Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT PART 37 TWINS L & Baby E


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


SETELAH INI MAU DI BUATIN KISAHNYA SIAPA GUYS?


beberapa bulan kemudian


Oek oek


.


Di rumah sakit, Kiara melahirkan kedua jagoannya secara normal. Dominic tampak berkaca kaca, melihat betapa sulitnya perjuangan sang istri melahirkan buah hati mereka. "Sayang, selamat kamu berhasil melahirkan dua jagoan kita. "


Kiara mengulum senyumnya, Dominic memberikan kecupan kecupan sayangnya pada sang istri. Sementara kedua bayi mereka tengah di bersihkan oleh suster. Kini Kiara di pindahkan ke ruangan bersalin, tak lama dua Orang suster datang dan membawa kedua bayi mereka.


"Lihat mas putera putera kita sangat tampan sepertimu!


"Iya sayang, manik biru si sulung begitu cerah dan memukau. " ungkap Dominic dengan segaris senyuman di bibirnya.


"Louis Greyson Wallace and Leon Gerraldo Wallace, bagaimana menurutmu sayang? " Dominic menatap lembut sang istri, Kiara mengangguk setuju dengan saran nama dari suaminya. Kiara menatap haru biru bayi dalam gendongannya serta pada sang suami, tak menyangka jika kedua bayinya kini telah lahir ke dunia. Keluarga besar mereka sangat bahagia melihat kelahiran dari baby twins milik Dominic dan Kiara.


Ayah dan Bunda masuk ke dalam, Kiara sangat senang dengan kehadiran kedua mertuanya itu. "Nak, Bunda boleh menggendongnya? "


"Tentu Bunda, lagian twins L itu cucu Bunda dan Ayah. " Kiara menyerahkan baby Jason pada sang nenek, Bunda menggendong baby Louis dengan raut bahagia begitu juga dengan Ayah. Dominic mendekap sang istri dari samping, keduanya benar benar bahagia.


Kiara menitikkan air matanya, dulu dia hanyalah anak yatim piatu, tidak memiliki sanak saudara hanya ibu panti dan adik adiknya. Kini dia telah memiliki keluarga kecil, suami yang mencintainya dan dua jagoan kecil yang begitu tampan.


Oek oek


"Nak baby Louis kayaknya haus. "


"Sini bunda, berikan baby Louis padaku. " Bunda menyerahkan baby Louis pada Kiara, lalu dua paruh baya itupun ke luar. Kiara membuka kancing atasnya, baby Louis menyusu dengan kuat. Dominic duduk di sampingnya sambil menggendong baby Leon. Pria itu hanya bisa menelan salivanya kasar, melihat dua buah besar nan sintal favoritnya tengah di lahap jagoannya.


"Huft sayang itu milik Daddy, jangan di habiskan. " gumam Dominic dengan lirih. Kiara langsung mencubit lengan sang suami dengan nada mencibir. Dominic hanya berwajah masam, Kiara hanya mendengus geli melihat raut wajah suaminya. Wanita itu kembali menatap puteranya yang telah selesai minum.

__ADS_1


"Kamu sudah kenyang ya baby, duh putera mommy yang tampan. " ucapnya dengan lembut. Kiara menciumi wajah kedua puteranya secara bergantian, Dominic tersenyum merekah melihat tiga orang terkasihnya.


"Mommy, Daddy juga pengen. " Dominic menyentuh bibirnya, memberi kode pada sang istri. Kiara hanya bisa menggeleng, lalu memberi kecupan di bibir suaminya itu namun Dominic menahan tengkuknya dan memperdalam ciumannya.


Oek oek


Baby Leon dalam gendongan Dominic menangis, keduanya segera melepaskan ciuman mereka. Kiara langsung melototi sang suami, Dominic berusaha menenangkan puteranya. "Son, kamu cemburu ya melihat mommy mencium daddy hemm. " ujar Dominic pada bayi dalam gendongannya.


"Nak kalau kamu besar kelak, ciumlah kekasihmu sepuasnya, ciuman itu tandanya kita mencintai kekasih kita. " oceh Dominic pada kedua babynya.


"Daddy ih. " pekik Kiara kesal. Dominic tertawa tanpa dosa, kembali menatap kedua puteranya secara bergantian. Baby Leon memgerjabkan matanya, melihat daddynya yang tertawa membuatnya ikut tertawa khas bayi. Kiara hanya bisa menghela nafas panjang, suaminya ini memang menyebalkan. Dominic melirik Kiara sambil tertawa kecil, wajah merajuk istrinya memang menggemaskan.


"Merajuk eh!


"Au ah, daddy benar benar nakal ya masa kedua putera kita diajarin untuk ciuman. " sungut Kiara.


"No problem Mommy, aku yakin kelak Louis dan Leon akan menjadi idola para wanita, manik biru milik Louis mampu membuat kaum wanita jatuh hati padanya!


Kiara menatap lembut baby Louis dengan senyuman manis di bibirnya. "Kamu benar Dad, mommy telah jatuh hati pada baby Louis dan mungkin saja posisi Daddy tergeser dari hati mommy. "sahut Kiara dengan senyuman jahilnya pada sang suami.


"Ya sudah? "


"Ya sudah kita buatin adik bayi perempuan, yang manis dan cantik buat twins boy


gimana? " Dominic menarik turunkan alisnya menggoda sang istri. Kiara terbelalak kaget, matanya melotot kearah suami mesumnya itu.


"Baby twins masih kecil Dad, lagian Daddy harus puasa selama dua bulan. " tegas Kiara dengan wajah serius. Wajah Dominic berubah lesu, Kiara tertawa cekikan melihat ekspresi suaminya.


Cup


"I love you Dad, terimakasih telah menebar bibit unggul hingga lahirlah dua bayi tampan. " gumamnya dengan lembut. Dominic tersenyum penuh makna, pria itu langsung mengecup singkat pipi wanitanya dan tak lupa keningnya.


Bahagia, Dominic merasakan kebahagiaan yang berlipat kala dua jagoannya lahir kedunia. Ini semua berkat perjuangan keras dari Kiara Dominic Archer, istrinya. Istri sekaligus mommy yang tangguh, baik, lemah lembut dan juga penyabar. Sebagai suami dia sangat beruntung memiliki istri seperti Kiara, apapun akan dia lakukan demi membahagiakan keluarga kecil mereka.

__ADS_1


"Oh ya Dad, bukankah Cyra juga telah melahirkan anak keduanya!


"Iya sayang, Bunda dan Ayah menemani mereka karena Cyra melahirkan secara Cesar!


Rey mendorong kursi roda istrinya, masuk ke dalam ruangan Kiara di susul bunda yang dan Ayah menggandeng tangan Yurika. Kiara mengulas senyumnya melihat kedatangan kedua iparnya.


"Cyra, aku dengar kamu juga melahirkan? "


"Iya kakak ipar, bayi kedua kami Laki laki namanya Ezra Olivander Wallace. " Rey mendorong kursi roda istrinya mendekati Kiara, iparnya. Kiara tersenyum melihat keponakannya yang begitu tampan sama seperti kedua putranya.


"Baby E sangat tampan sama seperti twins


L. " ucap Kiara dengan senyuman di bibir.


"Ya kamu benar Kiara!


Dominic menaruh baby Louis dan Leon dalam box yang sengaja di taruh di dalam ruangan Kiara. Kini mereka duduk di sofa, memperhatikan si kecil Yurika yang tengah menatap ketiga adiknya. Gadis kecil itu kini menatap orang tuanya secara bergantian. "Unda, enapa Yui pelempuan cendili, sementala adik uis, leon dan adik Ezla laki laki. "


"Memangnya kamu enggak suka sama dedek Ezra sayang? " tanya Cyra dengan lembut pada puterinya.


"Endak gitu unda, hanya saja Yui idak unya teman pelempuan, idak bisa main boneka kalena ketiga adik Yui cemua laki laki. " ucap Yurika dengan wajah cemberutnya.


Para pria langsung menggoda istri istri mereka, Cyra kembali menatap lembut pada puterinya itu. Yurikapun mendekati sang bunda, tangan mungilnya menyentuh tangan sang adik.


"Unda, maafin Yui yang nakal, Yui cayang kok cama adik bayi, unda jangan cedih lagi ya. "


"Sayang, Yui enggak nakal kok. Bunda juga engggak sedih, malahan bunda bangga sama Yuri, Yuri anak yang pintar. " Yurika langsung mencium pipi bundanya, semua orang tersentuh dengan tindakan Yurika. Gadis cilik itu beralih menatap adiknya dalam gendongan bunda.


"Dedek Ezla, jangan nakal ya. Jangan uat unda cedih, kalau nakal kakak malahin kamu. " ucap Yurika dengan polos. Reymond segera memangku puterinya, dia sangat gemas pada puteri kesayangannya itu.


Dari jauh Kiara menitikkan air matanya, terharu dengan keluarga kecil iparnya itu apalagi dengan sikap si manis Yurika. Dominic meraih tangannya, dia melempar senyuman pada istrinya itu. "Yurika benar benar anak yang kanis dan lucu, aku membayangkan jika di tengah tengah kita ada baby girl, keluarga kecil kita semakin lengkap. " ujar Dominic.


"Tapi Mas, untuk saat ini kita fokus dulu pada baby twins. "

__ADS_1


"Iya sayang. "


__ADS_2