Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 32


__ADS_3

Kehidupan rumah tangga Nagara dan Daniella berjalan harmonis dan keduanya semakin mesra. Keduanya fokus mengurus si kembar yang semakin hari semakin menggemaskan. Ella juga menjadikan ujian dalam rumah tangganya sebagai pelajaran. Kini rumah tangganya memasuki tahun ke enam, si kembar Evan dan Ethan tumbuh menjadi anak yang lucu dan pintar.


"Selamat pagi sayang sayangnya mommy. " sapa Ella dengan senyum cerianya menyapa dua jagoannya beserta sang suami.


"Pagi juga mommy. " jawab Ethan sambil tersenyum. Ella langsung melayani suaminya setelah itu mengambilkan makanan untuk si kembar. Selesai sarapan, si kembar ke luar lebih dulu sesuai kode yang daddy berikan pada mereka. Gara merengkuh pinggang istrinya, mencium bibir wanitanya lembut dan Ella membalasnya.


"Daddy sana berangkat, kasihan anak anak pasti sudah nunggu!


"Huh bagaimana kalau satu ronde dulu sayang. " tawar Nagara yang di balas pelototan dari istrinya. Pria itu kini terkekeh, kembali menciumnya setelah itu pergi ke luar. Ella menatap kepergian suaminya sambil tersenyum, wanita itu kembali ke dalam dan membereskan meja makan di bantu para maid.


Wanita cantik itu kembali ke luar setelah mengambil tas, masuk ke mobil dan memasang sabuk pengaman. Dia memutuskan pergi ke pusat perbelanjaan, Ella memang sengaja tak ingin sopir mengantarnya.


Daniella membeli lingerie baru demi menyenangkan suaminya, dia tak bisa membayangkan ekspresi suaminya nanti. Tanpa sengaja dia menabrak seseorang, terdengar suara anak kecil menangis membuatnya menoleh. "Maafin bibi sayang, gadis cantik jangan menangis dong. "


Wanita itu menunduk, menenangkan gadis cilik di depannya, Dengan mata bulatnya menatap wanita cantik di depannya dengan lekat. "Tal apa bibi, Lhea juga calah di cini!


Ella merasa gemas dengan nada cadel gadis di depannya saat ini, dia jadi ingin memiliki anak perempuan. Tak lama seorang wanita mendatangi si gadis kecil, Ella terkejut lihatnya begitu juga dengan ibu dari gadis manis itu. "Miranda, kamu Miranda bukan? " tanyanya penasaran.


"Ella. " gumam Mira lirih. Ella segera mengajak ke tempat yang nyaman untuk mengobrol. Mirapun mengenalkan putri cantiknya pada sang sepupu, Rheana. Mira memperhatikan penampilan Ella yang cukup elegan, sepupunya tak banyak berubah.


"Rhea sayang kenalkan ini Bibi Ella, bibi kamu sayang!


"Halo Bibi Eya, aku Lhea. " jawab Rhea dengan senyum manisnya. Ella tersenyum hangat melihat keponakannya, dia kembali menatap kearah Mira dan meminta penjelasan padanya. Mau tak mau Mira menjelaskan semuanya pada Ella, Ella terkejut dan merasa kasihan pada Mira mengulas senyumnya, mengatakan dirinya baik baik saja semenjak hadirnya Rhea dalam hidupnya.

__ADS_1


"Mira, katakan siapa sebenarnya Rhea pada


Jovan. " ucap Ella pelan sesekali melirik kearah keponakan cantiknya. Mira menggeleng, Ella berdecak pelan melihat ke keras kepalaan sepupunya.


"Aku tidak ingin menganggu hidupnya lagi Ella, lagipula kami bukan lagi suami istri. " Mira tersenyum getir, mengira jika Jovan telah menceraikannya, hal itu membuat Ella menggeleng. Mira menghela nafas panjang, baginya memiliki Rhea sudah cukup membuatnya bahagia.


"Rhea sayang, pamit dulu sama bibi nak. " ucap Mira pada putrinya. Rheapun menurut, langsung pamit pada bibinya itu. Keduanya pergi setelah berpamitan pada Ella, wanita itu segera menyusul kepergian Mira. Ella melajukan roda empatnya, mengikuti taksi yang di naiki Mira dan Rhea. Dia terus merutuki kebodohan Mira, mengambil keputusan tanpa lebih dulu di pertimbangkan.


"Kau egois Mira, huh baiklah biarkan aku yang bertindak kali ini. " gumam Ella. Wanita itu menghubungi nomor Jovan, mengajak pria itu bertemu di perusahaan sang suami. Tiba di sana, kedatangannya di sambut para karyawan. Ella membalasnya dengan senyum, bergegas ke ruangan sang suami dan tak lama Jovan datang menyusulnya.


"Sayang kau datang. " Nagara bangkit, memeluk sang istri kemudian menciumnya. Keduanya duduk di sofa, Jovan datang dan bergabung. Nagara yang tak tahu apapun, menatap istrinya lekat.


"Ada apa Ella? " tanya Jovan datar. Semenjak kepergian Mira dalam hidupnya, sikap pria itu berubah. Tak ada kehangatan dalam sikap Jovan, hanya ada raut datar dan dingin. Ella tak tersinggung dengan sikap sahabat suaminya itu.


"Ini mengenai Miranda!


"Dengarkan aku dulu, percaya atau tidak terserah kamu Jovan. Aku tadi bertemu Mira di pusat perbelanjaan, kau tahu dia membawa seorang anak perempuan. " tukas Ella dengan nada serius. Jovan tertegun mendengar penjelasan Ella barusan, entah kenapa mendengar nama itu jantungnya berdebar kencang.


"Anak perempuan, apa itu anaknya? " tanya Jovan penasaran.


"Kalau kau ingin tahu siapa anak itu, carilah Mira dan tanyalah padanya. " ujar Ella tanpa mau menjelaskan kebenarannya. Jovan mengusap wajahnya kasar, bangkit dan pergi begitu saja dengan buru buru. Gara menoleh kearah istrinya, Ella hanya tersenyum pada sang suami.


"Sebenarnya kau tahu siapa anak itu 'kan sayang? " tebak Nagara.

__ADS_1


"Iya mas, hanya saja aku tidak ingin mengatakannya langsung. Keduanya perlu bertemu dan berbicara, menyelesaikan masalah mereka secara pribadi tanpa kita harus turun tangan. " tegasnya. Pria itu cukup bangga dengan sikap dewasa sang istri, mereka kembali berciuman dengan mesra.


Hah


"Sayang, aku perlu vitamin sebelum bekerja. " ujarnya diiringi seringai nakalnya. Ella yang paham pun pasrah kala tubuhnya melayang dalam gendongan sang suami. Gara membawanya masuk ke sebuah ruangan, terdengar suara ******* dan erangan dari salam sana.


Ella memeluk tubuh sang suami, keduanya begitu menikmati percintaan mereka kali ini yang begitu liar dan panas. Tanpa mereka sadari mereka bermain hingga satu jam lebih, Gara mengakhiri permainannya setelah sama sama mencapai puncak. Pria itu menarik selimut menutupi tubuh keduanya, Ella bersandar di dada sang suami tercinta. "Sayang kamu sudah siap 'kan kembali hamil lagi? " tanya Nagara meminta pendapat istrinya.


"Iya mas, lagipula si kembar sudah menuntut menginginkan adik. " jawab Ella tersenyum manis. Nagara tersenyum dan kembali memagut bibirnya lembut, keduanya turun dan bergegas membersihkan diri. Ella memutuskan menemani sang suami bekerja sekaligus menghabiskan waktu berdua di sana.


Tok


tok


Seorang gadis masuk ke dalam, ELLA sekertaris dari Gara itu merasa tidak tepat waktu karena menganggu kedua atasannya. "Tuan Gara, saya minta izin pamit pulang, ada urusan mendadak hari ini. "


"Urusan apa memangnya? "


"Mas sudahlah, Gia pergilah jangan hiraukan suamiku. " sela Ella sambil tersenyum pada Gianna. Gianna tersenyum canggung, mengangguk kecil dan tak berani menatap bosnya.


"Kau boleh pulang, biar Janu yang antar kamu. " tegas Nagara. Gianna terkejut hendak menyerukan suaranya namun jyalinya menciut melihat tatapan tajam bosnya.


"Bos menyebalkan, kenapa nyonya Ella bisa betah ya. " gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Aku tahu kau mengumpatiku Gianna, kau mau aku potong gajimu? Gianna buru buru menggeleng, gadis itu segera ke luar setelah izin. Ella segera mencubit lengan suaminya, suaminya masih saja suka menakuti Gianna dengan sikap intimidasinya.


"Awh sayang sakit. " rengeknya. Ella tersenyum melihat tingkah manja sang suami, dia peluk erat tubuh prianya. Keduanya kembali berpeluka dengan mesra.


__ADS_2