
Untuk sementara gadis itu memilih tinggal bersama sang mama tercinta. Tanpa sengaja dia bertemu dengan ayah kandungnya saat dia hendak masuk ke dalam mall.
Tuan Yerdan langsung menyapa putrinya itu, menatap dalam wajah putri kandungnya. Bayi yang dulunya dia sia siakan karena keegoisannya yang begitu tinggi, kini dia telah tumbuh menjadi gadis yang cantik.
"Maaf om, Anda menghalangi jalan saya. " ucap Shenna dengan nada halusnya.
"Papa ingin bicara sama kamu,apakah bisa? " tanya Tuan Yerdan penuh harap. Shenna terdiam,dia menghela nafas panjang lalu mengangguk kecil.
Tuan Yerdan mengajaknya mengobrol di sebuah restauran terdekat yang ada di seberang. Keduanya masuk ke dalam, duduk saling berhadapan satu sama lain. Sambil berbasa basi, Tuan Yerdan segera memesan makanan dan minuman.
"Maaf om saya alergi kacang!
Pria paruh baya itu mengangguk paham, dia kembali fokus memperhatikan putrinya. Ingin sekali dirinya memeluk sang anak namun Tuan Yerdan tak memiliki keberanian. Dia juga menanyakan perihal Mama Karina pada sang anak, Shenna menjawabnya dengan tenang.
"Papa tahu kalau kesalahan Papa sangatlah fatal nak terhadap mama dan kamu. Tapi papa sangat menyesalinya, selama belasan tahun ini papa berusaha mencari keberadaan kalian dan larut dalam penyesalan. " ungkap Tuan Yerdan.
"Saya telah memaafkan kamu Om, berusahalah dengan keras untuk mendapatkan maaf dari mama Om. " ucap Shenna dengan halus.
Tuan Yerdan sangat senang mendengar ucapan putrinya, dia juga meminta sang anak memanggilnya Papa. Shenna tentu saja mengatakannya, gadis itu langsung memeluk ayah kandungnya itu. Tak lama dia melepaskan pelukannya pada sang ayah, Shenna merasakan bahagia karena memiliki ayah kandung.
__ADS_1
"Tapi Pa, bagaimana dengan keluarga
Papa? " tanya Shenna dengan hati hati. Tuan Yerdan menjelaskan jika dirinya dengan istri pertamanya telah bercerai lama.
"Nara lihat, bukankah itu Shenna. Kenapa dia bersama seorang pria paruh baya ya, atau jangan jangan Shenna menjadi sugar daddy pria itu. " cetus seorang gadis bernama Vello. Inara langsung menegurnya agar tak berbicara sembarangan, dia mengajak Vello menghampiri Shenna.
"Hai Shenna. " sapa Nara dengan lembut. Shenna menoleh, membalas sapaan Nara lalu mengenalkan sang Papa pada kedua temannya. Vello merasa bersalah telah berburuk sangka, dia langsung meminta maaf pada Shenna.
Mereka makan siang bersama, Shenna tampak berbaur dengan kedua sahabatnya itu. Tuan Yerdan sendiri merasa senang melihat putrinya memiliki banyak teman. Selesai makan, mereka segera ke luar dari Restauran.
Shenna langsung pamit pada kedua sahabatnya, gadis itu masuk ke mobil sang papa. Sepanjang perjalanan anak dan ayah itu terus berbicara dan saling mendekatkan satu sama lain.
"Papa, sebaiknya ajaklah Mama jalan jalan sebentar dan kalian perlu berbicara dari hati ke hati. " ujar Shenna sambil tersenyum manis. Gadis itu memohon pada sang mama agar mau mengikuti sarannya. Tuan Yerdan langsung mengajak Mama Karina ke mobilnya, keduanya masuk ke dalam. Mobil mewah itu melesat meninggalkan rumah Shenna.
Tuan Yerdan ternyata membawa calon istrinya ke penthouse miliknya, turun dari mobil pria paruh baya itu memintanya untuk turun. Nyonya Karina terpaksa mengikuti keinginan Tuan Yerdan, keduanya duduk di Gazebo. Tuan Yerdan sendiri kini berlutut di depannya, lagi dan lagi mengumamkan kata maaf pada Nyonya Karina.
"Kau marah dan benci sama aku 'kan, lebih baik pukul aku saja Rina asal jangan membenci Shenna lagi aku mohon. " pintanya dengan tatapan mengiba.
Teringat dengan putrinya membuat lelehan bening turun ke pipinya. Nyonya Karina memukuli dada Tuan Yerdan, meluapkan segala rasa sakit dalam hatinya. Tuan Yerdan langsung memeluknya dengan erat, keduanya sama sama menangis. Pria paruh baya itu begitu menyesali perbuatannya di masa lalu yang menghancurkan hidup nyonya Karina.
__ADS_1
Tuan Yerdan melepaskan pelukannya, menciumi wanitanya dengan lembut, nyonya Karina memejamkan mata sambil meremas jas yang di kenakan Tuan Yerdan. Tuan Yerdan mengakhiri ciumannya, dia kembali meminta maaf pada calon istrinya Itu.
Nyonya Karina menghela nafas berat, dia memberikan kesempatan pada Tuan Yerdan untuk menebus kesalahan pria itu. Mereka kembali berpelukan, Tuan Yerdan merasa sangat lega dan membalas pelukannya.
"Dua hari lagi kita akan menikah sayang, aku ingin membuka lembaran baru dengan
kamu. " ujar Tuan Yerdan dengan sungguh sungguh.
"Iya mas, lagipula Shenna begitu ingin melihat kita bersama. " jawabnya dengan pelan. Nyonya Karina menurunkan egonya, dia tak ingin membuat sang anak kembali kecewa nantinya jika dia tetap egois. Pria itu juga memintanya menginap, Nyonya Karina tentu saja menolak dan mana mungkin membiarkan putrinya sendirian di rumah.
"Aku telah meminta supir untuk menjemput Shenna, sayang dan mulai sekarang kalian tinggal bersamaku. " ujar Tuan Yerdan sambil tersenyum. Nyonya Karina mengangguk, keduanya bangkit dan memilih masuk ke dalam penthouse.
Tak lama Shena telah sampai, gadis itu segera turun dan masuk ke dalam. Dia langsung menemui papa dan mamanya, Tuan Yerdan menunjukkan kamar putrinya.
"Semua keperluan kamu sudah tersedia sayang, semoga kamu betah ya nak. " ujar Tuan Yerdan pada putrinya. Pria itu juga memberitahu jika mama Karina telah memaafkan dirinya.
"Iya Pa. " jawab Shena sambil tersenyum. Setelah kepergian sang papa, gadis itu masuk ke kamarnya dan tak lupa menutupnya. Shena menaruh tasnya di atas meja, memutuskan membersihkan diri di kamar mandi.
Setelah selesai beres beres dan mengganti pakaiannya, Shena merebahkan dirinya di atas ranjang. Dia tentu saja sangat senang jika sang mama telah memaafkan papanya.
__ADS_1