
"Seksi. " Gara tersenyum miring melihat penampilan istrinya, mereka saat ini tengah berada di dalam kamar. Ellapun mengerucutkan bibirnya, karena kalah dalam bermain game wanita itu mendapatkan hukuman.
"Hubby. " rengeknya manja.
"Apa sayang!
Ella naik ke atas pangkuan suaminya, merapatkan tubuh mereka. Gara tersenyum melihat tingkah manja sang istri. Tangan gadis itu berada di dada sang suami, melukis membentuk pola pola. Gara menahan gairahnya yang terpancing akibat ulah nakal sang istri. "Jangan mancing aku sayang, nanti kau kuterkam lho. " bisik Gara nakal.
"Mesum kamu By!
"Boleh ya aku pergi jalan jalan dengan Hanum lusa. " rayu Ella dengan senyum manisnya. Gara menggeleng singkat, tangan pria itu menyentuh perut sang istri yang mulai menonjol.
"Kenapa hubby? " tanyanya dengan cemberut.
"Kamu gak mau sama aku perginya, malah sama Hanum sayang. " protes Gara. Ella menangkup wajah suaminya, di kecupnya bibir sang suami.
"Kau juga harus kerja sayang, mengurusi perusahaan. Aku tidak mau kamu lalai dalam tanggung jawabmu hanya karena wanita penyakitan sepertiku.
"Ella. " pekik Gara dengan wajah dinginnya. Dia sangat tak suka dengan kata kata Ella barusan. Ella menciumnya sekilas, Gara menghela nafas berat, meredakan emosinya yang meluap.
"Baby please, jangan bicara begitu lagi, aku tak suka. " ujar Gara dengan nada lembutnya.
"Maafkan aku By. "
Gara menghela nafas panjang, bunyi ponselnya mengalihkan perhatiannya. Pria itu menurunkan sang istri, terlihat serius berbicara dengan seseorang. Selesai bicara Gara segera berpakaian, Ella hanya diam memperhatikannya. Selesai bersiap, dia menoleh kearah sang istri tercinta. "Ada sedikit masalah di perusahaan sayang, aku pergi dulu dan sepertinya akan pulang telat. " ujar Gara mencium kening Ella.
"Hati hati Hubby!
Gara ke luar, Ella segera mengganti pakaiannya. Dia paham akan kesibukan suaminya, Ella memutuskan ke luar. Gadis itu dengan hati hati menuruni anak tangga, menuju ke dapur.
__ADS_1
"Biar saya saja Nyonya, Nyonya minta apa? " tanya salah satu maid.
"Tolong buatkan saya jus apel. " pinta Ella dengan lembut. Ella ke luar dari dapur, menuju ke ruang tengah. Maid datang membawakan jusnya setelah itu pergi dari sana. Gadis itu termenung, mengingat perintah suaminya agar menunda kepergiannya untuk berobat. Dia usap perutnya dengan lembut, Ella sangat mencintai janin dalam perutnya. Dia ingin sembuh, hidup lama bersama suaminya dan membesarkan calon anak anak mereka kelak.
"Bantu mommy sayang, mommy pasti sembuh. Mommy janji akan selalu ada di samping kamu sampai kamu lahir ke dunia nanti nak!
Setelah menghabiskan jusnya, Ella bangkit dan pergi ke kamarnya. Tak lama dia kembali, dia memutuskan jalan jalan pagi ini. Sopir dengan sigap mengantar nyonya mudanya itu ke manapun sesuai perintah Gara.
Saat ini Ella berada di pusat perbelanjaan, tanpa sengaja dia bertemu dengan sepupunya yang seorang model ternama. Miranda Helene, wanita bertubuh seksi itu datang menghampiri Ella.
"Bagaimana kabarmu sepupuku? " tanya Miranda basa basi.
"Seperti yang kau lihat. " jawab Ella singkat. Miranda menatap penampilan Ella, tatapannya tertuju pada cincin di jari sepupunya itu.
"Wow jadi kau sudah menikah, pria sial mana yang menikahi gadis penyakitan sepertimu Ella. " sarkasnya dengan sinis.
"Kenapa apa kau iri Miranda, kau takut kalah saing denganku, aku menikahi pria kaya asal kau tahu. " ujar Ella dengan senyuman miringnya sambil mengusap perutnya. Miranda berdecak pelan, tak percaya dengan pernyataan Ella barusan.
kamu. " sindirnya pedas. Ella memilih pergi, gadis itu bersikap acuh pada Miranda. Miranda yang kesal segera mengejarnya namun terlambat mobil yang membawa Ella melaju kencang.
"Siapa pria yang menikahi gadis penyakitan itu? " gumam Miranda. Ella begitu kesal dengan sikap Miranda yang menyebalkan, entah kenapa dia memiliki sepupu seperti Miranda. Ella meringis memegangi dadanya, dia menghela nafas panjang lalu mencoba tenang.
"Nyonya Anda baik baik saja? "
"Iya Pak, tolong belikan saya air putih. " pinta Ella dengan sopan. Sopir menepikan mobilnya, ke luar dan pergi membelikan minuman untuk sang majikan. Tak lama kemudian kembali dan menyerahkan botol mineral. Ella meminum obatnya, lalu meneguk air putihnya tersebut.
"Apa wanita tadi menganggu Anda nyonya? " tanya sopir.
"Ya sedikit, jangan bilang hal ini pada mas Gara! Ella hanya tak ingin memperpanjang masalah, lagipula Miranda memang menyebalkan sejak dulu. Selama perjalanan, Ella menghubungi sang mami, dia meminta sopir mengantarnya ke rumah orang tuanya.
__ADS_1
#
Ella segera masuk dan menemui kedua orang tuanya. Mami memeluk puteri kesayangannya itu, untuk melepas rindu. "Mi, mas Gara meminta aku menunda berobat ku, dia tak ingin aku kenapa kenapa. " Ella menjelaskan alasan suaminya pada kedua orang tuanya.
"Suamimu benar sayang, mami dan papi akan mencari pendonornya untuk kamu di negara ini saja!
"Lalu bagaimana keadaan calon cucu papi dan mami nak? " sela Papi penasaran.
"Sangat sehat Pi. " Ella tersenyum lebar pada kedua orang tuanya. Papi dan Mami begitu senang mendengarnya, Ella mengatakan pertemuannya dengan Miranda tadi.
"Apa Miranda menyakitimu sayang? " Mami tampak cemas menatap putrinya itu, Ella mengatakan dirinya baik baik saja. Papi menghela nafas berat, dia sangat tak suka dengan sikap keponakannya itu, berani beraninya Miranda berkata kasar pada Ella puterinya.
Ella menikmati usapan tangan maminya di atas kepalanya, Papi terkekeh melihat tingkah manja putrinya itu. Ellapun bangun, mengambil ponselnya dan melihat nama suaminya yang menghubungi dirinya. "Ya mas Gara, ada apa? "
"Kamu gak papa 'kan baby? " tanya Gara tanpa basa basi. Ella terkejut, kenapa suaminya menanyakan keadaannya. Apa Gara tahu kejadian tadi saat bertemu Miranda.
"Iya Mas aku gak papa, sekarang aku di rumah makin dan papi saat ini!
"Baiklah mas jadi tenang sekarang, lain kali bilang sama mas kalau kamu di ganggu orang baby. " tegas Gara.
"Iya mas aku paham, maafkan aku. "
"Mas kerja lagi ya, love you baby. " ucap Gara.
"Love you too mas Gara. " sambungan terputus, dengan senyum manisnya Ella menyimpan kembali ponselnya dalam tas. Ella menghela nafas panjang, melirik kearah orang tuanya yang tersenyum padanya.
"Jadi kamu tak memberitahu Gara kejadian tadi nak? " tanya Mami pada puterinya.
"Iya Mami, tapi Mas Gara sudah tahu sepertinya ada yang memberitahunya. " jawab Ella. Mami mengulas senyumnya, senang melihat menantunya yang begitu posesif pada Ella. Dia berharap keduanya selalu bahagia, Mami melihat senyum ceria di wajah puterinya itu.
__ADS_1
Ella memperhatikan papinya yang tengah menghubungi seseorang, dia menghela nafas berat. Dia tahu apa yang akan di lakukan papinya itu jika menyangkut dirinya. Papi begitu posesif padanya, dia tak ingin dirinya kenapa kenapa. "Papi dan mas Gara sama aja, sama sama posesif. "
tbc