
Beberapa hari sebelum hari pernikahannya dengan Ethan di laksana 'kan. Shenna kini tampak asyik piknik dengan kedua orang tuanya. Kini mereka tengah piknik bertiga di dekat danau yang letaknya tak jauh dari villa tempat mereka menginap.
Gadis itu tampak asyik memakan roti dengan santai sambil memainkan ponselnya. Sesekali dia juga mengambil foto mereka bertiga sebagai kenangan. Shenna merasa bersyukur setidaknya kedua orang tuanya telah berkumpul dan keduanya tampak mesra.
"Ma, Pa aku pamit ke kamar mandi sebentar ya. " ucap Shenna merasakan dirinya ingin buang air kecil.
"Iya sayang hati hati. " ucap mama dengan lembut.
Shenna lekas bangkit, dia berjalan kaki menuju ke Villa. Tiba di sana gadis itu langsung pergi ke toilet. Beberapa menit berlalu dia ke luar dari sana dengan perasaan leganya.
"Permisi nona. " seorang pemuda menyapa Shenna. Diapun langsung menoleh, gadis langsung mengajaknya bergabung bersama keluarganya. Lelaki itu bernama Devon dari salah satu pelayan yang bekerja membersihkan villa.
Shenna langsung mengenalkan Devon pada orang tuanya.Lelaki itu menemani Shenna berbicara,saling mengobrol hal yang random.
"Aku bentar lagi nikah, di sini aku cuma sementara kok. aku ingin menghabiskan waktu dengan kedua orang tuaku. " ungkap Shenna. Devon memberikan selamat atas pernikahan Shenna nantinya, gadis itu mengungkapkan terimakasih.
Dering ponselnya menyita perhatian Shenna, dia langsung menjawab telepon dari Ethan. Calon pengantin itu saling mengobrol, tanpa sengaja Devon batuk membuat Ethan curiga.
__ADS_1
Devon langsung pamit, dia tak ingin menganggu Shenna. Shenna sendiri kembali fokus mengobrol dengan Ethan melalui video call.
"Suara siapa tadi baby? " tanya Ethan curiga.
"Tadi Devon kak, dia anak dari salah satu pelayan. " Shenna menjelaskan supaya Ethan tak salah paham padanya.
"Lain kali jangan bicara dengan pria lain saat aku tak ada, aku cemburu. " ucap Ethan dengan gamblang.
"Maaf kak. " sesal Shenna. Ethan memaafkan nya, dia mengalihkan pembicaraan. Keduanya saling melepaskan rindu meski hanya dengan mengobrol. Setelah selesai Shena menutup sambungannya. Gadis itu kembali bergabung dengan orang tuanya.
Mama Karina memperhatikan wajah sang anak, mengusap kepala putrinya dengan lembut. Matanya tampak berkaca kaca, tak lama lagi Shena akan menikah dan ikut dengan Ethan nantinya. Shena menyentuh tangan sang mama, mengecupnya berulang kali.
Mama menggeleng, dia mengecup kening putri kesayangannya itu. Baginya Shena adalah segala galanya untuk dirinya selama ini. Tuan Yerdan memeluk bahu istrinya dari samping, menyaksikan dua perempuan kesayangannya yang tengah bernostalgia.
"Saat jadi istri nanti, kamu harus memenuhi kewajiban kamu sebagai istri dan selalu menuruti perintah suami kamu nantinya nak. " tegur Mama Karina.
"Iya Ma, terimakasih atas nasihatnya. Aku pasti akan selalu mengingat nasihat dari mama. " balasnya sambil tersenyum simpul.
__ADS_1
Dan Shena kini menikmati jus buatan sang mama di terik siang yang cukup panas saat ini. Gadis itu meminta sang papa membicarakan keluarga besar papanya. Tuan Yerdan tentu saja menjelaskan silsilah keluarga besarnya pada sang anak.
"Apa Shena memiliki sepupu Pa? " tanya Shena pada sang papa.
"Ada sayang, mereka rencananya akan datang saat pernikahan kamu di gelar nantinya. " ujar Tuan Yerdan dengan lembut.
Shena mengangguk paham, gadis itu memilih berbaring di tikar yang kosong sambil mendengarkan lagu galau. Mama mengulas senyumnya, paham jika sang anak tengah merindukan Ethan saat ini.
"Bersabarlah sayang tak lama lagi kamu akan bersatu dengan lelaki tampan pilihan hati kamu itu. " ucap Mama sambil tersenyum.
"Hehe mama tahu aja kalau aku merindukan kak Ethan. " balas Shena sambil nyengir. Papa tergelak kencang, mencubit gemas hidung sang anak.
Shena POV
Semua orang telah mendapatkan kebahagiaan mereka sesuai porsi masing masing. Aku merasa berdebar, gugup tak lama lagi aku akan menjadi istri kak Ethan, pria yang aku cintai. Berharap kelak pernikahan aku dan kak Ethan nantinya akan langgeng sampai tua nanti.
"Meski sudah mengobrol lewat ponsel tetap saja rasanya masih kurang. Rasa rindu ini begitu menggebu, ingin berjumpa dengan sang pujaan hati. " gumam Shena.
__ADS_1
Mama dan Papa sendiri justru asyik mengobrol. Keduanya membiarkan putri mereka terlelap di samping mama. Lagipula pasangan suami istri ini ingin menghabiskan waktu berdua dengan tenang dan santai.