
BIAR ENGGAK BOSEN OTHOR SELINGI KISAHNYA DOMINIC DAN KIARA
JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN
...🥀 HAPPY READING 🥀...
Hari berikutnya
Pagi ini Kiara melaksanakan tugas pertamanya sebagai pelayan pribadi Tuan Dominic, gadis itu pergi ke kamar sang majikan dan terkejut melihat betapa berantakan kamarnya Dominic. Banyak botol botol wine berserakan di lantai, Kiara langsung memungutinya kemudian membawanya ke luar. Setelah itu dia kembali dan dengan gugupnya membangunkan Dominic.
"Tuan Dom bangun, hari sudah pagi. " ucap Kiara dengan pelan.
"Eungh. " kedua manik mata Dominic terbuka, manik kelam itu menatap lekat kearah Kiara kemudian tersenyum menyeringai. Pria arogan itu langsung bangun, menarik tangan pelayannya itu hingga terjatuh di atas kasur dengan dirinya berada di atasnya.
"Mulai sekarang kamu partner ranjangku. "
"Aku enggak mau tuan, tolong jangan lakukan itu!
"Tidak ada penolakan. " Dominic langsung memagut bibir Kiara, Kiara hanya terdiam kaku atas tindakan Dominic padanya. Dia berusaha memberontak, mencoba mendorong tubuh Dominic. Dominic melepaskan ciumannya, mencekal tangan Kiara lalu melepaskan pakaian mereka.
Hiks hiks
"Tuan aku mohon jangan tuan!
Dominic tak mempedulikannya, dia terus menjamah tubuh Kiara tanpa terlewatkan. Hingga sekali hentak Dominic melakukan penyatuan, Kiara menjerit kesakitan sambil menitikkan air matanya. Pria itu terus melajukan kendaraannya, mengabaikan jeritan Kiara di bawahnya.
Beberapa jam kemudian, Dominic menjatuhkan dirinya di sebelah Kiara. Kiara terus menangis, menarik selimut menutupi tubuhnya. Dominic bangun dan memakai boxernya lagi, melirik sekilas kearah Kiara lalu turun dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Hiks hiks
Kiara terus menangis, hidupnya telah hancur sekarang karena harta berharganya di renggut paksa sang majikan. Tak lama Dominic ke luar dengan wajahnya terlihat segar, dengan cepat memakai pakaiannya setelah itu mendekati Kiara. "Hentikan tangisanmu, sebaiknya kamu bersihkan dirimu setelah itu kembali ke kamarmu sana. " ujar Dominic dengan nada datarnya.
Kiara bangun lalu bangkit sambil meremas selimut yang membungkus tubuhnya. "Awh, " Wanita itu meringis kesakitan pada area lembahnya, berjalan tertatih tatih ke kamar mandi. Dominic tersenyum puas karena hasratnya yang membumbung tinggi telah terpenuhi.
Skip
Kiara ke luar dari kamar Dominic, Dominic memperhatikannya dari belakang kemudian berdecak pelan. Wanita itu pergi ke kamarnya dan masuk ke dalam, tubuh Kiara langsung merosot ke lantai sambil menangis tersedu sedu. Ingatannya melayang pada sosok Rama, kekasihnya, merasa bersalah karena mengkhianati sang kekasih.
"Maafkan aku Rama, maaf hiks. Aku kotor, aku enggak pantas untuk kamu. " gumam Kiara dengan raut penyesalan.
Siang itu Kiara terus menangis di dalam kamarnya, mengurung dirinya di sana. Sementara Dominic kini telah berada di kantor, pikirannya melayang teringat dengan kegiatan panasnya dengan Kiara beberapa jam lalu, membuatnya candu. "Ternyata wanita itu masih suci, tubuhnya sangat membuatku candu seperti Cyra dulu. "
Tok
tok
tok
"Revan, kamu cari tahu identitas gadis bernama Kiara Ayu Prameswari, jangan sampai terlewat!
"Baik tuan saya permisi. " Tanpa bertanya lagi asisten Revan ke luar dari ruangan tuannya itu. Dominic bersandar di kursi, menopang dagu sambil memikirkan sesuatu. Tak lama seorang wanita masuk dengan pakaian seksinya, Dominic hanya menatap datar kearah wanita itu tanpa minat. Wanita itupun langsung mendatanginya, dengan berani bergelayut manja di tubuh Dominic.
"Bukankah kita sepakat ingin memisahkan Cyra dan Reymond, honey. " Wanita itu adalah Maura, adik dari Cyra,dia sengaja merayu Dominic agar tetap menjalankan rencana mereka. Dominic mendorong kasar tubuh Maura, lalu bangkit dan memasang wajah datarnya.
"Aku tak perlu bantuan kamu, aku bisa melakukannya sendiri jika aku mau Maura. " desis Dominic dengan wajah sinisnya. Maura melepaskan pelukannya, dia berdecak kesal akan ucapan Dominic barusan. Dengan memasang wajah angkuhnya, Maura menatap kearah Dominic dengan senyuman remehnya.
__ADS_1
"Ya selamanya kamu hanya pencundang Dom, kamu selalu kalah dari Reymond. " cibirnya. Dominic mengeraskan rahangnya, berjalan kearah Maura kemudian mencengkeram rahang Maura dengan kasar. Maura meringis kesakitan, tubuhnya bergidik merasakan aura dingin dari Dominic.
"Sekali lagi kau bicara, kupastikan kau akan menerima akibatnya. " Dominic melepaskan cengkeraman tangannya, setelah itu kembali duduk di kursinya. Dalam hati Maura mengumpat kesal, bangkit dan berjalan ke luar sambil membanting pintu.
Brak
Dominic menghela nafas kasar, merasa kesal akan kehadiran Maura. Dia mengambil ponselnya, menghubungi salah satu bodyguardnya, menanyakan keberadaan Kiara. Pria itu mendengus kesal, menyimpan ponselnya dalam saku dan bergegas ke luar dari ruangan Direktur. Pria itu berjalan cepat, menuju ke luar setelah itu melajukan mobilnya dengan sangat tenang.
Setibanya di mansion, Dominic segera turun lalu masuk ke dalam. Dia pergi ke kamar Kiara dengan rahang mengeras. Brak Pria itu membuka pintu dengan cara membantingnya, Kiara terlonjak kaget dan mencoba menjauhi sosok pria di depan. "Sepertinya peringatanku belun cukup membungkammu. "
"Tuan, aku mohon lepaskan aku. " cicit Kiara denyan pelan..
"Aku tak akan melepaskanmu, ingat kamu hanya pemuas hasratku dan jangan pernah bermimpi, bisa bersanding denganku. " Sorot mata Dominic kian menajam, Kiara hanya bisa menunduk.
"Apa salahku Tuan, kenapa Anda sangat kejam
padaku. " teriak Kiara dengan raut wajah penuh luka. Dominic mengabaikan teriakan Kiara, pdia itu mendekati wanitanya kemudian mencium bibirnya dengan kasar. Kiara berusaha menghentikannya, mengigit kecil bibir bawah Dominic. Dominic melepaskan ciumannya, dia mengusap bibirnya yang berdarah sambil tersenyum miring.
"Sekali lagi kamu berusaha kabur, aku akan bertindak lebih kejam dari sebelumnya! Setelah memberi ultimatum pada Kiara, Dominic segera le luar dan meninggalkan wanitanya itu. Kiara merasa seperti jaalang yang setelah puas di pakai lalu di buang.
kruyuk Kiara menghentikan tangisannya,dia menyentuh perutnya yang berbunyi karena lapar. Wanita itu bangkit dan berjalan ke luar dari kamarya, bergegas pergi ke dapur. Di sana Kiara membuat mie instan lalu mengolahnya, setelah selesai di bawamya ke ruang tamu. Dari jauh Dominic memperhatikannya, memutuskan memghampiri wanitanya itu.
"Prak Dominic menaruh black card di hadapan Kiara, Kiara tersentak kaget dan menoleh kearahnya dengan tatapan bingung. Dominic menghela nafas panjang lalu kembali menatap wanitanya.
"Kamu bisa pakai kartu ini sepuasnya, hitung hitung srbagai bayaran atas pelayananmu di ranjang. " seru Dominic.
Sakit, Kiara merasa sakit hati akan ucapan Dominic barusan. Gadis itu memilih diam, dia tak menggubris ucapan Dominic. Dominic mengeram kesal berusaha menahan emosinya yang siap meledak kapan saja. Dia menarik dagu Kiara kemudian tersenyum miring. "Kenapa kamu diam, kamu tersinggung atas ucapanku barusan, sebaiknya kamu seperti ini dan bersiaplah nanti malam kamu harus kembali melayaniku! Dominic melepaskan tangannya dari dagu Kiara, lalu pergi meninggalkannya tanpa peduli perasaan gadis itu.
__ADS_1
"Apa aku sanggup tinggal selamanya dengan pria kejam itu. " gumam Kiara, cairan bening langsung menetes dari kedua bola mata Kiara.
bersambung