Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ENJ part 3


__ADS_3

Jder


Hujan turun deras di sertai petir yang menyambar, Shenna segera menutup jendela kamarnya. Gadis itu kini tinggal di rumah bersama sang mama tercinta. Setelah itu Dia pergi ke dapur lebih dulu membuat minuman hangat, setelah selesai membawanya ke ruang tamu.


Mama Karina menyesap teh buatan putrinya, Shenna sendiri juga sibuk menikmati minumannya sendiri. Setelah menaruh cangkirnya, gadis itu memperhatikan sang ibu dalam diamnya. Dia begitu penasaran dengan apa yang tengah mamanya pikirkan saat ini.


"Sayang lain kali jika kamu bertemu pria tadi kamu abaikan saja ya nak. " pinta mama sambil memohon.


"Iya Ma!


"Ya sudah mama tidur duluan. " Mama Karina langsung bangkit, pergi ke kamarnya. Shenna sendiri terdiam, teringat lelaki yang mengaku sebagai ayah kandungnya. Dia langsung bangkit, menuju ke kamar sang ibu, Shenna berbaring di sebelahnya.


Shenna POV


Jika sejak kecil aku belum merasakan dekapan hangat seorang ayah, bolehkah sekarang aku mendapatkannya. Tapi Mama begitu marah setelah melihat pria itu, aku harus bagaimana sekarang. Sudah cukup penderitaan yang di alami Mama selama belasan tahun, aku tak ingin menambahinya.


Shenna menghela nafas berat, berbaring di atas ranjang dan memejamkan kedua matanya, terbang ke alam mimpi.


Pagi datang begitu cepat, Shenna telah kembali ke kamarnya. Gadis itu tengah melakukan aktivitas paginya di kamar mandi, setelah selesai dia segera berpakaian dan ke luar dari kamar. Dia menghampiri sang ibu di meja makan, Shenna menunggu apa yang ingin di bicarakan mamanya kali ini.


"Shenna sayang, mama sepertinya akan kembali ke kampung setelah kamu menikah dengan nak Ethan. " ujar Mama sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


"Mama pasti akan sendirian di sana nantinya, mama enggak ingin tinggal bersama aku dan kak Ethan ma? "


Mama Karina menggeleng, dia tetap kekeh dengan keputusannya. Shenna tak bisa memaksa sang mama untuk tinggal, dia menghargai keputusan mamanya. Kini mereka sarapan bersama, canda tawa mewarnai pagi mereka.


Dering ponsel milik Shenna menyita perhatiannya, gadis itu segera mengambilnya. Diapun menekan tombol jika dari layar ponselnya, lalu berbicara dengan Ethan.


"Nanti jam sembilan aku jemput ya, kata mommy kita harus fittting pakaian


pengantin. " ucap Ethan dengan halus.


"Iya kak, tapi mama boleh ikut 'kan kak? " tanya Shenna memastikan.


Shenna bangkit membereskan meja makan, membawa piring kotornya ke dapur. Beberapa menit berlalu gadis itu segera mengambil tasnya, menuju ke ruang tengah. Keduanya asyik mengobrol, seolah melupakan masalah yang menghadang di depan mereka.


Tepat jam sembilan, ibu dan anak itu ke luar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil, Ethan melajukan roda empatnya menuju ke butik. Sepanjang perjalanan Ethan, tersenyum tipis mendengarkan obrolan ibu dan anak yang duduk di belakang.


Tiba di butik, mereka bertiga langsung turun menemui nyonya Ella. Kedua paruh baya itu saling berpelukan satu sama lain, Mommy Ella menunjukkan beberapa gaun pada sang calon menantu.


"Mom, gaun bagian dada jangan terlalu rendah. " cetus Ethan memberikan pendapatnya. Mommy Ella tersenyum geli melihat nada posesif dari ucapan putranya. Shenna di bantu pelayan mencoba gaunnya satu persatu lalu meminta Ethan memberikan penilaian.


Satu jam berlalu gaun yang di sukai ternyata gaun yang ketiga, bagian dadanya tak terlalu rendah. Ethan sendiri tampak terkesima saat dia melihat calon istrinya mengenakan gaun pengantin nya.

__ADS_1


"Rasanya aku pengen cepet cepet meresmikan hubungan lalu menggempurnya di atas ranjang. " batinnya dalam hati. Pria tampan itu menggelengkan kepalanya, memperhatikan obrolan sang ibu dengan Shenna. Kini giliran Ethan yang mencoba beberapa tuxedo untuknya. Shenna sendiri setelah berganti pakaian memilih duduk bersama sang mama.


Mommy Ella memuji ketampanan putra bungsunya, tak lama lagi Ethan akan menikah dan memiliki keluarga sendiri. Ethan sendiri memeluk sang ibu, mengumamkan terimakasih atas kesabarannya selama ini menghadapi tingkah bandelnya saat kecil hingga remaja.


"Aku sangat menyayangimu mom, mommy merupakan ibu terbaik untukku aku dan


Evan. " gumam Ethan sambil tersenyum.


"Mommy juga menyayangimu nak. " balasnya dengan nada lembutnya.


Ehem


"Ehem, lepaskan istriku son. " suara bariton milik Daddy Nagara menginterupsi obrolan anak dan ibu itu. Ethan mendengus geli melepaskan pelukannya dari sang mommy, Daddy Nagara segera menarik istrinya kemudian memeluknya posesif.


Mommy Ella merasa malu di perebutkan suami dan anaknya, Shenna yang melihatnya mengulum senyumnya. Setelah selesai fitting baju, mereka ke luar dari butik, pergi ke toko perhiasan. Hanya Ethan dan Shenna yang pergi ke sana, sementara para orang tua menunggu mereka di restauran.


"Pilihlah cincin yang spesial sayang, di hari spesial kita nanti. " ucap Ethan sambil tersenyum tipis.


"Tapi semuanya bagus bagus kak. " balas Shenna dengan raut bingungnya. Ethan membantunya memilih cincin, setelah merasa cocok pria itu meminta petugasnya untuk membungkus. Ethan sendiri juga diam diam membeli hadiah spesial untuk Shenna tanpa sepengetahuan calon istrinya itu.


Selesai dari sana, keduanya langsung menyusul orang tua mereka yang berada du restauran.

__ADS_1


__ADS_2