Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS Part 10 | S2 - PILIHAN TEPAT


__ADS_3

Mommy Kiara kini tengah bersantai di teras, raut wajahnya terlihat begitu bahagia setelah mendengar kabar dari Terry, mengenai Louis dan Nia. Wanita paruh baya itu merasa penasaran dengan sosok wanita yang di nikahi puteranya.


"Mommy. " Mommy menoleh, daddy duduk di sebelahnya. Wanita paruh baya itu langsung memeluk sang suami, meluapkan kebahagiaan.


"Dad kata Terry, Louis sudah menikah dan istrinya bernama Harmonia!


"Ck dasar bocah itu, menikah tidak bilang bilang. " geram daddy Dominic. Pria paruh baya itu ikut senang mendengarnya, meski kesal dengan kelakuan Louis.


"Tapi Mom, kita harus tahu bagaimana asal usul menantu kita itu, jangan sampai dia salah satu mata mata musuh. " pungkasnya. Mommy Kiara memukul dada suaminya, dia tak habis fikir dengan pemikiran sang suami yang terlalu curiga sama orang.


"Mommy yakin Dad, dia wanita yang baik, tepat untuk Louis. apa daddy lupa dulunya mommy juga hanyalah yatim piatu? " ucap Mommy dengan nada mencibir. Daddy Dominic menghela nafas berat, mengingat masa lalunya membuatnya tersenyum getir. Diapun dulu memperlakukan sang istri layaknya jalaang, pemuas nafsu di atas ranjang.


"Dad, jangan ingat lagi masa lalu. Mommy bahagia hidup bersama Daddy dan kedua anak kita. " ucap Mommy dengan tulus. Dari jauh Sarah mengepalkan tangannya, pria idamannya telah menikah tanpa sepengetahuannya.


Sialan.


Sarahpun pergi dengan raut kemarahan juga cemburu di wajahnya. Daddy Dominic mengecup kening sang istri, beruntung dia memiliki istri yang mau memaafkan dirinya di masa lalu. "Mommy telepon saja bocah nakal itu, Daddy ingin bicara dengannya. "


"Lebih baik jangan deh Dad, siapa tahu putera dan menantu kita sedang membuatkan cucu untuk kita. " ucap Mommy sambil terkekeh. Daddy Dominic tersenyum geli mendengarnya, namun dia mengiyakan ucapan sang istri.


"Cari tahu siapa wanita yang di nikahi Louis, aku tunggu segera.? " Sarah semakin murka, menutup sambungannya dengan raut kesal. Tidak dia sangka jika Louis berani nikah di belakangnya.


"Kamu hanya milikku Louis, aku pastikan setelah tahu siapa wanita itu aku akan melenyapkannya nanti. " geram Sarah berapi api.


##


"Eungh. " Nia membuka matanya, dia bangun dan bersandar sambil memegangi selimutnya. Sejak pagi dia dan sang suami kembali bergumul di atas ranjang, hingga siang mereka baru selesai.


"Sudah bangun sayang! Louis masuk ke dalam, pria itu hanya memakai celana panjang tanpa atasan. Lalu dia duduk di sebelah sang istri, menatap lembut wanitanya. Louis menyibak selimutnya, membawa Nia ke atas pangkuannya. Nia kini telah memakai pakaian dalamnya lagi, wanita itu mengalungkan lengannya ke leher suami.


"Hubby, kamu tidak bosan menyentuhku hemm? " Nia membiarkan tangan suaminya, menyentuh dua gundukannya yang besar.


"Kamu canduku sayang, mana mungkin bosan! Louis tersenyum hangat pada istrinya, membuat jantung Nia semakin berdebar kencang.

__ADS_1


"Aku harap benihku segera tumbuh di rahimmu sayang. " Nia mengangguk, dia setuju dengan keinginan sang suami. Anak adalah pengikat hati kedua orang tuanya, dengan adanya anak hubungan Nia dan Louis semakin kuat. Pria itu bangkit, membawa istrinya ke kamar mandi.


Selesai beraktivitas, Nia menyisir rambutnya kemudian menguncirnya. Wanita itu ke luar, menyusul sang suami yang berada di meja makan.


"Sini sayang. " Louis menepuk pahanya, menyuruh istrinya duduk di sana namun Nia menggeleng. Pria itu menarik tangan istrinya hingga Nia duduk di atas pahanya.


"Hubby, malu di lihat pelayan. " bisik Nia pada suaminya. Louis mengabaikannya, pria itu menyuapi Nia dan Nia membuka mulutnya. Setelah selesai, Nia berbalik dan menatap kearah sang suami.


Cup Bibir mereka saling memagut satu sama lain, Nia membalas ciuman suaminya dengan begitu agresif dan Liar.


Ehem


"Permisi Tuan! Harry datang, ciuman itu terhenti dan Louis melirik asistennya dengan tajam. Harry hanya tersenyum kikuk kearah sang boss, Nia segera turun dari pangkuan suaminya, melihat kedatangan asisten Harry.


"Ada apa, kenapa kamu datang? "


"Rencana anda ke Meksiko di ajukan dua hari lagi tuan. "


"Baik Tuan, saya permisi. " Harry membungkuk, setelah itu dia langsung pergi.


"Hubby, aku tidak perlu bodyguard. " protes Nia pada suaminya. Louis menoleh, menatap tajam istrinya hingga nyalinya menciut. Niapun mencebik kesal, wanita itu bangkit dan memilih pergi dari sana.


Louis bangkit, segera mengejar istrinya kemudian mencekal tangan Nia. Nia menepis halus tangan suaminya, masih kesal dengan keputusan sang suami. "Dengarkan aku, ini semua demi keamanan kamu sayang, mengertilah. Akan ada banyak orang, yang berusaha menentang hubungan kita. " pungkas Louis.


"Selama aku tidak di sisimu, kamu harus jaga diri baik baik. "


Mata Nia berkaca kaca, wanita itu kembali mendekap tubuh suaminya itu. Louis kini mengusap punggung sang istri, dia telah menekan segala egonya hanya demi wanita dalam dekapannya ini. Louispun sudah memutuskan semuanya, jika dia akan mempertahankan Nia demi rumah tangga mereka serta impian kecilnya.


Louis melepas pelukannya, menatap lekat sang istri kemudian mendaratkan kecupan di kening lalu turun di bibir Nia. "Berapa lama kamu di Meksikonya Hubby? " gumam Nia lirih.


"Satu Minggu sayang, maaf!


Raut wajah Nia begitu sedih mendengarnya, dia berusaha mengontrol dirinya. Dia tidak boleh cengeng, Nia tidak ingin suaminya terbebani dengan ketidaksetujuannya atas keberangkatan sang suami ke Meksiko besok lusa.

__ADS_1


"Baiklah sayang, kamu jaga kesehatan dan hati hati di sana! Louis tidak menyangka, istrinya begitu tegar akan keputusannya. Dia memang tidak salah menjadikan Nia istrinya, calon ibu dari anak anaknya kelak.


"Bagaimana kalau pergi belanja, aku akan menemani kamu hemm? " ucap Louis mengalihkan pembicaraan, dia tak kuasa melihat raut kesedihan tergambar di wajah sang istri.


"Iya. " Louis merangkul istrinya, berjalan ke luar dari mansion dan masuk ke mobil. Mobil mewah itu meluncur meninggalkan mansion.


##


Setibanya di pusat perbelanjaan, mereka di sambut para pelayan yang bekerja di sana sesaat setelah keduanya masuk. Nia sebenarnya sangat malas, namun diapun akhirnya memilih beberapa gaun dan tas branded.


"Yank, jangan lupa beli banyak lingerie, untuk kau pakai tiap malam. " Louis sengaja menggodanya, pipi Nia menyembulkan rona merah membuat pria itu merasa gemas. Wanita itu akhirnya menuruti keinginan suaminya, lagian dia ingin menyenangkan Louis.


Setelah selesai dia membawanya ke kasir, lalu membayarnya. Nia mengulum senyumnya, kala mendengar bisik bisik dari para pelayan. Pasangan suami istri itu pergi dari sana, Louis memasukkan semua belanjaan istrinya ke dalam mobil.


Nia POV


Louis pria tampan, gagah yang banyak di gilai para wanita. Tak heran jika para wanita berusaha mencari perhatiannya dan bersedia bercinta dengannya. aku merasa tidak pantas berada di sisi pria sempurna seperti Louis. Aku tidak ingin kehilanganmu Louis, sudah cukup aku kehilangan Dika.


"Sayang, kenapa melamun? "


"Tidak hubby, hanya saja pesonamu selalu membuat para wanita memandangmu penuh damba. Mungkin mereka rela menyerahkan tubuh mereka, demi bisa merasakan keperkasaanmu di atas ranjang. " pungkas Nia.


Louis menoleh, tersenyum melihat istrinya cemburu terlihat dari nada bicaranya. Dia raih dagu sang istri, kemudian menyesap bibir sang istri sekilas. "Bagiku, hanya kamu yang membuatku bergairah sayang, tidak ada yang lain. " ucap Louis.


"Oh ya, aku tidak percaya tuh. " ledek Nia sambil mengerlingkan matanya nakal. Louis berdecak pelan menepikan mobilnya ke tepi jalan, melepas sabuk pengamannya kemudian mengangkat tubuh istrinya ke atas pangkuannya.


"Mari kita buktikan. " Nia menelan salivanya, melihat seringai miring di bibir sang suami.


"Mati aku! Niapun kembali melayani suami gagahnya di dalam mobil. Satu jam berlalu Louis mengakhiri kegiatan panas mereka, pria itu terlihat senang melihat istrinya begitu tak berdaya di atas pangkuannya.


Louis memperbaiki penampilan istrinya, lalu menurunkan Nia di jok sebelahnya setelah itu menyalakan mobilnya.


tbc

__ADS_1


__ADS_2