
Horor content ++ yang masih bocil lebih baik skip hehe
Beberapa minggu kemudian
Cyra semakin pusing dengan tingkah laku pria yang kini telah menjadi suaminya kembali. Ya Reymond dan Cyra telah menikah lagi di gereja dan pagi ini pria itu membuat ulah, mengungsikan puteri kecil mereka pada kakek dan neneknya. Dan gilanya lagi si tuan muda mesum, mengajaknya memadu kasih di dapur.
"Em aah sayang hentikan. " ucap Cyra sambil melenguh kala hujaman di bawah sana semakin cepat. Reymond mengabaikan ucapan sang istri, dia terus bergerak dengan cepat, membuat Cyra terus menerus mendesahkan namanya.
"Sayang aku.. "
"Bersama sayang. " Reymond semakin cepat gerakannya, hingga akhirnya mereka sampai di puncak nirwana bersama sama. Peluh membasahi tubuh mereka berdua, Reymond tersenyum puas mendapat keinginannya. Cyra merasakan tubuhnya lelah, membiarkan suaminya memakaikan kembali lingerie seksinya. Ya keduanya sudah bermain selama dua jam di dapur, Cyra hanya bisa mencibir kelakuan mesum suaminya. Reymond terkekeh, membopong sang istri ala baby koala, lalu membawanya ke ruang tamu. Di Penthouse hanya ada mereka berdua, para pelayan Reymond suruh untuk jangan menganggu kegiatan mereka.
Cyra berada di atas pangkuan sang suami, wanita itu sesekali mencium dada Reymond sensual. Reymond berdecak, menggeram melihat tatapan sayu menggoda dari istrinya. "Jangan memancingku sayang, saat ini aku masih berusaha menahan diriku untuk tidak menerkammu lagi. "
"Mesum kamu hubby. " sindir Cyra pada sang suami. Cyra menyandarkan kepalanya di dada polos sang suami, dia teringat dengan Dominic, khawatir jika pria itu akan kembali memganggu rumah tangganya dengan sang suami. Reymond menoleh, memperhatikan wajah istrinya yang terlihat gusar dan cemas.
"Ada apa sayang? "
.
"Tidak!
"Katakan saja sayang. " ucap Reymond dengan nada lembut. Cyra menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. Dia menatap kearah suaminya dengan tatapan lekatnya.
__ADS_1
"Aku takut Dominic menganggu keluarga kecil kita sayang, mengingat beberapa minggu ini sangat tenang tanpa hadirnya pria itu. " Aaron mengerti dengan kegelisahan istrinya, dia langsung memberi kecupan di kening dan bibir wanitanya setelah itu mengatakan kata kata penenang untuk Cyra. Cyra memeluk erat tubuh sang suami, berharap semuanya akan baik baik saja.
Pasangan suami istri itu berbincang santai di selipin canda tawa, Reymond tersenyum tipis melihat istrinya yang ceria. Dalam hati dia masih beruntung, Cyra mau memaafkan dirinya dan kembali padanya lagi.
##
Berbeda dengan Kiara, gadis malang yang kini lagi lagi di paksa melayani kebutuhan biologis Dominic. Dia merasa bagaikan jaalang, di perlukan saat butuh namun dicampakkan saat pria itu acuh. Kiara membekap mulutnya, saat Dominic menyebut nama Cyra saat keduanya berhubungan.
"Tuan hiks, hen.. ti.. kan, perutku sakit. " Kiara meringis, merasakan sakit pada perutnya. Dominic tak mempedulikannta, dia terus menghujam kasar di bawa sana dengan cepat.
Setelah ronde ke empat, Dominic langsung mengakhirinya dan matanya terbelalak melihat Kiara yang tak sadarkan diri di bawah kungkungannya. "Kiara hei bangun, Kiara. " ujar Dominic sambil menepuk pipi wanitanya, lalu menengok ke bawah dan terkejut, melihat darah ke puar dari paha Kiara. Pria itu langsung bangun, memakai pakaiannya lalu pakaian Kiara. Setelah itu membopongnya ke luar dari sana. "Rian, cepat siapkan mobil. " teriak Dominic.
Rian melajukan mobilnya kencang sesuai perintah tuan mudanya. Sampai di rumah sakit, Dominic berteriak memanggil dokter. Pria itu menaruh wanitanya di brankar, dokter dan para suster membawanya ke ruangan UGD. Dominic menyugar rambutnya kasar, lalu diapun menghembuskan nafas berat khawatir dengan keadaan Kiara tanpa disadarinya.
Dominic sangat terkejut dengan pernyataan dokter Hendry barusan. "Apa Hamil? "
"Iya Wanitamu hamil empat minggu, sekali lagi kamu mengkasarinya kupastikan wanitamu dan calon anak kalian tidak selamat. " ujarnya sarkas. Setelah menjelaskan panjang lebar, dokter itu langsung pergi dari sana. Dominic meraih handle pintu lalu membukanta, masuk ke dalam dan menatap tubuh lemas Kiara yang berbaring di brankar.
Entahlah apa yang di pikirkannya, Dominic berjalan mendekat dan menatap lekat wajah pucat Kiara. Dia beralih memperhatikan perut rata Kiara lalu menaruh tangannya di atas perut wanitanya.
"Eungh"
Dominic langsung menarik tangannya, Kiara membuka matanya perlahan dan mencium obat obatan di sekitarnya, lalu menatap kearah Dominic dengan raut ketakutan. "Tuan, apa yang terjadi padaku? " gumamnya lemah.
"Kamu Hamil!
__ADS_1
Jder bagai tersambar petir di siang hari, hal yang dia takutkan benar benar terjadi. Cairan bening langsung lolos begitu saja di kedua pipi wanita yang sedikit chubby itu. Kiara langsung mencabut selang infusnya setelah itu bangun. "Enggak, enggak aku enggak mau hamil. " pekik Kiara frustrasi.
Dominic terkejut dengan tindakan Tiara yang memukul perut ratanya, pria itu langsung mencekalnya dan auranya kini berubah dingin. "Berhenti Kiara. Aku bilang berhenti. " bentak Dominic.
"Aku enggak mau hamil tuan hiks, aku enggak mau kehamilan ini. " ucapnya lirih. Dominic menghela nafas kasar, berusaha menahan emosinya yang hampir meledak mendengar ucapan Kiara.
"Dengarkan aku, biarkan dia tumbuh di rahimmu. Setelah dia lahir, kamu bisa pergi dan aku akan memberimu uang. " ujar Dominic. Kiara hanya diam, dia masih saja menangis atas kenyataan yang dia dengar. Setelah tenang pria itu melepaskan cengkraman tangannya, Kiara menoleh ke samping, menatap lurus kearah Jendela dengan tatapan kosong.
"Kak Rama, maafkan aku. Aku sudah tak lagi pantas untuk kamu. " batin Kiara menangis.
Dominic menarik kursi, lalu duduk. Diapun memperhatikan Kiara yang tengah melamun, melihat keadaan wanita di hadapannya, membuat rasa bersalah dan penyesalan muncul di hatinya.
"Kak Rama. " gumam Kiara yang masih bisa di dengar Dominic. Dominic pun mengeraskan rahangnya, dia tahu siapa Rama yang di pikirkan oleh Kiara. Pria itu langsung bangkit dan hendak ke luar, namun sebelum iu dia menoleh kearah Kiara.
"Apa kau ingin bertemu Rama? "
Kiara menoleh, menatap dalam kearah manik kelam Dominic lalu mengangguk kecil. "Mulai sekarang jaga kondisimu, ingat kau sedang hamil hingga melahirkan. Setelah melahirkan kamu boleh bertemu dengan priamu itu. " ujar Dominic dengan wajah datar.
"Jangan macam macam, atau aku akan menyiksamu lagi! Dominic berbalik, berjalan ke luar meninggalkan Kiara sendiri. Lagi dan Lagi Kiara menitikkan air matanya, hidupnya telah diatur oleh pria yang menjadikan dirinya sebagai pemuas *****. Ingin sekali dirinya pergi namun tak bisa, mengingat ada janin dalam rahimnya. Benih dari pria yang menghancurkan hidupnya saat ini, pria yang suka menyiksa fisik da batinnya.
Kiara POV
Aku lelah dengan hidupku, pria itu merenggut segalanya, kesucian, menyiksa fisikku dan sekarang aku hamil dari benih yang Dominic tanam di rahimku. Rasanya aku ingin mengakhiri semuanya, namun aku takut pria itu akan mengaagahiku lagi dengan kasar.
"Apa yang harus aku lakukan!
__ADS_1