Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
ISTM PART 5 - MENUNJUKKAN KETERTARIKAN


__ADS_3

Di perusahaan Wallace Corp


Raymond langsung uring uringan membaca pesan dari calon istrinya itu, dia ingin marah namun dia urungkan. "Kenapa aku mendadak bodoh sih jika sudah memikirkan gadis nakal itu, harusnya aku menyuruh pengawal untuk mengikutinya, dasar bodoh. "


Ray berusaha menghubungi nomor sang kekasih namun tak aktif, hal itu membuatnya semakin uring uringan tidak jelas. Dia hanya mampu menghela nafas kasar, sepertinya membiarkan gadis itu tenang adalah pilihan yang sangat tepat untuk saat ini.


"Sudahlah setelah tenang, Cyra pasti akan menghubungi aku!


Ray memilih melanjutkan membuat laporan anggaran belanja perusahaan, pikirannya kini tengah terbagi dua hingga membuatnya tak konsentrasi. Dia bersandar di kursi sambil mengusap wajahnya kasar.


Tok


tok


tok


Masuklah Keenan sang asisten ke dalam ruangan Raymond. Raymond tersenyum cerah melihat kehadiran asistennya itu. Keenan menaikkan sebelah alisnya melihat sikap aneh tuan mudanya itu. "Em tuan muda, apa anda sudah gila hanya karena kelamaan jomblo. " celetuk Keenan asal.


Pluk Ray melempar pulpennya kearah Keenan dengan raut kesalnya, Keenan dengan sigap menangkapnya dan menaruhnya di meja, dia tertawa tanpa dosa dihadapan tuan mudanya itu. "Maaf tuan muda saya bercanda, jangan dianggap serius ucapan saya kecuali jika itu benar hehe. "


"Berhenti tertawa kiki. " ujar Ray dengan kesal. Keenan berdecak kesal, dia sangat kesal setiap kali Ray memanggilnya dengan sebutan kiki, plesetan dari kee kee, hal itu lah yang paling dia benci di muka bumi cielah.


"Please tuan muda, berhenti memanggilku Kiki, itu sangat menggelikan! protesnya.


"Saya ingin kamu mencari informasi tentang, gadis bernama Cyra Arabella, jangan sampai ada yang terlewat Keenan!


"Memangnya siapa gadis itu tuan muda!


" Jangan banyak nanya, lakukan saja apa yang aku perintahkan. " Keenan mendengus pelan namun mengangguk, dia membungkuk sebentar lalu ke luar dari ruangan Raymond.


Setelah kepergian Keenan, Ray melanjutkan pekerjaannya membuat laporan anggaran dana.


Tok


tok


tok

__ADS_1


Raymond menaikkan sebelah alisnya mendengar ketukan pintu. "Apa yang ingin Keenan katakan lagi!


" Masuk. "



Dengan malu malu Cyra membuka pintunya, lalu masuk ke dalam, Ray spontan berdiri melihat kehadiran gadis yang tengah dia pikirkan. Ray bergegas menghampirinya dan memeluknya erat, Cyra membalas pelukan sang tuan muda.


Ray melepas pelukannya namun tangannya masih memeluk pinggang Cyra. "Bukankah kamu ingin menenangkan diri hemm, kenapa malah ke sini. "


"Di villa aku teringat terus sama kamu Ray, makanya ke sini. " ujarnya malu malu.


Sudut bibir Raymond terangkat mendengar ucapan Cyra barusan, ternyata mereka sama sama saling merindukan satu sama lain. Ray menggandeng kekasihnya hingga keduanya duduk di sofa dengan Cyra di atas paha Raymond. Cyra tersenyum canggung, merasakan sesuatu yang tengah menusuk di bawah sana. "Ray, kamu kenapa mesum sih


ck. " cibir Cyra dengan kesal.


"Sepertinya si elang pingin masuk ke sarangnya sayang tapi belum waktunya! Itu hal lumrah honey, Elang butuh energi tapi sayangnya kita belum resmi!


Cyra terlihat salah tingkah kala Raypun menatapnya dengan intens, Ray langsung menyusupkan wajahnya ke leher Cyra kemudian menciumnya sekilas. Cyra merasakan geli namun sebisa mungkin tetap tenang. Dia kalungkan tangannya ke leher Ray, kemudian mengusap rahang kokoh prianya.


" Oh ya Tuan Muda, tapi aku hanya gadis biasa bukan dari kalangan bangsawan seperti Anda. " goda Cyra sambil tersenyum. Raymond tergelak melihat raut menggoda di wajah gadis nakalnya ini.


"Kita ke luar saja dan cari tempat yang aman untuk bermesraan. " Cyra mengangguk, dia segera turun dari pangkuan Ray dan mereka keluar.


Skip


Di Villa Summer Land



Raymond dan Cyra menaiki tangga setelah turun dari mobil, keduanya merebahkan diri mereka di sebuah ranjang dekat kolam renang. Ray memagut bibir Cyra dengan lembut, namun makin lama berubah liar dan panas. Setelah ciuman berakhir, Ray menatap lekat kearah gadisnya dengan penuh gairah hal itu membuat Cyra merona. Tatapan Ray turun kearah belahan persik tanpa basa basi dia memberikan ciuman di sana membuat Cyra menahan nafas.


"Kamu sangat nakal Tuan Muda!


" Tapi kamu sangat seksi Nona muda, aku sangat menyukai dirimu yang sangat menggairahkan di mataku, membuatku tak tahan! Cyra merasa malu dengan ucapan sang tuan muda barusan, Ray terkekeh melihat reaksi dari gadisnya.


Cyra menyusupkan wajahnya ke dada bidang Raymond, lalu memeluk tubuhnya. Rasanya sangat nyaman berada di dekat kekasihnya ini. Keduanya menikmati suasana di villa sambil melempar candaan.

__ADS_1


***


Di sisi lain Bryan berkali kali mengumpat, dia belum bisa menemukan keberadaan Summer. Salah satu anak buahnya datang, mendekatinya dengan buru buru. "Boss, nona Summer menyamarkan namanya menjadi nama lain!


" Nama lain, maksudmu nama panggilannya?


Anak buahnya mengangguk, Bryan kini terdiam memikirkan nama panggilan dari Summer. Tak lama seringai terbit di bibirnya kemudian berkata. "Cyra, hah ternyata gadis itu sangat licik ternyata. "


"Kalau begitu kamu cari keberadaan Cyra / Summer lalu bawa kehadapanku!


Setelah kepergian anak buahnya, Bryan menuangkan wine ke dalam gelas lalu meneguknya, hal itu dilakukan berulang ulang. Dia merasa sangat penasaran dan ingin segera merenggut kesucian Cyra setelah itu membuangnya.


Tap


tap


tap


Seorang wanita datang dan menghampiri Bryan, dia langsung duduk di paha Bryan. Bryan berhenti menuangkan wine dan beralih memeluk pinggul Amelia. " Sayang, kenapa kamu sangat jarang ke club sekarang, sebenarnya apa yang tengah kamu lakukan saat ini? "


"Ada wanita yang ingin aku rebut kesuciannya sayang, makanya aku sibuk. " Bryan mulai menciumi leher hingga ke dada Amelia. Ya Amelia memakai pakaian yang ketat hingga dua persiknya sedikit menyembul. Amelia merasa bergairah, keduanya langsung melepas pakaian mereka kemudian mulai memadu kasih.


Suara erangan dan ******* terus bersautan di ruang tamu, keduanya tak merasa malu diperhatikan dari jauh oleh pelayan. Hingga dua jam kemudian mereka menyudahinya namun masih dalam posisi sama. Amel bersandar di dada Bryan, tubuhnya sangat lelah setelah kegiatan tadi.


"Kamu sangat nikmat sayang, aku puas dan nanti kita lanjutkan. "


Bryan kembali menciumnya dan Amel langsung membalasnya. Amel kini mengusap usap dada polos milik kekasihnya itu, sedangkan Bryan memainkan dua bola besar milik wanitanya.


"Lalu apa rencanamu selanjutnya honey!


" Mencari tahu keberadaan gadis itu. " Amel menuangkan wine kemudian meneguk nya dengan sensual, jakun Bryan naik turun melihatnya. Tanpa aba aba dia membopongnya dan membawanya ke kamar mereka berdua, melanjutkan kegiatan panas mereka yang sangat liar dan panas.


Skip


Di kamar, Keduanya mengulang lagi kegiatan mereka dan kini Amel lah yang memimpin dan memberi pelayanan pada sang kekasih.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2