
Pertemuannya dengan Meisya yang tak terduga tentu saja membuatnya bahagia, gadis itu masihlah sama dengan gadis belasan tahun lalu.
"Well, ini kesempatan emasku untuk mendapatkan kamu sepenuhnya Meisya? " gumam Raka dengan senyuman liciknya.
Dia telah menyiapkan rencana untuk gadis pujaannya itu. Sudah sejak lama Raka begitu menginginkan Meisya sepenuhnya, pria itu dulunya hampir menodai Meisya namun di gagalkan oleh ibu dari gadis itu.
Sore ini Raka telah menyuruh salah satu orang kepercayaannya untuk mencari informasi mengenai Meisya dan keluarganya. Dengan sabar dia menunggu orang kepercayaannya memberikan informasi akurat padanya.
dering ponselnya membuat fokus Raka teralihkan, pria itu langsung menyambar ponselnya.
"Begini bos, nona Meisya saat ini tinggal di jalan xx no 25 dan nona Meisya telah menjalin kasih dengan seorang pria selama dua
Tahun. " ujar sang informan. Raka mengeraskan rahangnya, hatinya terbakar cemburu mendengar gadis pujaan nya berpacaran dengan pria lain.
"Katakan siapa pria itu? " bentak Raka emosi.
"Mengenai informasi pria itu saya belum mendapatkannya. " ujar pria asing itu.
"Segera selidiki siapa pria itu secepatnya. " Raka langsung mematikan sambungannya, dia benar benar marah akan kenyataan yang dia miliki saat ini. pria itu mencoba tenang, lalu mengirim pesan ke nomor Meisya.
From xx
Halo manis, pertemuan pertama kita tadi setelah sekian lama begitu mengharukan. Huft harusnya saat itu kamu telah menjadi milikku seutuhnya sayang jika bukan bunda sialanmu itu yang menggagalkan rencanaku, pasti kamu sudah menjadi istriku sekarang.
Sementara Meisya tengah ketakutan membaca pesan dari Raka, gadis itu langsung melempar ponselnya begitu saja. Ya saat ini dia berada di apartemen Garvin kekasihnya, mendengar suara benda jatuh pria itu lantas menghampiri sang kekasih hati.
__ADS_1
"Sayang ada apa, kenapa kamu melempar ponsel kamu? "
Meisya bangkit, dia langsung memeluk erat tubuh calon suaminya. Dia meminta Garvin mengambil ponselnya dan membukanya. Pria itu mengeraskan rahangnya, dia paham dengan alasan kenapa Meisya sampai ketakutan seperti ini. Garvin melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah gadisnya saat ini.
"Apa kamu bertemu dia? "
"Tadi pagi Kak, aku tanpa sengaja bertemu dengannya. " gumam Meisya dengan lirih.
"Kenapa kamu enggak bilang sama aku sayang. " geram Garvin pada gadisnya yang diam menunduk dengan tubuh bergetar. pria itu mengusap wajahnya kasar, kembali memeluk sang kekasih. Pria itu membawa Meisya ke pangkuannya, memeluknya dengan erat dan posesif.
"Bawa aku ke kamar kak dan jadikan aku milikmu, kenangan itu kembali membayangi aku setiap malam. " bisik Meisya dengan lirih nyaris tak terdengar. Garvin bangkit, menggendong kekasihnya dan langsung membawanya ke kamar pribadinya.
Di dalam kamar keduanya justru berdebat, Garvin sendiri tak ingin merusak kekasihnya namun Meisya memaksanya untuk melakukan hal itu. Kenangan di mana Raka pernah membuka pakaiannya menjadi momok menakutkan untuknya. Melihat keadaan Meisya yang begitu ketakutan dan frustrasi membuat Garvin goyah dan menyerah.
"Baiklah kita lakukan hal itu honey!
"Buka mata kamu sayang, ini aku Garvin kekasihmu. " ucapnya dengan lembut.
Meisya membuka matanya, tatapan begitu sayu menatap dalam calon suaminya. Garvin menciumnya dengan liar dan buas, hasrat pria itu kini melambung tinggi, ciumannya turun ke leher dan berakhir di bulatan kenyal dan sintal yang ukurannya lumayan milik Meisya.
"Ugh. " Suara merdu Meisya membuat hasrat Garvin kian berkobar. Setelah merasa pemanasan di rasa cukup, pria itu mulai menyatukan tubuh mereka dengan hati hati. Suara teriakan menggema dalam kamar, Garvin berusaha membuat kekasihnya nyaman.
Rasa sakit berubah menjadi kenikmatan, Garvin menghujamnya dengan liar. Meisya terus mendesahkan nama kekasihnya, wanita itu memeluk tubuh kekar Garvin dengan erat.
Beberapa jam berlalu kegiatan panas itu terhenti di ronde keempat. Garvin menggeser tubuhnya ke samping, menarik selimut menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
"Besok kita akan menikah secara sederhana dulu sayang, aku ingin meresmikan hubungan kita setelah ini. " tegas Garvin yang di angguki wanitanya. Dia kembali memagut bibir manis wanitanya, Meisya sendiri merasa tenang dalam dekapan tubuh polos kekasihnya.
Saat hendak bergerak tubuhnya terasa sakit semuanya termasuk di bagian sana, Meisya kembali memilih bersandar di tubuh sang kekasih.
"Kak sebaiknya antar aku pulang, aku khawatir sama Bunda dan Ayah. " ujar Meisya. Garvin berusaha menenangkan sang kekasih, dia paham akan kekhawatiran wanitanya. Pria itu mengambil ponselnya lalu menghubungi sang ibu untuk datang ke rumah bunda Asya. Setelah selesai dia menaruh kembali ponselnya di atas nakas.
"Sebaiknya istirahat dulu sayang, si tembem pasti masih terasa perih. " ucap Garvin dengan lembut yang di angguki Meisya. Dia mengusap punggung polos wanitanya, Meisya sendiri memejamkan mata merasakan kenyamanan dalam pelukan Garvin. Pria itu menunduk, melihat wanitanya telah terlelap dalam tidurnya.
cup
"Aku janji akan menghilangkan trauma kamu sayang dan kupastikan pria brengshake itu mendapat balasan setimpal. " geram Garvin. Dengan hati hati dia melepaskan pelukannya, lalu memakai celananya dan pergi ke kamar mandi.
Selesai membersihkan diri, Garvin meraih ponselnya yang tergeletak lalu membawanya ke balkon. Dia menghubungi sang asisten untuk menyiapkan bodyguard di kediaman calon mertuanya. Dia tak ingin Meisya khawatir pada Bunda Asya dan Ayah, mengingat pria bernama Raka itu begitu nekat jika berbuat sesuatu.
Tepat pukul tujuh malam Meisya telah mengganti pakaiannya dengan kemeja milik Garvin. Wanita itu ke luar dan mencari sosok kekasih hatinya, entah kenapa semenjak melihat Raka dia selalu ketakutan jika di tinggal sendirian.
"Kak Garvin. " pekik Meisya dengan lantang. Mendengar teriakan kekasihnya Garvin yang berada di dapur segera datang menghampiri wanita itu. Meisya langsung menangis, memeluk Garvin dengan erat.
"Aku takut kak,jangan tinggalin aku
sendirian. " gumam Meisya lirih.
"Aku cuma mau buat makanan untuk kita nanti sayang. " Garvin menggendong wanitanya,lalu membawanya ke ruang tamu. Posisi keduanya begitu mesra, Meisya berada di pangkuan sang kekasih hati. Garvin sendiri menghela nafas panjang, melihat wanitanya begitu rapuh seperti sekarang justru begitu menyakitinya.
Garvin POV
__ADS_1
Aku ingin melihatmu ceria seperti biasanya Mei, melihatmu seperti jni sungguh membuatku tersiksa. Aku janji akan membalas segala kesakitan yang kamu alami hingga kamu mengidap trauma akan masa lalumu. Dan pria sialan itu akan mendapat balasan yang lebih dariku.
Dia menciumi pucuk kepala wanitanya dengan penuh kelembutan, Meisya sendiri berusaha menenangkan dirinya. Dia meminta Garvin untuk tak mengatakan hal ini pada Bunda Asya.