Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ Part 12


__ADS_3

"Ish kenapa aku enggak boleh pulang? " rengek Zafira pada sang kekasih. Evan hanya tersenyum melihat rengekan sang kekasih, dia memang sengaja melakukannya karena ingin membalas sang kekasih.


"Aku masih kangen sama kamu baby, menginaplah di sini semalam baru besok kamu boleh pulang. " rayu Evan dengan kata kata manisnya. Zafira mendengus sebal, kembali menyusupkan wajahnya di dada bidang kekasihnya. Gadis itu memilih pasrah, menikmati pelukan Evan yang membuatnya nyaman.


Pria tampan itu kini tersenyum penuh kemenangan, menciumi pucuk kepala gadisnya berulang kali. Dia tak peduli jika di katai sebagai pria bucin. Zafira sendiri mendorong pelan tubuh kekasihnya setelah melihat kedatangan calon mertuanya.


"Kenapa sayang, kok murung. Apa Evan kembali menjahili kamu Fira? " tanya Mommy Ella dengan lembut. Wanita paruh baya itu melirik putranya dengan tatapan melototnya, Evan tentu saja menggeleng kearah sang ibu.


"Enggak papa tante, aku hanya gugup dan merasa masih terkejut dengan semuanya. " jawab Zafira sambil tersenyum simpul. Mommy Ella mengangguk mengerti, diapun kembali melirik putranya sambil tersenyum.


"Ya sudah aku ke kamar dulu, bicaralah dengan mommy sepuasmu. " Evan mencuri ciuman di bibir sang kekasih setelah itu melarikan diri. Mommy Ella tersenyum geli melihat tingkah nakal putranya barusan, Zafira merasa malu akan sikap Evan tadi.


Shenna turun, gadis itu memilih bergabung dengan mereka di ruang tamu. Zafira menyentuh dahinya, gadis itu bernafas lega sekarang. "Aku nggak papa kak, kemarin itu demam dan sudah di kompres tante Ella. " gumam Shenna.


"Syukurlah kalau begitu, sebenarnya apa yang terjadi Shen, kenapa kamu kemarin hujan hujanan? " tanya Zafira yang tahu karena Inara memberitahu dirinya. Gadis itu sedikit bercerita mengenai sang ibu yang berkata kasar padanya di depan Zafira dan tante Ella.


Mommy Ella menatap sendu kearah Shenna, gadis itu tampak tegar menghadapi masalahnya yang cukup berat. Dia menoleh kearah tante Ella dengan tatapan menyesal. "Maafkan aku tante, aku jadi merepotkan tante dan kak Ethan!


"Ya ampun Shen, mama kamu kok jahat banget sih. " geram Zafira. Gadis itu jadi teringat masa lalu, di mana mendiang papanya menyelingkuhi maminya.


"Besok kamu tinggal sama aku dan Mami ya Shen, biar kami berdua tak kesepian lagi jika ada kamu pasti seru. " ujar Zafira dengan antusias. Shenna masih ragu, namun Zafira tak kenal menyerah terus berusaha membujuknya hingga Shenna mengangguk setuju. Mommy Ella mengulas senyumnya melihat kedua gadis di depannya begitu rukun dan akur.

__ADS_1


"Duh dua calon mantu mommy akur akur


ya. " goda Mommy Ella pada keduanya. Zafira dan Shenna saling melirik satu sama lain, keduanya tampak salah tingkah.


"Lho aku 'kan bukan tante? " ujar Shenna yang tak merasa jika dia menantu dari tante Ella.


"Kamu sama Ethan, bukan sekarang sih nak tapi kelak kalau kalian sudah dekat dan klop. " ledek mommy Ella habis habisan. Pipi Shenna bersemu merah, dia baru paham maksud dari tante Ella barusan. Zafira tertawa keras melihat tingkah Shenna yang tampak malu malu.


Zafira meminta izin pada calon mertuanya, dia langsung mengajak Shenna ke kamar. Gadis itu menunjukkan kamar yang biasanya dia pakai saat menginap di kediaman orang tua Evan ini. "Kamu bisa pakai baju aku deh Shen, tubuh kamu kecil persis sepertiku. " ujar Zafira dengan senyuman lebarnya.


"Terimakasih ya kak. " ucap Shenna dengan tulus.


"Ssh. " gumamnya sambil meringis.


"Sayang. " pekik Evan dengan keras. Evan buru buru menuruni tangga, menggendong Zafira lalu membawanya ke ruang tengah. Dia berteriak memanggil Shenna mengambilkan obat Zafira. Mendengar teriakan Evan, Shenna segera mengambil obatnya lalu membawanya ke luar.


Gadis itu menyerahkan air minum dan pilnya pada Evan, pria itu membantu sang kekasih meminum obatnya. Evan menaruh gelasnya di atas meja, pria itu memeluk sang kekasih dengan erat. Mommy Ella dan Shenna tampak khawatir dengan keadaan Zafira saat ini.


"Sayang sampai kapan aku harus bergantung dengan obat, rasanya aku ingin menyerah saja. " gumam Zafira lirih.


"Tolong jangan bicara seperti itu baby, aku tak suka mendengarnya. " Pria itu takut kehilangan sang kekasih, Zafira begitu penting dalam hidupnya selama ini. Shenna sampai menitikkan air matanya, dia berharap Zafira segera sembuh dari penyakitnya itu.

__ADS_1


"Kau anugerah dalam hidupku sayang, kehadiranmu telah memberikan warna dalam hidupku yang kelabu. Maafkan atas sikapku selama dua tahun belakangan ini, aku begitu kasar dan jahat padamu. " sesal Evan dengan sungguh sungguh. Zafira menatap wajah sang kekasih, dia melihat kekhawatiran dan ketakutan besar di manik kelam milik Evan.


Evan meraih tangan gadisnya, menciuminya berkali kali. Zafira tersenyum tipis dalam dekapan kekasih tercintanya, dia bahagia melihat Evan begitu mengkhawatirkan dirinya dengan begitu besar.


Pria itu menoleh kearah sang ibu dengan tatapan memohonnya. "Mom, bisakah pernikahan kami di percepat besok saja. " ucap Evan pada sang ibu. Mommy Ella mengangguk, wanita itu segera memberitahu suami dan besannya mengenai hal ini.


"Zafira sayang, mommy mohon nak kamu harus terus bertahan dan tetap semangat sayang demi kami semua terutama Evan. " batin Mommy Ella penuh harap. Dia tak bisa membayangkan bila putranya di tinggal Zafira nantinya.


Shenna memilih pergi, membiarkan sepasang kekasih itu berbicara berdua. Zafira kini menyentuh pipi sang kekasih dengan lembut. bibirnya masih membentuk sebuah senyuman. "Kenapa kamu cengeng kayak gini sayang, di mana Evan yang dingin, ketus dan galak kemarin? "


"Aku lebih suka kamu yang cuek, irit bicara dan dingin daripada cengeng kayak gini. " protes Zafira sambil mengusap air mata Evan.


Evan menggeleng, pria itu justru menciumnya dengan lembut lalu melepaskannya. Zafira menghela nafas dalam, menghembuskan secara perlahan. Inilah yang dia takutkan jika semua orang tahu mengenai penyakitnya, namun saat ini dia tak bisa berbuat apa pun.


"Karena kamu mengubahku dari yang kasar, dingin dan irit bicara menjadi hangat, lembut dan cengeng seperti sekarang. Kau begitu berharga dalam hidupku baby, aku tak ingi kehilangan kamu Zafira Aleeza. "


"Me too, karena kamu alasan utamaku begitu semangat menjalani hidup ini Evan. Aku dulu berusaha keras meluluhkan sikapmu yang begitu dingin pada siapapun termasuk aku sendiri, sekarang aku begitu menyukai sikap hangat dan lembutmu. " ungkap Zafira dengan senyuman manisnya mengingat masa lalu.


Keduanya kembali berpelukan dengan mesra di ruang tengah.Dari jauh mommy Ella menangis dalam pelukan sang suami, tak kuasa melihat keadaan Zafira dan Evan saat ini. Mom, kita ikuti keinginan Evan dan besok kita persiapkan pesta sederhana untuk mereka. " ucap Daddy Gara.


"Iya Daddy, ayo kita hubungi keluarga kita agar hadir besok. " ujar Mommy Ella. Keduanya beranjak pergi dari sana, mereka harus mengurusi persiapan pernikahan Evan dan Zafira.

__ADS_1


__ADS_2