Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Posesifnya Sang CEO - 25


__ADS_3

malam Harinya Aldrich bersiap untuk kerumah Clarissa.lalu dia berjalan keluar dari Mansion dan masuk kedalam mobilnya.dia melajukan mobilnya menuju ke mansion Clarissa.sementara Clarissa sudah mandi dan berganti pakaian.lalu dia menuruni tangga dan duduk di ruang tamu menonton tv.Aldrich sampai di mansion Clarissa dan berjalan masuk


to...tok..tok Clarissa berjalan membuka pintu cklek..


"Sayang," ucap Clarissa lalu menarik aldrich supaya masuk


"Hi sayang," balas Aldrich lalu masuk ke dalam mansion


Aldrich dan Clarissa berjalan ke ruang tamu bersama.Aldrich menatap Clarissa dengan intens lalu mendekatkan bibir mereka dan saling ******* satu sama lain dengan lembut dan rakus.Dari ujung tangga Abraham melihatnya dan hanya mendengus.lalu dia berjalan menghampiri mereka dengan raut datar.


"ehem," gumam Abraham


Aldrich melepaskan bibirnya dari bibir Clarissa dan menatap tajam Abraham.seperti biasa Abraham menatapnya dengan begitu tajam.


"Dasar pria tua mesum," ejek Abraham pada Aldrich


"cih," decih Aldrich kesal


"Kalian kenapa sih ribut mulu kalau ketemu, hmmm cocoknya kalian menikah aja kan bisa tuh dari benci jadi cinta," celetuk Clarissa asal


Aldrich menatap tajam Clarissa dan Clarissa mengabaikan tatapan sang kekasih yang seakan membunuhnya.sementara Abraham menatap horor pada adiknya yang berbicara sembarangan.


"Aku masih normal sayang dan aku suka nya kamu," ujar Aldrich kesal pada Clarissa


"Makanya akur lah sama kakak," balas Clarissa

__ADS_1


"Kakak masih normal dan masih suka lawan jenis Rissa meski sekarang jomblo,"sahut Abraham sewot


"oke kami akan akur dan aku akan menghajarnya jika dia menyakitimu," ucap Abraham tegas dan serius


Clarissa tersenyum dan hanya mengiyakan ucapan kakaknya sementara Aldrich membenarkan dan berjanji tidak akan menyakiti Clarisaa.


"Ayo makan malam," ajak Clarissa


mereka pun makan malam bersama dan Clarissa merasa bahagia malam ini dia makan bersama kekasihnya.Daddy menatap putrinya bahagia dan dia juga ikut bahagia melihatnya.


"Oh ya sayang kapan kalian akan menikah," tanya mommy tanpa basa basi


"Apakah tidak apa apa aku menikah dulu dari Kakak," tanya Clarissa sambil menatap kakaknya Abraham


"Enggak papa Rissa yang terpenting kamu bahagia kamu bisa menikah dengan nya terlebih dahulu," sahut Abraham bijak dan mengelus kepala adiknya sayang


"Kapan kamu melamar Rissa nak," tanya Daddy tersenyum


"Aku akan melamarnya segera,"balas Aldrich tersenyum menatap wajah kekasihnya


Clarissa hanya tersenyum malu mendengar ucapan kekasihnya. Abraham ikut bahagia melihat adiknya bahagia dan kebahagiaan adiknya lah prioritas utamanya sebelum dirinya mencari kebahagiaan nya sendiri.


"Kakak senang dan ikut bahagia melihatmu bahagia rissa dan apapun akan kakak lakukan untukmu meski menyita waktu kakak mencari kebahagiaan kakak sendiri.kakak percaya suatu saat jodoh kakak akan datang pada kakak nantinya," batin Abraham sambil menatap adiknya yang tersenyum


Clarissa menoleh dan menatap sang kakak dengan intens dan tersenyum

__ADS_1


"Kak, kakak harus segera mencari belahan jiwa kakak dan mencari kebahagiaan mu juga kak," ucap Clarissa menatap kakak laki laki satu yang dia miliki


"Iya benar kata Clarissa bro, kamu juga harus mencari jodohmu dan memberiku keponakan yang lucu lucu," sahut Aldrich sambil tertawa


plak..Abraham memukul kepala Aldrich dan aldrich meringi merasakan kepalanya sakit.


"Aduh sakit tau bro," protes Aldrich


"Harusnya kamu dan Clarissa yang memberikan keponakan padaku kan kalian akan segera menikah," sahut Abraham enteng


Aldrixh tersenyum menyeringai menatap Clarissa juga Abraham dan Clarissa yang menatap senyuman aldrich merasa merinding.


"Sayang gimana kalau kita malam ini membuatkan kakakmu ini keponakan," ucap Aldrich vulgar dan tersenyum nakal


Clarissa kaget dan tersenyum malu mendengar ucapan frontal kekasihnya.sementara Abraham terbelalak dan melotot Pada Aldrich dan Aldrich hanya tersenyum menyeringai.


"Mesum," ucap Abraham sambil memukul kepala aldrich


Aldrich hanya meringis lalu merajuk pada kekasihnya Clarissa untuk mengelusnya.


" Sayang kepalaku sakit," modus Aldrich


"ck modus," ejek Abraham


Clarissa mengelus kepala Aldrich dengan lembut dan Aldrich menatap Abraham dengan tatapan mengejek sementara Abraham Memutar bola matanya malas.

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN 😁😁😁


__ADS_2