Posesifnya Sang Ceo

Posesifnya Sang Ceo
Twins ESJ part 27 Tentang Zianka


__ADS_3

Dua bulan berlalu dengan cepat, Zafira dengan perutnya yang membuncit memilih jalan jalan sendirian di pusat perbelanjaan. Dia hanya ingin menghirup udara di luar, selama ini dirinya terkurung akan sikap posesif sang suami tercinta. Namun satu orang bodyguard terus mengawalnya kemanapun dia pergi.


Saat hendak pergi, tanpa sengaja Zafira melihat sosok tante Vera tak jauh dari tempatnya berdiri. Perempuan hamil itu memilih mendekati wanita paruh baya itu.


"Tante Vera. " gumam Zafira dengan pelan.


"Fira, kamu sedang apa di sini? " tanya Tante Vera dengan halus. Tak ada lagi kesombongan yang di tunjukkan selama ini.


"Aku baru belanja tante. " Zafira menatap sekitarnya lalu mengajak tante Vera masuk ke dalam mobilnya. Dia meminta sopir untuk jalan, Wanita hamil itu memberikan maaf saat tante Vera meminta maaf padanya. Diapun juga menanyakan perihal Zia pada paruh baya tersebut.


Nyonya Vera menghela nafas panjang, memberitahu kepergian Zia yang sudah dua bulan ini tak kunjung pulang. Zafira terkejut mendengarnya, dia cukup sedih mendengar kepergian Zia dari rumah. Zafira mengusap punggung bergetar tante Vera, dia paham akan perasaannya yang kehilangan akan sosok putrinya.


"Mungkin dia perlu waktu tante, aku yakin sebentar lagi Zia pasti pulang dan menemui tante. " ujar Zafira dengan lembut.


"Ya kau benar Fira. " balas nyonya Vera sambil tersenyum tipis. Nyonya Vera turun lebih dulu dan melambaikan tangan padanya. sepanjang perjalanan dia kepikiran dengan Zia, entah di mana adiknya itu berada dan mungkin karena dirinyalah menyebab Zia pergi dari rumah.


Di lain tempat tepatnya di sebuah desa, Zia tengah bergandengan tangan dengan Abian. Keduanya telah menjalani hubungan sebagai kekasih sudah dua bulan. Gadis itu tampak bahagia bersama sang kekasih, Abian sendiri sejak tadi hanya diam memperhatikan kekasihnya.


"Sayang ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu? " tanya Abian membuka suaranya membuat Zia menoleh. Gadis itu kembali duduk di sebelahnya, menanti apa yang ingin di bicarakan Abian padanya.


"Sebenarnya Bibi Maryam, bukan ibu kandungku Zia!


"Apa? " Zia memekik kaget mendengarnya, Abian langsung mengungkapkan siapa jati dirinya pada Zianka. Zia tentu saja terkejut, dia tak menyangka kekasihnya ini begitu pandai menyembunyikan identitasnya. Bibi Maryam datang, paruh baya itu meminta maaf pada Zia karena merahasiakan kebenarannya mengenai Abian.

__ADS_1


gadis itu menarik tangannya dengan kasar, dia tak menyangka jika kekasihnya berbohong padanya. Dia bangkit dan langsung pergi begitu saja, Abian meminta bibi Maryam untuk tenang. Pria tampan itu segera menyusul sang kekasihnya yang tengah marah padanya.


"Maksud kamu apa Bian, kenapa kamu berbohong padaku? " tanya Zia dengan tatapan kecewanya.


"Aku tidak ada maksud apapun Zi, please jangan marah sayang karena aku tidak mau kau menghindari aku jika tahu siapa aku sebenarnya. " ujar Abian dengan jujur. Zia mendesah kasar, pria yang dia anggap hanya pria biasa namun nyatanya seorang pria kaya dan tak masuk akalnya lagi dia seorang CEO.


Zia hanya diam tak berkomentar apapun, dia bingung harus bereaksi seperti apa sekarang. Abian mengusap wajahnya kasar, menarik gadisnya lalu membawanya ke dalam dekapan. Dia membalas pelukan sang kekasih, sepertinya dia tak bisa marah pada Abian karena selama ini Bianlah yang menghiburnya.


"Sayang bisakah kamu mengantar aku dan bibik pulang hari ini. " ucap Zianka melerai pelukannya, menatap dalam wajah pria yang dia sukai.


"Tentu saja sayang, setelah menikah nanti kita bisa kembali ke sini. " ujar Abian dengan lembut. Zianka mengangguk, dia membantu bibi bersiap siap untuk kembali ke kota. Setelah siap mereka langsung masuk ke dalam mobil yang telah datang menjemput. Abian membiarkan Zia mengobrol dengan bibi di jok belakang.


Zia POV


Sore harinya mereka baru tiba di kediaman Zianka, Zia dan bibi turun lebih dulu. Abian pamit karena ada sedikit urusan yang membuatnya pergi tanpa berhenti sebentar di kediaman sang kekasih.


"Mama, aku pulang. " pekik Zia.


Dari dapur Mama Vera berlari kearah sang anak, keduanya saling berpelukan melepas rindu. Mama Vera menciumi wajah putrinya dan kembali berpelukan, Zia melerai pelukannya. Gadis itu mengingatkan sang mommy pada Bibi Maryam, tentu Mama Vera menyetujui bibi Maryam tinggal lagi dengan mereka.


"Sini Bi, kopernya. Biar aku saja yang bawa dan sebaiknya bibi segera beristirahat di kamar. " ucap Zia dengan lembut. Bibi Maryam mengangguk, paruh baya itu pergi ke belakang. Sementara ibu dan anak itu mengobrol di ruang tengah, Zia memberitahu apa saja kegiatannya selama ini di desa bersama bibi Maryam.


Nyonya Vera juga meminta maaf atas keegoisannya selama ini pada putrinya itu, Zia tentu saja memaafkan kesalahan sang mama tercinta.

__ADS_1


"Oh ya sayang, jelaskan siapa Abian hm? " tanya Mama penasaran.


"Dia kekasih aku Ma. " jawab Zia dengan malu malu. Mama Vera bahagia mendengarnya, putrinya telah menemukan kebahagiaannya sendiri. Mereka kembali berpelukan, Mama meminta Zia untuk nanti malam tidur berdua dan Zia mengangguk setuju.


Zia izin ke kamarnya, mama mengangguk dan membiarkan putrinya pergi sambil menarik kopernya. Melihat kepulangan sang anak tentu saja membuatnya sangat bahagia, dia sangat bersyukur akan hal ini.


Cklek


Zia masuk ke dalam, menaruh kopernya lalu menaruh pakaiannya kembali ke dalam lemari. setelah selesai gadis itu melesat ke kamar mandi untuk bersih bersih. Beberapa saat kemudian Zia ke luar mengenakan handuk. gadis itu mengganti pakaiannya dengan piyama, lalu menyambar ponselnya yang berdering.


from Bian


Kau sedang apa sayang?


Me


Habis mandi sayang, memangnya apa lagi hm?


Zia memilih melakukan video call dan mengobrol dengan sang kekasih. Dia langsung naik ke atas ranjang, canda tawa mewarnai obrolan keduanya. Zia begitu beruntung bisa mengenal Abian dalam hidupnya.


"Terimakasih telah hadir dalam hidupku dan kamu selalu sabar menghadapi sikap keras kepalaku!


"Ya udah gih istirahat sayang! Zia tersenyum manis, menaruh ponselnya setelah sambungannya terputus.

__ADS_1


__ADS_2