
Ella nampak memejamkan mata, menikmati ciuman yang dilakukan oleh Gara. Setelah ciuman berakhir, pandangan mereka bertemu. Gadis itu tersenyum manis padanya di sambut tatapan hangat oleh Gara. "Kau milikku Baby, selamanya!
"Tapi om aku sudah punya kak Rendy, kekasihku. bagaimana bisa kamu mengklaim diriku!
"Lalu kenapa kau membalas ciuman aku tadi hemm? " tanya Gara dengan seringai miringnya. Ella terlihat merona mendengar ucapan Gara yang menggodanya. Garapun menggendongnya bridal style, membawanya pergi dari balkon.
"Ayo temui orang tua kamu sekarang sayang. " ujar Gara. Ella menoleh kearahnya, Gara sibuk melajukan roda empatnya dengan kecepatan sedang.
"Memangnya mau apa Om? "
"Nanti kau juga tahu baby. " jawab Gara tanpa mau menjelaskan. Pria itu melajukan roda empatnya menuju kediaman keluarga Hanggara. Ya Orang tua Ella baru saja datang, merekapun segera masuk dan menemui orang tua Ella.
"Mom, Dad. " pekik Ella berlari kearah orang tuanya.
"Perhatikan langkahmu baby girl. " ucap Gara dengan raut khawatirnya
"Sayang, mommy rindu kamu nak. " Mommy Lily langsung memeluk puteri kesayangannya itu. Ellapun bergantian memeluk sang daddy tercinta, Daddy tampak menciumi kepala puterinya itu.
"Terimakasih telah mengantar Ella pulang, Gara dan ada apa?
"Begini paman, bibi. Saya ingin meminta restu pada kalian, saya ingin menikahi Ella dan menjadikannya sebagai istriku. " ujar Gara. Ella sangat terkejut mendengarnya, begitu juga orang tuanya.
"Tapi om, kau tahu sendiri bagaimana keadaanku, bagaimana bisa om Gara mau menikahiku hah? " cecar Ella menatapnya tajam.
"Aku tahu Ella, justru aku ingin memberikan kamu kebahagiaan dan aku akan menjagamu baby!
"Tidak om, aku tidak mau. "
Garapun merasa geram, pria itu menatapnya tajam membuat nyali Ella menciut. "Ini keputusanku Ella, aku tak akan mengubahnya!
"Apa yang di katakan Gara benar sayang. " timpal mommy sambil mengusap kepala putrinya. Ellapun berdecak pelan, pasrah akan keputusan Gara yang tak bisa dia bantah.
"Aku memberimu restu Gara, bahagiakan puteriku dan jagalah dia dengan nyawamu. " tegas Daddy. Gara mengangguk mantap, melirik kekasihnya yang merajuk. Ellapun bangkit, pergi meninggalkan mereka menuju ke kamar.
"Aku akan menyusulnya papa mertua, dan izinkan aku memiliki Ella seutuhnya. " Gara tersenyum pada calon mertuanya, lalu beranjak pergi sebelum daddy mertua mengamuk.
"Gara. " teriak Daddy pada calon menantunya.
__ADS_1
Di dalam sana Gara benar benar membuktikan ucapannya. pria itu mengajak Ella menikmati kenikmatan surgawi. Ellapun memberikan hal berharganya pada sang calon suami. Ronde empat berakhir, Ella jatuh terkulai lemas di atas tubuh Gara dan terlelap.
Satu jam berlalu, Ella membuka matanya dan melihat dirinya masih berada di atas tubuh Gara. "Mas. kenapa kamu lakuin ini. Ini semua salah untuk kita berdua. " Ella mengubah panggilannya sesuai keinginan Gara.
"Besok kita menikah sayang, maafkan aku karena inilah satu satunya cara untuk membuatmu setuju menikah denganku. I love you baby Girl. " bisiknya mesra.
"Hm. " jawab Ella pelan. Gara mendengarnya, pria itu tersenyum sumringah dan kembali menciumnya. Ella menurunkan tubuhnya, dia bersandar di dada Gara dan memeluknya erat.
Drt
drt
Ella mengambil ponselnya, melihat nama Rendy membuatnya tersenyum kecut. "Iya kak, ada apa? " tanya Ella dengan lembut.
"Kau di mana sayang, kakak rindu sama
kamu. " ujar Rendy.
"Aku berada di rumah orang tuaku kak. " Ella mengakhirinya lebih dulu, dia taruh ponselnya dan menyusup di belahan dada Gara.
"Sepertinya kau merindukan Rendy? " tanya Gara dengan nada datarnya.
Gara menyibak selimut, mengendong Ella menuju ke kamar mandi. Mereka berendam bersama hingga satu jam lamanya. Mereka ke luar, Ella segera berpakaian dan raut wajahnya terlihat masam. Gara tersenyum puas, dia telah mendapatkan hal yang dia lakukan tadi di ranjang dan di kamar mandi.
"Om sebaiknya pulang saja, aku ingin sendirian kali ini. " ucap Ella dengan tatapan seriusnya.
"Kenapa, apa kau menyesali apa yang terjadi diantara kita barusan? "
Ella menunduk, tak menjawabnya karena takut Gara akan marah padanya. Pria itu menghela nafas berat, dia sudah tahu jawabannya. Gara bangkit, menarik tangan Ella lalu mengajaknya ke luar.
Ella buru buru turun dari mobil, dia berlari kecil Menghampiri Rendy yang telah menunggunya. "Kak Rendy. " panggilnya. Rendy menoleh, bangkit dan langsung memeluknya dengan erat.
Gara mengumpat pelan, memalingkan wajahnya kearah lain. Tak menyukai pemandangan di depannya yang membuatnya sesak. Rendy melepas pelukannya, menatap penuh sayang gadis pujaannya. "Ayo duduk sayang. " ucap Rendy dengan lembut.
"Iya Kak. "
Ella tersenyum getir melihat raut bahagia kekasihnya, namun dia tak memiliki pilihan lain. Dia bukan gadis yang baik untuk Rendy, dia harap setelah ini Rendy merelakan dirinya dan mencari gadis lain.
"Kak tanpa sengaja aku mengkhianati cinta kita. " ucap Ella dengan jujur.
Deg
__ADS_1
Rendy sangat terkejut mendengarnya, Ella menyentuh tangan pria itu. "Aku ingin hubungan kita cukup sampai di sini Kak Rendy, aku bukan gadis yang tepat untuk kakak. " lanjutnya dengan nada lirih.
"Kenapa kamu melakukannya Ella, kenapa? "
"Apa aku punya salah padamu! Ella mengeleng, gadis itu menangis dalam diam melihat kekecewaan di wajah Rendy. Rendy menghela nafas kasar, menahan rasa sesak dalam dada mendengar kejujuran Ella.
"Maafkan aku kak, lupakan aku dan kakak boleh benci aku seumur hidup kakak. " ujarnya dengan raut sendu. Rendy bangkit, pergi meninggalkannya sendiri di dalam Cafe. Tangis Ella pecah melihat kepergian Rendy tanpa berkata apapun padanya.
"Kak Rendy. " gumamnya pelan.
Ellapun bangkit, ke luar dari Cafe dengan langkah gontai. Dia melihat sosok Gara yang telah menunggunya, gadis itu memilih melewatinya tanpa berkata apapun. "Kau mencampakanku Ella, setelah apa yang aku berikan padamu. " ucap Gara dengan nada dinginnya.
"Aku kira setelah memilikimu seutuhnya, kamu akan berusaha mencintaiku nyatanya tidak sama sekali. "
Ella mengangkat wajahnya, menatap sendu kearah Gara. "Lupakan apa yang terjadi diantara kita mas. " ucap Ella pelan.
"Lupakan, mudah sekali kau bicara hah. Sejak awal aku sudah tertarik pada kamu Daniella Fairy Thalia, aku jatuh cinta padamu Ella. " teriak Gara meluapkan emosinya.
Ella sangat terkejut melihat Gara yang begitu marah, dia baru pertama kali melihat Gara semarah ini padanya. "Aku menjilat ludah ku sendiri, aku bilang tidak suka dengan gadis manja namun setelah melihatmu, semuanya berubah. " ucapnya dengan nada rendah.
"Mas Gara. " Ella datang menghampirinya, menyentuh sisi wajah pria itu. Gadis itu menangis sesegukan melihat sisi rapuh pria yang biasa bersikap ketus padanya. Gara menepis tangannya, pria itu mengusap wajahnya kasar.
"Kalau itu maumu aku akan lakukan Ella, aku akan.. " ucapannya terhenti kala Ella memeluknya dengan erat. Dia menangis histeris sambil memukul Dada Gara.
"Mencintaiku hanya akan menyakitimu mas Gara, kau tahu nama siapa yang masih terpatri dalam hatiku. " gumamnya.
"Aku tak peduli, yang aku inginkan kamu Daniella Fairy Nagara Johnstone, aku akan membuatmu melupakannya. " kekeh Gara sambil menciumi pucuk kepala wanitanya.
"Hei ingusmu mengotori kemejaku baby!
"Ish nanti di cuci sampai bersih. " ketus Ella sambil mengeratkan pelukannya. Gara terkekeh, mengajak gadisnya ke dalam mobil. Dia melajukan roda empatnya dengan kencang.
"Besok kita menikah baby. " ujar Gara sambil tersenyum.
"Oh kau sungguh tidak peka wahai tuan Johnstone, calon istrimu baru saja putus dari kekasihnya dan kau mau menikahiku ckckck!
"Lebih cepat lebih baik baby, bercinta adalah cara yang tepat melupakan patah hatimu itu. " jawab Gara vulgar yang dibalas cibiran oleh Ella.
"Sekali mesum tetaplah mesum haish! "
tbc
__ADS_1