Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Musim Ketiga Part 22


__ADS_3

Nagara menambah ketat penjagaan, dia tak ingin keselamatan istri dan baby twins terancam. Nickolas menepuk pundaknya, Gara menoleh kearah adiknya itu. "Kau juga perlu istirahat Bro, Ella akan khawatir jika kamu jatuh sakit. " ujar Nick.


"Aku gak bisa tenang sebelum memastikan keamanan istri dan baby twins Nick. " ujar Nagara pelan.


"Masih Ada Daddy dan mertuamu yang akan mengurusnya, sebaiknya istirahatlah dulu. " tegur Nick. Nagara mengalah, apa yang dikatakan adiknya memanglah benar. Diapun kembali ke ruangan sang istri, Nickolas bernafas lega berhasil membujuk kakaknya.


Ella memperhatikan suaminya yang mulai berbaring di atas sofa, wanita itu turun dari ranjang dengan hati hati. "Eh sayang, kenapa kamu turun dari ranjang? " ujar Gara kembali duduk dengan tegap.


"Aku udah baik baik saja mas, lebih baik mas beristirahat, aku tahu kamu pasti lelah. " Ella mengulas senyumnya, mencium sekilas bibir sang suami. Pria itu mengangguk, kembali berbaring dan memejamkan kedua matanya, Ellapun memperhatikan suaminya yang telah terlelap. Wanita itu hanya diam tak bersuara, entah apa yang tengah dia pikirkan sekarang. Diapun kembali ke ranjangnya, mengistirahatkan dirinya agar besok kondisi tubuhnya fit.


Hari berikutnya


Asisten dari Gara membawa pakaian dan makanan untuk bossnya itu. Gara segera membersihkan diri, lalu ke luar dari ruangan. "Katakan ada apa, kenapa wajah kamu begitu tegang? "


"Begini Tuan, kemarin keluarga dari pendonor itu bilang ada beberapa orang yang menghadangnya, memintanya untuk menolak memberikan jantung puteranya yang akan di donorkan. Tapi keluarga itu tetap akan memberikan donor jantung puteranya yang telah tiada pada nyonya


Ella. "


Gara sempat khawatir namun akhirnya kembali lega mendengar penjelasan asistennya. Keluarganya satu persatu datang begitu juga keluarga pendonor, mereka menunggu operasi Ella yang akan di lakukan hari ini. Brankar Ella di bawa ke luar, Gara menggenggam tangan sang istri, lalu menciumi wajahnya. "Kau kuat sayang, aku yakin kamu pasti sembuh setelah ini. "


"Doakan aku ya mas, semoga aku bisa melewati ini, operasiku berjalan lancar!


"Tentu saja sayang. " Gara mengulas senyumnya, dia membiarkan dokter dan suster membawa istrinya ke ruangan operasi. Daddy memberikan dukungannya pada sang putera, mereka menunggu dengan raut cemas. Emily juga datang bersama dengan Rafael, wanita itu berharap operasi yang di jalani adiknya berjalan dengan lancar.


"Ella pasti bisa melalui ini Gara, aku yakin itu. Adikku adalah wanita yang kuat dan tegar. " ujar Emily pada Gara, di balas anggukan pria itu.

__ADS_1


"Emi, bisakah kita bicara berdua. " sela Hanum memotong obrolan Emily dan Gara. Emily mengangguk, kedua wanita itu memilih tempat lain untuk mengobrol. Keduanya berada di taman rumah sakit, Hanum menghela nafas pelan dan tatapannya berubah tajam kearah Emily.


"Aku tahu kamu memang ingin menghibur Gara, tapi bukan berarti kamu harus menyentuhnya bukan? "


"Kau lupa jika Nagara itu suami adikmu sendiri?


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu Han, aku tak bermaksud apa apa dengan mengajak Gara berbicara. " ujar Emily dengan tenang. Hanum tak percaya begitu saja, semenjak hamil perasaannya memang sensitif.


"Dengar ya aku menganggap Ella seperti saudariku sendiri, aku tak akan tinggal diam jika kamu berniat menikung suami adikmu sendiri. " ketusnya. Emily terkejut, bagaimana bisa Hanum berpikiran licik seperti itu terhadapnya.


"Kenapa kamu terus mencurigai aku Han, aku memang akan segera bercerai dari mas Rafa tapi bukan berarti aku akan menggoda pria yang beristri apalagi suami adikku. " tegas Emily emosi sekaligus kesal. Hanum hanya diam tak berkata apapun lagi, dia hanya memastikan kecurigannya tak terjadi.


"Aku dan Ella memang baru bertemu setelah sekian tahun, aku sangat menyayanginya. Mana mungkin aku tega menusuknya dari belakang Hanum! Emily bangkit, wanita itu pergi meninggalkan Hanum sendirian di taman. Hanum menelan salivanya kasar, tiba tiba rasa bersalahnya mendera dirinya, menatap kepergian Emily dengan tatapan nanarnya.


"Bagaimana dokter kondisi istri saya? " tanya Gara setelah dokter ke luar dari ruangan operasi.


"Operasi berjalan lancar Tuan dan keadaan Nyonya Daniella baik baik saja, tinggal menunggu beliau sadar. " jelas Dokter panjang lebar. Semua orang bernafas lega mendengar keadaan Ella sekarang, mami dan papi berpelukan dengan erat.


Gara tersenyum bahagia mendengarnya, pria itu pergi ke ruangan bayi kembarnya. "Boys, mommy kalian begitu hebat dan tegar, mommy baru saja selesai melakukan operasi dan operasinya berjalan lancar. "


"Sebentar lagi kita akan berkumpul bersama setelah mommy kalian pulih kondisinya!


"Suster, bisakah saya membawa kedua baby twins ke ruangan istri saya. " pinta Gara pada suster yang dia panggil.


"Bisa Tuan, mari saya bantu. " keduanya sama sama masuk ke dalam, mereka langsung pergi ke ruangan Ella. Mommy mengambil baby Ethan dari gendongan suster, menunjukkan baby twins di depan Ella yang masih belum sadarkan diri.

__ADS_1


"Sayang bangunlah, lihatlah baby twins sudah sehat, kita bisa membawa mereka pulang. " Gara mengusap pipi baby Evan, memberi kecupan pada bayi laki laki yang merupakan duplikat dirinya versi mini. Pria itu menghela nafas panjang, melihat istrinya yang masih memejamkan matanya.


Oek


oek


Gara berusaha menenangkan puteranya yang menangis, Mommy turut membantunya. Tangan Ella bergerak, tak lama membuka matanya membuat semua orang terkejut dan bahagia. "Haus. "


Papi segera mengambilkan minuman untuk puteranya, lalu membantunya duduk bersandar. Fokus Ella kini teralih pada baby Evan yang ada dalam gendongan suaminya. "Baby Evan menangis mas, mungkin dia haus mas!


Gara melirik kearah keluarganya, mereka yang paham segera ke luar. Diapun menyerahkan si kecil Evan pada sang istri, baby Evan langsung menyusu pada ibunya. "Duh putera mommy yang tampan langsung diam, baby Evan lapar ya nak, makanya nangis. Maafin mommy ya mommy baru sadar, minumlah yang banyak nak supaya cepat besar. " cuma Ella lirih.


"Putera Daddy rakus ya, Daddy gak di sisain. " gumam Gara yang masih bisa di dengar Ella. Ella tersenyum geli mendengar ucapan suaminya, dia menoleh dan terkekeh melihat wajah cemberut Gara.


"Apa sih Dad, dua buah persik ini sekarang milik baby twins Daddy. " ledek Ella dengan senyuman menggodanya.


"Mulai jahil nih sama Daddy. " jawab Gara sambil menjawil hidung sang istri, mendaratkan ciuman di kening wanitanya.


"Terimakasih telah menjadi istri dan ibu yang kuat, tegar demi aku dan baby twins sayang. " ucap Gara dengan tulus. Ella menanggapinya dengan senyuman, dia beralih pada si kecil yang selesai menyusu.


"Terimakasih juga Daddy, berkat benih premiummu aku memiliki dua bayi tampan yang lucu dan menggemaskan. " sahutnya tersenyum lebar. Gara tertawa mendengar ucapan istrinya, mengambil alih baby Evan ke dalam gendongannya. Ella bernafas lega, bibirnya melengkung melihat interaksi suaminya bersama kedua putera mereka.


Mommy dan lainnya kembali ke dalam, mereka semua sangat bahagia melihat Ella yang telah sadar. "Mommy, Daddy, Papi aku bahagia melihat kedua puteraku mulai sehat sekarang, aku tak sabar membawa mereka pulang. " ujarnya antusias.


"Tunggu kamu pulih dulu sayang. " timpal Mami.

__ADS_1


__ADS_2