Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 11 | S2 - WANITA SIMPANAN


__ADS_3

warning 21++


"Ah, ah. " suara ******* di sebuah kamar hotel terus bersahut sahutan, Sarah yang frustrasi menjajakan pada pria kaya. Wanita itu terus mengerang, menikmati sentuhan di bawah sana oleh pria di atasnya.


Setelah ronde ke lima, pria itu mengakhiri kegiatannya, Sarah menarik selimut dan bersandar di dada pria itu. "Erick, kau sudah janji padaku dan kamu harus menepatinya!


"Iya, aku akan memenuhi keinginan kamu sayang!


Seringai terbit di bibir Sarah, sebentar lagi keinginannya terwujud. Erick Thompson, adalah putera dari seorang walikota dan dia juga merupakan pria beristri dan memiliki dua orang anak. Sarah tidak peduli status Erick, dia hanya ingin tujuannya tercapai. Wanita itu turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi, Erick menyusulnya dan mereka kembali bercinta di dalam sana.


Selesai dengan urusannya Sarah langsung ke ruang tamu bersantai di sana, Erick langsung memeriksa ponselnya. Pria itu menyeringai, melihat foto yang dikirimkan oleh detektif sewaannya. "Ternyata cantik juga istri pria sialan itu. " ujarnya sambil memaki. Dia menyusul Sarah di ruang tamu, seperti biasa wanita itu menggoda Erick tanpa malu.


"Erick, apakah istrimu tahu jika kamu memiliki simpanan? "


"Tidak, tapi biarkan saja dia. Lagian aku sudah bosan pada Amel. Aku malah semakin candu sama kamu sayang. " rayu Erick dengan tatapan nakalnya. Sarah mengulum senyumnya, wanita itu mengecup bibir Erick dan sedikit ********** pelan.


Pria itu mengeluarkan kartu tanpa limit, lalu memberikannya pada Sarah. Sarah tersenyum senang, dia membiarkan Erick meremas dua gundukannya dari balik tanktopnya dan tangan satunya kini tengah mengelus kue apem milik Sarah.


"Emh ah. " desahnya sensual.


Erick dan Sarah menjalin hubungan sudah lama, pria itu sangat pintar menyembunyikan hubungan mereka dari Amel, istri Erick. Dia juga menyuruh papinya, membungkam media yang menggosipkan dirinya, dengan segelintir uang.


Sementara itu Nia sibuk menyusun pakaian suaminya ke dalam koper, besok hari keberangkatan Louis ke Meksiko. Mau tidak mau dia harus mengalah dan menekan egonya. Louis juga memiliki kesibukan, dia tidak mungkin merecokinya dengan sikap manjanya.


Berat rasanya harus berjauhan dari suami tercintanya, namun Nia tak bisa apa apa. Grep sepasang lengan kekar mendekapnya dari belakang. Nia berbalik, menatap intens kearah suaminya, Louis menahan dagunya hingga tatapan mereka bertemu.


"Aku secepatnya akan pulang, setelah urusanku di sana selesai. Ayo kita ke rumah mommy dan daddy sekarang juga. " Nia mengangguk, Louis membawa istrinya ke luar dan pria itu tancap gas, melaju mobilnya dengan kecepatan sedang.


Tiba di kediaman orang tuanya, Louispun menggandeng mesra istrinya memasuki istana mewah tersebut.


__ADS_1


"Mommy, Daddy kenalin dia Harmonia istriku. " ucap Louis dengan lugas. Nia merasa malu, mommy tersenyum hangat pada menantunya itu.


"Silakan duduk Nak. " Niapun mendaratkan bokongnya di sofa, dia sedikit canggung duduk berhadapan dengan kedua mertuanya. Nia gelisah, bagaimana pandangan orang tua Louis padanya.


"Selamat datang dalam keluarga Wallace. " ujar Daddy Dominic dengan tegas.


"Louis, ternyata kamu sangat pintar dalam memilih istri, istrimu begitu cantik. " puji Mommy Kiara, Niapun tersipu malu dan mengeratkan genggaman tangannya.


"Nia, kamu dari keluarga mana? "


"Dad. " tegur Louis menatap jengah kearah daddynya yang tersenyum usil. Pria itu beralih memeluk pinggang wanitanya dengan posesif.


"Jangan dengarkan Daddy sayang, dia hanya bercanda. " pungkas Louis. Daddy Dominic tersenyum geli, melihat reaksi yang di tunjukkan puteranya. Dia memang sangat suka membuat putranya itu marah marah.


"Tak apa hubby, Daddy em aku tinggal bersama kakek Ruselle sejak kecil. " Niapun menjelaskan kehidupan pribadinya pada kedua mertuanya. Setelah tahu asal usul menantunya, Daddy Dominicpun melirik puteranya dengan seringainya.


"Apa calon cucuku sudah ada. " celetuk Daddy.


Kedua pipi Nia memerah, Louis terkekeh geli melihat sikap malu istrinya. Pria itu melirik sang daddy dengan seringainya. "Lagi di buat Dad, tenang saja tak lama lagi daddy dan mommy pasti punya cucu dari aku dan Nia. "


"Iya Mommy dan Daddy akan jaga istrimu nak, hati hati dan cepat kembali. "


Nia merasakan kehangatan keluarga, ternyata orang tua Louis begitu ramah dan hangat padanya. Louis juga melirik sang daddy, memberi kode padanya, agar Nia jangan sampai berdekatan dengan Sarah. Daddy mengangguk paham, pria paruh baya itu mengerti dengan kekhawatiran Louis pada Nia.


"Sarah pasti senang memiliki ipar seperti kamu Nia!


"Sarah, siapa Sarah mom? " Nia melirik suaminya, Louis hanya diam tak menjawabnya. Mommy menghela nafas berat, melihat sikap daddy dan Louis diam membuatnya bingung.


"Sudah sayang, dia bukan siapa siapa cuma orang asing. " sahut Louis dengan wajah datarnya. Niapun mengangguk, tak lagi menanyakan siapa Sarah, meski wanita itu penasaran.


"Nia ayo ikut mommy, kita mengobrol berdua. " dua wanita itu bangkit, beranjak dari ruang tamu msninggalkan suami suami mereka. Setelah kepergian istrinya, Louis langsung menoleh kearah Daddynya.

__ADS_1


"Dad, selama aku pergi jaga istriku baik baik jika sampai Sarah mencelakai Nia seujung kuku sekalipun, aku tak segan segan melenyapkan wanita rubah itu. Aku tidak peduli jika mommy marah dan membenciku!


"Iya Daddy akan menjaga menantu Daddy dengan baik. " Daddy Dominic sangat tahu bagaimana sifat Louis yang keras dan kejam tanpa peduli apapun, melebihi dirinya dulu.


Leon datang bersama Terry, wajah pria itu terlihat masih mengeras. Terry berusaha menenangkan kekasihnya, kemudian keduanya bergabung bersama daddy dan Louis.


"Leon, ada apa nak? "


"Em begini daddy mertua, tadi Revan hampir melecehkanku namun tidak jadi, Leon datang dan menghajarnya hingga babak belur. " Terry menjelaskan kejadiannya tanpa terlewatkan satupun.


"Tapi setidaknya aku puas melihat pria sialan itu menderita, aku menendang masa


depannya. " Terry tertawa, Daddy tergelak mendengar pengakuan calon menantu bar barnya itu. Gadis itu berhenti tertawa, maniknya melirik kearah Louis yang kini mengejeknya.


"Maaf kakak ipar, aku sudah punya my Lion. " ledeknya.


"Gadis gila. " maki Louis.


"Kau mau merayu saudaraku hah. " geram Leon, Terry menoleh dan menelan salivanya kasar melihat tatapan sinis kekasihnya. Duh ngeri ya jika Leon cemburu, kalau nikah nanti aku pasti sudah di gempurnya di ranjang sampai seminggu.


"My Lion, jangan cemburu. Aku cuma menggodanya saja dan mana mungkin aku suka sama suami orang. " bujuknya.


"Bisa saja bukan. " ketus Leon.


Cup


"Adegan opera sabun kw. " sahut Louis jengah. Leon hanya acuh begitu juga Terry, gadis itu merayu kekasihnya dengan ciuman. Tak lama Mommy dan Nia kembali, membawa minuman dan camilan, lalu di taruhnya di meja makan.


"Wah cantik juga ya kakak ipar, hai aku Terry. " seru Terry.


"Aku Harmonia, panggil saja Nia. " jawab Nia dengan lembut dan ramah. Mommy Kiara begitu senang anggota keluarganya berkumpup semua hari ini, kecuali Sarah.

__ADS_1


"Sarah kemana ya, apa aku hubungi saja anak itu, sudahlah lebih baik jangan. " batin Mommy Kiara. Wanita paruh baya itu tak ingin memicu pertengkaran antara dirinya dengan kedua putra kembarnya.


tbc


__ADS_2