
Hari berikutnya
Pagi yang cerah, suara kicauan burung serta bunga bunga yang bermekaran setelah di sirami, membuat suasana pagi semakin berwarna. Namun berbeda dengan suasana hati wanita hamil yang satu ini, Cyra kini bersikap dingin pada suaminya, meski begitu dia tetap mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri. Reymond meraih tangan istrinya, lalu mengenggamnya setelah itu memandang sang istri dengan tatapan sendunya.
"Sayang, please aku enggak mau kamu mengacuhkan aku. " ujarnya sambil memelas.
"Kalau begitu katakan, apa yang kamu sembunyikan dari aku hingga kamu tidak pernah menjawab pertanyaan dariku Rey. " tegas Cyra dengan tatapan intimidasinya.
"Itu, itu kamu belum saatnya untuk tahu sayang, jika sudah tepat waktunya aku akan mengatakan semuanya padamu, ini semua aku lakukan demi keamanan kamu dan calon baby!
Cyra menghela nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. Diapun memilih mengalah, berjalan kearah suaminya. Rey langsung mencium dan mengusap perut istrinya dengan lembut, lalu bangkit dan merangkul sang istri.
Cyra mengusap punggung sang suami dengan lembut, Rey menciumi pucuk Cyra berulang ulang. Cyra melepaskan pelukannya, tersenyum manis pada suaminya. "Ayo sayang kita sarapan, setelah itu kamu pergi ke kantor!
Rey mengangguk, keduanya kembali duduk dan sarapan bersama. Selesai sarapan pelayan datang menghampir keduanya. "Maaf nyonya, Tuan ini ada paket untuk Nyonya Cyra.
"Oh ya Bibi, terimakasih!
Cyrapun menerimanya, Rey melirik jam tangannya setelah itu kembali memandang sang istri. "Honey, aku pergi ke kantor dulu ya, kalau ada apa apa kamu hubungi aku. "
"Iya Hubby, take care ya. "
Reypun bangkit dan beranjak dari sana, tanpa curiga pada paket yang dibawa istrinya. Setelah kepergian suaminya, Cyra yang merasa penasaran, langsung membukanya.
"Sebuket bunga mawar dan kotak perhiasan tapi dari siapa. " Cyra terlihat sangat bingung, dia mengambil surat kemudian membacanya.
Dear My summer
Bunga yang cantik untuk kamu my love, and hadiah spesial buat kamu
Mr D, calon suami kamu
Cyra langsung meremas kemudian merobek robeknya, dia merasa mual membaca surat tersebut. Diapun bangkit, pergi memanggil pelayan setelah itu ke kamarnya. Di dalam kamar, Cyra berusaha menghubungi suaminya Reymond namun nomor sang suami tak aktif.
__ADS_1
"Siapa sih orang gila ini, apa dia tak tahu jika aku sudah menikah. " gumamnya.
"Rey aku butuh kamu, aku ingin bercerita sama kamu. " Cyra menghela nafas panjang, lalu duduk di sofa dengan hati hati. Diapun memutuskan menghubungi ibu mertuanya, lalu menjelaskan semuanya.
"Sayang, kamu jangan ke mana mana bunda dan Ayah akan segera ke istana kalian. "
"Iya Ibunda terimakasih. " sambungan terputus, Cyra merasa sedikit lega meski begitu dia masih sangat takut. Dia usap perutnya yang menonjol dengan penuh ke lembutan.
Tok
tok
tok
"Nona muda, Nyonya dan Tuan sudah sampai, menunggu Anda di ruang tamu. "
"Iya Bi, aku akan turun sekarang. " Cyra bangkit dan ke luar dari kamarnya. Menuruni anak tangga dengan hati hati lalu pergi ke ruang tamu.
Sementara dua orang pria kini terlihat beraura dingin, penuh permusuhan, membuat suasana menjadi tegang di ruangan privat. Dominic dengan aura dingin, arogan yang kuat, menatap nyalang kearah Reymond. "Bagus, kamu Tidak boleh mengangkat telepon dari my summer. "
"Kau boleh melenyapkanku, asalkan jangan pernah mengusik istriku. " Dominic tersenyum sinis, tatapannya kian menajam kearah Reymond.
"Ya aku memang akan melenyapkanmu Rey, namun sebelum itu aku akan menjadikan Summer sebagai milikku seutuhnya, beserta calon anak kalian,atau aku lenyapkan saja calon anakmu diperut Summer. "
Reymond mengepalkan tangannya mendengar penuturan Dominic, Dominic tampak menyeringai setelah itu meneguk winenya dengan santai. Dia menghela nafas dalam dalam lalu menghembuskannya pelan. "Katakan apa maumu sebenarnya kak? " tanyanya to the poin.
"Menghilanglah dari hidup Summer, suruh orang membawa istrimu kehadapanku karena mulai sekarang akulah yang akan
menjaganya. " pungkas Dominic disertai aura dinginnya.
Reymond terdiam kaku mendengar perintah dari Dominic, diapun bangkit dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Reymond tampak frustrasi, diapun melajukan mobilnya kencang, merindukan sosok wanitanya.
Skip
__ADS_1
Brak Reymond membuka pintu istananya dengan kasar, dengan langkah terburu buru menemui istrinya di ruang tamu. Pria tampan itu langsung memeluk istrinya, menciumi perut Cyra berulang ulang. Bunda dan Ayah terlihat bingung dengan sikap putera mereka itu.
Cyra menaikkan alisnya bingung, bahunya terasa basah, segera di pegangnya sisi pipi sang suami dan terkejut mendapati Rey yang menangis dalam diam. "Rey sayang ada apa kenapa kamu pulang pulang malah
menangis? "
"Maafkan aku sayang. "
"Maaf untuk apa Rey, sebenarnya kamu kenapa sih? " Rey menggeleng, Cyra menghela nafas melihat sikap suaminya. Diapun beralih memandang kedua mertuanya dan minta izin. Keduanya pergi dari ruang tamu, setelah itu masuk ke kamar dan berbaring di atas ranjang.
Rey kembali mencium lembut istrinya, kemudian kembali mengusap perut sang istri tercinta. Dia berusaha menghabiskan waktu berdua dengan istrinya sebelum berpisah.
Reymond POV
Apa aku sanggup melepaskan wanita yang sangat aku cintai kepada Dominic. Tapi janji tetaplah janji, mungkin aku harus berkorban sedikit meski itu sangat menyakitkan. Cyra, maafkan aku sayang, aku harap kamu kuat dan tegar saat raga kita berpisah, aku selalu mencintaimu dan calon anak kita selamanya. "
Reymond mengusap paras cantik wanitanya, wanita yang membuatnya tergila gila. Cyra tersenyum manis, menatap lekat suaminya
ini setelah itu menyentuh tangan Rey yang ada di perutnya. "Sayang selama dua hari ini aku akan menghabiskan waktu berdua denganmu sebelum aku pergi ke luar kota karena pekerjaan. "
"Kenapa sayang, kenapa kok mendadak sekali sih? " protes Cyra pada suaminya.
"Maafkan aku sayang, maaf membuatmu kecewa. " Cyra menghela nafas, sebagai seorang istri dia tak boleh egois dan terlalu menuntut.
"Kamu boleh pergi Rey, asalkan kamu pulangnya dengan selamat karena aku pasti akan sangat merindukanmu! Reymond tersenyum, namun dalam hatinya menangis melihat wajah penuh harap dari istrinya.
"Maafkan aku sayang, maaf karena aku akan ingkar janji. " batin Reymond. Keduanya kembali berpelukan, Cyra mendusel manja di dada sang suami. Entah kenapa dia merasa sesuatu akan terjadi namun Cyra langsung menepis pemikirannya.
"Baby dalam perutku pasti akan merindukan kamu Rey. " gumam Cyra. Reymond melepas pelukannya, tubuhnya mengingsut ke bawah hingga sejajar dengan perut menonjol Cyra.
"Baby, Papa titip mama kalian ya dan kamu harus sehat sehat diperut mama, meski papa tidak berada di sisi mama kamu. " gumamnya lirih nyaris tak terdengar Cyra. Setelah mengatakan hal itu Rey menciumnya sekali lagi setelah itu kembali ke posisi semula, Cyra tersenyum hangat melihat tindakan suaminya tanpa tahu ucapan Rey barusan.
bersambung
__ADS_1
Jangan lupa lembar bunga atau kopi ya