Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCBS PART 27 | S2 - KEPERGIAN NIA


__ADS_3

ADA PERTEMUAN PASTI ADA PERPISAHAN


LIKE, KOMEN DAN VOTE


"Di mana aku. " Louis berjalan tak tentu arah, dia mengamati sekelilingnya yang terasa begitu indah, nyaman dan tenang. Namun dia tak tahu dirinya sekarang berada di mana. Seorang wanita berpakaian putih kini berdiri di depannya, kedua mata Louis berkaca kaca melihat sosok sang istri yang begitu cantik.


"Harmonia, istriku kaukah itu sayang. " ucap Louis memastikan.


"Iya Louis ini aku. " Nia membentangkan tangannya, Louis berlari kearahnya dan memeluk erat tubuh sang istri. Pria itu menangis dalam dekapan wanitanya, istrinya serta ibu dari kedua anak kembarnya.


"Louis, maafkan aku. "


Louis melepaskan pelukannya, tak mengerti apa maksud ucapan sang istri. Niapun tersenyum sendu, menatap pria yang dia cintai itu. "Kembalilah Louis, tempatmu bukan di sini dan ingatlah masih ada si kembar yang membutuhkanmu. " ujar Nia.


"Tidak sayang, tidak. ayo sayang kita pulang, kita rawat baby twins bersama sama. " ajak Louis memegang tangan sang istri.


Nia menggeleng, wajahnya berubah pucat tak seperti awal tadi hal itu membuat Louis panik, rasa takut menjalar di hatinya. "Maafkan aku Louis, aku tidak bisa menemani kamu membesarkan baby twins. "


Hiks hiks


"Jangan pergi sayang, aku dan baby twins masih butuh kamu. " jerit Louis pilu seakan enggan melepaskan tangan istrinya.


"Harusnya aku saja yang pergi, aku pria jahat dan kejam, jangan kamu sayang. "


Nia menatap sendu suaminya, tangannya terulur menyentuh pipi suaminya sambil tersenyum. "Kisah kita hanya sampai di sini Louis, beri cinta dan kasih sayang yang besar buat baby twins, sampaikan pesanku pada anak anak kita jika aku menyayangi mereka. "


"Tidak sayang, jangan pergi!


"Kalau kamu sayang baby twins, kamu tidak akan meninggalkan mereka Nia, tidak akan. " teriak Louis emosional.


"Waktuku telah habis Louis, relakan kepergianku sayang, meski ragaku tidak di sisimu namun aku selalu di hatimu dan baby twins. Carilah kebahagiaan lain Louis, jangan terus terpaku pada sosokku, aku akan selalu menjaga kalian dari atas sana. " setelah kalimat itu terhenti bayangan Niapun menghilang seiring tertiup hembusan angin yang begitu kencang.


"Nia sayang, Nia jangan pergi. " Louis terus berteriak memanggil istrinya sambil menangis histeris.


##


"HARMONIA. " jeritnya. Louis langsung terbangun seketika dari tidurnya, pria itu mengusap dahinya yang penuh keringat dan menetralkan nafasnya yang tersengal.


Louis menatap jam yang ada di dinding, waktu menunjukkan 02.00 dini hari. Pria itu berusaha tak mempedulikan mimpi barusan, namun nyatanya bayangan dalam mimpi itu terasa menganggunya. Pria itu turun dari kasurnya, berjalan kearah box bayi lalu menggendong baby boy.


"Maafin daddy twins, daddy begitu lemah dan cengeng, daddy tidak ingin kehilangan mommy kalian nak. "

__ADS_1


Tok tok


Terdengar suara ketukan pintu, Louis menaruh bayinya kembali ke dalam box. Pria itu berjalan kearah pintu, meraih handle lalu menariknya.


"Mom ada apa, kenapa wajah mommy terlihat panik? "


"Istrimu telah sadar sebentar namun kembali pingsan dan keadaan sekarang kritis nak, dokter tengah menanganinya sekarang. "


Deg


Jantung Louis seakan terhenti seketika, pria iru buru buru mengambil kuncinya. Sementara mommy menatap sendu kepergian puteranya, dia kini masuk ke kamar, menjaga kedua cucunya.


Tiba di rumah sakit Louis bergegas menuju keruangan UGD, di sana daddy dan Leon serta yang lainnya telah menunggunya.


"Daddy, bagaimana keadaan istriku sekarang Dad? "


"Dokter belum ke luar sejak tadi. " jawab Daddy Dominic pelan.


Tak lama dokter ke luar dengan wajah menyesalnya, dokterpun menggeleng. "Maafkan kami tuan, istri anda tidak bisa tertolong karena nyonya Nia kehilangan banyak darah saat perjalanan ke rumah sakit. "


"Tidak mungkin dokter, tidak. Dokter pasti berbohong pada saya bukan, istriku pasti selamat. " bentak Louis sambil mencengkeram jas dokter. Daddy langsung melerainya, menenangkan puteranya yang begitu hancur.


"Aaah. " teriak Louis. Hidupnya hancur, istri tercinta pergi meninggalkan dirinya dan si kembar untuk selamanya. Daddy dan Leon langsung memeluknya dengan erat. Terry menangisi kepergian sang kakak ipar yang begitu cepat. Mommy yang mendapat kabar mengenai Nia, merasa syok dan sempat pingsan namun segera di tolong Jessie dan Danzo.


Hari berikutnya Daddy Dominic dan kakek Ruselle menyiapkan segala keperluan untuk pemakaman Nia. Setelah selesai mereka mengantarkan Nia ke peristirahatannya. Louis menangis di makam sang istri, pria itu terus marah pada mendiang istrinya.


"Kau pembohong Nia, kau pembohong. Kau berjanji akan menemaniku hingga tua, anak anak kita dewasa dan menemukan pasangan masing masing, namun kau malah pergi lebih dulu. " geram Louis dengan nada kecewanya.


Mommy terus menangis, hatinya begitu perih melihat kehancuran salah satu puteranya. Dia tak kuasa, melihat betapa rapuhnya putera sulungnya itu. Daddy langsung memeluk istrinya, berusaha menguatkan mommy.


"Louis. " Daddy menahan mommy, merekapun membiarkan Louis sendiri, mereka semua memilih memperhatikan Louis dari kejauhan. Mommy sangat paham, bagaimana hancurnya hati Louis saat ini.


"Kau tega padaku dan baby twins Nia. " gumam Louis dengan lirih.


"Ledeklah aku sepuasmu Nia, aku sangat cengeng sekarang dan ini semua karenamu. " Louis menghembuskan nafas berat, dadanya terasa sesak melihat makam sang istri.


Louis bangkit, meninggalkan makam istrinya dengan langkah gontai. Pria itu pergi memainkan piano yang letaknya di sudut ruangan, lagu yang dia mainkan begitu mewakili hatinya, pilu, sesak dan rasa sedih yang membuatnya rapuh.


Loving can hurt


Loving can hurt sometimes

__ADS_1


But it's the only thing that I know


When it gets hard


You know it can get hard sometimes


It is the only thing that makes us feel alive


We keep this love in a photograph


We made these memories for ourselves


Where our eyes are never closing.


Hearts are never broken


And time's forever frozen still


So you can keep me


Inside the pocket of your ripped jeans


Holding me closer 'til our eyes meet


You won't ever be alone


Wait for me to come home


Edsheeran - Photograph


Lagi lagi Mommy menitikkan air matanya, puteranya begitu rapuh saat ini. Wanita paruh baya itu menghela nafas kasar, dia sebagai seorang ibu tidak bisa berbuat apapun. Terry datang menghampiri ibu mertuanya, lalu mengajaknya ke ruang tamu.


"Biarkan Louis menenangkan diri mom, kehilangan Nia sangat menghancurkannya, ini adalah titik terendahnya. Dia hanya perlu waktu untuk bangkit, aku yakin Louis bisa, mengingat dia masih memiliki si kembar. "


"Iya sayang kamu benar, kamu juga perlu istirahat Terry, ingat kamu sedang hamil besar. " tegur mommy pada menantunya yang lain.


"Iya Mommy, Nia wanita sekaligus ibu yang hebat untuk sikembar, aku harap bisa menjadi sepertinya yang kuat, tangguh dan juga penyabar. "


Mommy tersenyum tipis, wanita paruh baya itu langsung memeluk Terry. Terry tersenyum tipis, tangannya terulur menyentuh perut besarnya.


"Mami juga akan berjuang sayang demi kamu, sehat sehat dalam perut mami. " gumam Terry pelan.

__ADS_1


tbc


__ADS_2