
"Kau mau menggodaku baby? " tanya Nickolas memperhatikan penampilan Hanum setelah mandi.
"Kegeeran, kenapa di dalam lemari hanya ada pakaian seperti ini semua om. " protes Hanum dengan bibir mencebik.
"Pasti ulah mommy, tapi baguslah. " batin Nick senang. Hanum berusaha menghindar kala suaminya berjalan merapat kearahnya, semakin lama jarak di antara mereka semakin menipis.
Nick langsung menggendongnya membawanya ke ranjang, pria itu kini telah bertelanjang dada. Dia memeluk istri kecilnya dari belakang, Hanum mengumpat kala tangan Nick bertualang ke mana mana.
"Om berhenti, katanya mau pergi ke rumah kak Gara. " ujar Hanum mengingatkan suaminya akan janji pria itu.
"Nanti saja aku sibuk. " Nick mulai melepas penyangga dua bulatan Hanum, lalu memainkan dua buah ranum yang pas dalam genggamannya. Nick membalik tubuh istrinya, lalu melahap buah kesukaannya itu.
"Eungh. " Hanum meremas rambut suaminya, merasakan sensasi aneh akan sentuhan Nick pada dadanya. Tersadar dari kegilaannya, Hanum segera menjauhkan kepala sang suami.
"Om hentikan, jangan lakukan ini. " ujar Hanum yang mendapat pelototan dari Nick.Nick merasa kesal karena kegiatannya terganggu atas penolakan Hanum.
"Lebih baik om main saja sama wanita bayaran om, tapi jangan aku. " tolak Hanum berusaha menutupi dadanya namun di tahan Nick.
"Kau istriku Hanum, tentu saja aku melakukannya dengan kamu!
"Tapi kita menikah terpaksa om, lagipula kita tidak saling mencintai. " lanjutnya lirih. Nick mengusap wajahnya kasar, entah kenapa rasa ingin menyatukan dirinya dengan Hanum begitu besar, rasa ingin memiliki seutuhnya gadis yang berstatus istrinya saat ini. Nick melepaskan pelukannya, Hanum segera bangkit dan mengganti pakaiannya. Hampir saja dirinya di terkam serigala buas, sedangkan Nick hanya bisa mengumpat kesal di tempatnya.
Nick segera bangkit, pergi ke kamar mandi. Setelah urusannya selesai, mereka ke luar dan meninggalkan mansion. Selama perjalanan tak ada pembicaraan, Hanum dengan rasa canggungnya memilih diam.
Sampai di kediaman Gara, mereka segera menemui Gara dan Ella. Ella memberitahukan kehamilannya pada Hanum dan Nick, Hanum memberikan ucapan selamat padanya. "Sekali lagi selamat ya kakak ipar. " ujar Hanum sambil tersenyum tulus.
"Makasih Num, cepat nyusul ya beri aku keponakan juga. " goda Ella. Hanum menanggapinya dengan senyuman, Nick hanya diams aja memperhatikan keduanya. Gara datang, langsung menyuapi istrinya hal itu membuat Hanum iri melihatnya.
Drt
drt
__ADS_1
"Ya halo. " Nick mengobrol dengan seseorang beberapa saat lalu pria itu mengakhirinya. Hanum menghela nafas panjang, melihat suaminya masih berhubungan dengan wanita bayarannya.
"Aku tak mungkin menyerahkan diriku padamu om, sementara kamu masih terus bermain main. " batin Hanum. Ella dan Gara saling melihat satu sama lain, gadis itu mengusap lengan sang suami yang terlihat kesal pada Nick.
"Jadi kau masih berhubungan dengan para jaalangmu Nick. " ujar Gara dengan tatapan dinginnya. Nick menghela nafas panjang, tak mengatakan apapun pada kakaknya itu. Pria itu tersenyum sinis melihat Nick yang tak menjawabnya.
"Jika Mommy tahu, Mommy pasti kecewa padamu. " ujar Gara.
Tatapan Nick beralih pada Hanum, gadis itu justru memalingkan wajahnya. Hanum sadar akan posisinya, dia tak berhak mengatur hidup Nick mengingat pernikahan mereka terjadi karena kesalahpahaman.
Hanum dengan sangat keras membentengi dirinya agar tak jatuh cinta pada pria yang berstatus suaminya. Nick terus menatap sang istri, Hanum tak mengatakan apapun padanya. "Jadi benar, kau menganggap aku tak penting Num, nyatanya kamu tak marah atau memaki aku. "
Nick mengira jika Hanum belum menerima pernikahan mereka. Ini salahnya kenapa waktu itu dirinya hanya diam, membiarkan orang tuanya salah paham.
"Apa kalian bertengkar? " tanya Ella penasaran.
"Tidak kok Ella, kami tidak bertengkar. " Hanum memaksakan senyumnya di harapan kakak iparnya. Nick bangkit, menarik istrinya pergi dari sana, Gara dan Ella membiarkan keduanya berbicara berdua.
"Kenapa kau hanya diam saat aku berbicara dengan wanita lain Hanum? "
Hanum terdiam sejenak, pandangannya kembali tertuju pada suaminya sambil berkata. "Apa aku berhak, aku hanya tak ingin ikut campur dalam urusanmu!
Nick mengepalkan tangannya, melihat Hanum yang seakan tak peduli dengannya. "Kau berhak Hanum, kau istriku. Aku menikahimu dengan resmi meski kita belum mengadakan resepsi!
Hanum tercengang mendengar Nick mengakui dirinya sebagai istri, namun tak lantas membuatnya percaya pada Nickolas. Dia melihat kemarahan terpancar dari wajah suaminya, Hanum mengangkat tangannya hendak menyentuh wajah Nick namun dia urungkan.
Drt
drt
__ADS_1
Hanum mengambil ponselnya, dia berdecak pelan dan terpaksa mengangkatnya. "Ada apa Kak Nathalie? " tanya Hanum dengan dingin.
"Cepatlah pulang, Papi saat ini sedang sakit. " ujar Nathalie di ujung sana. Hanum hanya diam saat kakaknya itu mulai menyalahkan dirinya.
"Bukankah kau anak kesayangannya, harusnya kamu yang menjaga papi. " ketus Hanum. Hanum tak peduli jika sikapnya di anggap kurang ajar, tapi mengingat bagaimana perlakuan orang tua padanya selama ini, jujur membuat luka dalam hatinya masih membekas hingga sekarang.
Tut
Tak lama pesan dari Nathalie masuk, Hanum benar benar kesal dengan sikap kakaknya itu. Dia menyimpan ponselnya dalam tas, kembali ke dalam tanpa peduli pada suaminya. Hanum berpamitan pada kakak iparnya, Nick segera menyusul istrinya. Pria itu menawarkan diri untuk mengantar Hanum meski di tolak istrinya.
Hanum menatap jalanan yang begitu ramai kendaraan, pikirannya melayang ke mana mana. Moodnya saat ini sedang buruk di tambah perdebatannya dengan Nathalie. Tiba di rumah sakit, Hanum dan Nick berjalan cepat menuju ke ruangan ICU. Keduanya bertemu dengan mami Rossa dan Nathalie, Nathalie menyambutnya dengan cemoohan.
"Akhirnya kau datang juga Hanum. " sinisnya.
"Kenapa meneleponku, bukankah sudah ada kak Nathalie bersamamu Mami. " ujar Hanum dengan tatapan tajamnya.
"Hanum, jaga sikapmu. " tegur Nathalie tak suka dengan sikap adiknya.
Mami Rossa mendatangi puteri bungsunya, sorot matanya menunjukkan penyesalan sekaligus rindu. Hanum menjaga jarak dari sang ibu, membuat Mami bersedih melihatnya. "Maafin mami nak, mami dan papi selama ini begitu kejam sama kamu!
"Terlambat Mami, selama ini mami hanya melihat kak Nathalie saja, jadi sekarang anggap saja aku tak ada dalam hidup kalian. " celetuk Hanum asal.
"Hanum. " geram Nathalie namun tak di gubris oleh Hanum. Nick segera menggenggam tangan istrinya, dia berusaha menenangkan Hanum.
"Jadi selama ini kau tinggal bersama laki laki atau jangan jangan kau menjual tubuhmu Hanum. " sinis Nathalie.
Plak Hanum melayangkan tamparannya ke pipi Nathalie, gadis itu begitu marah dengan ucapan kakaknya itu. "Jaga bicara kamu sialan. " amuk Hanum. Nick segera memeluknya dari belakang, berusaha menjauhkan istrinya dari Nathalie.
"Saya Nickolas Demian Johstone, suami dari Hanum. Kami telah menikah dua minggu lalu Nyonya, dan untuk kau jaga bicara kamu sebelum kamu menyesalinya nanti. " tegas Nick. Mami dan Nathalie terkejut dengan pernyataan Nick barusan.
"Om sebaiknya kita pergi dari sini, tidak ada gunanya kita di sini. " Hanum mengajak suaminya pergi, Mami tak bisa menghentikan kepergian Hanum, wanita itu menatap nanar punggung puterinya yang menjauh.
__ADS_1
tbc