
Setelah beberapa hari Zafira dan si kembar akhirnya di perbolehkan pulang, si kembar telah sehat seiring sejalan nya waktu. Dan lagi lagi Zafira melewatkan sarapan paginya, wanita cantik itu fokus menjaga si kembar. Dia akan sarapan jika suami dan kedua mertuanya telah pergi. Zafira di bantu satu baby sitter dalam mengurus si kembar Deniz dan Disa.
"Tolong di jaga ya mbak, saya mau ke
bawah. " pintanya pada sang babysitter.
"Iya Nyonya. "
Zafira menciumi kedua pipi anaknya, lalu ke luar dari kamar dan turun ke bawah. Hot Mommy itu meminta pelayan menyiapkan makanan untuknya, dia sengaja menghindari suaminya karena tak ingin bertengkar dengan Evan dan kembali menyalahkan dirinya. Tak lama pelayan mengantarkan makanan padanya.
Drap drap drap
Suara langkah kaki mendekatinya namun Zafira hanya diam dan tetap fokus pada makanannya. Evan menghela nafas berat melihat istrinya mendiamkan dirinya selama satu minggu lamanya.
"Mau sampai kapan kamu mendiamkanku Fira? " tanya Evan dengan nada datarnya.
"Sampai nanti saat kamu tak lagi terus terusan mengungkit kesalahanku, aku tahu aku lalai hingga membuat si kembar lahir lebih cepat, kamu enggak perlu mengingatkan hal itu terus. " jawab Zafira dengan nada dinginnya.
__ADS_1
Setelah menghabiskan makanan, Zafira membawa piring kotornya ke dapur. Selesai mencucinya wanita cantik itu melewati suaminya begitu saja dan kembali ke kamarnya. Hot mommy itu memilih menghabiskan waktu di dalam kamarnya dan mengurung diri.
Evan merasa tak bisa konsentrasi di kantor, dia memilih tak jadi pergi. Pria tampan itu segera naik ke atas ranjang dan masuk ke dalam kamar nya. Dia memperhatikan istrinya yang tengah asyik memainkan ponselnya. Evan sendiri melepaskan jas dan kemejanya, dia membiarkan tubuhnya yang kekar terbuka. Hot Daddy itu menghampiri istrinya, naik ke atas ranjang.
Grep
"Maaf. " ucapan itu lolos dari bibir Evan, dia tersadar akan kesalahannya kemarin. Tidak seharusnya dia marah dan menyalahkan sang istri. Zafira sendiri tak bergeming, justru perempuan itu melepaskan tangan suaminya yang memeluknya.
"Gerah, jangan peluk peluk. " ketus Zafira sebal. Wanita cantik itu lantas bangkit, mengambil pakaiannya lalu membawanya ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian Zafira tampak fres. Setelah itu dia memakai sedikit lipglos untuk menyembunyikan bibir pucat nya. Dia berusaha menahan rasa pusing yang mendera kepalanya, Zafira tak ingin di anggap berpura pura lagi.
"Sayang ada apa, katakan sesuatu jangan diam saja? " desak Evan dengan wajah khawatirnya.
"Kepalaku pusing! "
Evan segera turun dan ke luar. Tak lama pria itu kembali dan menyerahkan obat serta segelas air pada istrinya. Setelah selesai dia menaruh gelasnya di atas meja. Dia kembali ke atas ranjang, berbaring di dekat sang istri.
"Sekarang tidurlah sebentar agar pusing kamu hilang. " ucap Evan dengan halus. Zafira segera memejamkan kedua matanya, dia berharap rasa pusingnya segera menghilang.
__ADS_1
Dua jam berlalu
Zafira terbangun, tak mendapati suaminya di sisinya. Dia langsung bangkit, melesat ke kamar mandi untuk cuci muka. Wanita cantik itu kembali mengganti pakaiannya lalu ke luar dari kamar. Hot mommy itu pergi ke kamar si kembar, Zafira langsung memberikan asi untuk kedua anaknya. Setelah bermain dengan mereka, dia menyuruh babysitter menjaganya.
Zafira kini tampak siap untuk pergi ke luar sebentar, Evan yang melihatnya segera menghampiri. "Sayang kau mau ke mana, biar aku antar? " tawar Evan.
"Hanya ingin mencari udara segar, di sini rasanya sangat sesak, tak perlu di antar aku bisa sendiri. " jawabnya santai.
Ehem Mami Amira datang berkunjung, Qanita paruh baya itu menatap curiga kearah putri dan menantunya itu. Dia mengajak keduanya ke ruang tengah, Mami Amira langsung menasehati putrinya.
"Kalian masih berantem, mau sampai kapan? Atau sampai si kembar besar? " sindir mami Amira. Zafira mengatupkan bibirnya rapat, dia hanya diam saat sang mami mengomeli dirinya. Wanita cantik itu menghela nafas panjang, menatap lurus kearah Mami Amira.
"Mam, Aku pamit ke luar sebentar ingin menenangkan diri dan aku sudah pamit ada Evan. " tegas Zafira. Mami Amira mau tak mau memberikan izinnya, Zafira lekas bangkit dan ke luar dari mansion suaminya. Evan sendiri menatap nanar kepergian sang istri, rasanya sangat sulit mendapatkan maaf dari istrinya itu.
Mami Amira juga memberikan nasehat pada sang menantu agar bersabar menghadapi Zafira, Evan hanya mengangguk singkat.
"Ini juga salah aku Mami, hingga Fira mendiamkan aku selama satu minggu. " gumam Evan lirih.
__ADS_1