Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 18


__ADS_3

"Haus. " ucap Ella dengan suara lemahnya menatap kearah sang suami. Gara bangkit, berjalan mendekati istrinya, mengambil segelas air putih untuk sang istri. Ella langsung minum di bantu Gara, pria itu juga membantunya bersandar di kepala ranjang rumah sakit.


"Aku sangat khawatir sama keadaan kamu sayang? " ucap Gara di sertai ketakutan di kedua manik kelamnya. Ella merasa bersalah melihat suaminya mencemaskan dirinya, dia mengenggam tangan sang suami.


"Aku baik baik saja Bi, jangan cemas!


"Baik baik saja gimana, kamu tadi pingsan tak sadarkan diri dan ini semua gara gara


Rafael. " ketus Gara menahan amarahnya. Ella menghela nafas panjang, dia menggeleng dan membujuk suaminya agar tak memperpanjang masalah tapi Gara menolak keinginannya.


Kret


Mommy Elena dan Daddy Xander masuk ke dalam, menemui anak dan menantu mereka. Mommy El memastikan keadaan menantu kesayangannya itu. "Untuk kali ini dengarkan mommy sayang, kamu tidak perlu ikut campur urusan Emilia dan Rafael, maaf bila mommy bersikap posesif padamu nak. "


"Ini demi kesehatan kamu dan calon bayi dalam kandungan kamu sayang. " tegur mommy dengan lembut.


"Aku tahu mommy, tapi Emilia saudariku dan aku khawatir padanya. "


"Kau peduli pada saudarimu tanpa memperhatikan kesehatan kamu dan calon anak kita Ella. " sahut Gara dengan wajah dinginnya. Ella menunduk, melihat aura dingin dari suaminya membuatnya bungkam.


"Gara sebaiknya kau ke luar dulu, mommy akan bicara dan menasehati Ella. " pinta mommy Elena pada puteranya. Gara berdecak pelan, bergegas ke luar tanpa menoleh pada sang istri. Wanita itu menatap kepergian suaminya dengan tatapan sendunya.


Mommy mengusap lembut tangan Ella, dia merasa kasihan dengan menantunya ini. "Apa yang dikatakan suamimu benar sayang, utamakan kesehatan kamu dan calon anak kamu. "


"Kau tahu hati suamimu begitu hancur melihat dirimu tak sadarkan diri dan tengah di tangani dokter, dia tak akan sanggup kehilangan kamu dan calon anak kalian. " Mommy Elena mengatakan kekhawatiran Gara pada Ella tanpa ada yang terlewat.

__ADS_1


"Bisa kau bayangkan bagaimana hancurnya hati Gara saat ini saat kamu kritis. " Ella menitikkan air matanya, penyesalan memenuhi hatinya karena bersikap keras kepala. Dia merasa sangat bersalah pada suaminya, Ella yakin Gara sangat marah dan kecewa padanya.


"Sayang kau mau ke mana nak? " Mommy begitu panik melihat Ella yang hendak turun dari ranjangnya.


"Aku ingin menyusul mas Gara mom, ingin minta maaf padanya. " sesal Ella.


"Tetaplah di sini dan beristirahatlah, biarkan suamimu menenangkan diri. " tegas mommy yang tak ingin di bantah. Ellapun pasrah, menuruti perintah sang mertua, mommy membantunya kembali berbaring. Mommy Elena menyuapinya makanan yang dia bawa, Ella tampak memakannya dengan lahap. Selesai menyuapi menantunya, mommy membiarkan Ella beristirahat.


Huft


"Aku benci rumah sakit. " gumamnya sambil mengusap perut buncitnya.


"Sayang, Daddy marah sama mommy. " adunya pada calon anaknya. Ella menginginkan sang suami untuk berada di sisinya, karena kebodohannya Gara jadi marah padanya.


Sementara itu Daddy menemani Gara, keduanya tengah mengobrol di taman rumah sakit. "Kau harus menahan emosimu son, ingat kondisi istrimu yang masih lemah. " tegur Daddy.


"Oh ya son, aku menyuruh orang untuk mencari pendonornya dan ternyata ada, kemarin salah satu teman daddy menghubungiku!


"Benarkah Dad. " Secercah harapan Gara terima, dia berharap sang istri segera sembuh nantinya. Daddy menjelaskan alasan pendonor itu bersedia mendonor tanpa menyebut namanya.


"Tapi Son, operasi itu akan di jalankan setelah istrimu melahirkan sekitar tiga bulan lagi, sementara dua bulan lagi istrimu baru akan melahirkan. " ujar Daddy Xander. Gara memikirkan ucapan sang daddy, dia harus membicarakan hal ini pada mommy lebih dulu. Tanpa mereka sadari ada yang mencuri dengar obrolan keduanya, wanita itu langsung pergi dengan seringai miringnya.


Ya wanita itu Miranda, sepupu Ella dan Emilia. Setelah masuk ke dalam mobil, dia melepas kacamata dan maskernya. "Aku tak perlu susah susah menyingkirkanmu Ella, ternyata ada jalan untuk memudahkanku menyingkirkan kamu. " gumam Miranda licik.


Melajukan roda empatnya sebelum ada orang yang mengenal dirinya, dia akan segera memberitahu kedua orang tuanya. Sejak dulu Miranda tak begitu menyukai Ella, sejak kecil Ella selalu di prioritaskan oleh nenek dan kakek, membuat dirinya merasa tersingkir.

__ADS_1


"Kali ini aku pasti berhasil menyingkirkan kamu Ella!


Miranda turun dari mobil, masuk ke dalam dan bergegas menemui orang tuanya. Tuan dan Nyonya Pram terlihat heran melihat puterinya yang terlihat senang. "Ada apa Miranda, kamu terlihat senang sepertinya? " tanya Nyonya Pram.


"Ini soal penyakit Ella Mi. " Miranda menjelaskan semuanya pada kedua orang tuanya. Tuan Pram tersenyum lebar, dia memuji kepintaran puterinya itu.


"Mira, kamu harus pelan pelan menganggu nya setelah itu buat dia tertekan,langkah selanjutnya biar jadi urusan mami dan papi. " pinta Mami. Miranda mengangguk setuju, wanita itu tersenyum miring dan yakin rencana mereka akan berhasil. Wanita berpakaian seksi itu bangkit, meninggalkan kedua orang tuanya menuju ke kamar atas.


Miranda memilih berendam, membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sambil menatap foto Gara yang dia dapat dari media sosial. "Kau tak pantas untuk wanita penyakitan itu honey. " ucap Miranda sebal.


Miranda akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai, dia tak mempedulikan omongan orang lain. Dia begitu marah dan kesal saat melihat Gara bermesraan dengan Ella, membuatnya tidak terima.


##


Malam harinya Gara tengah menemani sang istri, pria itu menyuruh orang tuanya untuk pulang. Ruangan VIP saat ini sedikit ramai dengan kehadiran Hanum dan Nickolas. Pria itu membiarkan sang istri mengobrol dengan Hanum, sementara dirinya mengerjakan beberapa pekerjaan kantornya dan fokus pada laptop.


"Num, kamu gak ngidam yang aneh aneh gitu? " tanya Ella dengan senyuman cerianya. Hanum menggeleng singkat, gadis itu mengatakan jika dirinya tak mengidam yang aneh aneh, hanya ibu hamil pada umumnya.


"Enggak Ella. " jawabnya sambil mengunyah makanan. Sejak di nyatakan hamil, nafsu makan Hanum semakin bertambah, Nickolaspun tak mempermasalahkan hal itu. Lagipula dia sudah mengetahui jika itu karena pengaruh kehamilan Hanum.


"Kamu kenapa, sepertinya ada yang kamu fikirkan? "


Ella mengatakan isi hatinya pada Hanum, Hanum berhenti makan dan menggenggam tangan iparnya itu. "Kamu semangat ya, aku sangat yakin kamu pasti sembuh Ella!


"Iya Hanum, aku harap bisa melalui ini semua, mas Gara dan calon anakku adalah salah satu alasan agar aku tetap bersemangat. " ungkapnya tersenyum tipis.

__ADS_1


""Nah gitu dong optimis. " sahut Hanum tersenyum lebar. Nickolas cukup senang melihat interaksi istrinya dengan Ella, dia berharap Ella bisa terhibur dengan adanya Hanum.


tbc


__ADS_2