Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 21


__ADS_3

"Sayang, bangunlah. " Hanum berusaha membangunkan sang suami, ya semalam keduanya telah bercinta dengan penuh gairah. Wanita itu menata kekesalannya, melihat suaminya yang tak kunjung bangun.


"Hubby cepat buka mata kamu atau kamu tidak boleh menyentuhku selama satu


bulan. " bisik Hanum pelan. Mendadak Nickolas membuka matanya lalu bangun, menatap tajam kearah sang istri yang tengah tersenyum puas.


"Aku tak bisa jika tak menyentuhmu sayang. " tegas Nickolas. Hanum memutar bola matanya malas, suaminya benar benar mesum akut pikirnya.


"Kita harus pergi ke rumah sakit hubby, Ella sudah melahirkan anak kembarnya. " ujar Hanum dengan antusias. Mendengarnya Nickolas tersenyum penuh arti, Hanum merasa was was pada suaminya sendiri.


"Satu kali lagi bagaimana sayang. " rayu Nickolas sambil melepas kancing daster sang istri. Kemudian pria itu turun dari ranjang, membawa istrinya ke kamar mandi. Satu jam berlalu setelah drama mandi plus plusnya selesai, mereka tengah bersiap siap sekarang. Nickolas menuntun istrinya menuruni tangga, dia begitu posesif Dengan Hanum yang tengah hamil.


Tiba di rumah sakit mereka segera menuju ke ruangan Ella. Ella tersenyum lebar melihat kehadiran Hanum, keduanya berpelukan sejenak. "Selamat atas kelahiran baby twins Ella, oh ya di mana kedua bayi kamu? "


"Mereka masih berada di ruang inkubator Dokter!


"Oh ya kalau boleh tahu siapa nama bayi kembarmu Ella? " tanya Hanum dengan antusias.


"Evan Sagara Johnstone dan


Ethan Nathaniel Johnstone. " jawab Ella sambil tersenyum lebar. Hanum ikut bahagia melihat Ella bahagia namun senyumnya luntur kala melihat kesedihan di wajah sahabat sekaligus kakak iparnya itu.


"Ada apa El? "


"Dua hari lagi aku akan melakukan operasi Ella, aku hanya tak bisa membayangkan jika keadaanku justru terpuruk nanti. Aku tak ingin semua orang khawatir dan menangis terutama mas Gara. " ujar Ella yang mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.

__ADS_1


Hanum menghela nafas pelan, memegang tangan sahabatnya. Di saat seperti ini Ella justru mengkhawatirkan orang lain daripada dirinya sendiri, Ella begitu lembut hatinya pikir Hanum. "Aku yakin kamu pasti akan baik baik saja Ella, berjuanglah demi suami dan baby twins!


"Kamu benar Num? " ucap Ella sambil tersenyum.


"Aku tinggal ya, mau lihat dua keponakan tampan aku. " Ella mengangguk, Hanum ke luar dari ruangan Ella dan menuju ke ruangan bayi. Wanita itu tersenyum lebar melihat dua jagoan kecil Ella yang berada di dalam ruang inkubator.


"Selamat datang di dunia boys, aunty sudah gak sabar menggendong kalian. " gumamnya lirih. Hanum menghela nafas panjang, hendak berlalu dari sana namun tanpa sengaja dia menabrak seseorang.


"Maafkan ak.. " Hanum menoleh, menatap lekat wanita yang menggunakan masker itu.


"Seperti tidak asing tapi siapa ya? " Wanita bermasker itu tampak panik, buru buru pergi sebelum Hanum kembali menanyainya. Hanum menatap kepergian wanita itu dengan tatapan curiganya.


"Dia bukan seorang suster aku yakin itu, apa jangan jangan wanita itu memiliki niat jahat. " pikirnya.


"Aku harus cari tahu, siapa dia. " Hanum buru buru mengikuti wanita yang dia curigai barusan. Dia melihat wanita itu tengah berbicara dengan seseorang, Hanum menghampirinya dengan langkah pelan.


"Bukankah wanita itu sepupu dari Ella, sebenarnya apa yang tengah mereka rencanakan. " batin Hanum yang bersembunyi.


"Aku sudah gak sabar melihat bagaimana menderitanya Ella setelah dia kehilangan salah satu bayinya. Kau harus cari cara lain agar rencanaku terealisasikan. " geram Miranda pada Sofia, temannya. Sofia mengangguk mengerti, keduanya segera pergi dari sana menggunakan mobil. Hanum ke luar dari tempat sembunyinya, dia sebenarnya takut namun mencoba tenang dan rileks.


"Wanita sialan itu berniat menculik salah satu baby twins. " geram Hanum yang mendengar ucapan Miranda tadi. Dia hendak kembali namun perutnya tiba tiba kram.


"Ssh. " Hanum mengusap perutnya yang membuncit, Nickolas berlari kearahnya dengan raut panik.


"Sayang kamu ke mana saja, aku sejak tadi mencarimu. " ujar Nick pada sang istri.

__ADS_1


"Apa perut kamu sakit sayang? " Hanum mengangguk pelan, Nick berdecak pelan lalu membawa istrinya untuk duduk. Pria itu turut mengusap perut sang istri, rasa kram dalam perutnya langsung lenyap. Hanum tampak termenung, haruskah dia mengatakan apa yang dia dengar tadi pada suaminya.


"Kamu itu sedang hamil sayang, jaga kesehatan kamu jangan kemana mana tanpa aku. " omel Nickolas. Hanum menghela nafas panjang, dia bukan melupakan kondisinya yang tengah hamil hanya saja dia begitu marah mendengar rencana Miranda.


"Tapi sayang, tadi aku melihat Miranda. " Hanum menceritakan semuanya pada sang suami, Nickolas sangat terkejut dan pria itu mengeraskan rahangnya.


"Kita harus bicara dengan Nagara secepatnya. " gumam Nickolas yang di angguki istrinya. Nick berdiri, segera menghubungi Gara yang ada di ruangan Ella. Tak lama pria itu datang menghampiri mereka berdua.


"Gara kau harus berhati hati Miranda tengah merencanakan penculikan pada salah satu baby twins. " Hanum kembali menjelaskan apa yang dia dengar, Gara tampak mengepalkan tangannya.


"Thanks Num, kamu sudah memberitahuku. " ujar Gara pelan. Gara mengumpat dalam hati, dia akan memberi pelajaran pada Miranda, meski wanita itu sepupu istrinya. Hanum merasa lega setelah bercerita pada Nick dan Gara, namun tetap saja dia khawatir pada Ella dan keponakan kembarnya.


Di sisi lain Ella tengah menggendong baby Ethan yang sudah sehat, wanita itu mengajak puteranya berbicara. "Akhirnya mommy bisa menggendong kamu sayang, mommy dan daddy mencintai kalian. "


Ella beralih pada baby Evan yang terlelap dalam boxnya, dia mengulas senyumnya melihat puteranya yang lain begitu anteng dan nyenyak. Gara memang sengaja menyediakan box bayi di ruangan sang istri tercinta.


"Doakan monmy ya sayang, semoga mommy bisa menjalani operasi besok. " gumam Ella lirih.


"Yank. " Ella menoleh, tersenyum melihat sosok suaminya. Gara kembali dengan membawa buah untuk istrinya, pria itu menaruh buahnya di meja lalu duduk di dekat sang istri.


"Mas, rasa rasanya begitu bosan terus berada di rumah sakit. " keluh Ella. Gara mengambil alih puteranya, lalu menaruhnya di dalam box. Pria itu paham akan perasaan istrinya saat ini. " Kamu sabar, setelah kamu selesai operasi dan sembuh, kamu dan baby twins akan pulang ke rumah kita. "


Ella mendadak lesu mendengarnya, Gara mengulum senyumnya. Dia menyatukan bibir mereka, Ella membalas ciuman sang suami. Gara ikut berbaring, Ella masuk ke dalam dekapan suaminya. Gara mengusap punggung istrinya, memberikan ke nyaman untuk wanita yang di cintainya ini. "Aku sangat mencintaimu sayang dan baby twins. "


"Aku juga mas. "

__ADS_1


Gara mendadak diam, dia masih teringat dengan ucapan Hanum padanya. Dia tak akan memberitahu Ella, takut istrinya itu khawatir dan cemas dan berakibat mempengaruhi kesehatan Ella sendiri. Gara menunduk, tersenyum tipis melihat istrinya yang terlelap dalam pelukannya. "Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu dan baby twins sayang!


__ADS_2