu menyembunyikan dirinya dariku?" tanya Gerry dengan sorot mata tajam.


"Maksud tuan apa, dia bukan milik anda. " elak Alessa berusaha menutupi kegugupannya.


Gerry tersenyum sinis lalu kembali berdiri, sorot matanya nampak menajam menatap lekat Alessa. "Jangan mengelak lagi, aku sudah melihat video waktu kamu pergi dari hotel di Paris kemarin. " kekeh Gerry.


Tubuh Alessa langsung menegang, Gerry langsung merapatkan tubuh mereka. Tatapan mereka bertemu, saling mengunci satu sama lain. Alessa menahan nafas dalam dalam lalu menghembuskan pelan dan kembali menatap Gerry. "Lalu apa tujuan kamu datang kemari! pungkasnya dengan tenang.


"Tentu saja bertanggung jawab pada calon istri dan calon anakku. " ujarnya santai.


"Dia bukan calon anakmu. " pekik Alessa kesal. Gerry yang merasa kesal, meraih tengkuk Alessa dan menyatukan bibir mereka. Alessa terkejut dengan apa yang dilakukan Gerry, dia hendak memberontak namun Gerry memcekal tangannya.


Hosh hosh


"Well, mulai sekarang kamu calon istriku. Aku Gerry Wayne Wiggers, siapa nama kamu sayang? " tanya Gerry dengan senyuman menggodanya.


"Kau enggak perlu tahu namaku. " ketus Alessa.


"Baiklah mrs Alessa Wayne Wiggers, ternyata kamu galak juga ya semenjak hamil calon anak kita. "


Alessa memilih diam tak menanggapinya, dirinya pasrah di tarik ke ruang tamu. Kepergiannya ke Paris justru mengubah hidupnya dalam sekejab, dirinya melakukan one night stand dengan pria asing hingga dinyatakan hamil. Wanita itu membiarkan Gerry, menciumi perutnya yang menonjol.


Alessa hanya menatap malas kearah Gerry, dia kembali fokus pada perutnya yang tak lagi rata. Banyak hal yang dia pikirkannya termasuk papanya, dia sengaja tak memberitahu kepulangannya karena malu dengan keadaannya saat ini.


"Ada apa, kenapa kamu diam? "


"Tak apa. " ujarnya dengan nada datar. Gerry menyimpan ponselnya, dia menoleh kearah Alessa yang ada di sebelahnya. Pria itu tampaknya mengerutkan dahi melihat sikap Alessa yang berubah murung.


"Maafkan aku Ales. " sesal Gerry.


"Sebaiknya kamu pergi dari sini, aku ingin sendirian saat ini! Gerry mencoba memyentuh tangan Alessa namun Alessa menepisnya dengan kasar. Alessa ingin mengumpatinya namun dia urungkan, mengingat dirinya sedang hamil saat ini.


"Kalau kamu enggak mau, maka biarkan aku yang pergi. " Alessa langsung bangkit, bergegas ke luar dari kamarnya. Gerrypun tercengang, pria itu langsung menyusul keperhian wanita itu.


"Alessa berhenti aku bilang. " teriak Gerry dengan cemas. Alessa mengabaikannya, terus berjalan cepat hingga sampai di depan hotel. Sret Gerry berhasil mencekal tangan Alessa, pria itu menatap tajam kearah Alessa dengan rahang mengeras.


"Kamu sudah gila hah, kamu lagi hamil


Alessa. " bentak Gerry dengan emosi.

__ADS_1


Alessa hanya diam, Gerry membawa Alessa ke dekapannya. Alessa mencengkeram kemeja milik Gerry, tubuhnya tiba tiba lemas lalu tak sadarkan diri. Gerry langsung membopongnya ke dalam mobil, dia memangku tubuh Alessa yang pingsan.


"Kenapa kamu hanya diam Ales, harusnya kamu lampiaskan emosimu padaku tapi jangan pada baby kita dalam perutmu. " gumam Gerry sambil menyentuh perut Alessa.


Skip Di Villa



Alessa terbangun dari pingsannya, menatap sekelilingnya dengan pandangan bingung. Cklek Gerry masuk ke dalam kamar, membawakan makanan untuk calon istrinya. "Kamu sudah bangun rupanya, ayo makan dulu!


"Aku tidak lapar!


"Tapi baby kita membutuhkannya Ales, kamu jangan egois. " geram Gerry dengan kesal. Pria itupun akhirnya menyuapi makan Alessa dengan sabar, Alessa terus mengunyah makanan sambil menyentuh perutnya. Setelah selesai, Gerry memberikan segelas susu pada wanitanya itu.


"Bagaimana bisa kamu terpengaruh obat perangsang itu em Gerry? " tanya Alessa ragu ragu.


"Aku merayakan ulang tahun adikku di hotel waktu itu, aku tak tahu jika Gabby mencampur minumanku dengan obat sialan itu. Entah kebetulan atau apa aku malah masuk ke dalam kamarmu no 6 sedangkan kamarku nomor 9." Gerry menjelaskan awal mula one night stand mereka terjadi waktu itu tanpa terlewat.


Alessa tersenyum getir, cairan bening menetes dan meluncur bebas melewati pipi mulusnya. Tak di sangka kejadian naas itu benar benar mengubah hidupnya, kini dirinya hamil anak dari pria yang tak di kenalnya. Gerry dengan sigap menghapus air mata Alessa, rasa bersalah kini bersarang di hatinya.


Diapun membiarkan wanita di hadapannya mengandung benihnya, hasil perbuatannya malam itu saat di Paris. Gerry kembali menatap Alessa dengan sendu sambil berkata. "Ales, kamu boleh membenciku tapi jangan kau lampiaskan pada baby kita, dia tidak bersalah!


Alessa menatap sendu kearah Gerry lalu mengangguk, tangannya menyentuh tangan Gerry yang ada di perutnya. Gerry mengulum senyumnya, pria itu mengambil tangan Ales lalu di kecupnya dengan lembut. "Selama kehamilan, apa baby ingin sesuatu Echa? "


"Echa? "


"Ya, mulai sekarang aku panggil kamu dengan nama Echa, Alessa. " kata Gerry.


"Baby, tidak ingin apa apa kok, sepertinya dia tahu kalau mamanya tengah sedih! Alessa tidak mempermasalahan panggilan Gerry padanya, Gerry cukup senang melihat Alessa yang tak lagi memberontak padanya.


Alessa pov


Ya Tuhan, inilah jalan takdirku dariMu, apakah ini caraku untuk menghapus cintaku pada Tuan Dominic. Aku bingung sekarang, hidupku sudah berubah sekarang tak lagi sendiri, ada calon bayi dalam perutku. Papa, maafkan puterimu ini yang belum berani menemui papa. Aku telah mempermalukan papa atas apa yang terjadi padaku. Maafin Ales Pa, maafin Ales!


"Gerry, aku ingin ke luar dari kamar. "


"Baiklah ayo. " Keduanya turun dari ranjang lalu ke luar, tangan Gerry melingkar posesif di pinggang Alessa. Mereka menuruni anak tangga, memutuskan pergi ke teras.


tbc

__ADS_1


__ADS_2