Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ part 6 Terkuak!


__ADS_3

Malam ini kediaman Johnstone tampak ramai, seperti biasa Nara terus menggoda Evan dan Zafira. keduanya ketahuan hampir berciuman di ruang tengah tadi, Zafira tampak menyembunyikan rona merahnya.


"Mom, Dad sepertinya kak Evan dan kak Fira perlu di nikah 'kan segera. " cetus Nara sambil tersenyum.


"Sudah sudah, kita makan malam dulu setelah itu baru mengobrol. " ucap mommy Ella. Shenna hanya menggeleng, melihat tingkah jahil sahabatnya itu. Mereka semua makan malam dengan tenang, hanya terdengar suara dentingan sendok yang beradu.


"Sayang mom dan daddy tidur duluan ya. " ucap Mommy Ella pada ketiga anaknya.


"Ingat ya cuma tidur mom, bukan buatin kami adik. " celetuk Ethan sambil menarik turunkan alisnya menggoda kedua orang tuanya. Mommy langsung menjewer putranya sekilas, Daddy langsung menariknya menuju ke kamar mereka.


Tawa pecah membahana di meja makan, Nara memilih langsung ke kamarnya membiarkan ke empat kakaknya itu mengobrol. Shenna merasa canggung berada di antara si kembar E dan Zafira. Zafira yang melihat Shenna canggung, berusaha mencairkan suasana agar terlihat santai.


"Kita ngobrol di luar yuk. " ajak Zafira pada Shenna dan Ethan. Mereka berempat beranjak dari sana lalu pergi ke teras depan.



"Oh ya Shenna, ceritain dong tentang kehidupan kamu? " tanya Zafira dengan antusias. Shenna tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari Zafira barusan.


"Tak ada yang spesial dari kehidupanku kak, ya hanya aku tinggal bersama Ayah, kehidupan kami normal seperti ayah dan anak lainnya. " jawab Shenna tersenyum tipis.


Zafira menghela nafas pelan, melihat sikap tertutup Shenna membuatnya tak lagi mendesak Shenna untuk bicara. Sedangkan para pria hanya diam mendengarkan obrolan keduanya.

__ADS_1


"Ngomong ngomong, kita kayak lagi double date sih, benarkan Van? " tanya Zafira pada sang kekasih. Evan mengiyakan ucapan sang kekasih, Ethan sendiri mencibir keduanya. Shenna merasa malu dengan pernyataan Zafira barusan.


Zafira tertawa melihat respon dari Ethan dan Shenna, Evan tersenyum tipis melihat kejahilan kekasihnya itu. Gadis itu kembali memeluk sang kekasih, dia mulai kedinginan. Tiba tiba wajah gadis itu terlihat pucat, gadis itu menekan dadanya yang terasa sesak. Shenna yang menyadarinya mengerutkan kening, raut wajahnya menjadi panik.


"Kak Zafira kenapa kak? "


Evan dan Ethan menoleh dan menatap kearah Zafira. Evan langsung bangkit, menggendongnya ke dalam dengan raut paniknya. Ethan dan Shenna langsung menyusulnya ke dalam mengingat hari sudah sangat larut.


Evan membawanya ke kamar tamu, Ethan sendiri segera menghubungi dokter keluarganya untuk datang. Zafira mencoba melarang Evan untuk memanggil dokter namun pria itu tak menggubrisnya. Gadis itu selain merasakan sesak, dia juga merasa resah saat ini.


Tak lama dokter datang, langsung memeriksa keadaan Zafira. Selesai memeriksa, dokter menatap mereka satu persatu. Evan yang tak sabaran mencoba mendesak dokter agar bicara. "Nona Zafira memiliki riwayat penyakit asma akut yang sewaktu waktu bisa kambuh!


Deg


Ethan dan Shenna mengajak dokter ke luar, keduanya berbicara mengenai penyakit Zafira tadi. Mommy dan Daddy datang, keduanya memilih bertanya pada Ethan dan dokter.


Evan berjalan tegap menghampiri kekasihnya, Zafira kini bersandar di kepala ranjang. "Kenapa kamu gak bicara perihal penyakitmu Fira? " tanya Evan dengan nada dinginnya.


"Buat apa Van, aku tak ingin di kasihani siapapun termasuk kamu. " balas Zafira tan kopa menatap lawan bicaranya. Evan menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskan secara perlahan. Pria itu mencoba menahan amarahnya. dia tak suka dengan ucapan kekasihnya itu.


"Siapa yang mengasihani kamu Fira, justru kita bisa mencari obatnya sama sama agar kau cepat sembuh. Tapi kamu justru menyembunyikan hal sebesar ini dari kami semua, apa bagimu aku tak penting dalam hidupmu!

__ADS_1


Mendengar keributan mommy Ella masuk ke dalam, dia meminta Evan ke luar. Wanita itu mendekati Zafira, Zafira langsung memeluk calon mertuanya. Tangisnya langsung pecah,, dia mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dia pendam sendirian. "Tante gak akan menyalahkan kamu dalam hal ini sayang, hanya saja tante kecewa sama kamu. Harusnya kamu tak menutupi sesuatu dari tante dan Evan, sayang? "


"Maafin aku tante, aku hanya tak ingin menyusahkan keluarga tante. " gumam Zafira dengan raut penyesalan. Mommy Ella melepaskan pelukannya, menghapus air mata Zafira.


"Ya sudah sebaiknya kamu istirahat, biar tante temani kamu di sini. " Zafira mengangguk, mereka berbaring di atas ranjang dan langsung memejamkan kedua matanya.


Di dalam kamarnya Evan melampiaskan Segal emosinya, penjelasan dokter terus terngiang dalam kepalanya. Pria itu menahan rasa sesak, bagaimana bisa dirinya tak mengetahui rahasia besar sang kekasih.


"Kenapa kamu tak jujur sama aku Fira, apa aku memang tak berarti dalam hidupmu! Evan mengusap wajahnya kasar, perasaannya kini tengah campur aduk. Entah bagaimana besok dia menghadapi kekasihnya itu, akankah dia mampu menahan dirinya untuk tak marah.


Evan mengambil figura dirinya bersama Zafira, raut wajahnya menunjukkan kesedihan. Dia tak menyangka jika gadis yang selama ini dia kenal ceria dan banyak bicara menyimpan beban besar dalam hidupnya.


Terbesit rasa bersalah dalam dirinya, teringat akan sikapnya dulu pada Zafira, gadis itu harus menahan rasa sakit dua kali lipat. Bukan hanya karena sikap kasarku juga karena penyakit itu.


Evan POV


Kenapa Fira, kenapa kamu gak jujur sama aku. Aku merasa menjadi kekasih yang tak berguna untuk kamu, selama ini kamu menahan kesakitan sendirian tanpa aku mengetahuinya. Jujur aku marah dna kecewa sama kamu, kamu sangat pintar menyembunyikan hal sebesar ini dari kami semua. Tak terbesit kami mengasihani kamu Fira, kami benar benar peduli dan sayang sama kamu. Harusnya kamu tak perlu diam dan berpura pura kuat hanya demi menutupi semua ini. Melihatmu rapuh seperti ini jujur aku sangat sakit, aku tak suka melihatmu terbaring lemah kayak gini.


Evan bangkit, ke luar dari kamarnya. Tanpa sengaja berpapasan dengan Zafira, gadis itu baru saja mengantar mommy Ella kembali ke kamarnya. "Evan. " gumamnya lirih.


Gadis itu langsung memeluknya, Evan membalas pelukannya. Pria itu hanya diam saat Zafira mengumamkan kata maaf padanya. "Sebaiknya aku antar kamu ke kamar, kamu perlu banyak istirahat sayang. " balas Evan dengan lembut.

__ADS_1


Zafira melepaskan pelukannya, dia mengangguk pelan. Evan membopongnya, membawa gadisnya itu ke kamarnya lagi. Setelah memastikannya tidur, Evan langsung pergi ke kamarnya. Dia berharap semuanya akan baik baik saja, dia menganggap semuanya hanya mimpi belaka.


"Good nite baby, sleep well! Evan memejamkan kedua matanya, tak lama pria itu terlelap dalam mimpinya.


__ADS_2