Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
TCSPT Part 24


__ADS_3

JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN YA BIAR OTHOR SEMANGAT 🥀🥀


"Mas, kamu turuti saja apa kata paman dan carilah wanita lain. "


"Cukup jangan bicara lagi. " bentak Dominic. Kiara tersentak, diapun mengatupkan bibirnya rapat rapat. Dominic mengusap wajahnya kasar, pria itu menghela nafas panjang.


"Sebaiknya kita ke dokter mas, periksa kandungan dan jika calon anak kita perempuan kamu.. "


"Tutup mulutmu, jika berbicara hanya membuatku marah Kiara. "


Dominic terlanjur emosi, pria itu langsung bangkit dan pergi meninggalkan Kiara sendiri. Kiara kembali menangis sesegukan, merasa hidupnya tak adil. Wanita itu mengusap lembut perutnya sambil menangis, mengajak bicara calon buah hatinya. Dia bangkit, berjalan cepat menyusul ke pergian Dominic yang ke luar dari mansion.


"Mas Dom, tunggu. " Wanita hamil itu berusaha menahan kepergiannya, namun tiba tiba Kiara meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Dominic mengurungkan niatnya masuk ke dalam mobil, pria itu menoleh dan terkejut. Dia langsung berlari menghampiri Kiara dengan raut khawatirnya.


"Katakan sayang ada apa, mana yang sakit? "


Kiara mencoba mengatur nafasnya, setelah tenang dia menoleh dan menatap Dominic yang mengkhawatirkan dirinya. "Sepertinya Kram mas karena aku berjalan cepat tadi. " ucapnya.


"Lain kali kamu hati hati, perhatikan langkahmu! Dominic membawa Kiara dalam pelukannya, Kiara membalasnya. Pria itu bernafas lega, nyaris jantungnya berhenti memikirkan keadaan wanitanya. Jika Kiara dan calon anak mereka kenapa kenapa, dia tak akan bisa memaafkan dirinya sendiri. Dominic mengajak Kiara kembali ke dalam, di ruang tamu pria itu menghubungi Revan.


"Kamu persiapkan pernikahanku dan Kiara, Revan secepatnya!


"Baik Tuan. "

__ADS_1


Kiara terkejut dengan pernyataan Dominic, pria itu menoleh dan tersenyum tipis padanya. Perkataan paman Eden, seolah menamparnya secara tak kasat mata. Dirinya tahu bahwa antara Dominic dan dia, bagai pungguk merindukan rembulan, langit dan bumi. wanita itu merasa bingung sekarang, di satu sisi dia mencintai Dominic namun di sisi lain, dia tidak mau membuat Dominic keluar dari perusahaan, serta meninggalkan marga Wigger.


...Aku mencintai kamu dan calon anak kita Mas, sangat. Tapi jika aku mempertahankanmu di sisiku, kamu akan kehilangan segalanya. Apalagi jika bayi kita kelak perempuan, bukan laki laki sesuai keinginan paman Eden aku yakin semuanya semakin runyam. Apa aku cek kandungan diam diam ya tanpa sepengetahuan mas Dominic. Ya sebaiknya aku melakukannya, aku ingin mencari tahu jenis kelamin calon baby kami....


...Aku ingin menikah dan berumah tangga denganmu Mas, membesarkan calon anak kita kelak namun di depan sudah ada badai yang menghadang, sebelum kita mewujudkan keinginan itu....


Dominic mengenggam tangan wanitanya, mencoba menguatkan sang calon istri. "Kamu jangan risau sayang, aku akan berjuang demi kamu, calon baby dan hubungan kita. Kita harus yakin dan hadapi ini semua, aku percaya kita bisa melalui ujian ini. "


"Iya mas kamu benar. " jawab Kiara sambil tersenyum.


"Baiklah kamu ke kamar dulu ya, aku mau pergi ke ruang kerjaku, ada hal yang mau aku urus. " Kiara mengangguk, wanita itu bangkit dan pergi dari sana menuju ke kamarnya. Dominic bergegas pergi ke ruang kerjanya, pria itu langsung duduk dan memikirkan jalan keluarnya.


"Haruskah aku meminta bantuan Rey ck, tapi masalahku dengannya belum selesai. " gumam Dominic. Pria itu mengusap wajahnya kasar, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi sahabatnya.


Tak lama Rafendra masuk ke ruangan kerja Dominic, pria itu memarik kursi kemudian duduk. "Ada apa, kenapa kamu memintaku datang ke sini? "


"Paman Eden. " Dominic mengatakan semuanya pada sahabatnya itu, Rafendra sangat terkejut tentunya dan tak lama pria itu mengumpat dengan wajah menahan emosi.


"Satu satunya cara periksa kandungan Kiara Dom, memastikan jenis kelamin anak kalian. Setelah itu ajaklah wanitamu ke pulau yang kamu miliki, tidak satupun yang tahu termasuk pamanmu, mengingat paman Eden memiliki kekuasaan yang cukup luas. " Dominic terdiam, dia mencerna saran yang di berikan Rafen padanya.


"Jika bayi kami perempuan, aku tak sanggup melihat Kiara yang bersedih, meski aku menerima apapun jenis kelamin calon anak kami Rafen!


Rafendra menghela nafas panjang, sepertinya ini memang pilihan yang benar benar sulit untuk Dominic. "Sebaiknya kamu dan Kiara menikah di pulau yang kamu miliki itu. " ujar Rafen sambil menatap sahabatnya.

__ADS_1


"Akan aku pikirkan, terimakasih sarannya Rafen!


Rafendra menatap tak percaya kearah dominic, sahabat arogannya mengucapkan terimakasih, hal ini benar benar suatu hal yang langka. Melihat senyuman meledek Rafendra, Dominic mendengus keras kearahnya.


"Pikirkan baik baik Dom, aku dan Luna akan ikut ke pulau itu. Kalau begitu aku pulang, untuk bertemu kekasihku. " Dominic mengangguk, Rafen segera ke luar dari ruang kerja Dominic. Teringat Kiara, pria itu langsung bangkit dan ke luar, dia bergegas menuju ke atas menemui wanita tercintanya.


Cklek Dominic meraih handle pintu lalu menariknya pelan, setelah itu masuk ke dalam. Bibirnya melengkung, membingkai seutas senyuman, melihat istrinya tengah mengusap perutnya. Pria itu menghampirinya kemudian duduk di sebelah Kiara. Dominic langsung menyambar bibir wanitanya, Kiara terkejut namun tak lama dia ikut terbuai ciuman calon suaminya. Dan sore itu terjadi pergulatan di dalam kamar, Dominic melampiaskan keresahannya dengan mengunjungi calon baby mereka.


Kiara bersandar di dada polos sang calon suami, wanita itu tengah mengatur nafasnya yang tak beraturan akibat kegiatan mereka barusan. Dominic mencium leher Kiara kemudian turun ke bahunya yang polos. "Engh sayang, apa kamu belum puas. " ucapnya terbata bata, merasakan geli kala tangan sang kekasih meremas gunungnya yang besar semenjak hamil.


"Aku enggak akan pernah puas sayang, kamu canduku. Wanitaku, belahan jiwaku sekaligus separuh nyawaku. Dua hari lagi kita akan pergi ke suatu tempat, melangsungkan pernikahan kita. "


"Aku terserah kamu mas, asalkan selalu bersamamu. "


Dominic tersenyum hangat, menatap wanitanya dengan tatapan penuh cinta. Kiara mengusap lembut wajah tampan calon suaminya, dirinya tak menyangka pria yang dulu memberinya luka dan siksaan fisik kini menjadi pria romantis, yang memberinya segalanya, cinta dan sayang dan sebentar lagi sebuah pernikahan megah.


"Seneng deh mas, lihat kamu berubah kayak gini. Aku harap mas Dom kayak gini terus ya, menyayangiku dengan sisi lembutmu!


"Ini semua karena kamu sayang, aku berubah saat kamu terluka atas sikapku, apalagi saat kamu dinyatakan hamil waktu itu. " balas Dominic dengan lembut.


"Ya sudah kita main lagi sayang, si junior bangun lagi nih. " ujar Dominic dengan seringai mesumnya. Kiara berdecak namun menurut, mereka kembali mengulang kegiatan pnas mereka, mengalahkan cuaca dingin di malam hari.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2